Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Penghambat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor penghambat penyelesaian skripsi pada mahasiswa jurusan PGSD angkatan 2021 Universitas Borneo Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat penyelesaian skripsi pada mahasiswa PGSD angkatan 2021 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan skripsi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa faktor penghambat terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi, kurangnya manajemen waktu, kesulitan memahami metodologi penelitian, serta tidak adanya target penyelesaian. Faktor eksternal meliputi keterbatasan bimbingan dengan dosen, banyaknya revisi, kesibukan di luar akademik, dan lingkungan yang kurang mendukung. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan penyelesaian skripsi dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, dengan faktor internal sebagai penyebab yang lebih dominan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Embung Bengawan di Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petani sebagai salah satu sumber daya manusia pertanian, selama ini dinilai masih memiliki berbagai keterbatasan yang berujung pada rendahnya kualitas hidup. Sementara pada saat yang sama masyarakat tani menghadapi banyak pemasalahan dalam pemberdayaan hasil pertaniannya kurang dilakukan secara maksimal. Kelompok Tani Embung Bengawan dibentuk atas dasar kesamaan tujuan para pemilik usaha tani, aspek peternakan dan aspek perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kelompok tani ini memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 70 orang dengan penentuan sampel dengan kuota sampling sebanyak 25 orang di Kelompok Tani Embung Bengawan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode skoring dengan skala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberdayaan anggota kelompok tani berdasarkan indikator input yaitu dikategorikan sangat setuju dengan rataan skor 13,56. Pada indikator proses dikategorikan setuju dengan rataan skor 8,44. Dan pada indikator output dikategorikan setuju dengan rataan skor 11,68. Faktor pendukung pemberdayaan adalah dukungan dari pemerintah, motivasi, program pelatihan keterampilan dari PPL dan permodalan, untuk faktor penghambat adalah pengetahuan yang minim, kreatifitas yang masih rendah, kurangnya partisipasi anggota saat pemberdayaan, hama/penyakit, perubahan cuaca dan faktor kekuasaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBAT KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS RENDAH DI SD NEGERI 007 MAMBURUNGAN TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan membaca pemahaman adalah kesanggupan siswa untuk memahami suatu bacaan yang meliputi kesanggupan memahami makna kata, makna kalimat, isi pokok paragraf, dan isi bacaan sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Penghambat Kemampuan Membaca Siswa Kelas Rendah yang dialami siswa kelas 2-A SD Negeri 007 Mamburungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi siswa, lembar wawancara siswa, lembar wawancara guru, dan dokumentasi. Sebanyak 6 siswa kelas 2-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti observasi dan wawancara yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang faktor penghambat membaca siswa yang berupa faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisik: kelancaran berbicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata serta keterlambatan bicara), alat penglihatan seperti gangguan pada mata atau rabun dekat dan rabun jauh intelektual: daya ingat siswa sangat dibutuhkan untuk menghafal huruf dan beberapa siswa yang memiliki daya ingat rendah seperti ketelitian untuk memahami teks terkadang siswa salah mengucapkan huruf saat mengeja, psikologis: siswa dapat mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca seperti motivasi yang merupakan faktor kunci dalam membaca minat siswa dalam untuk rajin membaca. sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan rumah. Dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain “ siswa sulit membaca karena penglihatan kurang jelas, daya ingat siswa sangat kurang saat menceritakan kembali buku baca yang dipilih, motivasi membaca siswa sangat kurang. Di dalam lingkungan sekolah siswa didukung penuh oleh wali kelas dalam pembelajaran membaca sedangkan di dalam lingkungan rumah siswa tidak di dukung sepenuhnya oleh orang tua dikarenakan ada beberapa orang tua yang buta huruf dan sibuk dalam bekerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Pembentukan peraturan Daerah

2023•

Penelitian Ini Bermaksud Menjawab Dua Pertanyaan Terkait Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Pembentukan Peraturan Daerah. Pertama, Mekanisme Penggunaan Hak Inisiatif DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Pembentukan Perda Periode 2019-2022? Kedua Faktor Penghambat bagi DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Penggunaan Hak Inisiatif? Skripsi ini merupakan Penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini menggunakan Pendekatan Ketentuan Hukum dan Pendekatan Perundang-undangan, Yakni, Peraturan Daerah tentang Tata tertib DPRD Provinsi Kalimantan Utara terutama dalam Mekanisme penggunaan Hak Inisiatif dan Faktor penghambat dalam penggunaan hak inisiatif. Data yang digunakan Dalam Skripsi Ini Terdiri Dari Data Primer dan Sekunder. Data Sekunder Yaitu Data Yang Didapatkan Melalui Interview atau Wawancara dan Dokumentasi. Data Sekunder Diperoleh Dari Buku, Jurnal, Artikel, Data-data Internet. Hasil dari Penelitian ini Menunjukan, Bahwa, Pertama DPRD Provinsi Kalimantan Utara telah berperan dalam pembentukan Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Didalam Pembentukan Peraturan Daerah tersebut DPRD menggunakan salah satu haknya yaitu hak inisiatif. Hak inisiatif DPRD merupakan hak yang dimiliki DPRD baik melalui anggota DPRD, komisi, Gabungan komisi, atau Badan pembentukan Peraturan daerah dalam Pembentukan Peraturan Daerah. Mekanisme penggunaan hak inisiatif DPRD dalam pembentukan peraturan daerah periode 2019-2022 menggunakan 3 tahapan yaitu Pengajuan, Pemgkajian, Pembahasan atau Rapat bersama Bapemperda dan membentuk Pansus sedangkan untuk Mekanisme Pembentukan Peraturan Daerah juga dilakukan DPRD baik Perencanan, Penyusunan, Pembahasan, Pengesahan atau Penetapan dan pengundangan. Kedua Faktor Penghambat bagi DPRD Provinsi Kalimantan Utara dalam Penggunaan Hak Inisiatif yang disebabkan karena Faktor Ranperda yang batal akibat tumpang tindih Peraturan Perundang-undangan, Faktor Beberapa Perda tidak memiliki ketentuan lanjutan, serta faktor umumnya yaitu Faktor Waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Proses Berpikir Kreatif Matematis SIswa Kelas 7 SMP Negeri 3 Tarakan

2023•

Kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas mengenai proses dari berpikir kreatif matematis (BKM) tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses BKM sekaligus faktor yang menghambat BKM siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan merupakan soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, proses BKM siswa mencakup: membaca, memilih, dan mempelajari soal, mengalami perubahan persepsi, mencari ide awal untuk menyelesaikan soal, mengalami inkubasi, menyelesaikan soal dan memeriksa solusi. Selama mengerjakan tugas, siswa melakukan pengaturan diri. Lebih lanjut, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik dan perasaan jenuh, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan pendekatan guru yang tidak sesuai dengan harapan siswa. Dengan demikian, hal-hal yang menjadi perhatian untuk meningkatkan KBKM siswa adalah memberikan kesempatan dan melatih siswa dalam menyelesaikan soal open-ended, mengevaluasi dan meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN PADA KELAS 1-C DI SD NEGERI 049 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup empat keterampilan berbahsa, dari ke-empat keterampilan tersebut terdiri dari keterampilan berbicara, menulis, membaca dan menyimak. Pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah memfokuskan pada keterampilan membaca dan menulis. Pembelajaran membaca di kelas rendah disebut membaca permulaan. Membaca permulaan terdiri dari mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, kelancaran membaca, dan membaca pemahaman. Dari permasalahan yang ditemukan di SD Negeri 049 Tarakan terkait rendahnya kemampuan membaca siswa sehingga peneliti bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat siswa dalam membaca permulaan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan instrumen tes membaca permulaan, wawancara orang tua dan guru kelas, serta dokumentasi. Peneliti menganalisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penghambat membaca permulaan diantaranya yaitu: faktor fisiologis, faktor intelektual, faktor lingkungan, dan faktor psikologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemicu dan Penghambat Niat Berwirausaha Di Kalangan Mahasiswa (Studi Kasus Pada Mahasisiwa Provinsi Kalimantan Utara)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemicu (penghargaan intrinsik, pendidikan kewirausahaan, keinginan akan berprestasi) dan menguji pengaruh penghambat (kurangnya modal, kurangnya keterampilan, tidak percaya diri, tidak dapat bertoleransi terhadap risiko) terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrument berupa kuesioner dan metode pengambilan sampel yaitu metode Non-probability Sampling, jumlah responden sebanyak 510. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan analisis linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penghargaan intrinsik tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 2) pendidikan kewirausahaan berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 3) keinginan akan berprestasi tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 4) kurangnya modal tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 5) kurangnya keterampilan tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 6) tidak percaya diri berpengaruh terhadap niat berwirausaha, 7) tidak dapat bertoleransi terhadap risiko tidak berpengaruh terhadap niat berwirausaha. Yang menjadi pemicu dalam berwirausaha yakni penghargaan intrinsik, pendidikan kewirausahaan, keinginan akan berprestasi, kurangnya keterampilan dan tidak dapat bertoleransi terhadap risiko. Sedangkan, yang menjadi penghambat berwirausaha yakni kurangnya modal dan tidak percaya diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN 001 TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik dan untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung penerapan penilaian di SDN 001 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 001 Tarakan tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini berfokus pada penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik dan faktor penghambat dan pendukung penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder dengan informan guru kelas rendah, guru kelas tinggi, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 001 Tarakan tidak menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik secara maksimal. Guru hanya menerapkan beberapa teknik dalam penilaian seperti pada kompetensi sikap, guru hanya menerapkan teknik observasi tanpa menggunakan instrumen penilaian. Untuk penilaian kompetensi pengetahuan, guru hanya menerapkan teknik tes tertulis dan penugasan. Serta penilaian kompetensi keterampilan, guru hanya menerapkan teknik penilaian kinerja atau unjuk kerja tanpa menggunakan instrumen penilaian. Selanjutnya, guru mengalami hambatan berupa format penilaian yang rumit, waktu penyusunan dan pelaksanaan penilaian autentik yang terbatas, dan pembelajaran yang dilakukan secara online atau daring. Guru juga mendapat dukungan berupa pelatihan, buku panduan penilaian autentik, dan pendampingan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELOMPOK TANI (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI FLORA DAN FAUNA MANDIRI DI KELURAHAN JUATA PERMAI KECAMATAN TARAKAN BARAT)

2020•

EMPOWERMENT OF FARMER GROUP MEMBERS (CASE STUDY ON INDEPENDENT FLORA AND FAUNA FARMER GROUP IN JUATA PERMAI VILLAGE, NORTH TARAKAN DISTRICT) ABSTRACK Empowering farmers through the institutionalization of farming groups is one of the appropriate methods of community empowerment to enable them to improve their quality of life. The Independent Flora and Fauna Farming Group is focused on empowering the farmer community to increase overall agricultural productivity in both agricultural, livestock and fishery aspects. The existence of the Independent Flora and Fauna Farming Group is based on the common purpose of the farmers, the aspects of the farm and the aspect of their fisheries to meet the needs of daily life. The purpose of this research is to know the empowerment of members of independent flora and fauna farming groups and know the factors of supporting and inhibiting the empowerment of independent flora and fauna farming group members. This type of research uses qualitative and quantitative research methods with a scoring method with a likert scale and a respondent count of 14 people. Data collection techniques are carried out with several techniques namely observation, interview and documentation. The results of this study showed the process of empowering members of the farmer group based on indicator input that is categorized strongly agrees with the average score of 3.29 against the suitability of work equipment and the place that is adequate. In indicators the process is categorized strongly agreeing with the average score of 3.86 against excellent participation and structured group management. And in the output indicator that is categorized strongly agree with the average score of 3.88 against the increase in self-reliance that is already very good and also the level of income that supports the standard of living. Supporting factors in empowerment are support of insanity, motivation and capital, for inhibitory factors are diseases / pests and minimal knowledge. Keywords : Empowerment, Farmer Groups, Supporting Factors and Inhibitors

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail