PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN TAMBAHAN SUPERPLASTICIZER SEBESAR 1%
.
Profil penulis
630 karya publik ditemukan.
.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kondisi sosial yang terdiri dari Pendidikan dan Kesehatan nelayan yang bermukim di daerah pesisir pantai amal Kota Tarakan. (2) Untuk mengetahui kondisi ekonomi yang terdiri dari tingkat pendapatan usaha nelayan, Penelitian ini di laksanakan di pantai amal, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yaitu memilih salah satu wilayah yang termasuk dalam permukiman daerah pesisir. Untuk aspek sosial digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk aspek ekonomi digunakan analisis pendapatan untuk menghitung pendapatan responden. Hasil penelitian antara lain. (1) Kondisi sosial nelayan yang bermukim di pesisir pantai dilihat dari hasil persentase kajian sosial dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial masyarakat dilihat dari aspek pendidikan rata-rata tingkat pendidikan responden, SD ( 8 % ) SMP (21 %) SMA (71 %) serta mendapatkan bantuan pemerintah berupa KIP dimana responden yang menerima (46,67 %). Sedangkan kesehatan, akses puskesmas responden yang memanfaatkan puskesmas lebih banyak daripada yang belum memanfaatkan, responden yang mendapatkan kesehatan gratis sebanyak (73,33 %). (2) Kondisi ekonomi nelayan yang bermukim di pesisir pantai. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan nelayan, Yang rata-rata penerimaan dari responden sebesar Rp. 339.744.000 perbulan dan biayanya Rp. 241.580.000 perbulan, pendapatan bersih nelayan dalam perbulan sebesar Rp.98.164.000 dibagi dengan 76 responden nelayan maka perorang pendapatan bersih Rp. 1.291.631 perbulan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunakan gaya pada novel Si Putih karya Tere Liye. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data. Sumber data adalah novel Si Putih karya Tere Liye terbitan tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, teknik catat. Karena sumber datanya berupa teks pada novel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis penyajian data dengan menelaah, mereduksi, mendeskripsikan data. Berdasarkan hasil penelitian, Peneliti menemukan di antaranya penggunaan gaya bahasa hiperbola sebanyak 40 data, penggunaan gaya bahasa erotesis sebanyak 45 data, dan yang terakhir penggunaan gaya bahasa personifikasi sebanyak 24 data, dengan total keseluruhan data gaya bahasa yang didapat oleh peneliti sebanyak 109 data gaya bahasa, Pengarang menggunakan gaya bahasa hiperbola untuk melebih-lebihkan kalimat yang digunakan, Penggunaan gaya bahasa erotesis untuk membrikan penekanan makna yang ingin ungkapkan dengan gaya bertanya, Dan penggunaan gaya bahasa personifikasi sendiri, pengarang bertujuan untuk memperindah kalimat-kalimat yang digunakan dalam novel Si putih karya Tere Liye
ABSTRAK PENGARUH BRAND LOYALTY, BRAND AWARENESS, DAN BRAND IMAGE TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG PRODUK EIGER DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand loyalty, brand awareness, dan brand image terhadap minat pembelian ulang produk Eiger di Kota Tarakan dengan total 210 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel brand loyalty berpengaruh positif terhadap minat pembelian ulang karena nilai thitung > ttabel dengan nilai 2,229 > 1,652. Brand awareness berpengaruh positif terhadap minat pembelian ulang karena memiliki nilai thitung > ttabel dengan nilai 2,625 > 1,625. Dan untuk variabel brand image juga berpengaruh positif terhadap minat pembelian ulang karena memiliki nilai thitung > ttabel dengan nilai 6,266 > 1,625. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis untuk ketiga variabel tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel brand loyalty, brand awareness, dan brand image berpengaruh secara signifikan terhadap minat pembelian ulang produk Eiger di Kota Tarakan. Kata Kunci : Brand Loyalty, Brand Awareness, Brand Image, Minat Pembelian Ulang
Ekosistem Mangrove di Kawasan pesisir Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan mengalami penurunan fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove dan persepsi masyarakat dan menentukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu Kerapatan Relatif, Frekuensi Relatif, dan Penutupan Relatif. Pengambilan data melalui pengukuran langsung di lapangan pada ekosistem mangrove, persepsi masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi mangrove, dan instansi pemerintah yang terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove Kelurahan Juata Laut. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan yang menyusun ekosistem mangrove di lokasi penelitian terdiri dari jenis tumbuhan mangrove sejati yaitu hanya Sonneratia alba. Mangrove di Kelurahan Juata Laut diketahui berdasarkan indeks nilai penting (INP) hasil penjumlahan nilai relatif (RDi) 100%, frekuensi relatif (Rfi) 100% , dan nilai penutupan relatif (RCi) 100%, diperoleh nilai sebesar 300% pada pohon, anakkan dan semai didominasi oleh Sonneratia alba. Pemahaman masyarakat mengenai mangrove menurut tingkat Pendidikan dengan indikator mangrove penting menyatakan bahwa 93% masyarakat Juata Laut menganggap sangat penting dengan adanya mangrove, Sedangkan 7% masyarakat Juata Laut tidak memahami pentingnya mangrove. Indikator dampak kerusakan menyatakan bahwa 90% masyarakat mengetahui dampak kerusakan mangrove dan 10% tidak mengetahui. Indikator pelestarian menyatakan bahwa 20% masyarakat yang setuju dengan penggunaan mangrove sebagai bahan baku dan 80% tidak setuju. Terdapat delapan strategi pengelolaan yang dihasilkan yaitu 1) Meningkatkan potensi masyarakat sekitar dengan memperbanyak pelibatan terhadap kegiatan pelestarian mangrove. 2) Memperbanyak kegiatan penelitian tentang ekosisistem mangrove. 3) Membuat rencana yang terorganisir terhadap kegiatan pelestarian mangrove. 4) Peningkatan MCS (Monitoring, Controling and Surveilance). 5) Lebih meningkatkan peran oraganisasi masyarakat 6) Pengembangan kawasan mangrove yang berwawasan lingkungan. 7) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove. 8) Pemerintah dan masyarakat bersama-sama mendukung pengelolaan mangrove.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan pengaruh kebutuhan berprestasi, dukungan keluarga, efikasi diri, sikap, dan niat berwirausaha di kalangan mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara dengan pendekatan theory of planned behavior. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, yaitu purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 350 responden, untuk responden Universitas Borneo sebanyak 175 responden dan Universitas Kaltara sebanyak 175 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modeling) yang di operasionalkan menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel kebutuhan berprestasi, dukungan keluarga, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap dan variabel sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara. Terdapat perbedaan rata-rata antara mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara dimana tingkat Kebutuhan Beprestasi mahasiswa Universitas Kaltara lebih besar dibandingkan Universitas Borneo, sedangkan tingkat Dukungan Keluarga, Efikasi Diri, dan Sikap mahasiswa Universitas Borneo lebih besar dibandingkan Universitas Kaltara.
Lobster memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan seringkali dikirim keluar negeri untuk dijual. Namun karena nilai ekonominya yang tinggi itulah yang menyembabkan marak terjadinya kasus penyelundupan benih lobster di Indonesia. Benih yang diseludupkan itu akan dikirimkan ke luar negeri seperti Vietnam, kemudian lobster tersebut akan di besarkan hingga dewasa dan siap untuk di jual lagi. Selain itu, Lobster sendiri pemanfaatannya sudah masuk pada taraf pemanfaatan secara berlebihan yang membuat kelestarian lobster di Indonesia terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana penyelundupan benih lobster dan akibat hukum terhadap korporasi yang dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penyeludupan lobster. Penelitian ini termasuk kedalam tipe peniletian normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum pidana seperti KUHP dan peraturan perundang-undangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, korporasi yang telah dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penyelundupan benih lobster akan diberikan sanksi berupa pidana penjara yang akan dibebankan kepada pengurus dari korporasi tersebut dan pidana denda. Kedua, akibat hukum yang terhadap korporasi yang telah dinyatakan bersalah sebagai pelaku tindak pidana penyelundupan benih lobster ada tiga, yaitu dari segi hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa serta 1 (satu) guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI. IPS 2 di SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 2 peserta didik (6%) dengan kategori sangat setuju, 14 peserta didik (40%) dengan kategori setuju, 10 peserta didik (29%) dengan kategori cukup setuju, 6 peserta didik (17%) dengan kategori tidak setuju, dan 3 peserta didik (9%) dengan kategori sangat tidak setuju, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring sangat jauh berbeda dari anggapan yang pernah melekat dalam benak peserta didik yang mana dapat dilihat bahwa peserta didik merasa sangat senang dan antusias terhadap pembelajaran bahasa Indonesia secara luring yang diberlakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan pembelajaran luring siswa lebih mudah mendapatkan sumber pembelajaran, dapat lebih aktif bertanya serta mengeluarkan argumen kemudian siswa lebih leluasa untuk berinteraksi satu sama lain, serta siswa lebih menjaga pola sehat di lingkungan sekolah. Namun yang disayangkan ada beberapa siswa yang memang masih ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaannya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar seperti; tertidur saat proses pembelajaran berlangsung, kedapatan bermain game online, dan menganggap guru sebagai teman sebaya.
Perkembangan teknologi sekarang ini semakin maju, dan tumbuh dengan pesat. Perkembangan ini tentu saja membawa pengaruh pada berbagai sektor kehidupan manusia, salah satunya adalah sektor pendidikan. Perkembangan teknologi terkini yang pesat adalah semakin seringnya penggunaan gawai, khususnya penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang pendidikan. Hal ini membuka peluang besar dalam memanfaatkan teknologi aplikasi pada smartphone untuk dikembangkan menjadi media pembelajaran berbasis aplikasi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality pada aplikasi android dalam media pembelajaran IPA bagi siswa sekolah dasar (SD) kelas V agar siswa termotivasi dalam belajar dan lebih mudah untuk memahami materi yang dipelajari. Untuk itu dikembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dengan aplikasi Unity mata pelajaran IPA materi sistem peredaran darah besar pada manusia, sekaligus melihat kualitas media pembelajaran yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan oleh validator dan ketertarikan oleh siswa. Penelitan ini menggunakan model penelitian pengembangan Sugiyono, dengan beberapa tahapan pengembangannya, yaitu(1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) rancangan produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk. Hasil penelitian pengembangan berupa media pembelajaran AR menunjukkan hasil sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran, baik di kelas maupun secara mandiri menurut hasil validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan respon siswa terhadap penggunaan media ini dalam pembelajaran sangat baik. Siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kondisi sosial yang terdiri dari Pendidikan dan Kesehatan nelayan yang bermukim di daerah pesisir pantai amal Kota Tarakan. (2) Untuk mengetahui kondisi ekonomi yang terdiri dari tingkat pendapatan usaha nelayan, Penelitian ini di laksanakan di pantai amal, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yaitu memilih salah satu wilayah yang termasuk dalam permukiman daerah pesisir. Untuk aspek sosial digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk aspek ekonomi digunakan analisis pendapatan untuk menghitung pendapatan responden. Hasil penelitian antara lain. (1) Kondisi sosial nelayan yang bermukim di pesisir pantai dilihat dari hasil persentase kajian sosial dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial masyarakat dilihat dari aspek pendidikan rata-rata tingkat pendidikan responden, SD ( 8 % ) SMP (21 %) SMA (71 %) serta mendapatkan bantuan pemerintah berupa KIP dimana responden yang menerima (46,67 %). Sedangkan kesehatan, akses puskesmas responden yang memanfaatkan puskesmas lebih banyak daripada yang belum memanfaatkan, responden yang mendapatkan kesehatan gratis sebanyak (73,33 %). (2) Kondisi ekonomi nelayan yang bermukim di pesisir pantai. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan nelayan, Yang rata-rata penerimaan dari responden sebesar Rp. 339.744.000 perbulan dan biayanya Rp. 241.580.000 perbulan, pendapatan bersih nelayan dalam perbulan sebesar Rp.98.164.000 dibagi dengan 76 responden nelayan maka perorang pendapatan bersih Rp. 1.291.631 perbulan.
ABSTRAK PENGARUH BRAND LOYALTY, BRAND AWARENESS, DAN BRAND IMAGE TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG PRODUK EIGER DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand loyalty, brand awareness, dan brand image terhadap minat pembelian ulang produk Eiger di Kota Tarakan dengan total 210 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel brand loyalty, brand awareness, dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian ulang produk Eiger di Kota Tarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan pengaruh kebutuhan berprestasi, dukungan keluarga, efikasi diri, sikap, dan niat berwirausaha di kalangan mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara dengan pendekatan theory of planned behavior. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, yaitu purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 350 responden, untuk responden Universitas Borneo sebanyak 175 responden dan Universitas Kaltara sebanyak 175 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner. Teknik analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modeling) yang di operasionalkan menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel kebutuhan berprestasi, dukungan keluarga, efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap dan variabel sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara. Terdapat perbedaan rata-rata antara mahasiswa Universitas Borneo dan Universitas Kaltara dimana tingkat Kebutuhan Beprestasi mahasiswa Universitas Kaltara lebih besar dibandingkan Universitas Borneo, sedangkan tingkat Dukungan Keluarga, Efikasi Diri, dan Sikap mahasiswa Universitas Borneo lebih besar dibandingkan Universitas Kaltara.
This study aims to determine and analyze the effect of government spending, the Human Development Index (IPM), and the unemployment rate on the level of poverty in the districts/cities of North Kalimantan province. This research approach uses quantitative research. The source of this research data is secondary data with data collection techniques using library research. Data analysis in this study used the panel data regression method, classic assumption test, and hypothesis testing (T test and F test) using the Eviews-10 software tool. The results of the study show that partially the variables of Government Expenditure, Human Development Index (IPM), and Unemployment Rate have no effect on Poverty Levels in the Regencies/Cities of North Kalimantan Province. Simultaneously Government Expenditure, Human Development Index (IPM) and Unemployment Rate have an influence on the Poverty Level in the Districts/Cities of North Kalimantan Province. With an R-Square value of 0.710168, it means that the variable Government Expenditure, Human Development Index (IPM) and Unemployment Rate affect the Regency/City Poverty Rate of North Kalimantan Province by 71.0%. While the rest is 29%. Described by variables outside the equation of this model.
Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan permasalahan menggunakan kegiatan proyek. Melalui kegiatan proyek, siswa diberi kesempatan untuk aktif mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman mereka dalam beraktifitas secara nyata. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran project based learning (pjbl) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas v sdn 018 tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dalam kategori pre-experimental design one-group pretest-posttest. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-test. Hasil analisis pretest menunjukkan nilai untuk signifikansi (sig) nya (0.200>0.05) dan nilai untuk posttest signifikansi (sig) nya (0.200>0.05). Kesimpulannya sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Berdasrkan hasil analisis uji t-test dengan menggunakan rumus paired sample t-test diperoleh hasil analisis bahwa nilai t = -13.7016 dan signifikansi 0.000. Karena nilai signifikansi (2-tailed) 0.05 maka di simpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran pjbl lebih kecil dibanding setelah di terapkan model pembelajaran pjbl. Sementara untuk melihat efektivitasnya dilakukan analisis gain ternomalisasi (n-gain). Dari hasil analisis rata-rata n-gain yang diperoleh nilai g = 0.71 berada pada kategori tinggi dengan nilai n-gain persen = 71.4856 berada pada kriteria tafsiran cukup efektif. Hal ini juga terlihat pada saat proses pembelajaran, siswa terlihat lebih aktif, lebih bersemangat serta minat dalam belajar meningkat.
Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami yang banyak digunakan dalam usaha budidaya karena mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik, namun masih perlu meningkatkan kandungan nutrisi agar pertumbuhan biota budidaya semakin meningkat. Peningkatan nutrisi A. salina dapat dilakukan dengan pengkayaan salah satunya dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan seperti protein 15-20% juga asam amino esensial dan non esensial, vitamin serta mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi A. salina yang diperkaya dengan ekstrak daun mengkudu melalui uji proksimat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dan perbandingan menggunakan 4 perlakuan yang berbeda. Artemia salina dimasukkan ke dalam botol berukuran 1 liter dengan kepadatan 2 gram kemudian dilakukan pemeliharaan, pengkayaan dan pengujian proksimat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan uji proksimat terbaik terdapat pada perlakuan P4 (150 ppm) dengan nilai protein 55,3%, lemak 16,4%, air 6%, abu 11,7%. Pengkayaan dengan ekstrak daun mengkudu pada A. salina dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertambahan kandungan nutrisi pada A. salina.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait dengan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan. Pertama bagaimana pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? kedua bagaimana kewenangan dan kewajiban Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? Skripsi ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan objek kajian mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni peraturan perundang-undangan tentang hak penyandang disabilitas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data priemer yaitu data yang didapatkan melalui wawancara, angket/daftar pertanyaan, observasi dan pengamatan di lapangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal,artikel, data-data dari internet. Hasil dari penelitian ini, Penulis menyimpulkan bahwa Penyandang disabilitas di Kota Tarakan terdapat kekurangan seperti tenaga pengajar yang terlatih, kurangnya sarana prasarana yang memadai, dan kurangnya aksesibilitas. Pemerintah perlu meningkatkan perhatian dan upaya mereka dalam memenuhi hak-hak pendidikan penyandang disabilitas. Pemenuhan hak-hak pendidikan bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat meningkatkan kesetaraan dan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa penerapan undang-undang tentang penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan Kalimantan Utara masih belum maksimal dalam penerepan dan juga pemenuhannya.
.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait dengan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan. Pertama bagaimana pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? kedua bagaimana kewenangan dan kewajiban Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? Skripsi ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan objek kajian mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni peraturan perundang-undangan tentang hak penyandang disabilitas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data priemer yaitu data yang didapatkan melalui wawancara, angket/daftar pertanyaan, observasi dan pengamatan di lapangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal,artikel, data-data dari internet. Hasil dari penelitian ini, Penulis menyimpulkan bahwa Penyandang disabilitas di Kota Tarakan terdapat kekurangan seperti tenaga pengajar yang terlatih, kurangnya sarana prasarana yang memadai, dan kurangnya aksesibilitas. Pemerintah perlu meningkatkan perhatian dan upaya mereka dalam memenuhi hak-hak pendidikan penyandang disabilitas. Pemenuhan hak-hak pendidikan bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat meningkatkan kesetaraan dan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa penerapan undang-undang tentang penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan Kalimantan Utara masih belum maksimal dalam penerepan dan juga pemenuhannya.
Permasalahan-permasalahan diperbatasan masih sering terjadi, salah satu dari masalah tersebut adalah illegal crossing, untuk itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Asas Teritorial Terhadap Penyelesaian Kasus Illegal Crossing Yang Dilakukan Tersangka Pembunuhan”, sehingga merumuskan beberapa masalah. Pertama, bagaimana peran pemerintah dalam penangan kasus yang terjadi di lintas batas. Kemudian, kerjasama apa yang bisa dlakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan ini. Skripsi ini merupakan penelitian normatif dan pada penulisian skripsi ini penulis menggunakan pendekatan konseptual, pendekatan undang-undang atau statute approach, dan pendektan kasus (Case approach). Kemudian primer yang digunakan pada penilitian ini adalah Konvensi-Konvensi dan hukum internasional. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel yang releven dengan penelitian. Pada penelitian ini penulis menyimpulkan yang pertama, Pemerintah harus memperhatikan daerah perbatasan dengan membangun PLBN dan meningkatkan singeri setiap lembaga dan instansi terkait. Kemudian dalam membantu aparat dalam pengejaran pemerintah bisa melakukan kerjasama internasional seperti police to police atau melalui Interpol.
Kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan keolahragaan daerah menjadi hal yang penting dalam memajukan dunia olahraga. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan menegaskan tugas dan kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan keolahragaan daerah. Namun, masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaan kewenangan tersebut yang mempengaruhi proses pembinaan keolahragaan berkelanjutan dan terarah di daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan keolahragaan daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan memberikan solusi alternatif dalam kajian hukum pemerintahan daerah. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menganalisis masalah keolahragaan daerah berdasarkan undang-undang yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan keolahragaan daerah harus dijalankan secara optimal dan terarah. Perlu kerjasama antara pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga. Solusi alternatif dalam kajian hukum pemerintahan daerah dapat diberikan dengan menyusun pedoman pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan keolahragaan daerah. Pedoman ini dapat menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga di daerah dengan lebih efektif dan efisien.