Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Bagi Hasil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

implementasi transfer keuangan daerah terhadap produk domestik regional bruto provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transfer keuangan daerah merupakan instrumen kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transfer keuangan daerah yang meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder metode yang digunakan data panel kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan dengan pendekatan common effect model (CEM) sebagai model terpilih, yang diolah menggunakan program EViews. Berdasarkan hasil estimasi, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y_it=7.298797+〖0.087695X〗_1it-〖0.502928X〗_2it+〖0.558315X〗_3it+εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Dana Bagi Hasil (DBH) dengan nilai signifikansi 0,4649 > 0,05 tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai signifikansi 0,0081 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap PDRB, sedangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000214 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,30 menunjukkan bahwa sebesar 30% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini, sedangkan sisanya sebesar 70% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan DAK yang lebih terarah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sementara pengelolaan DAU perlu lebih diarahkan pada kegiatan produktif. Optimalisasi penggunaan DBH juga menjadi penting agar kontribusinya terhadap PDRB dapat meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Dana Perimbangan Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kemiskinan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota yang berada dalam Provinsi Kalimantan Utara sepanjang periode tahun 2015 hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, yang didukung oleh data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DAU dan DAK tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan, DAU, DAK, dan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dana pihak ketiga, non performing financing, inflasi, nilai tukar, dan tingkat bagi hasil terhadap pembiayaan mudharabah pada perbankan syariah di Indonesia secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data time series dalam bentuk bulanan dengan rentang waktu tahun 2013 hingga 2022 yang bersumber dari publikasi website Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 26 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa dana pihak ketiga (X1), inflasi (X3), nilai tukar (X4), dan tingkat bagi hasil (X5) berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan mudharabah sedangkan non performing financing (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan mudharabah. Berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa variabel dana pihak ketiga (X1), non performing financing (X2), inflasi (X3), nilai tukar (X4), dan tingkat bagi hasil (X5) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan mudharabah. Hasil koefisien determinasi sebesar 0,768 atau 76,8% sedangkan sisanya 23,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Nisbah Bagi Hasil, Suku Bunga Pasar dan Simpanan Tabungan Masyarakat Terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dari Nisbah Bagi Hasil, Suku Bunga Pasar dan Simpanan Tabungan Masyarakat terhadap Dana Pihak Ketiga pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan data sekunder berbentuk data tahunan. Sampel yang digunakan berjumlah 10 (sampel) BUS, dengan purposive sampling yang digunakan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi data panel, analisis tipologi klassen, koefisien determinasi (R2), uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil uji signifikansi secara simultan (uji F) menyatakan bahwa variabel nisbah bagi hasil, suku bunga pasar dan simpanan tabungan masyarakat secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dana pihak ketiga. Sedangkan hasil pengujian secara parsial (uji T) nisbah bagi hasil berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,00000,05. Suku bunga pasar tidak bepengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,2316>0,05. Simpanan tabungan masyarakat berpengaruh signifikan terhadap dana pihak ketiga dengan nilai signifikan sebesar 0,00160,05. Dan R2 sebesar 98,57%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh sebesar 98,57% terhadap variabel dependen, sedangkan sisa nya sebesar 1,43% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi. Hasil analisis pola sebaran tahun 2016 dan 2018 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi tiga dan empat kuadran yaitu Kuadran I (Berkembang Pesat), Kuadaran II (Berkembang Pesat Tetapi Beresiko), Kuadran III (Kurang Berkembang Pesat & Minim Risiko) dan Kuadran IV (Tidak Berkembang Pesat & Beresiko). Pada tahun 2020 terbagi menjadi dua kuadran yaitu Kuadran I (Berkembang Pesat) dan Kuadran IV (Tidak Berkembang Pesat & Beresiko).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Suku Bunga, Dan Bagi Hasil Terhadap Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Muamalat Indonesia Tahun 2009-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh dana pihak ketiga, suku bunga, dan bagi hasil terhadap pembiayaan mudharabah pada Bank Muamalat Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan model persamaan Y = -0,00000001396 – 0,019 X1 + 0,0000001386 X2 + 0,002 X3 + e. Secara persial variabel dana pihak ketiga berpengaruh signifikan negatif terhadap pembiayaan mudharabah, dengan nilai thitung X1 (-2.679) ttabel (2,03693) dan nilai Sig. X1 (0,012) α (0,050). Variabel suku bunga berpengaruh signifikan positif terhadap pembiayaan mudharabah, dengan nilai thitung X2 (2,905) > ttabel (2,03693) dan nilai Sig. X2 (0.007) α (0,050). Variabel bagi hasil berpengaruh signifikan positif terhadap pembiayaan mudharabah, dengan nilai thitung X2 (6,562) > ttabel (2,03693) dan nilai Sig. X2 (0,000) α (0,050). Secara simultan variabel dana pihk ketiga, suku bunga, dan bagi hasil berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan mudharabah, dengan nilai Fhitung 23,050 > Ftabel 2,90 dan nilai Sig. Fhitung lebih kecil dari α (0,000 0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,684 atau sebesar 68,4%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel dana pihak ketiga, suku bunga, dan bagi hasil memiliki pengaruh sebesar 68,4 persen terhadap pembiayaan mudharabah, sedangkan sisanya sebesar 31,6 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model regresi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

perjanjian bagi hasil sawah padi antara pemilik dengan petani penggarap di kecamatan krayan kabupaten nunukan provinsi kalimantan utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ryan Kelly, NPM. 16.40501.091, dengan judul Skripsi “Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Antara Pemilik Dengan Petani Penggarap Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara” dibawah bimbingan Dr. Basri, S.H., M.kn dan Wiwin Dwi Ratna F, S.H., M.Hum. Di Kehidupan Manusia Peranan Pertanian Sawah Padi Sangat Penting, Selain Sebagai Tempat Untuk Memenuhi Kebutuhan Utama Manusia, Juga sebagai Objek Dalam Perjanjian. Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Banyak Di Lakukan Pada Masyarakat Pedesaan, Karena Mayoritas Penduduk Bekerja Sebagai Petani, Begitu Juga Dengan Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Antara Pemilik Dengan Petani Penggarap Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Sampai Saat ini Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Masi Di Gunakan Oleh Masyarakat Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, Kecamatan Krayan juga Salah Satu Daerah Yang Terbilang Sangat Berpotensial Di Bidang Pertanian itu Semua Karena Lahan Pertanian Yang Cukup Luas Begitu Juga Dengan Irigasinya, Maka Tidak Heran Banyak Masyarakat Kecamatan Krayan yang Menjadikan Lahan Mereka Sebagai Lahan Pertanian Sawah Padi. Untuk itu Tujuan Dari Penelitian ini Adalah Untuk Mengetahui Dan Menganalisa Sistem Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Yang Berlaku Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Baik Bentuk, Jangka waktu, Dan Pembagianya. Dari Hasil Penelitian Yang Saya Peroleh, Bahwa Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Padi Sawah Antara Pemilik Dengan Petani Penggarap Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Yaitu Mereka Melakukan Perjanjian Bagi Hasil Yang Mendasarkan Pada Kebiasaan Yang Sudah Turun-Temurun Di Lakukan Yakni Perjanjian Berdasarkan Persetujuan Dan Kespakatan Antara Pemilik Dengan Petani Penggarap yang Mau Menggarap Sawah Padi Miliknya, Yang Di Lakukan Secara Lisan Dengan Dasar Kepercayaan. Mengenai Hak Dan Kewajian Serta Imbangan Pembagian Hasil Juga Berdasarkan Kesepakatan Kedua pihak saja, Kemudian hapusnya atau putusnya hubungan kerja kedua belah pihak terjadi pada saat jangka waktu yang telah disepakati Bersama sudah berakhir atau pada saat musim panen berakhir maka perjanjian itu berakhir dengan sendirinya. Apabila Penggarap ingin meneruskan lagi untuk menggrap padi sawah itu maka harus mendapat izin atau persetujuan kembali dari pemilik padi sawah yang bersangkutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DANA BAGI HASIL MIGAS, MINERBA, DAN KEHUTANAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dengan metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah yaitu metode analisis koefisien regresi linier berganda yang dioperasikan didalam program eviews 10, berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Secara parsial (uji t) Dana Bagi Hasil MIGAS terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Dana Bagi Hasil MINERBA berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, dan Dana Bagi Hasil Kehutanan terdapat suatu pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan simultan (uji f), bahwa jumlah Dana Bagi Hasil MIGAS, MINERBA, dan Kehutanan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail