Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: SEM-EDX
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Nanopartikel Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp) dengan Asam Format Menggunakan Metode Gelasi Ionik

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cangkang kepiting bakau memiliki potensi sebagai bahan baku untuk pembuatan nanopartikel kitosan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) melalui analisis kadar air, abu, nitrogen total, derajat deasetilasi dan morfologinya serta mendapatkan karakteristik nanopartikel kitosan melalui analisis Particle Size Analyzer (PSA) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rendemen kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) sebesar 11,56%. Mutu kitosan menunjukkan nilai kadar air 0,14%, kadar abu 0,01% nitrogen total 0,77%. Derajat Deasetilasi yang diperoleh sebesar 76% sesuai dengan SNI No.7949 Tahun 2013, Protan Laboratory. Hasil karakterisasi nanopartikel kitosan dengan analisis Particle Size Analyzer menghasilkan ukuran sebesar 35,20 nm, dengan Polidispersity Indeks (PI) 0,274 dan intensitas 13,54 nm. Morfologi kitosan dan nanopartikel kitosan berbentuk tidak seragam (amorf).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cangkang kepiting bakau merupakan limbah hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kitosan. Kitosan memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan dari cangkang kepiting bakau melalui analisis Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) serta mendapatkan konsentrasi terbaik kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Metode penelitian ini dengan cara deskriptif untuk analisis mutu kitosan dan aktvitas antibakteri menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan kitosan pada taraf 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Asam asetat sebagai kontrol negatif dan Ampisilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat deasetilasi sebesar 76% sesuai dengan standar SNI No.7949 Tahun 2013 dan Protan Laboratory. Morfologi kitosan memperlihatkan bentuk tidak teratur, bergelombang, dan berpori serta mengandung beberapa unsur yaitu C,O,Ca,dan Al. Aktiviras antibakteri kitosan dalam menghambat bakteri S. aureus dan S. epidermidis pada kosentrasi 0,25%, 0,5% , 0,75%, dan 1% menghasilkan zona hambat sebesar 9,5±0,71mm, 10±0mm, 11±0mm, 13,5±0,71mm dan 9±0mm, 10±0mm, 11±0mm, 12,5±0,71mm. Konsentrasi 1% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis. Aktivitas kitosan pada penelitian ini termasuk dalam katogori sedang hingga kuat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail