Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ROSALINDA

18 karya publik ditemukan.

2026: 42025: 22024: 62023: 42022: 2

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (Pangasius sp.) SEBAGAI MAKANAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) SEBAGAI MAKAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Patin di Indonesia dapat dikonsumsi menjadi berbagai pengolahan baik secara moderen maupun tradisional. Salah satu pengolahan tradisional yang banyak dilakukan di Indonesia adalah produk fermentasi. Tujuan fermentasi pangan awalnya adalah untuk mengawetkan pangan yang bersifat musiman dan mudah rusak. Telu merupakan fermentasi ikan air tawar melalui proses penggaraman dan penambahan karbohidrat seperti beras atau singkong rebus, kemudian didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Telu biasa dikomsumsi oleh masyarakat di daerah Kabupaten Malinau sebagai makanan tradisional khas suku Dayak Lundayeh. Proses pembuatan telu ikan patin mengacu pada tata cara tradisional yang dilakukan oleh suku dayak di Kalimantan utara. Telu ikan patin yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi melalui kadar protein, kadar garam, nilai pH, dan asam amino. Hasil pengujian pada Daging fermentasi telu menunjukkan nilai Kadar Protein: 19,68, Kadar Garam: 0,16, pH: 4,75, Asam Amino: 489.610,98. Dengan demikian, produk telu fermentasi menunjukkan kualitas nutrisi dan keamanan yang baik, serta memperoleh manfaat dari proses fermentasi berupa peningkatan ketersediaan protein dalam bentuk asam amino.

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (Pangasius sp.) SEBAGAI MAKANAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISTIK PRODUK FERMENTASI TELU DARI IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) SEBAGAI MAKAN KHAS SUKU DAYAK DI KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Patin di Indonesia dapat dikonsumsi menjadi berbagai pengolahan baik secara moderen maupun tradisional. Salah satu pengolahan tradisional yang banyak dilakukan di Indonesia adalah produk fermentasi. Tujuan fermentasi pangan awalnya adalah untuk mengawetkan pangan yang bersifat musiman dan mudah rusak. Telu merupakan fermentasi ikan air tawar melalui proses penggaraman dan penambahan karbohidrat seperti beras atau singkong rebus, kemudian didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Telu biasa dikomsumsi oleh masyarakat di daerah Kabupaten Malinau sebagai makanan tradisional khas suku Dayak Lundayeh. Proses pembuatan telu ikan patin mengacu pada tata cara tradisional yang dilakukan oleh suku dayak di Kalimantan utara. Telu ikan patin yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi melalui kadar protein, kadar garam, nilai pH, dan asam amino. Hasil pengujian pada Daging fermentasi telu menunjukkan nilai Kadar Protein: 19,68, Kadar Garam: 0,16, pH: 4,75, Asam Amino: 489.610,98. Dengan demikian, produk telu fermentasi menunjukkan kualitas nutrisi dan keamanan yang baik, serta memperoleh manfaat dari proses fermentasi berupa peningkatan ketersediaan protein dalam bentuk asam amino.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISME (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2026 · Book ·

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISME (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA JENGA TERHADAP PERILAKU INTOLERANSI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perilaku intoleransi merupakan penolakan yang dilakukan individu atau sekelompok individu yang tidak menerima adanya perbedaan atau menganggap perbedaan itu berbeda dengan pendirian mereka baik itu agama, etnis, budaya, pendapat, dan lain sebagainya dengan menunjukkan perilaku menjauh, mengucilkan, mendiskriminasi, melakukan ujaran kebencian, dan kekerasan. Perilaku intoleransi ditemukan di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya menyindir, diskriminasi, dan pengasingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi paada penelitian ini berjumlah 352 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 10 orang siswa dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang perilaku intoleransi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ditunjukkan dari nilai pretest 1619 dengan rata-rata 161,9 dan nilai posttest 1330 dengan rata-rata 133, hal tersebut menunjukkan terdapat penurunan perilaku intoleransi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024 · Book ·

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

Studi Perbandingan Strategi Pemasaran Sayuran Sistem Hidroponik dan Sayuran Sistem Konvensional di Kota Tarakan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.

PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA JENGA TERHADAP PERILAKU INTOLERANSI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku intoleransi merupakan penolakan yang dilakukan individu atau sekelompok individu yang tidak menerima adanya perbedaan atau menganggap perbedaan itu berbeda dengan pendirian mereka baik itu agama, etnis, budaya, pendapat, dan lain sebagainya dengan menunjukkan perilaku menjauh, mengucilkan, mendiskriminasi, melakukan ujaran kebencian, dan kekerasan. Perilaku intoleransi ditemukan di SMP Negeri 1 Tarakan diantaranya menyindir, diskriminasi, dan pengasingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest design. Populasi paada penelitian ini berjumlah 352 orang siswa dan sampel penelitian berjumlah 10 orang siswa dengan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket tentang perilaku intoleransi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ditunjukkan dari nilai pretest 1619 dengan rata-rata 161,9 dan nilai posttest 1330 dengan rata-rata 133, hal tersebut menunjukkan terdapat penurunan perilaku intoleransi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan media jenga terhadap perilaku intoleransi siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan.

PENGEMBANGAN BUKU CERITA JENJANG C UNTUK KELAS III SDN 034 TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan yang ditemukan di kelas 3 yaitu kurangnya bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa khususnya dikelas III, siswa belajar membaca menggunakan buku bacaaan yang tidak disesuaikan pada keterampilan membaca siswa. Buku cerita jenjang C merupakan media bagi siswa yang masih dalam tahap pengenalan huruf sampai siswa yang bisa membaca, karena buku bacaan jenjang memiliki strategi membaca yang bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku cerita jenjang C yang layak untuk digunakan dalam proses membaca, ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, dan ahli desain, serta angket respon siswa saat uji coba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil validasi ahli desain diperoleh sebesar 85%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 82%, termasuk kategori sangat layak, ahli isi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 100%, termasuk kategori sangat menarik, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 98,9%, termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil uji validasi serta angket respon siswa, maka buku cerita jenjang C dinyatakan sebagai bahan bacaan yang layak untuk digunakan dalam proses membaca.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA KELAS V SDN 002 KRAYAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Permasalahan yang ditemukan di kelas V, yaitu kurangnya bahan ajar pendamping yang dapat digunakan guru dalam mengajar, serta pemberian materi yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga siswa kesulitan untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran khususnya untuk siswa sekolah dasar kelas V, ditinjau dari hasil uji kelayakkan dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analisis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, ahli materi, ahli soal, dan ahli praktisi. Sedangkan penilaian keefektifan ditinjau berdasarkan ketuntasan belajar siswa. Hasil validasi kelayakkan yang diperoleh dari ahli desain 94%, ahli bahasa 96%, ahli materi 90%, ahli soal 90%, dan ahli praktisi 97%. Sedangkan hasil keefektifan siswa yang diperoleh pada uji coba terbatas 88%, dan uji coba lapangan 100%. Berdasarkan hasil uji kelayakkan dan keefektifan siswa, maka LKPD Berbasis Kearifan Lokal dinyatakan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran.

PENGEMBANGAN BUKU CERITA JENJANG C UNTUK KELAS III SDN 034 TARAKAN

2023 · Thesis ·

Permasalahan yang ditemukan di kelas 3 yaitu kurangnya bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa khususnya dikelas III, siswa belajar membaca menggunakan buku bacaaan yang tidak disesuaikan pada keterampilan membaca siswa. Buku cerita jenjang C merupakan media bagi siswa yang masih dalam tahap pengenalan huruf sampai siswa yang bisa membaca, karena buku bacaan jenjang memiliki strategi membaca yang bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku cerita jenjang C yang layak untuk digunakan dalam proses membaca, ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, dan ahli desain, serta angket respon siswa saat uji coba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Hasil validasi ahli desain diperoleh sebesar 85%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 82%, termasuk kategori sangat layak, ahli isi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 100%, termasuk kategori sangat menarik, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 98,9%, termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil uji validasi serta angket respon siswa, maka buku cerita jenjang C dinyatakan sebagai bahan bacaan yang layak untuk digunakan dalam proses membaca.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA KELAS V SDN 002 KRAYAN

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang ditemukan di kelas V, yaitu kurangnya bahan ajar pendamping yang dapat digunakan guru dalam mengajar, serta pemberian materi yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga siswa kesulitan untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran khususnya untuk siswa sekolah dasar kelas V, ditinjau dari hasil uji kelayakkan dan keefektifan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analisis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakkan LKPD Berbasis Kearifan Lokal ditinjau dari hasil validasi ahli desain, ahli bahasa, ahli materi, ahli soal, dan ahli praktisi. Sedangkan penilaian keefektifan ditinjau berdasarkan ketuntasan belajar siswa. Hasil validasi kelayakkan yang diperoleh dari ahli desain 94%, ahli bahasa 96%, ahli materi 90%, ahli soal 90%, dan ahli praktisi 97%. Sedangkan hasil keefektifan siswa yang diperoleh pada uji coba terbatas 88%, dan uji coba lapangan 100%. Berdasarkan hasil uji kelayakkan dan keefektifan siswa, maka LKPD Berbasis Kearifan Lokal dinyatakan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cangkang kepiting bakau merupakan limbah hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kitosan. Kitosan memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan dari cangkang kepiting bakau melalui analisis Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) serta mendapatkan konsentrasi terbaik kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Metode penelitian ini dengan cara deskriptif untuk analisis mutu kitosan dan aktvitas antibakteri menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan kitosan pada taraf 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Asam asetat sebagai kontrol negatif dan Ampisilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat deasetilasi sebesar 76% sesuai dengan standar SNI No.7949 Tahun 2013 dan Protan Laboratory. Morfologi kitosan memperlihatkan bentuk tidak teratur, bergelombang, dan berpori serta mengandung beberapa unsur yaitu C,O,Ca,dan Al. Aktiviras antibakteri kitosan dalam menghambat bakteri S. aureus dan S. epidermidis pada kosentrasi 0,25%, 0,5% , 0,75%, dan 1% menghasilkan zona hambat sebesar 9,5±0,71mm, 10±0mm, 11±0mm, 13,5±0,71mm dan 9±0mm, 10±0mm, 11±0mm, 12,5±0,71mm. Konsentrasi 1% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis. Aktivitas kitosan pada penelitian ini termasuk dalam katogori sedang hingga kuat.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cangkang kepiting bakau merupakan limbah hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kitosan. Kitosan memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan dari cangkang kepiting bakau melalui analisis Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) serta mendapatkan konsentrasi terbaik kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Metode penelitian ini dengan cara deskriptif untuk analisis mutu kitosan dan aktvitas antibakteri menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan kitosan pada taraf 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Asam asetat sebagai kontrol negatif dan Ampisilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat deasetilasi sebesar 76% sesuai dengan standar SNI No.7949 Tahun 2013 dan Protan Laboratory. Morfologi kitosan memperlihatkan bentuk tidak teratur, bergelombang, dan berpori serta mengandung beberapa unsur yaitu C,O,Ca,dan Al. Aktiviras antibakteri kitosan dalam menghambat bakteri S. aureus dan S. epidermidis pada kosentrasi 0,25%, 0,5% , 0,75%, dan 1% menghasilkan zona hambat sebesar 9,5±0,71mm, 10±0mm, 11±0mm, 13,5±0,71mm dan 9±0mm, 10±0mm, 11±0mm, 12,5±0,71mm. Konsentrasi 1% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis. Aktivitas kitosan pada penelitian ini termasuk dalam katogori sedang hingga kuat.