Profil penulis
STEPANUS
7 karya publik ditemukan.
Desain Kompensator Berbasis Analisa Root Locus Sebagai Pengendali Tegangan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik
ABSTRACT This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.
Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Malinau
Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya alokasi dana untuk pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip penegakan hukum yang efektif dalam memberantas korupsi dana desa dan penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur penegakan hukum, masih banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, keterbatasan akses informasi, dan faktor geografis. Sedangkan pada aspek penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dilakukan melalui langkah-langkah preventif dalam bentuk pencegahan dan peningkatan sumber daya manusia melalui program inovasi program Desa Sarjana. Namun, karena faktor sumber daya manusia dan faktor geografis dilakukan tindakan represif yang telah menjerat beberapa oknum Kepala Desa. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dana desa. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan dana desa dapat dilakukan secara lebih baik, memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Malinau
Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi dana desa menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya alokasi dana untuk pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip penegakan hukum yang efektif dalam memberantas korupsi dana desa dan penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur penegakan hukum, masih banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, keterbatasan akses informasi, dan faktor geografis. Sedangkan pada aspek penanggulangan tindak pidana korupsi pengelolaan alokasi dana desa yang terjadi di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dilakukan melalui langkah-langkah preventif dalam bentuk pencegahan dan peningkatan sumber daya manusia melalui program inovasi program Desa Sarjana. Namun, karena faktor sumber daya manusia dan faktor geografis dilakukan tindakan represif yang telah menjerat beberapa oknum Kepala Desa. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dana desa. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan dana desa dapat dilakukan secara lebih baik, memberikan manfaat yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Analisis Karakteristik Gelombang Pada Wave Tank Dengan Variasi Rpm
ABSTRAK Wave tank merupankan alat pembuat ombak skala laboratorium serta digunakan sebagai wadah penampung air dengan ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm. Jenis wave tank yang digunakan untuk pembuat ombak adalah wave tank model piston dan wave tank model flap. Dengan adanya wave tank yang telah dirancang maka penulis melakukan penelitian yang berjudu “analisis karakteristik gelombang pada wave tank dengan variasi rpm” penelitian ini bertujuan untuk mengukur tinggi dan panjang gelombang yang terbentuk pada tiga titik pengukuran yaitu, 40 cm, 60 cm, 100 cm dan 3 variasi rpm. Dari hasil penelitian menggunakan wave tank model piston diperoleh hasil terbaik, yaitu tinggi gelombang 2,5 cm dan panjang gelombang 23 cm. Hasil tersebut diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 192 rpm. Pada wave tank model flap diperoleh hasil terbaik yaitu, tinggi gelombang 1,8 cm dan panjang gelombang 30 cm. Tinggi gelombang terbaik pada wave tank model flap diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 12 rpm, sedangkan panjang gelombang terbaik diperoleh pada titik pengukuran 60 cm dan 100 cm dengan putaran mesin 12 rpm. Berdasarkan perbandingan tinggi gelombang dan panjang gelombang terbaik yang diperoleh pada masing-masing wave tank, dapat disimpulkan bahwa wave tank model piston lebih baik dibandingkan wave tank model flap dalam hal menghasilkan tinggi gelombang. Sebaliknya, dalam hal panjang gelombang, wave tank model flap lebih baik dibanding wave tank model piston.
Analisis Karakteristik Gelombang Pada Wave Tank Dengan Variasi Rpm
-
PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI CAISIM (BRASSICA JUNCEAE L.)
Sawi merupakan tanaman hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi dan manfaat bagi kesehatan. Sawi ini banyak diusahakan para petani karena mempunyai banyak potensi untuk terus dikembangkan dan mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomis tinggi, dari daun hingga batangnya. Beberapa faktor penunjang keberhasilan budidaya tanaman sawi salah satunya adalah ketersedian unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi tersebut. Upaya yang biasa dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan budidaya tanaman sawi yaitu, menggunakan pupuk dengan dosis yang tepat. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yaitu cangkang telur ayam. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki keadaan dan kandungan hara tanah sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur ayam pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim Brassica junceae L dan mengetahui dosis tepung cangkang telur ayam yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi caisim Brassica junceae L. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019 di Asrama St. Eugenius Demazenod Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan, P0 (0 g), P1(10 g), P2 (20 g), P3 (30 g), P4 (40 g). dan lima ulangan. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, panjang daun, dan berat basah. Hasil dari penelitian ini menunjukan Pemberian pupuk cangkang telur ayam mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pada 7, 14, dan 21 hst serta hasil tanaman sawi pada 24 hst Pemberian pupuk tepung cangkang telur ayam dengan dosis 40 g (P4) mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 14 hst (26.81 cm), 21 hst (40.34 cm), lebar daun 14 hst (10.79 cm) dan jumlah daun 14 hst (7.04 cm), 21 hst (12.68 cm), panjang daun 24 hst (22.88 cm ) dan berat basah 24 hst (175.03 g ).