ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Peran Kelompok Tani Dalammeningkatkan Produktivitas Usahatani Padi Sawah (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Baru Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani bagi anggota kelompok tani di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan antara peran kelompok tani dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode skoring, dan analisis statistik Korelasi Spearman dengan jumlah sampel responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Sebagian responden menilai tingkat keseluruhan peran Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Karang Agung sudah cukup berperan. Hal ini dapat dilihat dari anggota kelompok tani yang menilai kategori cukup berperan sebanyak 11 anggota dengan persentase (47.83%). Adapun parameter peran kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. (2) Hasil perhitungan korelasi Rank Spearman diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.543 yang artinya tingkat kekuatan hubungan (korelasi) antar peran kelompok tani Harapan Baru dengan produktivitas padi sawah adalah sebesar 0.543 atau hubungan sedang. Dari hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Peran kelompok tani memiliki persentase tertinggi (47.83%) dengan kategori cukup berperan (2) Adanya hubungan antara peran kelompok tani Harapan Baru dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah yang dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0.543 dengan signifikansi 0,007 (signifikan) Kata Kunci : Padi sawah, Peran Kelompok Tani, Produktivitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta kimia tanah. Parameter pengamatan meliputi temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya banjir (fh) dan penyiapan lahan (lp). Evaluasi dilakukan dengan metode pencocokan (matching) antara persyaratan tumbuh tanaman padi sawah berdasarkan kriteria BBPPSLP (2011) dengan kualitas lahan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual di lokasi tersebut tergolong dalam kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai). Faktor pembatas utama yang ditemukan meliputi retensi hara akibat pH tanah yang masam dan rendahnya kandungan bahan organik, serta faktor fisik berupa permeabilitas tanah yang tergolong agak cepat sehingga profil tanah sulit mempertahankan lengas, terutama saat suhu udara ekstrem mencapai 35,48°C. Meskipun demikian, seluruh lahan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian potensial S1 (Sangat Sesuai) melalui upaya perbaikan seperti pengapuran untuk menetralkan pH, pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan hara, serta penerapan teknik pelumpuran (puddling) untuk membentuk lapisan kedap air agar pengelolaan air lebih efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas petani padi sawah di Desa Sapari mempengaruhi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik budidaya padi sawah dan Menganalisis pendapatan usahatani padi sawah di Desa Sapari Kecamatan Muruk Rian Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sensus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik data bersifat kualitatif maupun kuantitatif, data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, pengisian kuisioner (daftar pertanyaan) dan wawancara secara langsung kepada petani padi sawah terkait tentang praktik budidaya dan pendapatan padi sawah yang dihadapi petani. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 778,687 Penerimaan yang diperoleh petani padi sebesar Rp 5.270.400/ha dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani ladang di Desa Sapari sebesar Rp.4.491.713/ha untuk satu kali proses produksi atau musim tanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Padi sawah adalah Salah satu komoditas pangan yang sangat penting di seluruh dunia adalah Tanaman Padi (Oryza sativa L). Peningkatan produktivitas tanaman padi menjadi prioritas yang utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang, Mengetahui strategi yang di lakukan untuk mengidentifikasi IFAS dan EFAS, Mengetahui rumusan strategi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang. Metode penentuan sampel pada penelitian ini yaitu Pengambilan sampel key informan tidak semua sampel memiliki kriteria tertentu yang sesuai dengan penulis tentukan. sehingga diperoleh petani sebanyak 27 orang sebagai sampel/responden. Dengan pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi. Dengan analisis SWOT yaitu dilakukan indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Hasil yang didapatkan Pengolahan hasil padi sawah Siang Barang Tiga perlu mempertimbangkan secara seksama beberapa aspek yang merupakan karakteristik padi sawah yang melatar belakangi keberhasilan produksi padi sawah tersebut: Aspek sumber daya alam, Aspek produksi, aspek pemerintah, Rekomdasi strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif S-O yang menggunakan kekuatan internal objek kajian untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dan peluang eksternal yaitu dengan mengoptimalkan produksi hasil panen padi unggul serta mengembangkan kualitas padi sawah dengan menggunakan pupuk organik dan bahan cairan dengan menggunakan bahan dari alam guna mendukung pertanian berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tingkat kesejahteraan petani sering dikaitkan dengan usaha tani petani padi sawah yang dicerminkan melalui tingkat pendapatan petani. Pendapatan petani tergantung produksinya. Produksi padi dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui berapa besar pendapatan petani padi sawah (Oryza sativa L) di Tanjung Buka SP 1 Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah (Oryza sativa L) di Tanjung Buka SP 1 Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan (3) mengetahui faktor yang secara dominan mempengaruhi pendapatan petani padi sawah (Oryza sativa L) di Tanjung Buka SP 1 Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan penentuan sampel secara sensus dengan sampel sebanyak 66 responden. Hasil penelitian di analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis didapatkan rata-rata pendapatan petani padi sawah sebesar Rp.14.908.088 per sekali panen. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda didapatkan persamaan Y = -1570597,092 - 6565,988X1 + 257859,278X2 + 15023,747X3 - 634293,654X4 - 0,749X5 + 0,997X6 + e. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,987 pada koefisien determinasi berarti sebesar 98,7%. Berarti bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 98,7%. Secara simultan (uji F) nilai uji F sebesar 742.930 nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 yang menunjukkan bahwa variabel bebas berpengaruh signifikan serta berhubungan positif terhadap variabel terikat. Secara parsial (uji t) faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah yaitu variabel Tingkat Pendidikan (X2) dengan nilai thitung sebesar 2,974 nilai signifikansi 0,004 dan variabel Biaya Produksi (X5) dengan nilai thitung sebesar -4,539 nilai signifikansi 0,000 serta variabel Penerimaan (X6) dengan nilai thitung sebesar 30,126 nilai signifikansi 0,000. Secara dominan variabel penerimaan berpengaruh terhadap pendapatan petani padi sawah di Tanjung Buka SP 1 Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelompok Tani mapan sejahtera berfungsi sebagai wadah untuk saling bertukarpikiran dan belajar bersama tentang pertanian organik yang ramah lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini : 1) Mendeskripsikan profil Kelompok Tani Mapan Sejahtera di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan 2) Mendeskripsikan dinamika Kelompok Tani Mapan Sejahtera di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan 3) Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dinamika Kelompok Tani Mapan Sejahtera di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan Metode pengambilan sampel secara purposive dengan informan kunci penggurus dan anggota kelompok yang aktif berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika Kelompok Tani Mapan Sejahtera dapat dilihat dari durasi berdirinya kelompok pada tahun 2007 hingga sekarang. Dalam Kelompok Tani Mapan Sejahtera dinamika yang terjadi memungkinkan para penggurus mempengaruhi anggota kelompok untuk mandiri. Aktivitas ini terus berjalan karena kepemipinan, norma kelompok, peran kelompok, suasana kelompok, kekompakan kelompok yang baik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika Kelompok Tani Mapan Sejahtera secara internal yang meliputi: tingkat penddidikan informal, pengalama berkelompok, dan faktor eksternal yang meliputi: pendampingan dan bantuan alat mesin pertanian dari Pt. Medco, dinas Pertanian, dan Bank Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tentang Analisis efisiensi teknis usaha tani padi sawah (oryza sativa L) Di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan petani perlu memanfaatkan faktor produksi secara efektif dan efisien untuk meningkatkan produksi padi dan menjaga ketersediaan pangan khususnya komoditas padi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik petani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara (2) Mendeskripsikan faktor produksi apa saja yang berpengaruh terhadap usaha tani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara (3) Menganalisis Efisiensi teknis Faktor produksi pada usaha tani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau sejak Bulan Januari sampai Februari 2024. Teknik penentuan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling di dapatkan 50 petani sebagai responden. Metode analisis data dengan analisis deskriptif, regresi linear berganda dan analisis fungsi produksi cobb-dauglass. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja. Variabel luas lahan dan pupuk adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi usaha tani padi sawah. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh faktor produksi tidak efisien secara teknis karena memiliki nilai 1 yaitu sebesar 0,787.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa Binusan merupakan salah satu desa tertinggal yang ada di Kabupaten Nunukan. Desa Persiapan Ujang Fatimah merupakan pemekaran dari Desa Binusan yang 20 % wilayahnya dipergunakan dalam arti luas dengan berbagai komoditas perkebunan,pertanian,dan perikanan yang mempunyai prospek cukup baik, hal ini menggambarkan bahwa sebagian masyarakat bekerja sebagai petani. Adanya ketertinggalan tersebut menyebabkan petani ketinggalan akses dibidang pertanian menjadi terbatas, berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukannya penelitian terkait Pemetaan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Memetakan Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali), (2). Mengetahui kendala yang dihadapi petani padi sawah dalam meningkatkan kondisi sosial,ekonomi,dan budaya petani padi sawah di Desa Persiapan Ujang Fatimah Kabupaten Nunukan (Studi Kasus Kelompok Tani Mattirowali). Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan pemprosesan data dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Nvivo12. Hasil penelitian menemukan Pemetaan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Petani dilihat dari indikator sosial yaitu jenis kelamin mayoritas laki-laki 33,3%, umur mayoritas 41-64 sebesar 67%, pendidikan dengan mayoritas SD sebesar 46,67%, lama berusaha tani mayoritas >10 tahun sebesar 70%, status kepemilikan lahan mayoritas milik sendiri sebesar 87%, jumlah tanggungan keluarga mayoritas 2-4 tanggungan keluarga sebesar 63,3%, peran kelompok tani sebagai wadah petani untuk dapat mempelajari pertanian yang efektif dan efisien. Indikator ekonomi yaitu pekerjaan di luar usaha tani dengan mayoritas petani memiliki pekerjaan selain usahatani padi sawah 56%, luas lahan rata-rata 1 Ha, produktivitas lahan petani 834,129 Kg/Ha, pendapatan mayoritas Rp.5.000.000 - Rp.10.000.000 sebesar 50%, pemasaran yang dilakukan hanya dari rumah dan harga jual beras Rp.12.000/ Kg. Dalam aspek budaya, semua petani adalah dari suku Bugis dan beragama Islam, serta terdapat kendala-kendala yang dihadapi petani, terutama terkait subsidi pupuk yang sering terlambat, serta masalah pemasaran yang minim sehingga beras produksi petani kurang laku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Padi adalah tanaman semusim yang merupakan sumber utama beras sehingga menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan sebagai sumber penghasilan bagi petani. Hal ini mendorong peningkatan produksi padi oleh petani yang dalam proses produksi usaha tani padi memerlukan faktor produksi. Pengelolaan faktor produksi akan mempengaruhi keberhasilan produksi padi. Produksi padi sawah di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah dalam prosesnya masih mengalami berbagai kendala dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui apa saja faktor-faktor produksi dalam produksi padi sawah. 2). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah. 3). Menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi padi. Dalam penelitian lokasi di Desa Tanjung Buka SP 5, metode penentuan sampel adalah Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan fungsi produksi cobb-dauglas. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi adalah LnY= 6.037 - 0.253LnX1 + 0.599LnX2 + 0.200LnX3 + 0.038LnX4 - 0.061LnX5 – 0.007LnX6 + 0.024LnX7 + e. Nilai R2 sebesar 57,3% yang artinya produksi padi sawah dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi. Sedangkan Uji F dengan nilai Sig (0.000) 0.05 bahwa variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan modal berpengaruh secara bersama-sama terhadap produksi padi sawah. Pada uji-t hanya variabel benih (X2) dengan nilai Sig (0,000) 0,05 yang berpengaruh nyata dan signifikan terhadap produksi padi sawah (Y), dalam artian setiap penambahan benih berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Variabel lainnya berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Kata Kunci: Padi Sawah, Faktor-faktor produksi, Cobb-Dauglas
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kelembagaan yang dikembangkan dalam meningkat hasil pertanian adalah kelompok tani.Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, unit produksi di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan peran kelompok tani dengan produktivitas usahatani padi sawah di Desa Karang Agung. Terdapat 7 kelompok tani yang ada di Desa Karang Agung jadi keseluruhan berjumlah 219 orang. sampel yang didapatkan sebanyak 43 orang. Selanjutnya, dipilih sampel responden secara proporsional dari masing-masing kelompok tani sampel. Analisis data yang digunakan adalah skala likert dan analisis statistik korelasi Rank Speraman. Peran kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas padi sawah di Desa Karang Agung termasuk pada kategori berperan (43). Hal ini dilihat dari : (a) Peran Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar memperoleh pencapaian skor rata-rata 15 dengan kategori berperan, (b) Peran Kelompok Tani Sebagai Wahana Kerjasama memperoleh pencapaian skor rata-rata 14 dengan kategori berperan, (c) Peran Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi memperoleh pencapain skor rata-rata 14 dengan kategori berperan. Dari hasil perhitungan Rank Spearman diperoleh angka koefisen sebesar 0,953 artinya tingkat kekuatan hubungan atau korelasi antar variabel peran kelompok tani dengan veriabel produktivitas padi sawah adalah sebesar 0,953 yaitu sangat kuat (sangat berkolerasi). Uji Sigifikan T-Test maka nilai yang di hasilkan 20.205 lebih besar dari 2.0195. Kemudian hasil signifikasi atau sig (2-tailed) adalah 0,00 dimana 0,05 artinya memiliki hubungan yang signifikan sehingga H0 di tolak dan H1 di terima, kemudian angka koefisien yang dihasilkan dari variabel peran kelompok tani dengan variabel produktivitas padi sawah memiliki angka yang positif yang artinya memiliki hubungan yang searah sehingga jika peran kelompok tani meningkat maka produktivitas nya akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Padi merupakan tanaman pangan yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia nasi dianggap sebagai bahan makanan yang kaya akan karbohidrat. Beras merupakan komoditas utama yang menopang pangan masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat dan menganalisis kelayakan usahatani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat. Penentuan daerah penelitian secara purposive sampling. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden 65 petani padi sawah. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani padi sawah di Kecamatan Malinau Barat pada dua kali musim tanam sebesar Rp 885.366 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 128.443 dan biaya variabel 756.923, penerimaan sebesar Rp 11.117.000, pendapatan sebesar Rp 10.231.634 dan B/C ratio sebesar 1,15. Hal ini berarti usaha tani padi sawah tersebut layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masyarakat Desa Kaliamok mengusahakan tanaman padi sebagai tanaman utama yang selalu dibutuhkan karena tanaman padi menghasilkan beras yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga menjadi faktor utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara. Pertama, berapakah pendapatan petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Kedua, Bagaimana kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang ada di Desa Kaliamok. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan analisis skoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha tani padi sawah di Desa kaliamok Kecamatan Malinau Utara dengan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.031.513 dengan hasil produksi sebanyak 1067 kg dan penerimaan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 6.508.700 adapun rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 5.477.187 untuk satu kali proses produksi atau musim tanam. Kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara berdasarkan hasil perhitungan skor didapatkan skor sebesar sebesar 2462 dengan kategori tingkat kesejahteraan sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA) DI DESA KARANG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, dan ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah di kembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan. Pertanian berkelanjutan adalah pembangunan di bidang pertanian yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi kebelanjutan usahatani padi sawah di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara menggunakan teknik purposive sampling yanng memiliki kriteria tertentu dan menggunakan qouta sampling dengan jumlah responden 100 orang. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil dari analsis penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Karang Agung kecamatan Tanjung Palas Utara memperoleh indeks sebesar 50,98 dengan kategori cukup berkelanjutan. Adapun hasil indeks dari masing-masing dimensi yaitu pada dimensi ekologi sebesar 50,5 berkategori cukup berkelanjutan, ekonomi sebesar 48,7 berkategori kurang berkelanjutan, sosial sebesar 67,6 berkategori cukup berkelanjutan, tekonologi sebesar 53,6 berkategori cukup berkelanjutan dan kelembagaan sebesar 41,3 berkategori kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 42 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutannya hanya terdapat 26 atribut yang sensitif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi memerlukan berbagai jenis masukan (input), seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja, modal, lahan, irigasi dan lain sebagainya serta penanganan pasca panen yang benar agar produksi pertanian tidak tercecer, tercemar dan kotor sehingga dapat meningkatkan kualitas produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi dalam produksi padi sawah di Desa Panca Agung dan untuk mengetahui kesesuaian penerapan GHP pasca panen padi sawah di BUMDes Suka Maju. Lokasi penelitian dipilih secara purposive (sengaja) di Desa Panca Agung. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel pada penelitian ini diambil secara sensus. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Model yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh kuantitas penggunaan faktor – faktor produksi padi adalah fungsi produksi model Cobb - Douglas. Kesesuaian penerapan GHP di BUMdes berdasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 / Permentan / HK. 140 / 4 / 2015. Hasil penelitian menunjukkan R^2 0,619 berarti bahwa variabel produktivitas dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 61,9%. Nilai F hitung sebesar 2,004 dengan tingkat signifikansi 0,094 dengan demikian tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 (0,094 > 0,05) artinya F hitung tidak signifikan. Berdasarkan hasil t hitung faktor yang berpengaruh adalah variabel metode tanam dengan nilai (0,05). Penerapan pasca panen padi sawah BUMDes Suka Maju sudah sesuai dengan GHP Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 / Permentan / HK. 140 / 4 / 2015 tentang Pedoman Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman Yang Baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran lembaga agribisnis sangat penting dalam kegiatan agribisnis pertanian khususnya pada subsistem hulu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui lembaga agribisnis subsistem hulu dan Perannya pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas. (2) Mengetahui Persepsi Petani tentang kegiatan lembaga agribisnis subsistem hulu pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. skripsi ini merupakan Penelitian deskripti kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan Bahwa: (1) lembaga agribisnis subsistem hulu yang berada di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu ada penyuluh pertanian dan kelompok tani bira mandiri, peran dari penyuluh pertanian yaitu mengkordinasikan mengoptimalkan, dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan dan penyuluhan pertanian. Sedangkan peran dari kelompok tani bira mandiri yaitu sebagai wahana kerja sama dimana kelompok tani merupkan tempat untuk memeperkuat kerja sama diantara sesama petani dalam kelompok tani serta dengan pihak lainnya . (2) Persepsi petani terhadap kegiatan Lembaga Agribisnis Subsistem hulu terhadap pemberian alsintan dan penyediaan saprodi kepada kelompok tani, hal ini dikarenakan bahwa lembaga pertanian telah memberikan kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan petani seperti Alat mesin pertanian ini dapat mempermudah dan mempercepat pengerjaan petani untuk meningkatkan produksi dari budidaya yang dilakukan petani, guna untuk menunjang kegiatan bertani dan maksimalnya hasil produksi petanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya lokal turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi serta ditunjukkan dengan adanya tradisi di masyarakat dayak lundayeh. Salah satu daerah yang masih kental dengan kearifan lokalnya adalah desa Long Midang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat dayak lundayeh dan peran lembaga adat dalam menjaga kearifan lokal masyarakat dayak lundayeh pada usahatani padi sawah. Penelitian dilakukan di Desa Long Midang Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Desa Long Midang masih memegang erat kearifan lokal dengan kondisi lahan yang juga luas. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kearifan Lokal dan Peran Lembaga Adat Masyarakat Dayak Lundayeh Pada Usahatani Padi Sawah Di Desa Long Midang Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan masih sangat kental dilakukan oleh masyarkat. Kegiatan adat istiadat seringkali dilakukan dari pra tanam sampai pasca panen di Desa Long Midang, yaitu meledek lati sampai dengan acara erau fengeh meranih. Masuknya unsur teknologi seperti penggilingan padi dalam kegiatan usaha tani padi sawah tidak terlalu mempengaruhi masyarakat desa untuk meninggalkan kegiatan adat yang turun temurun. Dilaksanakan karena sudah menjadi budaya nenek monyang yang harus dipertahankan. Peran lembaga adat dalam hal ini tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda terdiri dari dua, yaitu : (1) Menampung dan menyalurkan pendapat masyarakat kepada pemerintah, (2) Memberdayakan dan melestarikan kearifan lokal yang ada dalam masyarakat.