Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Weight
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah dalam Lingkungan Asam sulfat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) BERBASIS ANDROID UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SKRINING KESEHATAN MENTAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa serta perlunya media yang dapat mendukung pelaksanaan skrining awal kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan skrining kesehatan mental berbasis Android dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu menentukan tingkat risiko kondisi mental pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Waterfall serta framework Flutter. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mendeteksi gangguan mental emosional dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden mahasiswa, sebanyak 13 responden mahasiswa berada pada kategori normal dan 27 responden mahasiswa terindikasi mengalami gangguan mental emosional sehingga dilanjutkan dengan pengukuran PSS-10. Pengujian SRQ-20 terhadap data pembanding WHO menghasilkan accuracy sebesar 95%, precision 93%, recall 100%, dan F1-score 96%. Sementara itu, pengujian PSS-10 terhadap 27 responden mahasiswa secara langsung menghasilkan accuracy sebesar 66,67%, precision 57%, recall 57%, dan F1-score 57%. Pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hasil pengujian masih tergolong rendah yang disebabkan adanya persepsi subjektif responden mahasiswa terhadap kondisi stres yang dialami, aplikasi ini cukup mampu membantu proses skrining awal kesehatan mental mahasiswa secara mandiri dan terstruktur. Termasuk penggunaan metode pembobotan lain selain SAW guna untuk peningkatan akuratan aplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM MENGKLASIFIKASI TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Klasifikasi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan mutu bahan baku dan potensi rendemen minyak yang dihasilkan. Proses Klasifikasi yang masih dilakukan secara manual sering kali menimbulkan subjektivitas dan ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis mobile menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif dan terstruktur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Sistem dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan penyimpanan data secara lokal. Kriteria yang digunakan dalam Klasifikasi meliputi Tingkat Kematangan, Buah Mentah, Brondolan, Janjang Kosong, dan Sampah/Kotoran. Metode SAW digunakan untuk menghitung nilai preferensi setiap alternatif melalui proses normalisasi dan pembobotan kriteria sehingga menghasilkan kategori kualitas TBS, yaitu Bagus, Sedang, dan Kurang Bagus. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black-box testing, multiclass confusion matrix, dan System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian Blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi aplikasi berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Evaluasi menggunakan confusion matrix terhadap 100 data sampel menghasilkan persentase nilai akurasi sebesar 73%, serta persentase rata-rata tertimbang (weighted average) precision, recall, dan f1-score masing-masing sebesar 73%, 75,78% dan 72,94%. Sedangkan pengujian usability terhadap 20 responden memperoleh skor SUS sebesar 83,125 yang termasuk kategori Excellent dan Acceptable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat diterapkan dengan baik pada sistem pendukung keputusan untuk membantu proses klasifikasi kualitas TBS kelapa sawit secara lebih objektif, konsisten, dan terstruktur dibandingkan Klasifikasi manual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dengan Underweight Pada Balita: Studi Retrospektif

2026•

Underweight masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang diduga berperan dalam mendukung pertumbuhan janin dan berpotensi memengaruhi status gizi anak pada masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi ibu selama kehamilan dengan underweight pada balita di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 67 balita usia 12–59 bulan dengan kategori underweight dan severely underweight yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku kohort ibu hamil, buku register ibu hamil, dan rekam medis balita underweight periode tahun 2020–2025. Status gizi ibu selama kehamilan diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dan dikategorikan menjadi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan tidak KEK, sedangkan tingkat keparahan underweight ditentukan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 ibu (59,7%) mengalami KEK dan 27 ibu (40,3%) tidak mengalami KEK. Sebanyak 43 balita (64,2%) termasuk kategori underweight dan 24 balita (35,8%) termasuk kategori severely underweight. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu selama kehamilan dengan tingkat keparahan underweight pada balita. Disimpulkan bahwa status gizi ibu selama kehamilan berdasarkan pengukuran LILA tidak berhubungan secara signifikan dengan underweight pada balita.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) UNTUK KLASIFIKASI TINGKAT RISIKO HIPERTENSI PADA APLIKASI SITENSI

2026•

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang serius dan sering kali dijuluki sebagai the silent killer karena berkembang tanpa gejala nyata hingga memicu komplikasi fatal. Berdasarkan data pada tahun 2021, penduduk berusia 18 keatas di kota Tarakan menderita hipertensi dengan prevalensi hipertensi menunjukkan angka yang cukup signifikan yakni mencapai 30,21%, sehingga diperlukan alat bantu skrining mandiri dan edukasi dini yang mudah diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, serta menguji aplikasi mobile bernama "SiTensi" yang mengintegrasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk mengklasifikasikan tingkat risiko hipertensi berdasarkan faktor risiko pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall yang mencakup delapan tahapan sistematis. Aplikasi dibangun berbasis Android menggunakan framework Flutter. Algoritma SAW diintegrasikan ke dalam sistem untuk menganalisis data kuesioner yang melibatkan sembilan kriteria risiko yang telah divalidasi oleh pakar kesehatan. Hasil pengujian fungsionalitas dengan Blackbox Testing menunjukkan seluruh fitur utama aplikasi berjalan dengan status valid dan sesuai harapan. Verifikasi perhitungan algoritma SAW pada sistem terbukti akurat dan konsisten dengan perhitungan manual. Berdasarkan pengujian performa klasifikasi menggunakan Confusion Matrix, aplikasi SiTensi menghasilkan tingkat sensitivitas (Recall) yang sangat tinggi mencapai 95,7%, dengan akurasi keseluruhan sebesar 55,1% dan presisi sebesar 39,3%. Tingginya nilai sensitivitas ini dinilai sangat baik untuk kebutuhan skrining medis awal demi meminimalisasi keterlambatan penanganan pasien. Pengujian aspek kepuasan pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata sebesar 74,1666, yang menunjukkan bahwa aplikasi SiTensi masuk dalam kategori "Good" (Acceptable) dan mudah dioperasikan oleh masyarakat umum sebagai alat deteksi dini risiko hipertensi secara mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS LAJU KOROSI PADA DAERAH SAMBUNGAN PEGELASAN SMAW BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE WEIGHT LOSS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi merupakan masalah degradasi material yang kritis, terutama pada baja karbon rendah yang digunakan secara luas dalam konstruksi dan industri perkapalan. Daerah sambungan pengelasan seringkali menjadi titik rentan akibat perubahan mikrostruktur dan sifat mekanik yang disebabkan oleh siklus termal pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan struktur mikro pada daerah sambungan pengelasan baja karbon rendah yang dihasilkan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 90 A. Pengujian korosi dilakukan menggunakan Metode Kehilangan Berat (Weight Loss Method) selama periode empat minggu dengan air hujan sebagai media korosi. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa spesimen yang dilas mengalami kehilangan massa yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Laju korosi tertinggi tercatat pada Minggu ke-2 (0,222 mm/y), hal ini membuktikan bahwa pengaruh panas pada saat proses pengelasan terjadi dapat mempengaruhi laju korosi, selain pengaruh pengaruh panas proses pengelasan laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tingkat keasamaan media korosi itu sendiri. Selain itu sambungan las SMAW pada baja karbon rendah juga menunjukkan ketahanan korosi yang amat sangat baik terhadap paparan air hujan, meskipun kerentanan korosi perlu dipertimbangkan pada periode awal paparan. Kata Kunci: Baja Karbon Rendah, Las SMAW, Laju Korosi, Weight Loss, Struktur Mikro.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pola Makan dengan Kejadian Overweight pada Anak Remaja di SMP Negeri 7 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Overweight masih menjadi masalah yang dialami oleh remaja di Kota Tarakan yang kejadiannya semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan kejadian overweight pada siswa SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 80 siswa kelas IX yang dipilih melalui metode purposive random sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan yang mencakup kategori karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, soft drink, dan makanan tinggi kalori. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman untuk menentukan hubungan antara pola makan dan kejadian overweight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan, khususnya konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan soft drink, memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian overweight (p0,05). Sementara itu, variabel konsumsi protein dan vitamin tidak memiliki hubungan terhadap kejadian overweight (p>0,05). Untuk mengatasi masalah overweight maka diperlukan edukasi tentang gizi yang melibatkan kerjasama antara instansi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas, melalui penyuluhan berkala kepada siswa serta pengawasan terhadap kantin sekolah diharapkan dapat mengurangi prevalensi overweight pada remaja melalui peningkatan kesadaran dan perilaku makan sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) DI SUNGAI LUWENG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Length-weight relationsips (LWR) and condition factor are of great importance in fishery assessment studies since it provides information aboud the growth of the fish, its general wellbeing, and fitness in an aquatic habitat. This study was conducted to exminel LWR and the condition factor of silver barb (Barbonymus sp). This fish is one of the economically valuble fish in the Luweng river. A fish samples were taken from gill net. Sampling was conducted in October to November 2021. 30 specimens examined. Lenght-weight relationship was analysed using the equation W = a.L b. The condition factor of the fish species was determined using the equation, CF = W/aL b. A LWR showed a negative allometric growth (b=2.73). The condition factor range between 0.81 and 1.25, average 1.01.50% of specimen were normal weight, indicating this species were well-being in their environmental.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU DENGAN PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM CARSA KOTA TARAKAN

2023•

Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat persalinan yang dimana disebabkan oleh beberapa faktor antara lain posisi pada saat persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan, berat badan bayi baru lahir dan keadaan perineum. Bayi baru lahir yang mempunyai berat badan >4000 gram yang akan kemungkinan mengakibatkan bahu bayi tersangkut, bayi akan lahir dengan gangguan nafas. Maka hal ini dapat disebabkannya berat bayi yang besar sehingga sulit untuk melewati panggul dan menyebabkan ruptur perineum pada ibu yang bersalin normal. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan lahir bayi dengan ruptur perineum pada ibu persalinan normal di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 970 orang dan sampel 283 orang yang diambil dengan menggunakan teknik sistematik random sampling dengan pengumpulan data menggunakan rekam medis dan memilih sampel menggunakan aplikasi spin the wheel. Dari penelitian yang penulis lakukan terdapat 223 (78,8%) ibu yang bersalin secara normal dengan ruptur perineum, yang dimana sebanyak 7 (3,1%) dengan berat badan lahir bayi tidak berisiko 2500 gram, 212 (95,1%) dengan berat badan lahir bayi 2500-4000 gram, dan 4 (1,8%) bayi dengan berat badan lahir bayi yang berisiko >4000 gram. Maka dari hasil uji chi-square yaitu nilai p = 0,000 a = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir bayi dengan ruptur perineum pada ibu bersalin normal yang dimana Ho ditolak dan Ha diterima. Perineal rupture is a tear during delivery caused by several factors, including the position during delivery, the method of delivery, the leader of delivery, the weight of the newborn, and the condition of the perineum. Newborns weighing >4000 grams may cause the shoulder to get stuck and experience breathing problems. This can be caused by the newborns with large body weight making it difficult to pass through the pelvis and causing perineal rupture in mothers who give birth normally. This study aims to determine the relationship between baby's birth weight and perineal rupture in mothers with normal delivery at Carsa General Hospital, Tarakan in 2023. The design of this study was correlational analytic with a cross sectional approach. The population was 970 people and a sample of 283 people were taken using systematic random sampling techniques with data collection utilizing medical records and sample selection using the spin the wheel application. Based on the research results, there were 223 mothers (78.8%) who gave birth normally with perineal rupture, of which 7 mothers (3.1%) with baby's birth weight not at risk 2500 grams, 212 mothers (95.1%) with baby's birth weight 2500-4000 grams, and 4 mothers (1.8%) with baby's birth weight at risk >4000 grams. The results of the chi-square test showed a value of p=0.000 a 0.05, it can be concluded that there was a significant relationship between the baby's birth weight and perineal rupture in normal delivery mothers where Ho was rejected and Ha was accepted.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI HUBNNGAN PANJANG DAN BERAT UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI PERAIRAN DESA TEPIAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah adalah salah satu spesies air tawar toleran terhadap kadar salinitas tingi dan memiliki cita rasa serta kandungan gizi yang tinggi menjadikan udang galah banyak diminati sehingga nilai jual lebih tinggi dari udang air payau lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan panjang dan berat udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian dan teknik pengumpulan data adalah dengan purposive sampling bersama nelayan yang dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2020 di Perairan Desa Tepian Nunukan. Hasil penelitian didapatkan total udang galah sebanyak 621 ekor dengan total udang galah betina sebanyak 507 ekor dan udang galah jantan 114 ekor. Rasio antara udang galah jantan dan betina pada pengambilan sampel pertama adalah 1:3,90 pengambilan sampel kedua rasio udang galah jantan dan betina adalah 1:3,78 pada pengambilan sampel ketiga rasio antara udang galah jantan dan betina adalah 1:5,08, serta pada pengambilan sampel keempat didapatkan rasio udang galah jantan dan betina sebanyak 1:5,36. Berdasarkan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat, sedangkan untuk sifat alometrik positif terdapat pada sampling pertama dan kedua yang dimiliki oleh udang galah jenis kelamin jantan. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina. Giant prawns are one of the freshwater species that are tolerant of high salinity levels and have a high taste and nutritionl content, making them in great demand so that their selling value is higher than other brackish water shrimp. The aim of the study was to analyze the relationship between growth in length and weight of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii). This study use a survey method by conducting direct observation at the research site. The data were collected from August to November 2020 in the waters of Desa Tepian, from the fisherman chosen through purposive sampling. The results of the study showed a total of 621 giant prawns with 507 female giant prawns and 114 male giant prawns. The ratio between male and female giant prawns in the first sampling was 1:3,90, in the second sampling was 1:3,78, in the third sampling was 1:5,08, and in fourth sampling was 1:5.36. Based on the relationship between length and weight, male and female giant prawns were dominated by negative allometric growth traits where length growth was faster than weight growth, while positive allometric traits were found in the first and second samplings of male giant prawns. The results of the measurement of condition factors contained several variations in each sampling of male and female giant prawns.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MORFO-MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN LAYUR (Superfamili Trichiuroidea) HASIL TANGKAPAN TRAWL DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Morpho-meristic characteristics of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) using trawl fishing gear in marine waters is very rarely done because fatherly is known for the length and weight of fish caught using trawling. The purpose of the research was to know the morphology of species of layur fish (Superfamili Trihiuroidea) caught in trawl fisheries in marine waters, describe the size and weight distribution of laying fish, analyze and explain the long fish weight relationship. This research was conducted from December 2018 to March 2019. The method of taking data was purposive random sampling. Data analysis included fish identification, long frequency distribution, and long weight relationship. Analysis of fish identification takes reference from the 1993 FAO book, fish species identified in Juata Laut of the Kota Tarakan, Lepturacanthus savala. The result showed distribution of long and heavy frequencies shows that during the study layur fish were caught with a length range of 32.1-37.3 cm and a weight ranging from 15.9-22.7. The relationship between the length of the first week is negative allometric with a value of b = 1.947 and the second week is negative allometric with a value of b = 2.3262 while the relationship of the length of the third week is a positive allometric with a value of b = 3.1028.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail