Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD

630 karya publik ditemukan.

2026: 1192025: 922024: 1152023: 1092022: 882021: 732020: 272019: 3

KEMAMPUAN PREDASI SEMUT OECOPHYLLA SMARAGDINA BERDASARKAN ASAL KOLONI TERHADAP HAMA RAYAP PADA FASE PEMBIBITAN TANAMAN AKASIA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teknik introduksi merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemanfaatan agens hayati, misalnya semut predator O. smaragdina. Pemanfaatan agens hayati tersebut dilakukan dengan cara memindahkan sarang semut dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, pengaruh faktor sumber atau asal koloni terhadap perilaku dan tingkat predasi merupakan informasi penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan: (1) mengukur dan menilai perbedaan perilaku semut predator terhadap hama rayap, dan (2) membandingkan kemampuan predasi antar koloni semut predator berdasarkan tingkat kematian pada hama rayap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan satu faktor perlakuan yakni asal koloni semut O. smaragdina. Perlakuan terdiri dari asal koloni tanaman akasia, mangga, ketapang dan nangka. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan atau terdapat 24 unit percobaan di laboratorium dan semi lapang. Analisis data menggunakan Anova dan DMRT untuk data yang berdistribusi normal yakni aktivitas pencarian pakan. Sedangkan, data yang tidak berdistribusi normal menggunakan analisis varians non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perilaku semut predator O. smaragdina cenderung memiliki perbedaan berdasarkan asal koloni terhadap aktivitas pencarian, kontak, dan eksplorasi hama rayap. Selain itu, faktor kondisi lingkungan dan keberadaan mangsa lainnya juga mempengaruhi perilaku tersebut; (2) Semut predator O. smaragdina memiliki kemampuan dalam memangsa hama rayap yakni sebesar 26.7% hingga 61.7% pada fase pembibitan tanaman akasia. Selain itu, asal koloni semut predator tidak berpengaruh terhadap tingkat kematian mangsa rayap atau tidak terdapat perbedaan kemampuan predasi antar koloni.

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI RAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY KOTA TARAKAN

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.

STUDI PEMETAAN KETERSEDIAAN JARINGAN DITRIBUSI AIR BAKU EMBUNG HANDULUNG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.

ANALISIS OPTIMALISASI AGROINDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH CAP KENAWAI DI UPT KPH KOTA TARAKAN

· Thesis ·

ABSTRACT Abstract Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. "Analysis of Optimization of Cap Kenawai Eucalyptus Oil Agroindustry at UPT. KPH of Tarakan City ". Supervised by Elly Jumiati. Eucalyptus tree is one of the industrial plants that can be cultivated as agroforestry. Agroforestry was developed to provide benefits to improve community welfare. Main agroforesty is expected to help optimize the results of a form of land use in a sustainable manner to guarantee and improve food needs. Agroforestry is one of the effective means for equity and stages to overcome poverty in the forest village community, which can increase food income and production. In increasing the income and food production of forest village people must integrate agroforestry and agro-industry. So that this research is carried out with the aim of determining the optimal amount of production that can provide maximum benefit to the UPT. KPH Tarakan. The method of determining the sample is done by purposive sampling technique, which is the technique of determining the sample with certain considerations. With the method of data analysis and processing namely linear programming analysis used is a simplex method that will be processed using the POM For Windows 3 application with objective functions and constraint functions. By optimizing the factors of production that are used can increase the initial production profit of Rp. 1599,325 / l can increase by Rp 3238 / l or equal to an additional profit of Rp. 1639 / l. If the results of eucalyptus oil processing are reduced from 3 liters to 2.02 liters per production, a maximum profit of Rp. 3,238 / liter. ABSTRAK Abstrak Muhammad Khaidir. 15201020037. 2019. “Analisis Optimalisasi Agroindustri Minyak Kayu Putih Cap Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Elly Jumiati. Pohon kayu putih merupakan salah satu tumbuhan industri yang dapat diusahakan menjadi Agroforestry. Agroforestry dikembangkan untuk memberi manfaat untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat. Agroforesty utamanya diharapkan dapat membantu mengoptimalkan hasil suatu bentuk penggunaan lahan secara berkelanjutan guna menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan. Agroforestry merupakan salah satu sarana yang efektif untuk pemerataan dan tahapan untuk mengatasi kemiskinan dilingkungan masyarakat desa hutan, yang bisa meningkatkan pendapatan dan produksi pangan. Dalam peningkatan pendapatan dan produksi pangan masyarakat desa hutan haruslah memadukan agroforestry dan agroindustri.Sehingga peneitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menentukan berapa jumlah produksi optimal yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap UPT. KPH Tarakan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling (sengaja) yaitu teknik penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Dengan metode analisis dan pengolahan data yaitu Analisis liniear programming yang digunakan merupakan metode simpleks yang akan diolah menggunakan aplikasi POM For Windows 3 dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor produksi yang digunakan dapat meningkatkan keuntungan produksi yang awalnya sebesar Rp. 1599,325 /l dapat meningkat sebesar Rp 3238 /l atau sama dengan penambahan keuntungan sebesar Rp. 1639 /l . Apabila dalam hasil pengolahan minyak kayu putih dikurangi dari 3 liter menjadi 2.02 liter per produksi maka akan didapatkan jumlah keuntungan maksimum sebesar Rp. 3.238 /liter.

Pengembangan Media Pembelajaran Google Sites Berbasis Potensi Lokal Materi Gastropoda

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).

Peran Guru Dalam Mengatasi Konsentrasi Belajar Pra Pemberian Makanan Begizi Gratis (MBG) Siswa Kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Konsentrasi belajar siswa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menjelang pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), konsentrasi belajar siswa kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan mengalami gangguan yang ditunjukkan melalui perilaku berbicara dengan teman, melihat ke luar kelas, berpindah tempat, membicarakan menu makanan, dan menunggu kedatangan MBG. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan gangguan konsentrasi belajar serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas V-A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rasa lapar, kurang tidur, mengantuk, dan kelelahan. Faktor eksternal meliputi interaksi teman sebaya, suasana kelas yang ramai, aktivitas siswa dari kelas lain, suara dari luar kelas, kedatangan MBG, rasa ingin tahu terhadap menu, dan kegiatan menunggu pembagian MBG. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian arahan, teguran, pendampingan, pengaturan tempat duduk, dan motivasi. Upaya tersebut membantu mengarahkan kembali perhatian siswa.

Rancang bangun alat ukur suhu berbasis arduino dengan sensor ds18b20 pada alat uji sederhana perpindahan panas

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan merancang alat ukur temperatur berbasis Arduino Uno dan sensor DS18B20 pada sistem uji konduksi satu dimensi serta mengevaluasi tingkat ketelitiannya. Metode pengembangan menggunakan kerangka NIDA (Need, Idea, Decision, and Action) dengan validasi kesalahan terhadap thermogun. Alat pengukur mengintegrasikan dua sensor DS18B20, resistor pull-up 4,7 kΩ, dan LCD I2C 16×2 untuk akuisisi data real-time. Pengujian pada spesimen besi, stainless steel, dan kuningan menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi pada besi, yaitu sebesar 133,04% (T_1) dan 43,13% (T_2). Sementara itu, nilai kesalahan pada stainless steel mencapai 66,59% (T_1) dan 15,32% (T_2), serta pada kuningan sebesar 25,93% (T_1) dan 17,78% (T_2). Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem masih memerlukan kalibrasi dan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan ketelitian pengukuran temperatur pada alat uji konduksi.

PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR TERHADAP SISWA FIXED MINDSET DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

This study aims to determine the effect of group counseling using Rational Emotive Behavior Therapy (REB) techniques on students with a fixed mindset at SMP of fixed mindset tendencies among students, such as a fear of facing challenges, a tendency to give up easily, and a negative attitude toward criticism. The study employed a quantitative experimental method using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 5 students selected through purposive sampling based on fixed mindset criteria and recommendations from the guidance counselor. Data were collected using a fixed mindset Likert scale (26 valid items) and analyzed using a paired-sample t-test. The results showed a significant decrease after five counseling sessions. On the pretest, all students (100%) were in the high category; on the posttest, 4 students (80%) were in the low category, and 1 student (20%) was in the moderate category, with the mean score decreasing from 86.00 to 46.60 (t 16.561; p=0.000 0.05). It was concluded that group counseling using the REB technique is effective in reducing students' fixed mindsets and can be used as one of the techniques in guidance and counseling services.

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

Pengembangan Media Pembelajaran Google Sites Berbasis Potensi Lokal Materi Gastropoda

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).

Pemodelan Path Loss Sinyal LORA di Lingkungan Pertanian Tropis Berdasarkan Pengukuran Lapangan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis karakteristik path loss sinyal LoRa 433 MHz dan mengevaluasi akurasi model propagasi Two Ray Ground, Weissberger, dan COST-235 di lingkungan lahan pertanian cabai tropis. Pengukuran lapangan dilakukan dengan memvariasikan ketinggian antena pada 0 meter dan 1 meter. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan ketinggian antena ke 1 meter secara signifikan menurunkan path loss empiris dari rentang 84–124 dB menjadi 72–105 dB. Evaluasi terhadap ketiga model standar menunjukkan adanya underestimasi redaman yang sangat parah karena tidak mengakomodasi atenuasi vegetasi dan pantulan permukaan tanah. Model Two Ray Ground mencatatkan Root Mean Square Error (RMSE) terendah (sekitar 38–42 dB), namun tetap jauh di atas batas toleransi, sementara model Weissberger dan COST-235 menghasilkan RMSE di atas 55 dB. Disimpulkan bahwa model propagasi standar tidak relevan untuk digunakan secara langsung di lingkungan pertanian tropis. Diperlukan kalibrasi parameter berbasis data lapangan atau pengembangan model empiris baru guna mendukung perencanaan jaringan Wireless Sensor Network (WSN) berbasis LoRa yang andal untuk aplikasi pertanian presisi.

KAJIAN KUALITAS AIR PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TEKOLANG DESA SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada tambak tradisional yang pengelolaan airnya bergantung pada pasang surut alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi kualitas air pemeliharaan udang windu pada tambak tradisional di Pulau Tekolang, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di tiga petak tambak menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), pH, alkalinitas, amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat, yang dibandingkan dengan baku mutu budidaya udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu 30,1–30,4 °C, salinitas 15,6 ppt, dan kecerahan 33–34 cm masih mendukung budidaya. Nilai rata-rata pH berkisar 7,6–8,1 dan DO 4,6–4,8 mg/L, meskipun DO minimum pada beberapa pengamatan mencapai 2,8 mg/L. Alkalinitas berfluktuasi cukup tinggi, khususnya pada Petak 1 dan Petak 3. Amonia menjadi parameter paling kritis dengan rata-rata 0,24 mg/L (Petak 1), 0,09 mg/L (Petak 2), dan 0,06 mg/L (Petak 3), sehingga seluruh petak melebihi baku mutu 0,01 mg/L. Nitrit juga melampaui baku mutu pada sejumlah periode pengamatan, terutama di Petak 2 dan Petak 3. Rata-rata nitrat sebesar 0,57 mg/L (Petak 1), 0,39 mg/L (Petak 2), dan 0,81 mg/L (Petak 3), dengan Petak 3 menunjukkan akumulasi tertinggi. Sebaliknya, rata-rata fosfat relatif rendah (0,062–0,086 mg/L) dan umumnya belum mencapai standar minimal 0,1 mg/L. Secara umum, kondisi fisik air mendukung pemeliharaan udang windu, sedangkan akumulasi senyawa nitrogen, fluktuasi alkalinitas, rendahnya DO pada periode tertentu, dan rendahnya fosfat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tambak tradisional. Pengelolaan bahan organik dasar, pengapuran sesuai kebutuhan, pergantian air pasang surut terencana, serta pemantauan kualitas air rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya. Kata kunci: kualitas air; udang windu; tambak tradisional; senyawa nitrogen; Pulau Tekolang.

KAJIAN KUALITAS AIR PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TEKOLANG DESA SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada tambak tradisional yang pengelolaan airnya bergantung pada pasang surut alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi kualitas air pemeliharaan udang windu pada tambak tradisional di Pulau Tekolang, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di tiga petak tambak menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), pH, alkalinitas, amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat, yang dibandingkan dengan baku mutu budidaya udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu 30,1–30,4 °C, salinitas 15,6 ppt, dan kecerahan 33–34 cm masih mendukung budidaya. Nilai rata-rata pH berkisar 7,6–8,1 dan DO 4,6–4,8 mg/L, meskipun DO minimum pada beberapa pengamatan mencapai 2,8 mg/L. Alkalinitas berfluktuasi cukup tinggi, khususnya pada Petak 1 dan Petak 3. Amonia menjadi parameter paling kritis dengan rata-rata 0,24 mg/L (Petak 1), 0,09 mg/L (Petak 2), dan 0,06 mg/L (Petak 3), sehingga seluruh petak melebihi baku mutu 0,01 mg/L. Nitrit juga melampaui baku mutu pada sejumlah periode pengamatan, terutama di Petak 2 dan Petak 3. Rata-rata nitrat sebesar 0,57 mg/L (Petak 1), 0,39 mg/L (Petak 2), dan 0,81 mg/L (Petak 3), dengan Petak 3 menunjukkan akumulasi tertinggi. Sebaliknya, rata-rata fosfat relatif rendah (0,062–0,086 mg/L) dan umumnya belum mencapai standar minimal 0,1 mg/L. Secara umum, kondisi fisik air mendukung pemeliharaan udang windu, sedangkan akumulasi senyawa nitrogen, fluktuasi alkalinitas, rendahnya DO pada periode tertentu, dan rendahnya fosfat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tambak tradisional. Pengelolaan bahan organik dasar, pengapuran sesuai kebutuhan, pergantian air pasang surut terencana, serta pemantauan kualitas air rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya. Kata kunci: kualitas air; udang windu; tambak tradisional; senyawa nitrogen; Pulau Tekolang.