FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PANEN KELAPA SAWIT RAYON D (DELTA) DI FAP AGRI.TBK PT. BHUMI SIMANGGARIS INDAH
A
Profil penulis
135 karya publik ditemukan.
A
ABSTRAK PELAKSAAN KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DALAM MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan dan keefisienan Program PTSL yang dilaksanakan di Kota Tarakan serta untuk mengetahui sejauh mana Program PTSL yang diluncurkan melalui Permen ATR / Kepala BPN RI dan Instruksi Presiden RI memberikan Jaminan Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Atas Tanah. Esensinya bahwa apakah produk hukum berupa Program PTSL telah diimplementasikan masyarakat dan seluruh sertifikat yang diterbitkan bisa memberikan kepastian hukum mengingat banyaknya permasalahan seperti bidang tanah yang masih sengketa, luas tanah yang tidak jelas, tanah masuk Wilayah Kerja Pertamina, dan tanah lain yang belum memenuhi syarat diterbitkan sertifikat. Sementara di Tarakan melalui Program PTSL, sertifikat tanah yang diterbitkan sudah ribuan per tahun. Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris. Seluruh data penelitian baik data primer dan sekunder yang diperoleh hasil wawancara, kuesioner dan kepustakaan akan dianalisis dengan menggunakan Analisis Kualitatif. Untuk mendapatkan gambaran lebih komprehensif dilakukan pendekatan Ilmu Sosial Ekonomi. Penelitian berlangsung di Tarakan. Selanjutnya data diolah dan dideskripsikan dengan menelaah permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berkesimpulan bahwa Program PTSL di Tarakan telah berjalan efektif dan efisien, hal tersebut dilihat dari jumlah sertifikat tanah yang dihasilkan jauh lebih banyak. pencapaian waktu, tujuan dan sasaran telah terpenuhi, dan pertisipasi masyarakat yang begitu besar terhadap keberlakuannya Program PTSL. Hal tersebut seiring dengan jalannya tiga elemen hukum yaitu Substansi Hukum, Struktur Hukum dan Budaya yang berjalan koheren sebagaimana yang disampaikan oleh Lowrence M. Friedman. Sertifikat Tanah yang diterbitkan melalui Program PTSL berlaku sebagai tanda bukti yang kuat sampai dapat dibuktikan suatu keadaan sebaliknya yang tidak benar dan dapat dibatalkan di pengadilan. Hal ini merupakan bentuk perlindungan kepada pemilik yang sebenarnya. Tim Ajudikasi sebaiknya teliti dalam menyeleksi berkas dan lebih rinci dalam menjelaskan PTSL kepada masyarakat.
Kebutuhan energi saat ini sebagian besar masih bergantung pada sumber energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Namun, ketersediaan energi fosil semakin menurun oleh karena itu diperlukannya peralihan ke energi terbarukan seperti energi matahari. PLTSA merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang memanfaatkan energi matahari, desain PLTSA dilakukan pada Gedung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan sistem PLTS on grid atau terhubung PLN. Pada pendesainan ini dilakukan pengumpulan data yaitu mencatat nilai radiasi matahari menggunakan alat ukur solar power meter, dan konsumsi energi gedung yang berjumlah 318 kWh. PLTSA dirancang dengan kapasitas 69,8 kWp menggunakan total 128 modul surya yang dipasang pada setiap sisi atap dengan jumlah penggunaan baterai sebanyak 65 unit dan 4 inverter. Dari pendesaianan tersebut PLTSA menghasilkan daya sebanyak 127.955 kWh/tahun, namun dikarenakan adanya rugi-rugi sebanyak 21,15 % maka daya yang sampai ke pengguna hanya sebanyak 100.886 kWh pertahunnya. Dengan menggunakan PLTS gedung DLH dapat mengurangi biaya konsumsi listrik hingga Rp.112.461.660 pertahunnya.
Labour productivity in harvesting is a key element in the operational success of the oil palm plantation sector PT Bhumi Simanggaris Indah as part of FAP Agri. Tbk in North Kalimantan has its own challenges in maintaining and increasing harvester productivity, especially in Rayon D (Delta) which consists of three divisions with a fairly large number of harvest workers and diverse geographical conditions and workforce characteristics. Problems in productivity can arise from a number of factors such as worker age, gender, work experience, education level, and distance to the harvest location. The purpose of this study was to determine the characteristics of oil palm harvesting workers partially and analyse the influence of these variables on labour productivity simultaneously in Rayon D (Delta) The study was conducted from November 2024 to February 2025 through a quantitative approach. Data were collected from questionnaires, interviews, and observations of 60 respondents who were randomly selected from a population of 150 people The data analysis technique employed was multiple linear regression, equipped with validity tests, reliability tests, and classical assumption tests The results of the study showed that simultaneously, the variables of age, gender, work experience, education, and travel distance had a significant effect on the productivity of harvest workers (F count=6428, sig 0.000005) However, partially, only the work experience variable showed a significant effect (sig 0.0020.05) Other variables did not have a significant effect on productivity This finding indicates that work experience is a dominant factor in increasing the efficiency of oil palm harvest work. These results can be the basis for human resource management policies, such as experience-based training and more targeted workforce placement strategies Produktivitas tenaga kerja panen merupakan elemen kunci dalam keberhasilan operasional sektor perkebunan kelapa sawit. PT Bhumi Simanggaris Indah sebagai bagian dari FAP Agri. Tbk di Kalimantan Utara memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pemanen, khususnya di Rayon D (Delta) yang terdiri dari tiga afdeling dengan jumlah tenaga kerja panen cukup besar dan kondisi geografis serta karakteristik tenaga kerja yang beragam. Permasalahan dalam produktivitas dapat timbul dari sejumlah faktor seperti usia pekerja, jenis kelamin, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan jarak tempuh ke lokasi panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja panen kelapa sawit secara parsial dan menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap produktivitas tenaga kerja secara simultan di Rayon D (Delta) Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 hingga Februari 2025 dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 60 responden yang dipilih secara acak dari populasi sebanyak 150 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda, dilengkapi uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel umur, jenis kelamin, pengalaman kerja, pendidikan, dan Jarak tempuh berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (F hitung 6,428, sig 0,000 0,05). Namun secara parsial, hanya variabel pengalaman kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan (sig 0,002 0,05) Variabel lainnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja merupakan faktor dominan dalam meningkatkan efisiensi kerja panen kelapa sawit. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia, seperti pelatihan berbasis pengalaman dan strategi penempatan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran.
Strategi pengembangan yang terjadi di Desa Salimbatu adalah rendahnya penguasaan teknologi, karena petani masih belajar melalui media online. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala, karena petani masih mengandalkan sumber pendanaan sendiri tanpa adanya jaminan ketersediaan modal di setiap musim. Pengelolaan padi sawah juga belum optimal, dengan berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui faktor internal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (2) Mengetahui faktor eksternal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (3) Merumuskan strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. Penelitian ini melibatkan 15 responden yang terlibat dalam usahatani padi sawah, analisis data yang digunakan yaitu SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths – Opportunities) merupakan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu, dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Langkah-langkah yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas padi melalui teknologi pertanian modern, diversifikasi usaha untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan penyakit. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usahatani padi sawah di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Efikasi diri, Locus of control, dan Motivasi intrinsik terhadap Kepuasan Kerja terhadap guru honorer Sekolah Dasar di Kabupaten Malinau. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan non probability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel yang diolah Sebanyak 54 guru honorer. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji t ( parsial) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel Efikasi diri, Locus of control, dan Motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru honorer.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan periode 2019–2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi tersebut. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah memiliki tanggung jawab dalam pembentukan peraturan daerah (Perda) melalui fungsi legislasi yang seharusnya dijalankan secara aktif dan inisiatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan anggota Bapemperda DPRD Kota Tarakan serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi legislasi oleh DPRD Kota Tarakan belum optimal. Hal ini tercermin dari minimnya jumlah Perda yang dihasilkan melalui inisiatif DPRD, yang sebagian besar masih didominasi oleh usulan dari pihak eksekutif. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan fungsi legislasi antara lain adalah tingkat pendidikan dan pengalaman anggota DPRD, kurangnya pelatihan dan sarana pendukung, serta rendahnya sinergi internal dalam memproses Raperda. Kondisi ini menyebabkan lemahnya daya inisiatif DPRD dalam merancang Perda yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota DPRD, penyediaan sarana memadai, serta optimalisasi peran Bapemperda sangat diperlukan guna memperkuat pelaksanaan fungsi legislasi secara lebih efektif dan responsif.
ABSTRAK PELAKSAAN KEGIATAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP DALAM MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan dan keefisienan Program PTSL yang dilaksanakan di Kota Tarakan serta untuk mengetahui sejauh mana Program PTSL yang diluncurkan melalui Permen ATR / Kepala BPN RI dan Instruksi Presiden RI memberikan Jaminan Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Atas Tanah. Esensinya bahwa apakah produk hukum berupa Program PTSL telah diimplementasikan masyarakat dan seluruh sertifikat yang diterbitkan bisa memberikan kepastian hukum mengingat banyaknya permasalahan seperti bidang tanah yang masih sengketa, luas tanah yang tidak jelas, tanah masuk Wilayah Kerja Pertamina, dan tanah lain yang belum memenuhi syarat diterbitkan sertifikat. Sementara di Tarakan melalui Program PTSL, sertifikat tanah yang diterbitkan sudah ribuan per tahun. Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum empiris. Seluruh data penelitian baik data primer dan sekunder yang diperoleh hasil wawancara, kuesioner dan kepustakaan akan dianalisis dengan menggunakan Analisis Kualitatif. Untuk mendapatkan gambaran lebih komprehensif dilakukan pendekatan Ilmu Sosial Ekonomi. Penelitian berlangsung di Tarakan. Selanjutnya data diolah dan dideskripsikan dengan menelaah permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berkesimpulan bahwa Program PTSL di Tarakan telah berjalan efektif dan efisien, hal tersebut dilihat dari jumlah sertifikat tanah yang dihasilkan jauh lebih banyak. pencapaian waktu, tujuan dan sasaran telah terpenuhi, dan pertisipasi masyarakat yang begitu besar terhadap keberlakuannya Program PTSL. Hal tersebut seiring dengan jalannya tiga elemen hukum yaitu Substansi Hukum, Struktur Hukum dan Budaya yang berjalan koheren sebagaimana yang disampaikan oleh Lowrence M. Friedman. Sertifikat Tanah yang diterbitkan melalui Program PTSL berlaku sebagai tanda bukti yang kuat sampai dapat dibuktikan suatu keadaan sebaliknya yang tidak benar dan dapat dibatalkan di pengadilan. Hal ini merupakan bentuk perlindungan kepada pemilik yang sebenarnya. Tim Ajudikasi sebaiknya teliti dalam menyeleksi berkas dan lebih rinci dalam menjelaskan PTSL kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Efikasi diri, Locus of control, dan Motivasi intrinsik terhadap Kepuasan Kerja terhadap guru honorer Sekolah Dasar di Kabupaten Malinau. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan non probability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel yang diolah Sebanyak 54 guru honorer. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji t ( parsial) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel Efikasi diri, Locus of control, dan Motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru honorer.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
ABSTRAK HAJUA PRIDELA 2025. Perbandingan Kosakata Bahasa Dayak Punan Dengan Bahasa Dayak Kenyah Bakung (Kajian Linguistik Historis Komparatif). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persamaan, kemiripan, dan perbedaan antara Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung melalui pendekatan linguistik historis komparatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan leksikostatistik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan merujuk pada konsep Gorys Keraf (1996), dengan menggunakan daftar 200 kosakata dasar dari Morris Swadesh sebagai acuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 200 kosakata yang dibandingkan, terdapat 66 kosakata yang memiliki hubungan kekerabatan, terdiri atas: 29 pasangan kata yang identik, 25 pasangan dengan korespondensi fonemis, 8 pasangan dengan satu fonem berbeda, dan 4 pasangan yang memiliki kemiripan fonetis. Sementara itu, 134 kosakata lainnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor geografis, interaksi sosial yang berbeda, serta pengaruh budaya lokal. Berdasarkan perhitungan leksikostatistik, tingkat kekerabatan antara kedua bahasa mencapai 33%. Analisis kronologis menunjukkan bahwa Bahasa Dayak Punan Menalui dan Bahasa Dayak Kenyah Bakung berasal dari satu bahasa induk sekitar 2.843 hingga 2.433 tahun yang lalu, dan mulai mengalami pemisahan sekitar tahun 818 M hingga 408 M (berdasarkan perhitungan dari tahun 2025). Berdasarkan temuan ini, kedua bahasa dapat dikategorikan ke dalam satu kelompok rumpun (stock).
Visi dan misi merupakan indikator yang termasuk dalam fungsi perencanaan keperawatan. keberadaan visi dan misi yang jelas di ruangan keperawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, motivasi perawat, serta membangun budaya organisasi yang positif. visi misi belum dirancang sehingga pelayanan diruangan belum maksimal dalam pelayanan karena tidak memiliki tujuan yang jelas sesuai dengan karakteristik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fungsi perencanaan kepala ruangan terkait visi misi dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ners ini adalah studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi, Project Based Learning, kuesioner dan wawancara. Wawancara dilkukan pada Sekretaris Bidang Instalasi Rawat Inap, Kepala Ruangan Dahliah B, Ketua Tim, serta perawat pelaksana. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 28 perawat diruang Dahlia B dapat disimpulkan bahwa perawat di ruang Dahlia B telah memahami visi misi instalasi rawat inap. Visi misi yang dipahami dengan baik dapat memotivasi dalam peberian pelayanan kesehatan sehingga akan menigkatkan kualitas kinerja perawat yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.
Syela Dwi Asyari Harahap 2025. Penerapan Teknik Roleplay Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Bullying Fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor 2025/2026. Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd, Pembimbing Kedua Tri Cahyono, M.Pd. Bullying fisik adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain, secara emosional, fisik atau mental. Tindakan bullying fisik bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau ditempat umum antara lain memukul, menendang, mencubit, dan mendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan penurunan perilaku bullying fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor menggunakan teknik roleplay, roleplay merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif penurunan perilaku bullying fisik dan sistem pendukung yang sangat baik membantu mencegah juga menyelesaikan konflik permasalahan, metode pelaksanaan layanan dengan menggunakan permainan peran yaitu dengan tujuan memberikan siswa agar dapat memahami, melaksanakan dan menafsirkan peran tertentu. Penelitian ini termasuk dengan penelitian eksperimen dengan populasi 244 siswa dan menggunakan Teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 10 siswa. Teknik analisis hasil uji hipotesis yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 16.666 > 2.101. sehingga ada pengaruh pada perubahan penurunan pada Perilaku Bulllying fisik melalui roleplay pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Selor.
Sema Anggela, 2024. Nilai-Nilai Adat Perkawinan Suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Folklor Sebagian Lisan), (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. dan Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat dalam proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini berupa data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi dengan tokoh adat dan masyarakat terkait proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang memiliki makna dan nilai pada setiap proses dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif teori Sugiono yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh menekankan pada nilai material, nilai sosial, nilai religius (agama), nilai kebudayaan. Dalam proses adat perkawinan Dayak Lundayeh ditemukan 21 data. 6 data dalam nilai material, 7 data dalam nilai sosial, 1 data dalam nilai religius (agama) dan, 7 data dalam nilai kebudayaan. Proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang mencerminkan identitas dalam adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terus dilaksanakan sampai saat ini.
.
.Meskipun peraturan keselamatan kerja di sektor konstruksi sudah jelas, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pekerja masih enggan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya kesadaran, tekanan kerja, dan kurangnya fasilitas pendukung. Akibatnya, risiko kecelakaan kerja yang serius seperti jatuh dari ketinggian atau tertimpa benda berat menjadi semakin tinggi. Pendekatan konvensional dalam menangani pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti teguran lisan atau pemantauan statis melalui CCTV, terbukti kurang efektif dalam deteksi dini dan pencegahan pelanggaran. Metode-metode ini juga tidak sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Oleh karena itu penelitian ini mengusulkan sebuah sistem deteksi otomatis penggunaan APD pada area konstruksi menggunakan teknik deep learning YOLOv8. Model YOLOv8 dilatih menggunakan 3.569 dataset sekunder dengan 100 epoch pelatihan dan pembagian 60% untuk training, 20% validasi, serta 20% testing. Berdasarkan pengujian pada 90 frame data testing berupa citra real time, model YOLOv8 menunjukkan kinerja yang bagus dalam mendeteksi 8 kelas penggunaan APD. Dengan nilai rata-rata precision, recall, dan f-measure masingmasing sebesar 0,932, 0,806, dan 0,860. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu mengklasifikasikan objek yang terdeteksi sebagai penggunaan APD dengan tingkat akurasi yang baik. Namun, nilai recall yang masih di bawah 1 mengindikasikan adanya beberapa objek, khususnya kelas "tidak pakai kacamata" dan "tidak pakai sepatu", yang gagal terdeteksi. Nilai f-measure sebesar 0,860 menunjukkan adanya keseimbangan yang baik antara precision dan recall.
PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG HAK CIPTA ATAS PEMBAJAKAN KARYA SINEMATOGRAFI MELALUI APLIKASI TELEGRAM ABSTRAK Penelitian ini dibuat dan disusun dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengkaji terkait Perlindungan Hukum Pemegang Hak Cipta Atas Pembajakan Karya Sinematografi Melalui Aplikasi Telegram.Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini digunakan metode penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka dan menganalisis dari perspektif hukum Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta . Melalui metode penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk perlindungan hukum pemegang hak cipta pembajakan karya sinematografi adalah diberikan berupa upaya hukum preventif dengan penutupan konten pembajakan melalui aplikasi telegram dan upaya hukum represif dimana diberikannya denda,hukum penjara dan lain sebagainya, Bentuk Upaya Penyelesaian Sengketa yang dapat ditempuh Pemegang Hak Cipta terkait dengan adanya Pembajakan Karya Sinematografi melalui Aplikasi Telegram adalah di luar dan di dalam pengadilan dengan pegajuan hukum perdata dengan ganti rugi dan tuntutan pidana terhadap pelaku pembajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis proyek untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapsan manusia di SMP Negeri 4 Tarakan yang layak berdasarkan penilaian para ahli dan mengetahui respons siswa terhadap lembar kerja siswa (LKS) berbasis proyek untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Borg & Gall (1983). Adapun langkah-langkah model model Borg & Gall (1983) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan prouk awal, uji coba produk awal dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk lembar kerja siswa (LKS) mendapatkan hasil validasi dari ahli media memperoleh presentase sebesar 100% dengan kriteria sangat layak, ahli materi memperoleh presentase sebesar 96% dengan kriteria sangat layak, dan praktisi memperoleh presentase sebesar 95% dengan kriteria sangat layak. Penelitian uji coba produk dilakukan dengan uji terbatas dan jumlah sampel sebanyak 6 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Hasil respons siswa yang diperoleh rata-rata sebesar 88% dengan kriteria siswa sangat tertarik terhadap lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan. Dari hasil yang diperoleh lembar kerja siswa (LKS) yang berjudul “Sistem Pernapasan Manusia” sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa.