Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: vitamin c
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENKAPSULASI Artemia salina DENGAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI UJI IN-VIVO DENGAN Vibrio parahaemolyticus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Kulit Nanas, Kulit Pisang dan Air Kelapa dalam Pembuatan Nata

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nata merupakan hasil proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang dapat mengubah karbohidrat menjadi selulosa. Karbohidrat dibutuhkan oleh Acetobacter xylinum untuk berkembang dengan baik hingga menjadi nata. Kulit nanas, kulit pisang dan air kelapa memiliki kandungan karbohidrat yang cukup memadai dalam pembuatan nata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pengaruh terhadap ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan vitamin C, untuk mengetahui perlakuan mana yang menunjukkan hasil paling optimum terhadap karakteristik nata. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan (3) perlakuan yaitu P1 ( kulit nanas), P2 (kulit pisang) dan P3 (air kelapa) dengan sembilan (9) pengulangan sehingga terdapat 27 satuan uni percobaan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu ketebalan nata, rendemen nata, kadar air dan kadar vitamin C, sedangkan kualitatif meliputi hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur berdasarkan tingkat kesukaan 20 panelis terhadap nata Yang dihasilkan, Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ketebalan nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 (air kelapa) sebesar 0,98 cm, rendemen nata Yang memiliki nilai paling tinggi adalah P3 ( air kelapa) sebesar 72,44%, kadar air yang paling tinggi adalah P2 (kulit pisang) sebesar 98,72 dan vitamin C yang memiliki nilai tertinggi yaitu P1 (kulit nanas) sebesar 13,11. Sedangkan nata dengan hasil uji organoleptik paling baik yaitu pada aspek aroma, warna dan tekstur namun kurang disukai pada aspek rasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI CAMPURAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) UNTUK PEMBUATAN SELAI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan merupakan salah satu Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar diantaranya rumput laut dan buah pedada. Rumput laut dan buah pedada memiliki potensi sebagai bahan baku pengolahan produk pangan yang bergizi. Salah satu produk pangan yang dapat diolah dari rumput laut dan buah pedada adalah selai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik selai dari formulasi campuran rumput laut (Eucheuma cottoni) dan buah pedada (Sonneratia caseolaris). Formulasi pada pembuatan selai campuran rumput laut dan buah pedada terdiri dari P1=100:0g, P2=90:10g, P3=80:20g, P4=70:30g, P5=60:40g, dan P6=50:50g. Parameter utama adalah sensori dan dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Metode Indeks Efektivitas digunakan untuk menentukan formulasi terbaik. Selanjutnya, formulasi terbaik diuji rendemen, kadar serat pangan dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada atribut warna, rasa, dan aroma antara formulasi (sig>0,05), kecuali pada atribut tekstur yang memberikan pengaruh nyata (sig0,05). Berdasarkan uji indeks efektivitas, formulasi terbaik adalah selai campuran rumput laut dan buah pedada pada perlakuan P2 (90:10) dengan karakteristik sensori disukai dengan rata-rata skor sebesar 7,32, rendemen sebesar 86±2,82%, serat pangan sebesar 5,31±0,09%, dan vitamin C sebesar 21,8±10,6mg/100g

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selai lembaran merupakan pengembangan produk dari selai oles yang memiliki tekstur kompak dan tidak lengket sehingga praktis untuk disajikan. Selai lembaran dapat diproduksi dari rumput laut dan buah pedada karena kedua bahan tersebut dapat membentuk struktur gel pada selai serta mengandung gizi yang baik untuk kesehatan seperti serat dan vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik produk selai lembaran yang diproduksi dari rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan buah pedada (Sonneratia caseolaris). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi, produksi, dan pengujian sampel. Data uji sensori dianalisis dengan Kruskal Wallis. Perlakuan terbaik berdasarkan uji sensori ditentukan dengan metode Indeks Efektivitas, dan selanjutnya diuji rendemen, kadar serat kasar dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata antar perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap atribut sensori warna, aroma, rasa, dan tekstur pada selai lembaran rumput laut dan buah pedada (sig > 0,05). Berdasarkan uji Indeks Efektivitas, perlakuan terbaik adalah selai lembaran dengan perbandingan rumput laut dan buah pedada sebesar 70:30 (D), dengan karakteristik sensori yang disukai dengan rata-rata skor sebesar 7,35, rendemen sebesar 60%, serat kasar sebesar 7,08% dan vitamin C sebesar 8,8 mg/100g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Ragi Roti (Saccharomyces Cereviciae) Dan Vitamin C Untuk Meningkatkan Resistensi Benih Ikan Lele Terhadap Infeksi Bakteri (Aeromonas hydrophila)

2023•

Penyakit yang sering menyerang ikan lele dumbo adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Vitamin C dan ragi roti yang ditambahkan dalam pakan dapat meningkatkan resistensi ikan terhadap infeksi penyakit melalui peningkatan respons imun nonspesifik, sedangkan vitamin C berperan dalam pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi pakan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diberi ragi roti (Saccharomyces cereviciae) dan vitamin C untuk meningkatkan resisten benih ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 41 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: pemberian pakan tanpa pemberian ragi roti dan vitamin C, P1; penambahan ragi roti 5g/kg pakan, P2: penambahan vitamin C 750 mg/kg pakan, dan P3: kombinasi penambahan vitamin C 750 dan ragi roti 5g ke dalam pakan komersil. Hasil penelitian penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil dapat meningkatkan ketahanan tubuh ikan lele terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, penambahan ragi roti dan vitamin C pada pakan komersil sebanyak 5/750 kg pakan yang diberikan ke ikan selama 21 hari berturut-turut, diperoleh sintasan ikan lele tertinggi setelah ikan di uji tantang dengan bakteri A.hydropilla yaitu pada perlakuan P3 sebesar 77% .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail