Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: lobster
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beberapa Jenis Pakan Alami yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi untuk dibudidayakan secara intensif. Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah ketersediaan pakan yang bernutrisi dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas beberapa jenis pakan alami, baik dari sumber nabati maupun hewani, dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (100% taoge/kontrol), B (25% taoge + 75% temberungun), C (25% taoge + 75% ikan mujair) dan D (25% taoge + 75% udang rucah). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (kombinasi 25% taoge + 75% temberungun) menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 2,1 gram, serta menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan tiga perlakuan lainnya. Hasil uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan alami berbeda memberikan pengaruh yang nyata (p 0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak lobster air tawar Cherax quadricarinatus, namun pada pengamatan pertumbuhan panjang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kombinasi pakan nabati dan hewani, khususnya dengan dominasi temberungun, efektif dalam meningkatkan pertumbuhan lobster air tawar. Abstract Freshwater lobsters (Cherax quadricarinatus) are a high-value fishery commodity with potential for intensive cultivation. One important factor in cultivation is the availability of nutritious and affordable feed. This study aimed to test the effectiveness of several types of natural feed from plant and animal sources in improving the growth of freshwater lobsters. This study used a completely randomised design (CRD) with 4 feed treatments and 3 replicates, namely treatment A (100% bean sprouts/control), B (25% bean sprouts + 75% temberungun shells). C (25% bean sprouts + 75% tilapia), and D (25% bean sprouts + 75% small shrimp). Maintenance was carried out for 30 days with feeding twice a day. The results showed that treatment B (a combination of 25% bean sprouts + 75% temberungun shells) produced the highest absolute weight gain of 2.1 grams and showed better results than the other three treatments. The results of the analysis of variance (ANOVA) indicated that the natural feed treatment had a significant effect (P 0.05) on the absolute weight growth of Cherax quadricarinatus freshwater lobsters, but the length growth observation showed no significant difference. Treatment with the addition of animal feed showed a survival rate of 100%, while treatment without the addition of animal feed revealed a survival rate of 70%. A combination of plant and animal feed, particularly with a predominance of temberungun shells, was effective in increasing the growth of freshwater lobsters.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus

2025•

Abstrak Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang memiliki potensi untuk dibudidayakan secara intensif. Diperlukan upaya peningkatan pertumbuhan melalui stimulasi hormonal, seperti penggunaan hormon tiroksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian hormon tiroksin dengan variasi dosis terhadap pertumbuhan lobster air tawar Cherax quadricarinatus. Penelitian bersifat eksperimental yang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dengan penambahan hormon tiroksin diberikan dengan dosis 0,0 μg/g (Perlakuan A/kontrol), 0,05 μg/g (Perlakuan B), 0,1 μg/g (Perlakuan C) dan 0,15 μg/g (Perlakuan D). Pemberian hormon tiroksin akan dilakukan dengan metode injeksi (penyuntikan) langsung pada lobster di awal pemeliharaan di bagian pangkal kaki jalan. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan hormon tiroksin berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak pada lobster air tawar. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan penambahan panjang mutlak sebesar 1,5 cm dan bobot sebesar 1,7 g. Semua perlakuan menunjukkan nilai kelangsungan hidup 100%. Abstract The freshwater lobster (Cherax quadricarinatus) is a high-value aquaculture commodity with great potential for intensive aquaculture. Growth enhancement can be achieved through hormonal stimulation, particularly thyroxine. This study aimed to evaluate the effects of thyroxine injections at different doses on the weight, length, and survival rate of freshwater lobster (C. quadricarinatus). This experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. Thyroxine was applied at doses of 0.0 µg/g (Treatment A/control), 0.05 µg/g (Treatment B), 0.1 µg/g (Treatment C), and 0.15 µg/g (Treatment D). The hormone was administered by direct injection at the base of the walking leg at the beginning of the rearing period. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that thyroxine supplementation significantly increased absolute weight gain but did not significantly affect absolute length growth. Treatment C yielded the best performance, resulting in an average length increase of 1.5 cm and a weight gain of 1.7 g. All treatments achieved a 100% survival rate.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawban Pidana Korporasi sebagai Pelaku Tindak Pidana Penyelundupan Benih Lobster

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lobster memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan seringkali dikirim keluar negeri untuk dijual. Namun karena nilai ekonominya yang tinggi itulah yang menyembabkan marak terjadinya kasus penyelundupan benih lobster di Indonesia. Benih yang diseludupkan itu akan dikirimkan ke luar negeri seperti Vietnam, kemudian lobster tersebut akan di besarkan hingga dewasa dan siap untuk di jual lagi. Selain itu, Lobster sendiri pemanfaatannya sudah masuk pada taraf pemanfaatan secara berlebihan yang membuat kelestarian lobster di Indonesia terancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana penyelundupan benih lobster dan akibat hukum terhadap korporasi yang dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penyeludupan lobster. Penelitian ini termasuk kedalam tipe peniletian normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan konseptual. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum pidana seperti KUHP dan peraturan perundang-undangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, korporasi yang telah dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana penyelundupan benih lobster akan diberikan sanksi berupa pidana penjara yang akan dibebankan kepada pengurus dari korporasi tersebut dan pidana denda. Kedua, akibat hukum yang terhadap korporasi yang telah dinyatakan bersalah sebagai pelaku tindak pidana penyelundupan benih lobster ada tiga, yaitu dari segi hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR UKURAN DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) DAN LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI PERAIRAN TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lobster (Panulirus sp.) adalah salah satu hasil produk utama perikanan di Indonesia dengan kategori potensial dan memiliki ekonomis penting untuk ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur ukuran dan tingkat kematangan gonad lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) dan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) hasil tangkapan jaring insang di perairan tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 3 kali sampling perminggu. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 27 Pakistan dan 8 Mutiara. Hasil analisa struktur ukuran panjang total lobster Pakistan ditemukan kisaran antara 8.7 - 30.4 cm dan pada lobster mutiara ditemukan kisaran panjang total pada ukuran 16 - 27.6 cm. Hasil analisa pada ukuran panjang karapas dari lobster pakistan didapatkan sekitar 5.9 – 12 cm dan pada lobster Mutiara didapatkan kisaran panjang karapas sekitar 6.7 - 10.9 cm. Hasil analisa dari ukuran panjang abdomen pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 6.3 - 13 cm dan pada lobster Mutiara ditemukan panjang abdomen pada kisaran 6.5 - 10.7 cm. Hasil penelitian dari berat pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 108 - 928 gram dan pada lobster Mutiara ditemukan berat pada kisaran 147 - 583 gram. Hasil analisa Tingkat Kematangan Gonad didapatkan perbedaan ciri seksual sekunder terhadap jantan dan betina yaitu pada kaki renang, kaki jalan, alat kelamin dan ovagereus satae dan karateristik gonad yaitu lobster jantan Pakistan dan Mutiara ditemukan testis berbentuk menyerupai huruf U di sisi kanan maupun di sisi kiri dan memiliki warna abu-abu keputih-putihan dan lobster betina Pakistan dan Mutiara ditemukan ciri ovarium bentuk menyerupai huruf H dan memiliki warna transparan keputih putihan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) YANGTERTANGKAP JARING INSANG (Gill net) DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Panulirus ornatus atau biasa disebut lobster mutiara memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan diperdagangkan hingga pasar internasional jika dibandingkan dengan lobster tropis lainnya seperti (P. versicolor, P. Homarus) dan (P. polyphagus). Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi lobster mutiara (P. ornatus) yang tertangkap jaring insang (Gill net) di Perairan Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan analisis hubungan panjang berat, rasio kelamin dan faktor kondisi. Metode pengambilan sampel menggunakan observasi berdasarakan purposive sampling dengan mengikuti nelayan Gill net. Pengambilan sampel dilakukan di perairan bagian Barat Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan selama 5 bulan dengan total tangkapan sebanyak 15 ekor. Pengambilan data berupa Panjang total (PT), berat total (BT). Analisa data menguji pertumbuhan dan faktor kondisi lobster mutiara dengan data pendukung seperti kedalaman, kecerahan dan salinitas. Hasil penelitian didapatkan rasio kelamin jantan dan betina yaitu 1 : 1,14. Pertumbuhan Lobster mutiara jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Bentuk tubuh paling banyak di temukan pada lobster mutiara jantan memiliki bentuk tubuh gemuk sedangkan betina memiliki bentuk tubuh gemuk dan kurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERTUMBUHAN DAN INDEKS KONDISI LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) HASIL TANGKAPAN JARING INSANG (Gill net) DI PERAIRAN BARAT PULAU TARAKAN

2022•

Lobster pakistan (P. polyphagus) merupakan salah satu jenis udang barong yang secara geografis hidup di perairan laut tropis dan bernilai ekonomis baik di pasar domestik maupun ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio kelamin, pola pertumbuhan dan indeks kondisi lobster P. polyphagus di Perairan Barat Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 4 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 48 ekor jantan dan 22 ekor betina. Hasil analisis terhadap sampel didapatkan perbandingan rasio kelamin lobster pakistan jantan dan betina yaitu 2,18:1 dengan persentase 69% jantan dan 31% betina yang bersifat tidak seimbang. Pola pertumbuhan lobster pakistan yaitu allometrik negatif dengan nilai b (2,33) jantan dan (2,88) betina, hasil uji T terhadap lobster pakistan didapatkan b≠3 dimana menerima H1 yang artinya pertumbuhan bersifat allometrik. Persentase indeks kondisi pada lobster jantan sebesar 48% dan betina sebesar 55% sebagai sampel penelitian dikategorikan kurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi morfometrik meristik lobster hasil tangkapan jaringan insang (Gillnet) di perairan beringin kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lobster mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sesuai dengan jenis dan ukuran. Lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan memiliki harga Rp.600.000/kg dan lobster Mutiara (Panulirus ornatus) dengan kisaran harga Rp.800.000/kg. Tingginya nilai ekonomis lobster mempengaruhi pola pemanfaatan yang cenderung eksploitatif. Pola pemanfaatan lestari sumberdaya lobster memerlukan kebijakan yang berbasis data/informasi secara ilmiah, termasuk data morfometrik-meristik lobster. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakter morfometrik-meristik lobster hasil tangkapan jaring insang (gillnet) di perairan Tarakan, yang dilakukan pada April hingga Mei 2021. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling serta analisis data menggunakan analisis karakter dan rasio ukuran morfometrik-meristik. Panulirus polyphagus terbesar 32 cm, memiliki warna hijau kecoklatan, spina lebih sedikit, 10 kaki jalan, dan memilik 8 pleopod. Panulirus ornatus terbesar 28 cm, memiliki warna tubuh biru, spina lebih banyak, 10 kaki jalan dan memiliki 8 pleopod. Hasil analisa regresi Panjang Total (PT) dengan Panjang Abdomen (PAb) dan Panjang Karapas (PK), diketahui nilai signifikan F pada Panulirus polyphagus lebih kecil dari 0.05 dan pada Panulirus ornatus nilai signifikasi F juga lebih kecil dari 0.05. Hal ini bermakna bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keterkaitan ukuran panjang total dengan ukuran panjang karapas / abdomen. Kata Kunci: Morfometrik-Meristik, Lobster Pakistan, Lobster Mutiara, Jaring Insang, Perairan Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail