2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
The purpose of this study was to determine the effect of group guidance on the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Low learning motivation was seen from passive attitudes, a tendency to give up easily, a lack of concentration, and low student engagement during lessons, which negatively gave impact on learning outcomes. One strategy to address this issue was the implementation of group guidance services. The study employed a quantitative experimental approach using a pre-experimental one-group pre-test-post-test design. Data were collected using a learning motivation scale. The study population consisted of 147 Grade XI students, with a sample of 10 students which were selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using both descriptive and inferential statistics using SPSS 21.0. The results showed that the mean pre-test score of 63.20 increased to 103.80 in the post-test. Hypothesis testing using a paired-sample t-test was a Sig. (2-tailed) value of 0.000 ( 0.05); thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected. Consequently, it can be concluded that group guidance has a significant effect on enhancing the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to determine the effect of group guidance on the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Low learning motivation was seen from passive attitudes, a tendency to give up easily, a lack of concentration, and low student engagement during lessons, which negatively gave impact on learning outcomes. One strategy to address this issue was the implementation of group guidance services. The study employed a quantitative experimental approach using a pre-experimental one-group pre-test-post-test design. Data were collected using a learning motivation scale. The study population consisted of 147 Grade XI students, with a sample of 10 students which were selected using simple random sampling. Data analysis was conducted using both descriptive and inferential statistics using SPSS 21.0. The results showed that the mean pre-test score of 63.20 increased to 103.80 in the post-test. Hypothesis testing using a paired-sample t-test was a Sig. (2-tailed) value of 0.000 ( 0.05); thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected. Consequently, it can be concluded that group guidance has a significant effect on enhancing the learning motivation of Grade XI students at Madrasah Aliyah Negeri Tarakan.
2026 · Book ·
Kehamilan fisiologis merupakan proses alami yang tetap memerlukan pemantauan secara berkesinambungan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mendukung keberlangsungan pelayanan kebidanan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan pelayanan yang berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S G2P1A0 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan diberikan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan trimester III ibu tidak mengalami keluhan maupun ketidaknyamanan dan kondisi ibu serta janin dalam keadaan baik. Persalinan berlangsung normal di usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi pascapersalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mempertahankan kondisi fisiologis ibu dan bayi melalui deteksi dini, edukasi kesehatan serta pemantauan yang berkesinambungan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif Ny. S dapat dilaksanakan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehamilan fisiologis merupakan proses alami yang tetap memerlukan pemantauan secara berkesinambungan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mendukung keberlangsungan pelayanan kebidanan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan pelayanan yang berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S G2P1A0 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan diberikan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan trimester III ibu tidak mengalami keluhan maupun ketidaknyamanan dan kondisi ibu serta janin dalam keadaan baik. Persalinan berlangsung normal di usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat dan ibu memilih Metode Amenore Laktasi (MAL) sebagai kontrasepsi pascapersalinan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mempertahankan kondisi fisiologis ibu dan bayi melalui deteksi dini, edukasi kesehatan serta pemantauan yang berkesinambungan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif Ny. S dapat dilaksanakan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab dan perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan aborsi atas indikasi kedaruratan medis, serta mengidentifikasi regulasi dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tersebut. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data primer dan sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menguraikan permasalahan hukum yang dihadapi oleh anak dalam konteks aborsi atas indikasi kedaruratan medis, serta peran pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dalam kasus aborsi atas dasar kedaruratan medis masih menghadapi berbagai hambatan yang signifikan, terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman lembaga pemerintah terhadap isu aborsi atas indikasi kedaruratan medis dan sosialisasi mengenai ketentuan hukum yang belum optimal. Untuk itu, diperlukan harmonisasi regulasi serta peningkatan kapasitas antar lembaga pemerintah dan masyarakat agar perlindungan hukum dapat berjalan efektif. Selain itu, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi hukum juga menjadi langkah krusial dalam memastikan pemahaman dan penerapan hukum yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan payung hukum serta kebijakan agar upaya strategis dalam menjamin pemenuhan hak anak terkait kesehatan reproduksi dalam situasi kedaruratan medis.
2026 · Book ·
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab dan perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan aborsi atas indikasi kedaruratan medis, serta mengidentifikasi regulasi dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan tersebut. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data primer dan sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menguraikan permasalahan hukum yang dihadapi oleh anak dalam konteks aborsi atas indikasi kedaruratan medis, serta peran pemerintah dan lembaga terkait dalam memberikan perlindungan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak dalam kasus aborsi atas dasar kedaruratan medis masih menghadapi berbagai hambatan yang signifikan, terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman lembaga pemerintah terhadap isu aborsi atas indikasi kedaruratan medis dan sosialisasi mengenai ketentuan hukum yang belum optimal. Untuk itu, diperlukan harmonisasi regulasi serta peningkatan kapasitas antar lembaga pemerintah dan masyarakat agar perlindungan hukum dapat berjalan efektif. Selain itu, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi hukum juga menjadi langkah krusial dalam memastikan pemahaman dan penerapan hukum yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan payung hukum serta kebijakan agar upaya strategis dalam menjamin pemenuhan hak anak terkait kesehatan reproduksi dalam situasi kedaruratan medis.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.
2026 · Book ·
ABSTRAK Pendidikan merupakan hak konstitusional setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab hukum untuk menjamin terpenuhinya hak tersebut melalui pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tanggung jawab hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dalam pemenuhan SPM Pendidikan serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan SPM, serta Peraturan Bupati Malinau Nomor 46 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Penerapan SPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum Pemerintah Kabupaten Malinau meliputi empat aspek utama: (1) tanggung jawab konstitusional dalam menjabarkan amanat UUD 1945; (2) tanggung jawab administratif melalui penyusunan regulasi dan penganggaran berbasis SPM; (3) tanggung jawab operasional dalam peningkatan akses PAUD, SD, dan SMP; serta (4) tanggung jawab evaluatif melalui Rapor Pendidikan. Berdasarkan data Rapor Pendidikan BPMP Kalimantan Utara, Indeks SPM Pendidikan Kabupaten Malinau tahun 2024 mencapai 63,27 (kategori Tuntas Muda), meningkat dari tahun 2023 sebesar 60,08, namun masih menghadapi tantangan dalam pemerataan mutu antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab hukum Pemerintah Kabupaten Malinau dalam pemenuhan SPM Pendidikan sudah berjalan sistematis, tetapi perlu penguatan dalam aspek perencanaan, koordinasi lintas sektor, dan pengawasan agar dapat mewujudkan pelayanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Kata
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan pembelian selada hidroponik pada Toko Super Sayur Fresh 3 di Kota Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diketahui secara empiris sejauh mana masing-masing elemen bauran pemasaran memengaruhi keputusan pembelian konsumen selada hidroponik pada ritel sayuran modern tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang konsumen berdasarkan pedoman Roscoe. Karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang (78%) dan laki-laki 11 orang (22%). Berdasarkan usia, responden didominasi oleh kelompok 17–29 tahun sebanyak 22 orang (44%), diikuti usia 30–39 tahun sebanyak 14 orang (28%), dan usia >40 tahun sebanyak 14 orang (28%). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel produk, harga, tempat, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung sebesar 2,969 dan signifikansi 0,029 (0,05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan R² sebesar 0,209, yang berarti bahwa variabel bauran pemasaran mampu menjelaskan 20,9% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya 79,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Secara parsial, variabel produk, harga, dan tempat tidak berpengaruh signifikan, sedangkan variabel promosi berpengaruh signifikan dan menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian selada hidroponik di Toko Super Sayur Fresh 3 Kota Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan pembelian selada hidroponik pada Toko Super Sayur Fresh 3 di Kota Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diketahui secara empiris sejauh mana masing-masing elemen bauran pemasaran memengaruhi keputusan pembelian konsumen selada hidroponik pada ritel sayuran modern tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang konsumen berdasarkan pedoman Roscoe. Karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang (78%) dan laki-laki 11 orang (22%). Berdasarkan usia, responden didominasi oleh kelompok 17–29 tahun sebanyak 22 orang (44%), diikuti usia 30–39 tahun sebanyak 14 orang (28%), dan usia >40 tahun sebanyak 14 orang (28%). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel produk, harga, tempat, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung sebesar 2,969 dan signifikansi 0,029 (0,05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan R² sebesar 0,209, yang berarti bahwa variabel bauran pemasaran mampu menjelaskan 20,9% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya 79,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Secara parsial, variabel produk, harga, dan tempat tidak berpengaruh signifikan, sedangkan variabel promosi berpengaruh signifikan dan menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian selada hidroponik di Toko Super Sayur Fresh 3 Kota Tarakan.
2026 · Book ·
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literais matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang diterapkan yaitu pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan satu kelompok yang diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Teknik SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi matematis yang terdiri atas empat soal. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan PBL, yaitu dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,93 menjadi nilai rata-rata posttest sebesar 55,48. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa nilai t_hitung =4,918>t_tabel=1,699 sehingga penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran PBL. Akan tetapi, berdasarkan nilai rata-rata N-gain sebesar 18,8% yang berada pada kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam penelitian ini belum efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, meskipun secara statistik menunjukkan terdapat peningkatan. Kata kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Literasi Matematis, Efektivitas Pembelajaran
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pendidikan merupakan hak konstitusional setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab hukum untuk menjamin terpenuhinya hak tersebut melalui pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tanggung jawab hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dalam pemenuhan SPM Pendidikan serta mengidentifikasi hambatan dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan SPM, serta Peraturan Bupati Malinau Nomor 46 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Penerapan SPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum Pemerintah Kabupaten Malinau meliputi empat aspek utama: (1) tanggung jawab konstitusional dalam menjabarkan amanat UUD 1945; (2) tanggung jawab administratif melalui penyusunan regulasi dan penganggaran berbasis SPM; (3) tanggung jawab operasional dalam peningkatan akses PAUD, SD, dan SMP; serta (4) tanggung jawab evaluatif melalui Rapor Pendidikan. Berdasarkan data Rapor Pendidikan BPMP Kalimantan Utara, Indeks SPM Pendidikan Kabupaten Malinau tahun 2024 mencapai 63,27 (kategori Tuntas Muda), meningkat dari tahun 2023 sebesar 60,08, namun masih menghadapi tantangan dalam pemerataan mutu antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab hukum Pemerintah Kabupaten Malinau dalam pemenuhan SPM Pendidikan sudah berjalan sistematis, tetapi perlu penguatan dalam aspek perencanaan, koordinasi lintas sektor, dan pengawasan agar dapat mewujudkan pelayanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Kata
2026 · Thesis ·
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literais matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang diterapkan yaitu pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan satu kelompok yang diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Teknik SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi matematis yang terdiri atas empat soal. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan PBL, yaitu dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,93 menjadi nilai rata-rata posttest sebesar 55,48. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa nilai t_hitung =4,918>t_tabel=1,699 sehingga penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran PBL. Akan tetapi, berdasarkan nilai rata-rata N-gain sebesar 18,8% yang berada pada kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam penelitian ini belum efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, meskipun secara statistik menunjukkan terdapat peningkatan. Kata kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Literasi Matematis, Efektivitas Pembelajaran
2026 · Book ·
ABSTRAK Tersedak (chocking) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat obstruksi jalan napas yang dapat menyebabkan hipoksia, henti jantung, hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai penanganan choking sangat pentin dimiliki oleh remaja, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut, salah satunya melalui Lecture Class dan Education Peer Group. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai penanganan chocking dengan metode Lecture Class dan Education Peer Group, serta membandingkan hasil peningkatan pengetahuan dari kedua metode tersebut. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Pretest-Posttest Group Design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan sampe sebanyak 66 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok Lecture Class (p = 0.035) dan kelompok Education Peer Group (p = 0,003). Perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pretest (p = 0,495), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest antara Lecture Class Dan Education Peer Group (p0,005). Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan penanganan chocking. Namun, metode Education Peer Group terbukti lebih efektif dibandingkan metode Lecture Class, karena memberikan interaksi dan dsikusi yang lebih intens sehingga memperdalam pemahaman peserta.
2026 · Book ·
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu manifestasi gangguan persepsi sensori yang dapat mengganggu fungsi emosi, perilaku, dan kemampuan koping klien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada farmakoterapi tetapi juga pendekatan nonfarmakologis. Terapi okupasi menggambar menjadi salah satu intervensi yang berperan sebagai media ekspresi emosi dan distraksi adaptif terhadap stimulus internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien, melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi okupasi menggambar diberikan secara terstruktur dan dievaluasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilakukan selama 1 hari 1 kali dalam 3 hari secara berturut-turut dengan durasi 30-40 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AHRS pada kedua klien, di mana klien pertama mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 8 (halusinasi ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 12 (halusinasi ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar berkontribusi terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengalihkan perhatian dan mengontrol respons terhadap stimulus halusinasi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran perawat dalam penerapan intervensi nonfarmakologis sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran.
2026 · Thesis ·
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu manifestasi gangguan persepsi sensori yang dapat mengganggu fungsi emosi, perilaku, dan kemampuan koping klien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada farmakoterapi tetapi juga pendekatan nonfarmakologis. Terapi okupasi menggambar menjadi salah satu intervensi yang berperan sebagai media ekspresi emosi dan distraksi adaptif terhadap stimulus internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien, melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi okupasi menggambar diberikan secara terstruktur dan dievaluasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilakukan selama 1 hari 1 kali dalam 3 hari secara berturut-turut dengan durasi 30-40 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AHRS pada kedua klien, di mana klien pertama mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 8 (halusinasi ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 12 (halusinasi ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar berkontribusi terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengalihkan perhatian dan mengontrol respons terhadap stimulus halusinasi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran perawat dalam penerapan intervensi nonfarmakologis sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran.
2026 · Thesis ·
ABSTRAK Tersedak (chocking) merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat obstruksi jalan napas yang dapat menyebabkan hipoksia, henti jantung, hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai penanganan choking sangat pentin dimiliki oleh remaja, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan. Metode edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut, salah satunya melalui Lecture Class dan Education Peer Group. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai penanganan chocking dengan metode Lecture Class dan Education Peer Group, serta membandingkan hasil peningkatan pengetahuan dari kedua metode tersebut. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Pretest-Posttest Group Design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan sampe sebanyak 66 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok Lecture Class (p = 0.035) dan kelompok Education Peer Group (p = 0,003). Perbandingan antar kelompok menunjukkan tidak terdapat perbedaan pretest (p = 0,495), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest antara Lecture Class Dan Education Peer Group (p0,005). Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan penanganan chocking. Namun, metode Education Peer Group terbukti lebih efektif dibandingkan metode Lecture Class, karena memberikan interaksi dan dsikusi yang lebih intens sehingga memperdalam pemahaman peserta.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh affiliate marketing, live streaming, dan online customer review terhadap impulse buying pengguna TikTok pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei, cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Pengguna TikTok sebanyak 280 responden. Metode analisis yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel affiliate marketing, live streaming dan online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying lada pengguna TikTok.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh affiliate marketing, live streaming, dan online customer review terhadap impulse buying pengguna TikTok pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei, cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Pengguna TikTok sebanyak 280 responden. Metode analisis yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel affiliate marketing, live streaming dan online customer review berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying lada pengguna TikTok.