Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

17 hasil
Penulis: PANUS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau

2026•Koleksi Perpustakaan

ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain Kompensator Berbasis Analisa Root Locus Sebagai Pengendali Tegangan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Malinau

2026•

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya alokasi dana untuk pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip penegakan hukum yang efektif dalam memberantas korupsi dana desa dan penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur penegakan hukum, masih banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, keterbatasan akses informasi, dan faktor geografis. Sedangkan pada aspek penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dilakukan melalui langkah-langkah preventif dalam bentuk pencegahan dan peningkatan sumber daya manusia melalui program inovasi program Desa Sarjana. Namun, karena faktor sumber daya manusia dan faktor geografis dilakukan tindakan represif yang telah menjerat beberapa oknum Kepala Desa. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dana desa. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan dana desa dapat dilakukan secara lebih baik, memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya alokasi dana untuk pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip penegakan hukum yang efektif dalam memberantas korupsi dana desa dan penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur penegakan hukum, masih banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, keterbatasan akses informasi, dan faktor geografis. Sedangkan pada aspek penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dilakukan melalui langkah-langkah preventif dalam bentuk pencegahan dan peningkatan sumber daya manusia melalui program inovasi program Desa Sarjana. Namun, karena faktor sumber daya manusia dan faktor geografis dilakukan tindakan represif yang telah menjerat beberapa oknum Kepala Desa. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dana desa. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan dana desa dapat dilakukan secara lebih baik, memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI HUKUM ADAT DALAM PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DIKECAMATAN KAYAN SELATAN

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan dan tantangan hukum adat dalam penanganan kasus tindak pidana kekerasan seksual di Kecamatan Kayan Selatan serta mengkaji implementasi hukum adat dalam penyelesaian kasus tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran hukum adat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pidana, termasuk tindak pidana kekerasan seksual. Di sisi lain, penerapan hukum adat sering kali menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan sistem hukum nasional dan perlindungan hak korban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini mengkaji bagaimana hukum adat diterapkan dalam masyarakat adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menangani kasus kekerasan seksual serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat masih memiliki peran penting dalam penyelesaian perkara kekerasan seksual karena dianggap lebih dekat dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Penyelesaian melalui hukum adat dilakukan dengan pendekatan musyawarah, pemulihan hubungan sosial, pemberian sanksi adat, dan pemulihan keseimbangan dalam masyarakat. Namun demikian, implementasi hukum adat menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya pengakuan formal yang kuat dalam sistem hukum nasional, keterbatasan perlindungan terhadap korban, perbedaan persepsi mengenai keadilan antara hukum adat dan hukum positif, serta minimnya koordinasi antara aparat penegak hukum dengan lembaga adat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara hukum adat dan hukum nasional agar penanganan tindak pidana kekerasan seksual dapat memberikan kepastian hukum, perlindungan korban, dan tetap menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat. Kata Kunci: Hukum Adat, Implementasi, Kekerasan Seksual, Tindak Pidana, Kayan Selatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI HUKUM ADAT DALAM PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DIKECAMATAN KAYAN SELATAN

2026•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan dan tantangan hukum adat dalam penanganan kasus tindak pidana kekerasan seksual di Kecamatan Kayan Selatan serta mengkaji implementasi hukum adat dalam penyelesaian kasus tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran hukum adat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial dan pidana, termasuk tindak pidana kekerasan seksual. Di sisi lain, penerapan hukum adat sering kali menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri dengan sistem hukum nasional dan perlindungan hak korban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini mengkaji bagaimana hukum adat diterapkan dalam masyarakat adat di Kecamatan Kayan Selatan dalam menangani kasus kekerasan seksual serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat masih memiliki peran penting dalam penyelesaian perkara kekerasan seksual karena dianggap lebih dekat dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Penyelesaian melalui hukum adat dilakukan dengan pendekatan musyawarah, pemulihan hubungan sosial, pemberian sanksi adat, dan pemulihan keseimbangan dalam masyarakat. Namun demikian, implementasi hukum adat menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya pengakuan formal yang kuat dalam sistem hukum nasional, keterbatasan perlindungan terhadap korban, perbedaan persepsi mengenai keadilan antara hukum adat dan hukum positif, serta minimnya koordinasi antara aparat penegak hukum dengan lembaga adat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara hukum adat dan hukum nasional agar penanganan tindak pidana kekerasan seksual dapat memberikan kepastian hukum, perlindungan korban, dan tetap menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat. Kata Kunci: Hukum Adat, Implementasi, Kekerasan Seksual, Tindak Pidana, Kayan Selatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERENCANAAN SISTEM PLAMBING AIR BUANGAN DAN DRAINASE PADA BANGUNAN GEDUNG PPTQ IBNU ABBAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan sistem plambing air buangan dan drainase merupakan aspek penting dalam pembangunan gedung, khususnya pada fasilitas pendidikan PPTQ IBNU ABBAS di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem plambing air buangan dan drainase sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menjamin kenyamanan, kesehatan, serta keselamatan penghuni. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta perhitungan teknis. Data utama mencakup jumlah penghuni gedung sebanyak 210 orang, luas bangunan 480 m², dan intensitas curah hujan setempat sebesar 127 mm/jam. Perencanaan dilakukan terhadap dimensi pipa berdasarkan Unit Beban Alat Plambing (UBAP), kapasitas septic tank, serta sistem drainase air hujan. Hasil perhitungan menunjukkan sistem pembuangan menggunakan sistem terpisah dengan ukuran pipa sesuai SNI, yaitu pipa kloset 75 mm, pipa wastafel dan floor drain 40 mm, serta pipa air hujan 100 mm. Kapasitas septic tank direncanakan sebesar 60,9 m³ dengan dimensi 8,25 m × 4,10 m × 1,8 m. Sistem drainase atap didesain untuk debit puncak 15,2 L/s yang dialirkan melalui enam downpipe berdiameter 100 mm dengan kemiringan 4%. Dengan perencanaan ini, sistem plambing air buangan dan drainase pada gedung PPTQ IBNU ABBAS diharapkan mampu berfungsi optimal, mengurangi risiko genangan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman bagi penghuni.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDENT'S PERCEPTIONS OF PROJECT-BASED LEARNING IMPLEMENTATION IN LITERARY APPRECIATION CLASS

2025•Koleksi Perpustakaan

This study aims to determine students' perceptions about the implementation of project-based learning in literary appreciation classes. The research methodology utilized is a sequential explanatory mixed technique. This study involved 36 English department students in the academic year 2020-2021 who had taken literary appreciation courses at Borneo University Tarakan. This mixed research instrument utilizes quantitative data in the form of questionnaires as its primary source of information. It is complemented by qualitative data obtained through interviews and document analysis, which enhance the research's comprehensiveness. The results of the questionnaire in this study indicate that students perceive the application of projects in appreciation classes from three perspectives: 1) the perceiver, which includes attitude, motive, interest, and expectation (77.95%), 2) the situation, which includes social setting (77.43%), and 3) the target, which includes novelty, motion, and proximity (74.58%). Per the findings of this study's questionnaire, students perceive the use of projects in appreciation classes from three perspectives: 1) the perceiver, which includes attitude, motive, interest, and expectation (77.95%), 2) the situation, which includes social setting (77.43%), and 3) the target, which includes novelty, motion, and proximity (74.58%). In summary, students were pleased with implementing project-based learning (PjBL) in literature appreciation classes. However, some students struggle when working on collaborative assignments.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDENT'S PERCEPTIONS OF PROJECT-BASED LEARNING IMPLEMENTATION IN LITERARY APPRECIATION CLASS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to determine students' perceptions about the implementation of project-based learning in literary appreciation classes. The research methodology utilized is a sequential explanatory mixed technique. This study involved 36 English department students in the academic year 2020-2021 who had taken literary appreciation courses at Borneo University Tarakan. This mixed research instrument utilizes quantitative data in the form of questionnaires as its primary source of information. It is complemented by qualitative data obtained through interviews and document analysis, which enhance the research's comprehensiveness. The results of the questionnaire in this study indicate that students perceive the application of projects in appreciation classes from three perspectives: 1) the perceiver, which includes attitude, motive, interest, and expectation (77.95%), 2) the situation, which includes social setting (77.43%), and 3) the target, which includes novelty, motion, and proximity (74.58%). Per the findings of this study's questionnaire, students perceive the use of projects in appreciation classes from three perspectives: 1) the perceiver, which includes attitude, motive, interest, and expectation (77.95%), 2) the situation, which includes social setting (77.43%), and 3) the target, which includes novelty, motion, and proximity (74.58%). In summary, students were pleased with implementing project-based learning (PjBL) in literature appreciation classes. However, some students struggle when working on collaborative assignments.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Karakteristik Gelombang Pada Wave Tank Dengan Variasi Rpm

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Wave tank merupankan alat pembuat ombak skala laboratorium serta digunakan sebagai wadah penampung air dengan ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm. Jenis wave tank yang digunakan untuk pembuat ombak adalah wave tank model piston dan wave tank model flap. Dengan adanya wave tank yang telah dirancang maka penulis melakukan penelitian yang berjudu “analisis karakteristik gelombang pada wave tank dengan variasi rpm” penelitian ini bertujuan untuk mengukur tinggi dan panjang gelombang yang terbentuk pada tiga titik pengukuran yaitu, 40 cm, 60 cm, 100 cm dan 3 variasi rpm. Dari hasil penelitian menggunakan wave tank model piston diperoleh hasil terbaik, yaitu tinggi gelombang 2,5 cm dan panjang gelombang 23 cm. Hasil tersebut diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 192 rpm. Pada wave tank model flap diperoleh hasil terbaik yaitu, tinggi gelombang 1,8 cm dan panjang gelombang 30 cm. Tinggi gelombang terbaik pada wave tank model flap diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 12 rpm, sedangkan panjang gelombang terbaik diperoleh pada titik pengukuran 60 cm dan 100 cm dengan putaran mesin 12 rpm. Berdasarkan perbandingan tinggi gelombang dan panjang gelombang terbaik yang diperoleh pada masing-masing wave tank, dapat disimpulkan bahwa wave tank model piston lebih baik dibandingkan wave tank model flap dalam hal menghasilkan tinggi gelombang. Sebaliknya, dalam hal panjang gelombang, wave tank model flap lebih baik dibanding wave tank model piston.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)VARIETAS LOKAL TARAKAN PADA MUSIM TANAM TRIWULAN DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2022•Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni. Budidaya rumput laut sangat bergantung pada teknik budidaya yang tepat sesuai dengan titik tanam dan berat bibit sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan. Metode penelitian modifikasi rawai (Long line) yang diamati selama masa pemeliharaan, bibit yang digunakan pada bulan April, Mei, dan Juni dengan berat awal 10-15 gram Pertumbuhan mutlak tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 2.246 pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 1053 gram di akhir penelitian). Laju pertumbuhan sfesifik terjadi pada bulan Juni mencapai 3,92% dan pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April berkisar 2,34%. Produksi rumput laut tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 14.975 gram dan produksi terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 7.020 gram. hasil penelitian studi rumput laut (Kappapycus alvarezii) varietas lokal Tarakan pada musim tanam triwulan di pantai amal kota tarakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappapycus alvarezii). pada usia pemeliharaan 30 hari di bulan April, Mei, dan Juni pada tahun 2021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)VARIETAS LOKAL TARAKAN PADA MUSIM TANAM TRIWULAN DI PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2022•

Pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni. Budidaya rumput laut sangat bergantung pada teknik budidaya yang tepat sesuai dengan titik tanam dan berat bibit sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas lokal tarakan pada musim tanam triwulan di Pantai Amal kota Tarakan. Metode penelitian modifikasi rawai (Long line) yang diamati selama masa pemeliharaan, bibit yang digunakan pada bulan April, Mei, dan Juni dengan berat awal 10-15 gram Pertumbuhan mutlak tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 2.246 pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 1053 gram di akhir penelitian). Laju pertumbuhan sfesifik terjadi pada bulan Juni mencapai 3,92% dan pertumbuhan terendah terjadi pada bulan April berkisar 2,34%. Produksi rumput laut tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan bobot 14.975 gram dan produksi terendah terjadi pada bulan April dengan bobot 7.020 gram. hasil penelitian studi rumput laut (Kappapycus alvarezii) varietas lokal Tarakan pada musim tanam triwulan di pantai amal kota tarakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappapycus alvarezii). pada usia pemeliharaan 30 hari di bulan April, Mei, dan Juni pada tahun 2021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI CAISIM (BRASSICA JUNCEAE L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sawi merupakan tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi dan manfaat bagi kesehatan. Sawi ini banyak diusahakan para petani karena mempunyai banyak potensi untuk terus dikembangkan dan mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomis tinggi, dari daun hingga batangnya. Beberapa faktor penunjang keberhasilan budidaya tanaman sawi salah satunya adalah ketersedian unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi tersebut. Upaya yang biasa dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan budidaya tanaman sawi yaitu, menggunakan pupuk dengan dosis yang tepat. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yaitu cangkang telur ayam. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki keadaan dan kandungan hara tanah sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur ayam pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim Brassica junceae L dan mengetahui dosis tepung cangkang telur ayam yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim Brassica junceae L. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019 di Asrama St. Eugenius Demazenod Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan, P0 (0 g), P1(10 g), P2 (20 g), P3 (30 g), P4 (40 g). dan lima ulangan. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, panjang daun, dan berat basah. Hasil dari penelitian ini menunjukan Pemberian pupuk cangkang telur ayam mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pada 7, 14, dan 21 hst serta hasil tanaman sawi pada 24 hst Pemberian pupuk tepung cangkang telur ayam dengan dosis 40 g (P4) mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 14 hst (26.81 cm), 21 hst (40.34 cm), lebar daun 14 hst (10.79 cm) dan jumlah daun 14 hst (7.04 cm), 21 hst (12.68 cm), panjang daun 24 hst (22.88 cm ) dan berat basah 24 hst (175.03 g ).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail