ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH LEMPUNG YANG DI STABILISASI SEMEN DAN PASIR DENGAN VARIASI KADAR AIR
.
Profil penulis
404 karya publik ditemukan.
.
Embung indulung Tarakan adalah salah embung yang mendistribusikan air bersih kepada masyarakat kota tarakan terutama masyarakat dibagian wilayah Tarakan Timur. Disamping kegunaan sebagai penyalur air bersih, embung indulung Tarakan memiliki potensi sebagai objek wisata bagi masyarakat Kota Tarakan, untuk itu penulis mencoba untuk merencankan Dermaga pada embung ini. Analisis ini menggunakan software aplikas SAP 2000 v22 tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain elemen struktur dan analisis struktur pada dermaga embung ini. Dari Hasil analisis SAP2000 dan Perhitungan penulangan pelat, didapatkan pelat dengan lebar 300 cm dan tebal 15 cm dengan tulangan D13 mm dan jarak 200 mm. Dari Hasil analisis SAP2000 dan perhitungan balok, didapatkan balok dengan tulangan D16 cm pada dimensi 25 x 40 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. pada dimensi 35 x 45 cm, tumpuan n (-)= 6 buah, n (+) = 4, lapangan n (-) = 4 buah, n (+) = 6 buah. pada dimensi 40 x 50 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. Dari Hasil Perhitungan Poer, didapatkan hasil pada dimensi poer 110 x 110 x 50 cm dan 120 x 120 x 60, dengan beban aksian 30 ton dan 43 ton didapat tulangan D16 dengan jumlah n = 6 buah. Dimensi Tiang pancang dermaga menggunakan pondasi tiang pancang fabrikasi dari wika dengan diameter 50 cm dan 60 cm dengan tipe class c dan crack 17 ton dan 29 ton. Momen yang terjadi pada Mu tumpuan terbesar 11,9 ton.m dan Mu lapangan12,16 ton.m, dengan gaya aksial Pu sebesar 18,6 ton.
Seiring dengan banyaknya kendaraan yang ada maka dibuatlah traffic light. Pada tanggal 10 Desember 1868, traffic light pertama kali diterapkan di Inggris, tujuannya adalah mengatur lalu lintas di jalan raya. Adanya traffic light ini dapat mencegah kemacetan serta mengurangi kecelakaan yang ada di jalan. Serta juga dapat mengatur lajunya arus lalu lintas. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk bereksperimen, dengan kontrol PLC berbasis photoelectric yang terpasang pada traffic light. Tujuan utama dalam pengotrolan ini adalah memperhitungankan jarak antrian dan lama waktu tunggu pada traffic light dangan sensor sebagai photoelectric sebagai pengindraan yang mengirim sinyal pada PLC sebagai pusat kontrol. Terdapat tiga sensor yang digunakan yang berfungsi sebagai pendeteksi panjang antrian kendaraan pada setiap simpang. Jika antrian kendaraan mencapai sensor pertama waktu pada lampu hijau 7 detik lebih lama dibanding waktu normal. Jika antrian kendaraan mencapai sensor kedua waktu lampu hijau lebih lama 13 detik. Jika antrian kendaraan mencapai sensor ketiga maka waktu lampu hijau lebih lama 20 detik dari waktu normal. Syarat mengaktifkan sensor apabila terhalang selama 5 detik. Pada sistem kontrol traffic light ini, waktu tunggu (lampu merah) terlama antrian kendaraan 109 detik kondisi simpang dalam keadaan normal. Jika sensor aktif secara bersamaan waktu lampu hijau terlama 43 detik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbrdaan daya saing sektor perdagangan antar provinsi di Indonesia pada tahun 2021 menggunakan analisis Location Quotient (LQ) dan tipologi Klassen. Hasil menunjukkan kesenjangan signifikan dalam tingkat spesialisasi sektor perdagangan, dengan nilai LQ tertinggi pada Kepulauan Riau (1,54) dan terendah pada Bengkulu (0,73). Secara nasional, sektor perdagangan merupakan sektor basis dengan rata-rata LQ 1,76. Berdasarkan tipologi Klassen, provinsi-provinsi dikelompokkan menjadi kuadran bertumbuh dan berkembang (DKI Jakarta dengan LQ 25,60 dan pertumbuhan ekonomi 3,56%), kuadran berkembang (Kalimantan Timur dengan LQ 1,98 dan pertumbuhan ekonomi 2,55%; Sulawesi Tengah dengan LQ 1,79 dan pertumbuhan ekonomi 11,7%), kuadran maju tetapi melambat (DIY dengan LQ 1,48 dan pertumbuhan ekonomi 5,58%; Kepri dengan LQ 1,54 dan pertumbuhan ekonomi 3,43%; Maluku Utara dengan LQ 0,81 dan pertumbuhan ekonomi 16,79%), dan kuadran tertinggal (Aceh dengan LQ 0,78 dan pertumbuhan ekonomi 2,79%; Kalbar dengan LQ 0,85 dan pertumbuhan ekonomi 4,8%; NTB dengan LQ 0,84 dan pertumbuhan ekonomi 2,3%). Faktor infrastruktur, konektivitas, sumber daya alam, dan kebijakan berperan penting dalam menentukan daya saing sektor perdagangan. Upaya pengembangan infrastruktur, peningkatan konektivitas, optimalisasi komoditas unggulan, serta perbaikan iklim investasi dan regulasi perdagangan oleh pemerintah pusat dan daerah disarankan untuk meningkatkan daya saing secara menyeluruh.
.
.Didunia industri motor induksi tiga fasa sangat banyak digunakan dalam bidang penggerak pada peralatan dengan kecepatan yang relatif konstan. Variabel speed drive suatu alat yang digunakan untuk mengatur kecepatan pada motor listrik arus dengan cara mengontrol frekuensi daya listrik yang masuk ke motor sedangkan direct on line adalah salah satu metode starting yang paling umum digunakan pada motor listrik dikarenakan direct on line merupakan cara yang paling sederhana dimana stator langsung dihubungkan dengan sumber tegangan, sehingga tidak perlu lagi mengatur atau menurunkan tegangan pada saat melakukan starting pada motor. Adapun konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar, hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan energi listrik sehingga untuk melihat perbedaan ini dapat kita lihat pada arus variable speed drive pada frekuensi 50 Hz yang lebih rendah yaitu 0,2 A sedangkan direct on line 1,2 A yang berpengaruh pada pada daya starting yang didapatkan adalah 24,882 W pada varable speed drive dan 95,731 W pada direct on line. Hal ini berbeda pada saat motor pada saat running yang mendapatkan nilai arus yang sama yaitu 0,4 A dengan daya yang tidak jauh berbeda adalah 31,409 W pada variable speed drive dan pada direct on line 31,910 W, dengan penelitian yang didapatkan sebelumnya maka terdapat perbedaan penggunaan energi pada saat starting motor induksi tiga fasa dalam 1 menit yaitu 24,882 Watt-menit pada variable speed drive dan direct on line 95,731 Watt-menit, sedangkan pada saat running terdapat konsumsi energi yang tidak jauh berbeda dimana pada variable speed drive 1.853,131 Watt-menit dan direct on line 1.882,69 Watt-menit. Sehingga mendaptkan total energi Listrik pada variable speed drive 1.818,013 Watt-menit atau 31,3002167 Wh dan pada direct on line 1.914,6 Watt-menit atau 31,91 Wh.
Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Artemia merupakan salah satu pakan alami bagi larva udang dan ikan yang banyak digunakan di tempat balai pembenihan atau pembudidaya benih udang dan ikan baik air laut maupun air tawar di seluruh Indonesia. Pada habitat alaminya Artemia hidup pada salinitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui salinitas optimal untuk penetasan kista Artemia sp. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara mengukur jumlah tetas artemia sp.. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan pengamatan secara langsung yang kemudian dituliskan dalam bentuk kalimat. One-way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan hatching rate Artemia antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tertinggi untuk penetasan kista Artemia sp adalah pada salinitas 30 ppt yaitu sekitar 107.000 individu/L, selanjutnya secara berurutan pada salinitas 35 ppt sekitar 83.000 individu/L, salinitas 25 ppt sekitar 65.666 individu/L, dan salinitas 40 ppt sekitar 53.666 individu/L. Berdasarkan uji ANOVA perlakuan salinitas 30 ppt berbeda nyata dengan seluruh perlakuan salinitas lainnya. Hasil uji duncan menunjukkan perlakuan dengan salinitas 25 ppt tidak berbeda nyata dengan salinitas 40 ppt tetapi berbeda nyata dengan salinitas 35 ppt.
-
TINDAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI PULAU DERAWAN ABSTRAK Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di Pulau Derawan dan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di daerah pesisir Pulau Derawan sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan pendekatan konseptual dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara serta dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: pertama, bentuk tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan. Pemerintah daerah Kabupaten Berau menerapkan kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, pada Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil mengatur tentang penanggulangan abrasi, Pasal 41 mengatur tentang larangan dan Pasal 40 mengatur tentang sanksi administratif kedua, jika dilihat dari Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan tindakan tersebut berupa sanksi administratif tentang pencabutan izin pemanfaatan zona wilayah pesisir, seperti diatur dalam Pasal 71 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, dan Pasal 76 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektifitas tenaga kerja sektor industri di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskritif dengan data sekunder hasil publikasi badan pusat statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2020 dan 2022. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis incremental labour output ratio Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai persen 18,12% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai persen 0,10% pada tahun 2020 nilai produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai produktivitas 11,65% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah Nusa Tenggara Timur senilai 0,39% tahun 2022 produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai 13,12% dan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Nusa Tenggara Timur dengan nilai 0,30% Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas provinsi yang terklasifikasi sebagai inovatif produktif pada tahun 2018 hingga 2022 sebagian besar terletak pada pulau jawa. Untuk daerah yang inovatif terletak pada kulau Sulawesi. Untuk daerah yang tertinggal terletak pada pulau Papua. Untuk daerah terdegradasi adalah provinsi Jawa barat
TINDAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI PULAU DERAWAN ABSTRAK Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di Pulau Derawan dan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di daerah pesisir Pulau Derawan sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan pendekatan konseptual dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara serta dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: pertama, bentuk tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan. Pemerintah daerah Kabupaten Berau menerapkan kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, pada Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil mengatur tentang penanggulangan abrasi, Pasal 41 mengatur tentang larangan dan Pasal 40 mengatur tentang sanksi administratif kedua, jika dilihat dari Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan tindakan tersebut berupa sanksi administratif tentang pencabutan izin pemanfaatan zona wilayah pesisir, seperti diatur dalam Pasal 71 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, dan Pasal 76 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektifitas tenaga kerja sektor industri di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskritif dengan data sekunder hasil publikasi badan pusat statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2020 dan 2022. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis incremental labour output ratio Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai persen 18,12% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai persen 0,10% pada tahun 2020 nilai produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai produktivitas 11,65% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah Nusa Tenggara Timur senilai 0,39% tahun 2022 produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai 13,12% dan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Nusa Tenggara Timur dengan nilai 0,30% Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas provinsi yang terklasifikasi sebagai inovatif produktif pada tahun 2018 hingga 2022 sebagian besar terletak pada pulau jawa. Untuk daerah yang inovatif terletak pada kulau Sulawesi. Untuk daerah yang tertinggal terletak pada pulau Papua. Untuk daerah terdegradasi adalah provinsi Jawa barat
Pompa kini digunakan hampir di semua aspek dalam kehidupan untuk mempermudah mengalirkan berbagai jenis fluida baik dalam dunia industri maupun rumah tangga. Keberadaan laboratorium dan fasilitas–fasilitas atau alat praktek sebagai media pembelajaran sangatlah dibutuhkan sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dapat berjalan dengan efisien. Dalam tugas akhir ini dilakukan dengan perancangan dan pembuatan alat uji pompa sentrifugal beserta pengujian untuk mengetahui karakteristik terhadap rangkaian pompa dengan pengoperasian secara susunan seri dan paralel. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan cara membuat sistem perpipaan yang dapat diatur malalui bukaan katup dan instrumen pengukuran berupa flowmeter dan manometer pada alat uji dan menghitung hasil pengujian pada alat uji pompa sentrifugal susunan seri dan paralel. Hasil perhitungan karakteristik alat uji pompa sentrifugal yang didapat dalam pengujian masing-masing susunan pengoperasian pompa adalah susunan seri didapatkan debit sebesar 2,528 × 10^-4 m^3/s dengan head lebih tinggi daripada susunan paralel dengan nilai head sebesar 15,22 m. Adapun efisiensi dari susunan seri sebesar 7,6 %. Karakteristik alat uji pompa sentrifugal susunan paralel didapatkan nilai debit yang lebih besar dari pada susunan seri dengan nilai debit sebesar 2,721 × 10^-4 m^3/s, nilai head sebesar 12,505 m. Adapun efisiensi dari susunan paralel sebesar 5,8%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada meubel refinsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan permintaan furnitur terbaik adalah dengan menggunakan metode moving averages dengan tingkat error MAD sebesar 6.25, MSE sebesar 48.275 dan MAPE sebesar 19.698% serta memberikan hasil peramalan permintaan produk optimal sebesar 38 produk. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp52.481.912 sedangkan menurut Economic Order Quantity sebesar Rp420.864,319 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp52.061.047,681 dan kebijakan dari perusahaan mengakibatkan pengeluaran lebih besar yaitu Rp442.000.000,- sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp331.126.900,-. Dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp131.737.905,9.
Learning English involves skill-based learning that requires various approaches and techniques. Education today is significantly influenced by technological advancements, where in technology server as solution to address challenges in English language learning. Alongside the advancements in English language learning tools, Duolingo complements modern language learning through mobile phones. This research aimed to explore the use of the Duolingo application in enhancing vocabulary among seventh-grade student at SMP Negeri 5 Tarakan. This study employs an experimental method with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The research sample consists of 30 students selected through purposive sampling. The research instrument used was a vocabulary test to assess student’s initial and post-treatment abilities. Based on data analysis, an improvement in student’s score between the pre-test and post-test was observed. From the findings, it can be concluded that using Duolingo can enhance vocabulary mastery among seventh-grade students at SMP Negeri 5 Tarakan. This research is expected to inform teachers and students about conducting intensive language learning practices form using the Duolingo application.
This research aims to create audio-visual learning materials concerning the material properties of objects and their changes for the VA class in SDN 047 Tarakan. In addition, to determine the feasibility of mrdia based on the outcomes of material validation by expert, languages, media and practitioners. And to determine Shiva’s response to the media using the student response questionnaire. The research method used is research and development, or R&D, employing the ADDIE paradigm, wich consists of five steps: analysis, design, development, lamentationion, and avaluation. The experts in different fields were able to obtain the following percentages in their respective categories: material experts got 67,5%in the feasible category, linguists got 88,8% in the decent category, media experts got 86,6% in the very decent category, and practitioner experts got 97,1% in the very decent category. The students response questionnaire from the initial group trial indicated a high feasibility percentage of 95%, categorizing it as extremely feasible. Similarly, the field group trial also yielded a high feasibility percentage of 95% in the same category. Therefore, the audio-visual learning media created is an appropriate and valuable addition to the learning process.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Just In Time dalam efisiensi biaya persediaan bahan baku pada meubel refinsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan permintaan furnitur terbaik adalah dengan menggunakan metode moving averages dengan tingkat error MAD sebesar 6.25, MSE sebesar 48.275 dan MAPE sebesar 19.698% serta memberikan hasil peramalan permintaan produk optimal sebesar 38 produk. Total biaya Total Inventory Cost menurut perusahaan Rp52.481.912 sedangkan menurut Economic Order Quantity sebesar Rp420.864,319 jadi ada penghematan biaya sebesar Rp52.061.047,681 dan kebijakan dari perusahaan mengakibatkan pengeluaran lebih besar yaitu Rp442.000.000,- sedangkan dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp331.126.900,-. Dengan menerapkan metode Just In Time perusahaan dapat menghemat biaya pembelian dan biaya pemesanan bahan baku sebesar Rp131.737.905,9.
Penelitian ini mendeskripsikan hasil persepsi mahasiswa terhadap Escymo dalam kegiatan berbicara dan implementasi kegiatan Escymo dalam Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Borneo Tarakan, dengan menggunakan metode campuran. Peneliti memilih 55 mahasiswa dari kelas Al dan A2, dan menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes berbicara sebagai instrumen penelitian. Data kualitatif dianalisis dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil kuesioner siswa menunjukkan bahwa 60% siswa termotivasi oleh kegiatan Escymo untuk belajar bahasa Inggris, 70,9% lebih menyukai Escymo untuk latihan berbicara, 69,1% merasa lebih mudah secara psikologis untuk berlatih bahasa Inggris dengan Escymo, 61,8% merasa bahwa Escymo mendorong mereka untuk menggunakan bahasa Inggris lebih sering, dan 70,9% merasa bahwa Escymo membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Selain itu, 65,5% percaya bahwa kegiatan Escymo dapat meningkatkan kefasihan, kosakata, pengucapan, dan kompetensi tata bahasa dalam Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan Escymo berdampak positif pada kemampuan siswa, dengan peningkatan yang nyata dalam kosakata, tata bahasa, kefasihan, pemahaman, dan kepercayaan diri. Escymo memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam suasana yang santai dan informal, sehingga meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap: pra-kegiatan, kegiatan inti, dan pasca-kegiatan, dengan pra-kegiatan yang berfungsi sebagai pemanasan dan sesi curah pendapat, kegiatan inti yang berfokus pada materi pengajaran dan berlatih berbicara, dan pasca-kegiatan yang mengevaluasi kinerja siswa dan memberikan motivasi. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Escymo dibuktikan dengan respon positif dari para siswa.
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakteristik tanah dan jenis tanah dari hasil pengujian CPT, menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang akibat gaya lateral. Untuk mengetahui besarnya kapasitas lateral ultimit yang bisa ditahan oleh tiang, dapat diketahui besarnya gaya lateral ijin, selain itu juga dapat mengetahui besarnya defleksi pada pondasi tiang pancang. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode broms, metode konvensional, metode p -y cruve dan metode elemen hingga dengan dua kondisi tiang ujung bebas dan tiang ujung jepit. Berdasrkan analisis di peroleh jenis tanah lempung pada kedelaman 0.00 – 1.80 m, jenis tanah lanau lempungan pada kedalaman 2.00 – 2.80 m, jenis tanah pasir lanauan pada kedalaman 3.00 – 3.40 m, jenis tanah lanau lempungan pada kedalaman 3.60 – 3.80 m, dan jenis tanah pasir pada kedalaman 4.00 – 5.00 m, berdasakan analisis metode brom’s tiang ujung bebas Hijin = 18.67 kNm dan defleksi tiang ujung bebas yo = 0.0020 m, metode brom’s tiang ujung jepit Hiji = 36 kNm dan defleksi tiang ujung jepit yo = 0.003 m, perhitungan metode konvensional Kondisi tiang melebihi momen maksimum yang bekerja pada tiang dan melampaui tahanan momennya sendiri dan besaran defleksi yang terjadi pada metode ini melebihi 0.006 m defleksi yang disarakan, metode p – y curve mendefinisikan hubungan lateral dan defleksi antara tanah digambarkan oleh kurva, sumbu p tahanan tanah per satuan panjang tiang dan sumbu – y adalah defleksi tiang, berdasarkan analisis menggunakan metode elemen hingga tiang ujung bebas di hasilkan besaran nilai perpindahan horizontal sebesar yo = 0.05 m, analisis menggunakan metode elemen hingga tiang ujung jepit dihasilkan besaran nilai perpindahan horizontal sebesar yo = 0.019 m.
Kontrak pengadaan barang/jasa Pemerintah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis prinsip keseimbangan dalam kontrak pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau serta kedudukan para pihak dalam kontrak kerja sama antar pemerintah daerah dengan pihak swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa antara pemerintah daerah selaku pengguna barang/jasa dengan pihak swasta selaku penyedia barang/jasa memiliki posisi yang seimbang. Para pihak yang terlibat dalam kontrak memiliki kedudukan atau posisi yang seimbang, tidak ada yang mendominasi, dan juga para pihak memiliki posisi tawar yang seimbang, baik dari kedudukan para pihak, kepentingan maupun hak dan kewajiban para pihak. Prinsip keseimbangan yang merupakan salah satu asas dalam hukum kontrak belum dapat diimplementasikan secara baik dalam kontrak untuk kepentingan pemerintah. Kedudukan hukum para pihak dalam kontrak kerja sama pengadaan barang dan jasa antar pemerintah daerah dengan pihak swasta, dimana pemerintah berkedudukan sebagai pihak yang membutuhkan barang dan atau jasa sekaligus pemberi pekerjaan atau proyek, sementara pihak swasta berkedudukan sebagai penyedia barang dan atau jasa. Dalam kontrak ini, pemerintah sebagai pihak pemberi pekerjaan, kedudukannya dalam kontrak merupakan subjek hukum badan hukum publik. Sementara itu, pihak swasta kedudukannya sebagai subjek hukum perdata sangat lemah. Perbedaan kedudukan hukum para pihak juga berpengaruh terhadap jenis kontraknya dan juga peraturan yang digunakan sebagai dasarnya. Kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah memamg merupakan bentuk kontrak yang sepesifik.