BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan dan mengetahui struktur komunitas ikan berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring insang (gillnet), kemudian ikan yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik. Struktur komunitas dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Keseragaman (E), dan Indeks Dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis ikan dari famili yang berbeda, yaitu Mugil cephalus, Megalops cyprinoides, Johnius trachycephalus, ikan putih caranx sp, dan Euristhmus microceps. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun berkisar 1,500–1,891 dan termasuk kategori rendah. Indeks keseragaman berada pada kisaran 0,913–0,946 yang menunjukkan komunitas dalam kondisi stabil, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,284–0,375 dan tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, komunitas ikan di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi relatif stabil dengan tingkat dominansi yang rendah, walaupun jumlah jenis yang ditemukan masih terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan dan mengetahui struktur komunitas ikan berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring insang (gillnet), kemudian ikan yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik. Struktur komunitas dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Keseragaman (E), dan Indeks Dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis ikan dari famili yang berbeda, yaitu Mugil cephalus, Megalops cyprinoides, Johnius trachycephalus, ikan putih caranx sp, dan Euristhmus microceps. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun berkisar 1,500–1,891 dan termasuk kategori rendah. Indeks keseragaman berada pada kisaran 0,913–0,946 yang menunjukkan komunitas dalam kondisi stabil, sedangkan indeks dominansi berkisar 0,284–0,375 dan tergolong rendah. Berdasarkan hasil tersebut, komunitas ikan di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan berada dalam kondisi relatif stabil dengan tingkat dominansi yang rendah, walaupun jumlah jenis yang ditemukan masih terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Indonesia seeks to develop innovation throught the Merdeka Curriculum. This curriculum has been implemented as an alternative in all educated institutions. SMP Negeri 5 Tarakan is one of the schools that implements the Merdeka curriculum in accordance with the National Education Standards. This study aims to describe teachers’ persepctives on the implementation of phase D English learning outcomes assessment in the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 5 Tarakan. The researcher used a qualitative design. This research uses interviews and documentation as data collection techniques. The informants in this study were teachers through interviews. The result of this study indicate that overall, teachers’ perspectives on the implementation of English learning in Phase D of the Merdeka Curriculum and are confident that with the right support and learning strategies, students can achieve English learning outcomes in Phase D and continue to develop their ability to use English in various context.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Indonesia seeks to develop innovation throught the Merdeka Curriculum. This curriculum has been implemented as an alternative in all educated institutions. SMP Negeri 5 Tarakan is one of the schools that implements the Merdeka curriculum in accordance with the National Education Standards. This study aims to describe teachers’ persepctives on the implementation of phase D English learning outcomes assessment in the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 5 Tarakan. The researcher used a qualitative design. This research uses interviews and documentation as data collection techniques. The informants in this study were teachers through interviews. The result of this study indicate that overall, teachers’ perspectives on the implementation of English learning in Phase D of the Merdeka Curriculum and are confident that with the right support and learning strategies, students can achieve English learning outcomes in Phase D and continue to develop their ability to use English in various context.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•
Tipologi mangrove merupakan jenis–jenis vegetasi mangrove yang menyusun ekosistem mangrove dan habitat biota termasuk epifauna di Kawasan konservasi mangrove di Desa Setabu. Tujuan untuk mengetahui tipologi mangrove dan epifauna serta kaitannya dengan kondisi lingkungan di Desa Setabu. Penelitian dilaksanakan bulan Juni-Juli 2022 di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian di lakukan di 3 lokasi yaitu kawasan konservasi mangrove, wisata temunung pagun dan pemukiman warga. Pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan 3 kali ulangan. Data primer diambil secara in-situ yaitu identifikasi jenis spesies mangrove, banyaknya jumlah jenis spesies mangrove, klasifikasi biota epifauna dan jumlah biota spesies epifauna. Faktor kondisi lingkungan mangrove di Desa Setabu dilakukan pengukuran Kepadatan jenis dan indek keanekaragaman epifauna, dan Parameter fisika kimia perairan. Pengumpulan data dilakukan secara in-situ dan ex-situ. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan jenis mangrove yang mendominasi yaitu Avecennia alba dengan kerapatan rata – rata 2,87% ind/m2 hasil penelitian mengenai frekuensi jenis yang tergolong baik. Dominansi jenis mangrove Desa Setabu masuk dalam kategori Rendah, kemudian Indeks Nilai Penting (INP) yang didapatkan masuk dalam Kategori baik. Pada indeks Keanekaragaman dan Indeks Keseragaman Desa Setabu tergolong dalam Kategori Sedang dan seragam. Epifauna yang terdapat pada ekosistem mangrove Desa Setabu memiliki beragam jenis dan kondisi Perairan Desa Setabu masih masuk dalam kategori normal, karena suhu, salinitas dan pH masih masuk dalam standar baku mutu suatu perairan. Kondisi lingkungan Desa Setabu masih dalam kisaran untuk pertumbuhan optimum mangrove.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tipologi mangrove merupakan jenis–jenis vegetasi mangrove yang menyusun ekosistem mangrove dan habitat biota termasuk epifauna di Kawasan konservasi mangrove di Desa Setabu. Tujuan untuk mengetahui tipologi mangrove dan epifauna serta kaitannya dengan kondisi lingkungan di Desa Setabu. Penelitian dilaksanakan bulan Juni-Juli 2022 di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian di lakukan di 3 lokasi yaitu kawasan konservasi mangrove, wisata temunung pagun dan pemukiman warga. Pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan 3 kali ulangan. Data primer diambil secara in-situ yaitu identifikasi jenis spesies mangrove, banyaknya jumlah jenis spesies mangrove, klasifikasi biota epifauna dan jumlah biota spesies epifauna. Faktor kondisi lingkungan mangrove di Desa Setabu dilakukan pengukuran Kepadatan jenis dan indek keanekaragaman epifauna, dan Parameter fisika kimia perairan. Pengumpulan data dilakukan secara in-situ dan ex-situ. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan jenis mangrove yang mendominasi yaitu Avecennia alba dengan kerapatan rata – rata 2,87% ind/m2 hasil penelitian mengenai frekuensi jenis yang tergolong baik. Dominansi jenis mangrove Desa Setabu masuk dalam kategori Rendah, kemudian Indeks Nilai Penting (INP) yang didapatkan masuk dalam Kategori baik. Pada indeks Keanekaragaman dan Indeks Keseragaman Desa Setabu tergolong dalam Kategori Sedang dan seragam. Epifauna yang terdapat pada ekosistem mangrove Desa Setabu memiliki beragam jenis dan kondisi Perairan Desa Setabu masih masuk dalam kategori normal, karena suhu, salinitas dan pH masih masuk dalam standar baku mutu suatu perairan. Kondisi lingkungan Desa Setabu masih dalam kisaran untuk pertumbuhan optimum mangrove.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kebutuhan bahan bakar saat ini semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman maka dipandang perlu untuk mencari energi alternatif lainnya, salah satunya energi alternatif yang murah dan mudah didapatkan adalah energi surya (energi matahari). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan merancang sistem PLTS di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati sebagai sumber energi alternatif. Hasil analisa diperoleh jumlah panel surya sebanyak 498 buah dan 6 unit inverter. Dari hasil perancangan diperoleh energi listrik sebesar 128,280 kWh/Thn. PLTS mampu memberikan energi yang dibangkitkan sebesar 90,025 kWh/thn pada gedung LSIH Universitas Borneo Tarakan. Kelebihan energi listrik sebesar 38,255 kWh diekspor ke grid sistem PLN sebagai nilai Investasi awal pembangunan diperkirakan sebesar $133.333,34 (atau setara dengan Rp. 2.000.000.000,00-) dan dapat mencapai Break Even Point di tahun ke-11 dengan menghemat biaya sebesar $13.845,77 (setara dengan Rp.207.686,550-).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan bimbingan karir dengan teknik modeling simbolik berpengaruh terhadap minat melanjukan ke SMK di MTs Negeri Tarakan. Minat adalah penggerak yang dijadikan motivasi semangat seseorang untuk melakukan tindakan atau pilihan sesuai dengan keinginannya, sehingga oleh karenanya seseorang akan berusaha demi memenuhi hasrat untuk keinginannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa MTs Negeri Tarakan yang berjumlah 126 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 25 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala minat dari teori Walgito yang dikembangkan oleh Adinda (2013). Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Adapun uji Wilcoxon Signed Rank Test versi 24.00, hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar (0,000 > 0,05) yang artinya bimbingan karir dengan teknik modeling simbolik berpengaruh terhadap minat melanjutkan ke SMK di MTs Negeri Tarakan. Hal tersebut terlihat pada skor pretest yang diperoleh pada pemberian pretest dari 25 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian, terdapat 15 (60%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK rendah, 12 (40%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK sangat rendah. Pada pemberian posttest terdapat 13 (52%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK sangat tinggi, 12 (48%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK tinggi. Berdasarkan keputusan uji statistik wilcoxon dan hasil analisis pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Teknik Modeling simbolik Terhadap Minat Melanjutkan ke SMK Siswa di MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan bimbingan karir dengan teknik modeling simbolik berpengaruh terhadap minat melanjukan ke SMK di MTs Negeri Tarakan. Minat adalah penggerak yang dijadikan motivasi semangat seseorang untuk melakukan tindakan atau pilihan sesuai dengan keinginannya, sehingga oleh karenanya seseorang akan berusaha demi memenuhi hasrat untuk keinginannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa MTs Negeri Tarakan yang berjumlah 126 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 25 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala minat dari teori Walgito yang dikembangkan oleh Adinda (2013). Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Adapun uji Wilcoxon Signed Rank Test versi 24.00, hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar (0,000 > 0,05) yang artinya bimbingan karir dengan teknik modeling simbolik berpengaruh terhadap minat melanjutkan ke SMK di MTs Negeri Tarakan. Hal tersebut terlihat pada skor pretest yang diperoleh pada pemberian pretest dari 25 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian, terdapat 15 (60%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK rendah, 12 (40%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK sangat rendah. Pada pemberian posttest terdapat 13 (52%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK sangat tinggi, 12 (48%) siswa yang memiliki tingkat minat melanjutkan ke SMK tinggi. Berdasarkan keputusan uji statistik wilcoxon dan hasil analisis pretest dan posttest dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Teknik Modeling simbolik Terhadap Minat Melanjutkan ke SMK Siswa di MTs Negeri Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam simbol prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Bugis Bone yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam dan catat. Teknik penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data yang diperoleh sebanyak 26 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Mappenre Botting terdapat 5 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Akad Nikah terdapat 13 data. Data berupa benda pada prosesi Mappasikerawa terdapat 1 data. Data berupa benda pada pakaian Adat dan perhiasan terdapat 7 data. Data yang ditemukan akan dianalisis menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna berupa Sign (Tanda), Object (Acuan Tanda), Interpretant (Penggunaan Tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam setiap prosesi pada puncak acara pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Dengan tujuan bahwa dalam pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia dan menyatukan dua insan dalam membangun rumah tangga dengan menjalankan perintah yang Maha Kuasa serta menyempurnahkan separuh agama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam simbol prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Bugis Bone yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam dan catat. Teknik penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data yang diperoleh sebanyak 26 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Mappenre Botting terdapat 5 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Akad Nikah terdapat 13 data. Data berupa benda pada prosesi Mappasikerawa terdapat 1 data. Data berupa benda pada pakaian Adat dan perhiasan terdapat 7 data. Data yang ditemukan akan dianalisis menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna berupa Sign (Tanda), Object (Acuan Tanda), Interpretant (Penggunaan Tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam setiap prosesi pada puncak acara pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Dengan tujuan bahwa dalam pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia dan menyatukan dua insan dalam membangun rumah tangga dengan menjalankan perintah yang Maha Kuasa serta menyempurnahkan separuh agama.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait pertanggungjawaban pidana terhadap warga sipil yang memiliki senjata api secara illegal di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Pertama, bentuk pertanggungjawaban tindak pidana penyalahgunaan senjata api baik yang menggunakan prosedur ataupun yang tidak menggunakan prosedur (illegal) bagi warga sipil? Kedua, hambatan penegekkan hukum bagi warga sipil yang memiliki senjata api secara illegal? Skripsi ini merupakan penelitian empiris terhadap norma- norma hukum terkait peraturan perundang- undangan serta putusan pengadilan khususnya terkait dengan senjata api. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh dengan mengambil data langsung pada pihak yang terkait dengan kasus tersebut melalui metode wawancara terhadap pihak kepolisian kota Tarakan. Data sekunder ialah data yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data- data internet, dan kamus. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, bentuk pertanggunjawaban penyalahgunaan senjata api yang memiliki prosedur dapat dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang peraturang perundang-undangan berlaku serta penerapan sanksi lainnya terhadap pasal-pasal yang dilanggar. Bentuk pertanggungjawaban penyalahgunaan senjata api yang tidak memiliki prosedur (illegal) diatur dalam pasal 1 ayat (2) Undang- Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang mengubah Ordonantieeijdelikjke Bijzondere Starfbepelingen (Stblm. 1948 No. 17) dan Undang- undang Dahulu No. 8 Tahun 1948. Kedua, hambatan penegakkan hukum ialah senjata api yang bersifat illegal dan tidak senantiasa dibawa ke mana-mana serta di tempat-tempat yang mengundang keramaian dan juga kurangnya pengawasan dari pihak kepolisian terkait penggunaan senjata api di kalagan warga awam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait pertanggungjawaban pidana terhadap warga sipil yang memiliki senjata api secara illegal di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Pertama, bentuk pertanggungjawaban tindak pidana penyalahgunaan senjata api baik yang menggunakan prosedur ataupun yang tidak menggunakan prosedur (illegal) bagi warga sipil? Kedua, hambatan penegekkan hukum bagi warga sipil yang memiliki senjata api secara illegal? Skripsi ini merupakan penelitian empiris terhadap norma- norma hukum terkait peraturan perundang- undangan serta putusan pengadilan khususnya terkait dengan senjata api. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh dengan mengambil data langsung pada pihak yang terkait dengan kasus tersebut melalui metode wawancara terhadap pihak kepolisian kota Tarakan. Data sekunder ialah data yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data- data internet, dan kamus. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, bentuk pertanggunjawaban penyalahgunaan senjata api yang memiliki prosedur dapat dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang peraturang perundang-undangan berlaku serta penerapan sanksi lainnya terhadap pasal-pasal yang dilanggar. Bentuk pertanggungjawaban penyalahgunaan senjata api yang tidak memiliki prosedur (illegal) diatur dalam pasal 1 ayat (2) Undang- Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang mengubah Ordonantieeijdelikjke Bijzondere Starfbepelingen (Stblm. 1948 No. 17) dan Undang- undang Dahulu No. 8 Tahun 1948. Kedua, hambatan penegakkan hukum ialah senjata api yang bersifat illegal dan tidak senantiasa dibawa ke mana-mana serta di tempat-tempat yang mengundang keramaian dan juga kurangnya pengawasan dari pihak kepolisian terkait penggunaan senjata api di kalagan warga awam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penulis mengangkat judul ini adalah dikarenakan maraknya perdagangan illegal dikarena kondisi diwilayah perbatasan dikarenakan kurangnya pengawasan serta tidak relevannya penerapan perjanjian perdagangan perbatasan Border Trade Agreement 1970 dimasa sekarang demi pemenuhan kebutuhan masyarakat perbatasan. Ketimpangan tersebut berkaitan dengan undang-undang perdagangan apakah sudah menyesuaikan dengan perjanjian perdagangan lintas batas yaitu Border Trade Agreement 1970 serta akibat hukum yang ditimbulkan dari adanya undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan terhadap Border Trade Agreement 1970. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang perdagangan yang ada diwilayah perbatasan. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif. Dalam tahap analisis data, penulis menggunakan metode penyajian data secara kualitatif yaitu berasal dari data primer maupun sekunder yang disusun secara sistematis. Selanjutnya penulis melakukan analisa, dari data dan teori serta pendapat para ahli yang berkaitan dengan penelitian ini. Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan yang penulis lakukan secara induktif, yakni penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus kepada hal-hal yang bersifat umum. Hasil penelitian penulis simpulkan bahwa penerapan undang-undang perdagangan di wilayah perbatasan menyesuaikan dengan perjanjian bilateral Border Trade Agreement 1970. Akibat hukum yang ditimbulkan adanya undang-undang perdagangan terhadap Border Trade Agreement 1970 yaitu disusunnya aturan pelaksana dalam bentuk Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2019 Tentang Perdagangan Perbatasan demi terlaksananya perjanjian perdagangan perbatasan dengan baik dengan pengawasan