2026 · Book ·
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
2026 · Book ·
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi terhadap kepuasan pelanggan produk kosmetik Maybelline (studi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 144 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline. Sedangkan promosi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kualitas produk, citra merek dan promosi terhadap kepuasan pelanggan produk kosmetik Maybelline (studi pada mahasiswa Universitas Borneo Tarakan). Penelitian in menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 144 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk dan Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline. Sedangkan promosi tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada produk kosmetik Maybelline.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak pidana penyebaran konten pornografi balas dendam melalui media sosial dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif serta pendekatan kriminologis. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kasus revenge porn yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran, sehingga menimbulkan dampak serius terhadap privasi, psikologis, serta martabat korban. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan, peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta analisis Putusan Pengadilan yang menggambarkan modus operandi dan pola kejahatan pelaku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus operandi pelaku dimulai dari pengumpulan konten intim melalui hubungan personal, penyimpanan konten sebagai alat kontrol emosional, hingga penyebaran melalui media sosial setelah terjadi konflik atau putus hubungan. Dari perspektif kriminologi, tindakan ini dipengaruhi oleh lemahnya kontrol sosial, dorongan emosional, relasi kuasa yang timpang, serta rendahnya literasi digital. Sementara itu, dari sisi yuridis, penerapan pasal-pasal dalam UU ITE dan UU Pornografi sudah relevan, namun belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi korban maupun efek jera bagi pelaku. Penegakan hukum masih menghadapi kendala berupa alat bukti digital yang mudah dihapus serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pornografi balas dendam merupakan kejahatan digital yang kompleks karena melibatkan faktor psikologis, teknologi, dan sosial. Diperlukan pembaruan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta edukasi literasi digital kepada masyarakat sebagai bentuk upaya pencegahan dan perlindungan korban.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak pidana penyebaran konten pornografi balas dendam melalui media sosial dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif serta pendekatan kriminologis. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kasus revenge porn yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran, sehingga menimbulkan dampak serius terhadap privasi, psikologis, serta martabat korban. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan, peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta analisis Putusan Pengadilan yang menggambarkan modus operandi dan pola kejahatan pelaku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus operandi pelaku dimulai dari pengumpulan konten intim melalui hubungan personal, penyimpanan konten sebagai alat kontrol emosional, hingga penyebaran melalui media sosial setelah terjadi konflik atau putus hubungan. Dari perspektif kriminologi, tindakan ini dipengaruhi oleh lemahnya kontrol sosial, dorongan emosional, relasi kuasa yang timpang, serta rendahnya literasi digital. Sementara itu, dari sisi yuridis, penerapan pasal-pasal dalam UU ITE dan UU Pornografi sudah relevan, namun belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan menyeluruh bagi korban maupun efek jera bagi pelaku. Penegakan hukum masih menghadapi kendala berupa alat bukti digital yang mudah dihapus serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pornografi balas dendam merupakan kejahatan digital yang kompleks karena melibatkan faktor psikologis, teknologi, dan sosial. Diperlukan pembaruan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta edukasi literasi digital kepada masyarakat sebagai bentuk upaya pencegahan dan perlindungan korban.
2025 · Book ·
Peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam penyediaan sumber protein dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga keberlanjutan usahanya menjadi aspek yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan: (1) menilai indeks dan status keberlanjutan dimensi ekologi dan ekonomi usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh; serta (2) mengidentifikasi dan mengkaji atribut sensitif dimensi ekologi dan ekonomi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh. Metode yang digunakan adalah metode Rapfish dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di Usaha Peternakan Sapi Potong Bapak Sholeh Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat menggunakan teknik Purposive Sampling yang memiliki Kriteria tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari instansi terkait dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, indeks keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 51,73. Secara rinci, dimensi ekologi memperoleh indeks 65,88 (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi memperoleh indeks 37,57 (kurang berkelanjutan). Sebanyak tujuh atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan, yaitu pengadaan bibit, serangan penyakit, penanganan hama dan penyakit, kesesuaian agroklimat, persaingan usaha, bantuan ternak dan asuransi, serta hasil pengolahan limbah.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Thesis ·
Peternakan sapi potong memiliki peran penting dalam penyediaan sumber protein dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga keberlanjutan usahanya menjadi aspek yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan: (1) menilai indeks dan status keberlanjutan dimensi ekologi dan ekonomi usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh; serta (2) mengidentifikasi dan mengkaji atribut sensitif dimensi ekologi dan ekonomi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh. Metode yang digunakan adalah metode Rapfish dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di Usaha Peternakan Sapi Potong Bapak Sholeh Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat menggunakan teknik Purposive Sampling yang memiliki Kriteria tertentu. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari instansi terkait dan literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, indeks keberlanjutan usaha peternakan sapi potong Bapak Sholeh berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 51,73. Secara rinci, dimensi ekologi memperoleh indeks 65,88 (cukup berkelanjutan) dan dimensi ekonomi memperoleh indeks 37,57 (kurang berkelanjutan). Sebanyak tujuh atribut sensitif mempengaruhi keberlanjutan, yaitu pengadaan bibit, serangan penyakit, penanganan hama dan penyakit, kesesuaian agroklimat, persaingan usaha, bantuan ternak dan asuransi, serta hasil pengolahan limbah.
2025 · Thesis ·
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan hubungan hukum induk perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas anak perusahaan dalam suatu perusahaan grup, serta memaparkan pertanggungjawaban atas kepailitan anak perusahaan berdasarkan doktrin piercing the corporate veil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun induk perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas atas anak perusahaan, namun kedudukan induk perusahaan dan anak perusahaan tetap dianggap sebagai badan hukum mandiri sebagaimana prinsip separate legal entity dalam konstruksi perusahaan tunggal. Akibatnya, induk perusahaan dan anak perusahaan memiliki otoritas masing-masing untuk menjalankan perusahaannya sehingga segala perbuatan hukum anak perusahaan merupakan tanggung jawab anak perusahaan itu sendiri dan tidak ada kaitannya dengan induk perusahaan, hal ini sejalan dengan adanya prinsip tanggung jawab terbatas atau limited liability dalam hukum perusahaan. Namun, dalam hal tertentu, prinsip limited liability dapat dihapuskan sehingga induk perusahaan dapat bertanggung jawab atas perbuatan hukum anak perusahaan sebagaimana berlakunya doktrin piercing the corporate veil dalam kasus kepailitan anak perusahaan yang disebabkan oleh induk perusahaan. Apabila terbukti bahwa kepailitan yang terjadi pada anak perusahaan disebabkan oleh dominasi induk perusahaan yang menjadikan anak perusahaan sebagai alter ego dari induk perusahaan sehingga anak perusahaan tidak mampu membayar utangnya kepada kreditor-kreditornya dan dinyatakan pailit, maka induk perusahaan patut dan layak untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkannya.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan hubungan hukum induk perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas anak perusahaan dalam suatu perusahaan grup, serta memaparkan pertanggungjawaban atas kepailitan anak perusahaan berdasarkan doktrin piercing the corporate veil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun induk perusahaan merupakan pemegang saham mayoritas atas anak perusahaan, namun kedudukan induk perusahaan dan anak perusahaan tetap dianggap sebagai badan hukum mandiri sebagaimana prinsip separate legal entity dalam konstruksi perusahaan tunggal. Akibatnya, induk perusahaan dan anak perusahaan memiliki otoritas masing-masing untuk menjalankan perusahaannya sehingga segala perbuatan hukum anak perusahaan merupakan tanggung jawab anak perusahaan itu sendiri dan tidak ada kaitannya dengan induk perusahaan, hal ini sejalan dengan adanya prinsip tanggung jawab terbatas atau limited liability dalam hukum perusahaan. Namun, dalam hal tertentu, prinsip limited liability dapat dihapuskan sehingga induk perusahaan dapat bertanggung jawab atas perbuatan hukum anak perusahaan sebagaimana berlakunya doktrin piercing the corporate veil dalam kasus kepailitan anak perusahaan yang disebabkan oleh induk perusahaan. Apabila terbukti bahwa kepailitan yang terjadi pada anak perusahaan disebabkan oleh dominasi induk perusahaan yang menjadikan anak perusahaan sebagai alter ego dari induk perusahaan sehingga anak perusahaan tidak mampu membayar utangnya kepada kreditor-kreditornya dan dinyatakan pailit, maka induk perusahaan patut dan layak untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkannya.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
YENI RAHMANIA. 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment menggunakan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Variabel yang diukur yaitu kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes berbentuk uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen yaitu 50,08 sedangkan kelas control yaitu 48,54. Hasil uji Independent Sample t Test pada taraf signifikansi (α) 0,05 diperoleh nilai t hitung sebesar 0,521 sedangkan t tabel sebesar 2,003 yang berarti t hitung t tabel, sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model Problem Based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tidak adanya pengaruh perlakuan dalam penelitian ini, diantaranya: penerapan model Problem Based Learning masih tergolong pengalaman belajar yang baru bagi siswa, siswa kurang aktif selama berdiskusi, sumber informasi yang terbatas, siswa belum terbiasa mengerjakan soal berpikir kritis dan waktu perlakuan yang tergolong singkat.