Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Penulis: ALINDA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (Pangasius sp.) SEBAGAI MAKANAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA

2026•Koleksi Perpustakaan

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) SEBAGAI MAKAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Patin di Indonesia dapat dikonsumsi menjadi berbagai pengolahan baik secara moderen maupun tradisional. Salah satu pengolahan tradisional yang banyak dilakukan di Indonesia adalah produk fermentasi. Tujuan fermentasi pangan awalnya adalah untuk mengawetkan pangan yang bersifat musiman dan mudah rusak. Telu merupakan fermentasi ikan air tawar melalui proses penggaraman dan penambahan karbohidrat seperti beras atau singkong rebus, kemudian didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Telu biasa dikomsumsi oleh masyarakat di daerah Kabupaten Malinau sebagai makanan tradisional khas suku Dayak Lundayeh. Proses pembuatan telu ikan patin mengacu pada tata cara tradisional yang dilakukan oleh suku dayak di Kalimantan utara. Telu ikan patin yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi melalui kadar protein, kadar garam, nilai pH, dan asam amino. Hasil pengujian pada Daging fermentasi telu menunjukkan nilai Kadar Protein: 19,68, Kadar Garam: 0,16, pH: 4,75, Asam Amino: 489.610,98. Dengan demikian, produk telu fermentasi menunjukkan kualitas nutrisi dan keamanan yang baik, serta memperoleh manfaat dari proses fermentasi berupa peningkatan ketersediaan protein dalam bentuk asam amino.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (Pangasius sp.) SEBAGAI MAKANAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) SEBAGAI MAKAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Patin di Indonesia dapat dikonsumsi menjadi berbagai pengolahan baik secara moderen maupun tradisional. Salah satu pengolahan tradisional yang banyak dilakukan di Indonesia adalah produk fermentasi. Tujuan fermentasi pangan awalnya adalah untuk mengawetkan pangan yang bersifat musiman dan mudah rusak. Telu merupakan fermentasi ikan air tawar melalui proses penggaraman dan penambahan karbohidrat seperti beras atau singkong rebus, kemudian didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Telu biasa dikomsumsi oleh masyarakat di daerah Kabupaten Malinau sebagai makanan tradisional khas suku Dayak Lundayeh. Proses pembuatan telu ikan patin mengacu pada tata cara tradisional yang dilakukan oleh suku dayak di Kalimantan utara. Telu ikan patin yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi melalui kadar protein, kadar garam, nilai pH, dan asam amino. Hasil pengujian pada Daging fermentasi telu menunjukkan nilai Kadar Protein: 19,68, Kadar Garam: 0,16, pH: 4,75, Asam Amino: 489.610,98. Dengan demikian, produk telu fermentasi menunjukkan kualitas nutrisi dan keamanan yang baik, serta memperoleh manfaat dari proses fermentasi berupa peningkatan ketersediaan protein dalam bentuk asam amino.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISME (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2026•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISME (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA JENGA TERHADAP PERILAKU INTOLERANSI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Perilaku intoleransi merupakan penolakan yang dilakukan individu atau sekelompok individu yang tidak menerima adanya perbedaan atau menganggap perbedaan itu berbeda dengan pendirian mereka baik itu agama, etnis, budaya, pendapat, dan lain sebagainya dengan menunjukkan perilaku menjauh, mengucilkan, mendiskriminasi, melakukan ujaran kebencian, dan kekerasan. Perilaku intoleransi ditemukan di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya menyindir, diskriminasi, dan pengasingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi paada penelitian ini berjumlah 352 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 10 orang siswa dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang perilaku intoleransi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ditunjukkan dari nilai pretest 1619 dengan rata-rata 161,9 dan nilai posttest 1330 dengan rata-rata 133, hal tersebut menunjukkan terdapat penurunan perilaku intoleransi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Informasi Dengan Media Quizizz Terhadap Perencanaan Karir Siswa SMP Negeri 2 Malinau Kota

2024•Koleksi Perpustakaan

Perencanaan karir merupakan usaha yang dilakukan dalam menentukan langkah karir untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan observasi yang dilakukan dan ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang bingung dan ragu mengenai sekolah lanjutan, belum memiliki niat untuk mencari informasi tentang sekolah lanjutan atau karirnya, belum mengetahui secara jelas jenis karir yang ada dan apa yang akan diambil untuk kedepannya, dan belum menyusun strategi karir untuk masa depan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu untuk dilaksanakannya layanan informasi. Layanan informasi secara efektif bisa membantu membekali siswa guna memperoleh berbagai maca informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi dengan media quizizz terhadap perencanaan karir siswa di SMP Negeri 2 Malinau Kota. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan metode undian, dengan populasi sebanyak 123 siswa dan sampel penelitian berjumlah 30 siswa dari kelas VIII Murai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang perencanaan karir. analisis data dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan informasi dengan media quizizz terhadap perencanaan karir siswa SMP Negeri 2 Malinau kota.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024•

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Informasi Dengan Media Quizizz Terhadap Perencanaan Karir Siswa SMP Negeri 2 Malinau Kota

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan karir merupakan usaha yang dilakukan dalam menentukan langkah karir untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan observasi yang dilakukan dan ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang bingung dan ragu mengenai sekolah lanjutan, belum memiliki niat untuk mencari informasi tentang sekolah lanjutan atau karirnya, belum mengetahui secara jelas jenis karir yang ada dan apa yang akan diambil untuk kedepannya, dan belum menyusun strategi karir untuk masa depan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu untuk dilaksanakannya layanan informasi. Layanan informasi secara efektif bisa membantu membekali siswa guna memperoleh berbagai maca informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi dengan media quizizz terhadap perencanaan karir siswa di SMP Negeri 2 Malinau Kota. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan metode undian, dengan populasi sebanyak 123 siswa dan sampel penelitian berjumlah 30 siswa dari kelas VIII Murai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang perencanaan karir. analisis data dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan informasi dengan media quizizz terhadap perencanaan karir siswa SMP Negeri 2 Malinau kota.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA JENGA TERHADAP PERILAKU INTOLERANSI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku intoleransi merupakan penolakan yang dilakukan individu atau sekelompok individu yang tidak menerima adanya perbedaan atau menganggap perbedaan itu berbeda dengan pendirian mereka baik itu agama, etnis, budaya, pendapat, dan lain sebagainya dengan menunjukkan perilaku menjauh, mengucilkan, mendiskriminasi, melakukan ujaran kebencian, dan kekerasan. Perilaku intoleransi ditemukan di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya menyindir, diskriminasi, dan pengasingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi paada penelitian ini berjumlah 352 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 10 orang siswa dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang perilaku intoleransi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ditunjukkan dari nilai pretest 1619 dengan rata-rata 161,9 dan nilai posttest 1330 dengan rata-rata 133, hal tersebut menunjukkan terdapat penurunan perilaku intoleransi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B1 RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Pneumonia adalah infeksi pada sistem pernapasan tepatnya di bronkus dan alveolus. Pneumonia pada umumnya disebabkan oleh baktteri Streptococcus pneumoniae. Penularan pneumonia lebih rentan terjadi pada anak-anak dikarenakan sistem imun yang belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan pneumonia. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada pasien 1 dan 2 dengan pneumonia. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang sama yaitu pasien mengeluh demam disertai batuk berdahak. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada pasien 1 yaitu hipertermia, diare, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, dan ansietas, sedangkan pada pasien 2 yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko hipovolemia, gangguan rasa nyaman, dan ansietas. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua pasien memiliki urutan prioritas masalah keperawatan yang tidak sama sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua pasien berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi strategi pelaksanaan yang lebih baik kedepannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE BY USING JIGSAW MODEL AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 4 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE BY USING JIGSAW MODEL AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 4 TARAKAN ABSTRACT This study aims to improve students' speaking performance by using the jigsaw model in class VIII SMP Negri 4 Tarakan. Researchers used a two-cycle classroom action research method, each cycle consisting of four stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 30 students of class VIII-4 of SMP Negeri 4 Tarakan. The research data were collected through classroom observation and speaking tests. The results showed that the application of the jigsaw learning model could significantly improve the speaking performance of students in grade VIII of SMP Negeri 4 Tarakan. This is evidenced by the increase in the average student test scores from cycle I to cycle II. The improvement shows that the jigsaw learning model is effective for students' speaking performance especially in terms of fluency, vocabulary, grammar, and pronunciation. The results of this study indicate that the jigsaw learning model can be an effective alternative to improve the speaking performance of junior high school students. This model has several advantages, including the ability to increase students' motivation and involvement in learning, encourage collaboration, collaboration between students, and help students better understand the learning material. Keywords: Speaking Performance, Jigsaw.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN HUKUM PEMBATALAN PERKAWINAN AKIBAT PEMALSUAN IDENTITAS (Analisis Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor : 0152/Pdt.G/2017/PA.Mr)

2024•Koleksi Perpustakaan

Perkawinan yang sah menghiasi kehidupan keluarga dan sekaligus merupakan kelangsungan hidup manusia secara bersih dan berkehormatan sekalipun berpoligami, namun tidak jarang sikap tidak jujur di sini dilakukan antara lain menggunakan identitas palsu kepada petugas pencatat perkawinan. Di mana mereka mengaku berstatus masih perjaka, padahal secara hukum masih berstatus suami dari perempuan lain.Biasanya pemalsuan itu terdapat di dalam surat dan akta otentik yang berupa identitas pelaku tersebut, akan tetapi jarang sekali terjerat oleh hukum dan sulit dibuktikan, perbuatan terencana dengan matang. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah akibat hukum bagi suami istri terhadap pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama.metode penilitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan yuridis empiris, karena sasaran dalam penelitian ini diarahkan pada hukum dan aspek-aspek norma hukum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dikaitkan dengan fakta yang terjadi dilapangan. Kesimpulannya adalah Akibat hukum bagi suami istri atas pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama, perkawinan tersebut menjadi putus sehingga hubungan suami istri antar keduanya menjadi tidak sah dan bagi para pihak yang dibatalkan perkawinannya kembali ke status semula karena perkawinan tersebut dianggap tidak pernah ada.Perkawinan poligami karena pemalsuan identitas telah melanggar syarat administratif, yaitu pemalsuan identitas yang dilakukan calon suami yang mengaku berstatus perjaka padahal masih terikat perkawinan yang sah dengan istri pertama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B1 RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia adalah infeksi pada sistem pernapasan tepatnya di bronkus dan alveolus. Pneumonia pada umumnya disebabkan oleh baktteri Streptococcus pneumoniae. Penularan pneumonia lebih rentan terjadi pada anak-anak dikarenakan sistem imun yang belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan pneumonia. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada pasien 1 dan 2 dengan pneumonia. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang sama yaitu pasien mengeluh demam disertai batuk berdahak. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada pasien 1 yaitu hipertermia, diare, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, dan ansietas, sedangkan pada pasien 2 yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko hipovolemia, gangguan rasa nyaman, dan ansietas. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua pasien memiliki urutan prioritas masalah keperawatan yang tidak sama sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua pasien berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi strategi pelaksanaan yang lebih baik kedepannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN HUKUM PEMBATALAN PERKAWINAN AKIBAT PEMALSUAN IDENTITAS (Analisis Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor : 0152/Pdt.G/2017/PA.Mr)

2024•

Perkawinan yang sah menghiasi kehidupan keluarga dan sekaligus merupakan kelangsungan hidup manusia secara bersih dan berkehormatan sekalipun berpoligami, namun tidak jarang sikap tidak jujur di sini dilakukan antara lain menggunakan identitas palsu kepada petugas pencatat perkawinan. Di mana mereka mengaku berstatus masih perjaka, padahal secara hukum masih berstatus suami dari perempuan lain.Biasanya pemalsuan itu terdapat di dalam surat dan akta otentik yang berupa identitas pelaku tersebut, akan tetapi jarang sekali terjerat oleh hukum dan sulit dibuktikan, perbuatan terencana dengan matang. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah akibat hukum bagi suami istri terhadap pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama.metode penilitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan yuridis empiris, karena sasaran dalam penelitian ini diarahkan pada hukum dan aspek-aspek norma hukum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dikaitkan dengan fakta yang terjadi dilapangan. Kesimpulannya adalah Akibat hukum bagi suami istri atas pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama, perkawinan tersebut menjadi putus sehingga hubungan suami istri antar keduanya menjadi tidak sah dan bagi para pihak yang dibatalkan perkawinannya kembali ke status semula karena perkawinan tersebut dianggap tidak pernah ada.Perkawinan poligami karena pemalsuan identitas telah melanggar syarat administratif, yaitu pemalsuan identitas yang dilakukan calon suami yang mengaku berstatus perjaka padahal masih terikat perkawinan yang sah dengan istri pertama.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE BY USING JIGSAW MODEL AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 4 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE BY USING JIGSAW MODEL AT EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 4 TARAKAN ABSTRACT This study aims to improve students' speaking performance by using the jigsaw model in class VIII SMP Negri 4 Tarakan. Researchers used a two-cycle classroom action research method, each cycle consisting of four stages, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 30 students of class VIII-4 of SMP Negeri 4 Tarakan. The research data were collected through classroom observation and speaking tests. The results showed that the application of the jigsaw learning model could significantly improve the speaking performance of students in grade VIII of SMP Negeri 4 Tarakan. This is evidenced by the increase in the average student test scores from cycle I to cycle II. The improvement shows that the jigsaw learning model is effective for students' speaking performance especially in terms of fluency, vocabulary, grammar, and pronunciation. The results of this study indicate that the jigsaw learning model can be an effective alternative to improve the speaking performance of junior high school students. This model has several advantages, including the ability to increase students' motivation and involvement in learning, encourage collaboration, collaboration between students, and help students better understand the learning material. Keywords: Speaking Performance, Jigsaw.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail