Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: autentik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum bagi pihak yang dirugikan akibat kelalaian Notaris dalam pembuatan Akta

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan pada mekanisme Perlindungan Hukum bagi pihak yang dirugikan akibat kelalaian Notaris dalam menjalankan tugasnya. Walaupun Notaris merupakan pejabat publik yang berkewajiban menerbitkan Akta sebagai alat bukti yang kuat, namun pada kenyataannya sering ditemukan kesalahan yang berdampak pada kerugian pihak. Melalui metode penelitian yuridis normatif, studi ini menggunakan landasan teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon serta konsep tanggung jawab Hans Kelsen untuk menganalisis berbagai regulasi dan keputusan Mahkamah Agung untuk menemukan solusi hukum yang tepat. Hasil studi ini menunjukkan adanya dua kualifikasi perlindungan bagi korban, yaitu perlindungan preventif yang dilakukan oleh Majelis Pengawas Notaris, serta perlindungan represif yang membuka peluang bagi korban untuk menuntut ganti rugi melalui gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Kesimpulan dari penelitian ini merupakan dari kelalaian Notaris menyebabkan konsekuensi fatal yang menyebabkan Akta menjadi degradasi nilai pembuktian dan menjadi Akta di bawah tangan. Sehingga kehilangan kekuatan dan pembuktian yang pada akhirnya mencederai prinsip kepastian hukum di masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.IMPLEMENTASI SISTEM AUTENTIKASI SERTIFIKAT DIGITAL BERBASIS QR CODE DENGAN KEMANAN SHA-256 DAN RBAC(ROLE BASED ACCESS CONTROL)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem autentikasi sertifikat digital berbasis QR Code dengan keamanan SHA-256 dan Role Based Access Control (RBAC). Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL dengan pendekatan Research and Development (R&D). QR Code digunakan sebagai media akses cepat menuju halaman verifikasi sertifikat, sedangkan algoritma SHA-256 diterapkan untuk menghasilkan nilai hash sebagai mekanisme pemeriksaan integritas dokumen. Selain itu, RBAC digunakan untuk membatasi hak akses pengguna berdasarkan peran, yaitu SuperAdmin, Admin, dan Viewer/Verifikator , serta activity log digunakan untuk mencatat aktivitas penting dalam sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pengelolaan sertifikat, pembentukan QR Code, verifikasi sertifikat, pemeriksaan integritas dokumen, pembatasan akses pengguna, dan pencatatan aktivitas secara terstruktur. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing, Security Testing berbasis OWASP Top 10 (2025), pengujian SHA-256, QR Code, RBAC, serta kuesioner skala Likert. Hasil Black Box Testing terhadap 60 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, sedangkan Security Testing terhadap 14 skenario berbasis OWASP Top 10 (2025) juga menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 100%, sehingga sistem dinyatakan mampu menangani skenario pengujian keamanan yang dilakukan, termasuk pembatasan akses berdasarkan peran dan pencegahan manipulasi session. Berdasarkan hasil kuesioner skala Likert dari 20 responden yang terdiri dari pengguna SuperAdmin , Admin , dan Viewer/Verifikator , diperoleh total skor sebesar 1641 dari skor maksimal 1855 dengan persentase keseluruhan 88,46% dan nilai rata-rata 4,42. Berdasarkan kriteria penilaian skala Likert, hasil tersebut berada pada kategori Sangat Baik. Dengan demikian, hipotesis penelitian bahwa sistem autentikasi sertifikat digital berbasis QR Code dengan keamanan SHA-256 dan RBAC mampu menjalankan fungsi utama sistem secara tepat, memberikan keamanan dalam pengelolaan dan verifikasi sertifikat, serta diterima dengan baik oleh pengguna dapat dinyatakan terdukung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Penggunaan Tanda Tangan Digital pada Akta Notaris

2026•

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi mendorong digitalisasi transaksi hukum, termasuk dalam bidang kenotariatan melalui konsep cyber notary. Salah satu isu hukum yang muncul adalah penggunaan tanda tangan digital dalam akta notaris serta keabsahannya sebagai akta autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai tanda tangan digital pada akta notaris dan menilai keabsahannya berdasarkan peraturan perundang- undangan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, melalui kajian terhadap Undang-Undang Jabatan Notaris, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta peraturan pelaksananya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tanda tangan elektronik telah diakui memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah, penerapannya dalam akta notaris masih menghadapi kendala yuridis, terutama terkait kewajiban kehadiran fisik notaris dan para pihak serta pengecualian akta notaril dari rezim dokumen elektronik. Akibatnya, akta notaris yang ditandatangani secara elektronik belum dapat dikualifikasikan sebagai akta autentik dan hanya memiliki kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi dan pembaruan regulasi guna memberikan kepastian hukum terhadap penerapan tanda tangan digital dalam akta notaris di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Implementation of Authentic Assessment Of Curriculum 2013 at the Eleventh-Grade of SMAN 2 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan persepsi siswa tentang penilian autentik dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini mengumpulkan data dokumen, observasi, dan wawancara yang dianalisis melalui analisis data kualitatif (coding). Dalam pelaksanaan penilaian autentik mata pelajaran Bahasa Inggris berdasarkan Kurikulum 2013, terdapat dua tahapan dalam pelaksanaan penilaian autentik; persiapan dan proses pelaksanaan penilaian autentik. Persiapan terdiri dari silabus Kurikulum 2013 untuk guru bahasa Inggris di kelas sebelas, RPP dan penilaian otentik yang digunakan. Pelaksanaan penilaian autentik membagi tiga kegiatan; pembukaan, kegiatan inti dan penutup. Sistem penilaian dalam Kurikulum 2013, penilaian dilakukan pada jam pembelajaran dengan nilai KKM 70, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif (penilaian sikap). Guru menyiapkan dua pilihan penilaian autentik; remedial diberikan jika nilai siswa kurang dari KKM dan pengayaan diberikan jika nilai siswa lebih tinggi dari KKM. Guru menerapkan penilaian autentik di kelas sudah cukup baik sesuai kurikulum, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan di akhir pembelajaran; ditemukan bahwa guru telah membuat RPP mengikuti pedoman yang ada dan merumuskannya pada tingkat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), namun masih terdapat kekurangan; guru tidak memiliki pedoman yang ada, hanya melihat soft file yang tersedia di website Kemendikbud. Siswa menunjukkan perasaan puas dan persepsi positif terhadap cara penilaian dilaksanakan, bahan ajar dan media pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penilaian autentik dalam pembelaran biologi, kesesuaian dalam penerapan penilaian autentik guru biologi terhadap standar proses penilaian kurikulum 2013, dan kendala yang dialami guru biologi di SMA Negeri 1 Tarakan dalam pelaksanaan penilaian autentik sesuai dengan kurikulum 2013. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian 3 guru mata pelajaran biologi, wakil kurikulum dan 24 peserta didik dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi, dokumentasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur penilaian autentik pada pembelajaran biologi sudah berjalan dengan baik. Pada tahap perencanaan diperoleh hasil sebesar 86,6%, pada tahap pelaksanaan diperoleh hasil sebesar 85,1%, dan pada tahap pelaporan diperoleh hasil 83,3%. Kesesuaian pelaksanaan penilaian autentik pada pembelajaran biologi dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan sudah sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan, dan kendala guru dalam pelaksanaan penilaian autentik pada pembelajaran biologi adalah kendala waktu yang terbatas karena pandemik covid, biaya yang lebih banyak, banyaknya komponen/kriteria dalam penilaian autentik, kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang inovatif dengan penilaian autentik serta prasarana yang tidak berfungsi dengan baik. ABSTRACT The purpose of this study was to identify the authentic assessment process in biology learning, the suitability of applying authentic assessment of biology teachers to the standard 2013 curriculum assessment process, and the challenges faced by biology teachers at SMA Negeri 1 Tarakan in implementing authentic assessment in line with the 2013 curriculum. Three biology professors, curriculum representatives, and 24 students were the research subjects. The sample was chosen via purposive sampling. The data were obtained based on the results of observations, documentation, questionnaires, and interviews. The results showed that biology learning’s authentic assessment process was operating successfully. Results of the planning stage were 86.6 percent, those for implementation stage were 85.1 percent, and those for the reporting stage were 83.3 percent. In terms of attitudes, knowledge aspects, and skill aspects, the implementation of the authentic assessment of biology learning complied with Permendikbud No. 23 of 2016 about educational assessment standards. Limited time due to the covid pandemic, higher costs, numerous components and criteria in authentic assessment, a lack of student motivation to engage in innovative learning with authentic assessments, and inadequate infrastructure were some of the challenges faced by teachers when implementing authentic assessments in biology learning.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA DI TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mendeskripsikan tentang evaluasi pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi kelas X IPA di SMA Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang guru biologi di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan, dan peserta didik kelas X IPA dikedua SMA tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada guru biologi di masing-masing sekolah , kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada sekolah SMA Negeri 3 Tarakan dengan capaian pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, penilaian sikap 100%, pengetahuan 100% dan keterampilan 100% , sedangkan pada sekolah SMA Tunas Kasih Tarakan pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, sikap 40%, pengetahuan 100%, dan keterampilan 71%, guru sudah melakukan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi komptensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, dalam pelaksanaan penilaian autentik belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal pada aspek sikap dan keterampilan. Faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) ketersedian waktu, (2) ketersedian LKS , (3) ketersedian fasilitas seperti Lcd, dan akses internet. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) peserta didik, (2) ruang kelas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN 001 TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik dan untuk mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung penerapan penilaian di SDN 001 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 001 Tarakan tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini berfokus pada penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik dan faktor penghambat dan pendukung penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder dengan informan guru kelas rendah, guru kelas tinggi, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDN 001 Tarakan tidak menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik secara maksimal. Guru hanya menerapkan beberapa teknik dalam penilaian seperti pada kompetensi sikap, guru hanya menerapkan teknik observasi tanpa menggunakan instrumen penilaian. Untuk penilaian kompetensi pengetahuan, guru hanya menerapkan teknik tes tertulis dan penugasan. Serta penilaian kompetensi keterampilan, guru hanya menerapkan teknik penilaian kinerja atau unjuk kerja tanpa menggunakan instrumen penilaian. Selanjutnya, guru mengalami hambatan berupa format penilaian yang rumit, waktu penyusunan dan pelaksanaan penilaian autentik yang terbatas, dan pembelajaran yang dilakukan secara online atau daring. Guru juga mendapat dukungan berupa pelatihan, buku panduan penilaian autentik, dan pendampingan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail