Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Sensori
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN

2026•

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu manifestasi gangguan persepsi sensori yang dapat mengganggu fungsi emosi, perilaku, dan kemampuan koping klien, sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tidak hanya berfokus pada farmakoterapi tetapi juga pendekatan nonfarmakologis. Terapi okupasi menggambar menjadi salah satu intervensi yang berperan sebagai media ekspresi emosi dan distraksi adaptif terhadap stimulus internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi okupasi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua klien, melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi terapi okupasi menggambar diberikan secara terstruktur dan dievaluasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi dilakukan selama 1 hari 1 kali dalam 3 hari secara berturut-turut dengan durasi 30-40 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AHRS pada kedua klien, di mana klien pertama mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 8 (halusinasi ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan skor dari 21 (halusinasi sedang) menjadi 12 (halusinasi ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar berkontribusi terhadap penurunan intensitas dan frekuensi halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengalihkan perhatian dan mengontrol respons terhadap stimulus halusinasi. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkuat peran perawat dalam penerapan intervensi nonfarmakologis sebagai bagian dari asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG PERAWATAN TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofernia adalah suatu sindrom, gangguan psikologis, atau episode klinis yang mempengaruhi seseorang dan berhubungan dengan tekanan, kecacatan, atau pelepasan dari faktor risiko apa pun yang semakin parah dan mencakup ketidakmampuan, kehilangan kebebasan, sakit atau, bahkan kehilangan nyawa. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang disebabkan oleh respons neurobiologis yang maladaptif, seseorang yang terkena dampak benar-benar mengalami distorsi sensorik sebagai hal yang nyata dan bereaksi terhadapnya. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan penelitian deskriptif. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dengan gangguan jiwa. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang sama yang ditegakkan pada klien satu dan klien dua dan satu diagnosisi yang berbeda pada klien satu dan klien dua. Diagnosis keperawatan pada klien satu yaitu, halusinasi, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, pada klien dua yaitu, halusinasi, isolasi sosial, defisit perawatan diri. Intervensi yang dilakukan pada klien sesuai dengan kondisi klien, sarana dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa, khususnya pada klien dengan Halusinasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI CAMPURAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) UNTUK PEMBUATAN SELAI

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan merupakan salah satu Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar diantaranya rumput laut dan buah pedada. Rumput laut dan buah pedada memiliki potensi sebagai bahan baku pengolahan produk pangan yang bergizi. Salah satu produk pangan yang dapat diolah dari rumput laut dan buah pedada adalah selai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik selai dari formulasi campuran rumput laut (Eucheuma cottoni) dan buah pedada (Sonneratia caseolaris). Formulasi pada pembuatan selai campuran rumput laut dan buah pedada terdiri dari P1=100:0g, P2=90:10g, P3=80:20g, P4=70:30g, P5=60:40g, dan P6=50:50g. Parameter utama adalah sensori dan dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Metode Indeks Efektivitas digunakan untuk menentukan formulasi terbaik. Selanjutnya, formulasi terbaik diuji rendemen, kadar serat pangan dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada atribut warna, rasa, dan aroma antara formulasi (sig>0,05), kecuali pada atribut tekstur yang memberikan pengaruh nyata (sig0,05). Berdasarkan uji indeks efektivitas, formulasi terbaik adalah selai campuran rumput laut dan buah pedada pada perlakuan P2 (90:10) dengan karakteristik sensori disukai dengan rata-rata skor sebesar 7,32, rendemen sebesar 86±2,82%, serat pangan sebesar 5,31±0,09%, dan vitamin C sebesar 21,8±10,6mg/100g

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) PRODUKSI SELAI LEMBARAN BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selai lembaran merupakan pengembangan produk dari selai oles yang memiliki tekstur kompak dan tidak lengket sehingga praktis untuk disajikan. Selai lembaran dapat diproduksi dari rumput laut dan buah pedada karena kedua bahan tersebut dapat membentuk struktur gel pada selai serta mengandung gizi yang baik untuk kesehatan seperti serat dan vitamin C. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik produk selai lembaran yang diproduksi dari rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan buah pedada (Sonneratia caseolaris). Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu preparasi, produksi, dan pengujian sampel. Data uji sensori dianalisis dengan Kruskal Wallis. Perlakuan terbaik berdasarkan uji sensori ditentukan dengan metode Indeks Efektivitas, dan selanjutnya diuji rendemen, kadar serat kasar dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata antar perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap atribut sensori warna, aroma, rasa, dan tekstur pada selai lembaran rumput laut dan buah pedada (sig > 0,05). Berdasarkan uji Indeks Efektivitas, perlakuan terbaik adalah selai lembaran dengan perbandingan rumput laut dan buah pedada sebesar 70:30 (D), dengan karakteristik sensori yang disukai dengan rata-rata skor sebesar 7,35, rendemen sebesar 60%, serat kasar sebesar 7,08% dan vitamin C sebesar 8,8 mg/100g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2023•

Skizofrenia adalah penyakit mental serius yang ditandai oleh pikiran yang tidak koheren, perilaku aneh, ucapan aneh, dan halusinasi. Tujuan studi kasus pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan Asuhan Keperawatan kepada dua pasien dengan masalah utama yang sama yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan dan penglihatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yaitu menggambarkan dan membandingkan 2 pasien dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan penyebab klien 1 tidak diangkat diagnosis risiko perilaku kekerasan dikarenakan klien tidak mengalami tanda dan gejala RPK pada saat di rawat di Ruangan Teratai sedangkan pada pasien 2 klien mengalami tanda dan gejala dari RPK di kerenakan isi halusinasi klien yang menyuruhnya membawa parang dan ingin kabur dari ruangan tempat klien di rawat. Dengan memberikan asuhan keperawatan maka dapat dilakukan berbagai tahapan dari beberapa proses asuhan keperawatan. Pada tahap pengkajian dapatkan perbedaan antara pasien 1 dan 2 yaitu pada isi halusinasi, frekuensi, waktu, situasi dan respon pasien pada saat halusinasinya terjadi. Maka dari itu diharapkan institusi dapat menambah refrensi mengenai strategi pelaksanaan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa sehingga intervensi mengenai strategi pelaksanaan oleh klien dapat tercapai dengan baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi dapat muncul pada pasien skizofrenia hebefrenik, karena data dari klien yang mengatakan sering mendengar bisikan menyuruh untuk marah, klien sering tertawa sendiri, klien berbicara menyimpang, klien lebih suka menyendiri, dan klien pemalu. Kondisi dua isi aliran pikiran yang tidak teratur dan kemampuan untuk berhubungan dengan kenyataan cenderung buruk, hal ini dapat menyebabkan halusinasiPenelitian ini menggunakan rancangan deskriftif berupa studi kasus dengan pendekatan studi kasus yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan dan pendengaran di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Keluhan utama pada klien 1 (Ny.N) mengatakan klien mengatakan melihat bayangan-bayangan hitam yang mengganggu klien juga mengatakan rambutnya ditarik oleh hantu. Sedangkan pada klien 2 (Ny.S) mengatakan sering mendengar suara ribut seperti suara mesin perahu. 1. Proses keperawatan dimulai dengan 5 tahap keperawatan 2. Dari penelitian, penulis menemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus 3. Proses penyelesaian masalah pada kedua klien 4. Proses pemecahan masalah pada kedua klien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi

2023•

Skizofrenia adalah serangkaian reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai bidang kinerja individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan menunjukkan emosi serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran kacau, waham, halusinasi, dan perilaku aneh. Perubahan respons persepsi merupakan gejala awal skizofrenia. Sekitar 70% orang dengan skizofrenia mengalami halusinasi. Halusinasi adalah persepsi sensorik tanpa adanya rangsangan eksternal. Penulisan studi kasus ini bertujuan sebagai gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak ada pada teori tapi ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada pasien 1 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri sementara itu, pada pasien 2 dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi, isolasi sosial, resiko perilaku kekerasan, defisit perawatan diri dilakukan dengan strategi pelaksanaan intervensi masing-masing diagnosis. Diharapkan adanya kerjasama antara perawat dan keluarga pasien selalu mendampingi dalam proses penyembuhan pasien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI KIMIA DAN SENSORI SURIMI BERBAHAN BAKU IKAN PELAGIS (BARAKUDA, GULAMAH DAN BULAN-BULAN) DI PERAIRAN TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Surimi adalah daging lumat yang terkonstrat dengan protein miofibril melalui proses pencucian berulang-ulang menggunakan air dingin yang terstandar dengan penambahan garam dan gula (Cryoprotectant). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas surimi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dengan menggunakan tiga jenis ikan yang berbeda. Metode penelitian dengan cara deskriptif kualititatif untuk analisis menggunakan rendemen surimi, pengujian kadar air, protein, lemak dan analisis sensori yang meliputi kenampakan, uji lipat dan uji gigit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen surimi yang dihasilkan pada ikan barakuda 7,86, gulamah 7,66 dan bulan-bulan 7,26. Proksimat ikan segar yang dihasilkan ikan barakuda dengan kadar air 77,88%, protein 16,23%, lemak 6,67% dan abu 1,61%, gulamah dengan kadar air 79,41%, protein 15,58%, lemak 3,18% dan abu 1,56% sedangkan bulan-bulan kadar air 69,90%, protein 16,52%, lemak 4,18% dan abu 1,06%. Proksimat surimi yang dihasilkan adalah surimi barakuda kadar air 79,22%, protein 12,41% dan lemak 1,61%. surimi gulamah kada air 80,55%, protein 12,94% dan lemak 1,56% sedangakan surimi bulan-bulan kadar air 75,00%, protein 12,69%, dan lemak 1,06%. Sensori surimi barakuda, gulamah dan bulan-bulan mencapai rata-rata 7 sampai 8, dimana surimi yang dihasilkan sesuai dengan SNI 2694:2013.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Tn. A dengan Masalah Utama Gangguan Presepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan di RSUD dr. H. Jusuf. SK

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Halusinasi penglihatan, Harga diri rendah, defisit perawatan diri dan koping individu tidak efektif. Terdapat 4 masalah yang diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: Gangguan Presepsi Sensori: Halusinasi penglihatan, Gangguan Konsep Diri: Harga diri rendah dan Defisit perawatan diri. Kesimpulan pada diagnosa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus Tn.A yaitu: diagnosa isolasi sosial: menarik diri dan risiko perilaku kekerasan. Pada bagian implementasi tidak semua strategi pelaksanaan dilakukan terutama pada strategi pelaksanaan keluarga. Diharapkan keluarga klien dapat terlibat dalam proses keperawatan klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD Dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan perabaan dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara – suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan: deskriptif dalm bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. M. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian dan Defisit Pengetahuan (Jiwa dan Obat) serta 4 diagnosa keperawatan jiwa yaitu: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah, Risiko Perilaku Kekerasan, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan oleh perawat di ruang teratai . Diharapkan perawat yang ada di ruang teratai mampu membimbing klien melanjutkkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. I DENGAN KASUS GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn I . Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “I”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensors: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia: Halusinasi: Persepsi Sensori

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD Dr. H. JUSUF SK

2022•

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn. M. Hasil pengkajian terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan defisit perawatan diri: berhias. Kesimpulan: pada masalah keperawatan yang klien alami, semua memiliki keterkaitan dimulai saat klien mengalami isolasi sosial sehingga muncul gangguan persepsi sensori: halusinasi dan menyebabkan kurangnya perhatian klien dalam melakukan perawatan diri yaitu defisit perawatan diri: berhias. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial. Proses asuhan keperawatan pada klien membutuhkan stimulus agar bisa mendapatkan informasi dari klien langsung, dalam melakukan tindakan keperawatan klien melakukan dengan benar dan intervensi dipertahankan. Diharapkan keluarga dan perawat di rumah sakit mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Ny. M dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan di ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

2021•

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Riati: Asuhan Keperawatan Pada Ny. M Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang panca indra). Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap suatu objek atau gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan. Berdasarkan rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dari bulan Januari sampai Mei 2018 tercatat jumlah pasien halusinasi sebanyak 61 orang dengan presentase (40,9%). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: penulis menemukan kesenjangan yang terdapat pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak terdapat pada teori tetapi ada pada kasus, serta pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya teratasi sebagian yang disebabkan klien yang kurang kooperatif yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat dan keluarga klien untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi. Kata kunci: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Asuhan Keperawatan Mengetahui, Donny Tri Wahyudi, S.Kep.Ns., M.Kes NIDN. 0001018903

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. D DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penghiduan dimana klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. D dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan seperti pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil pengkajian klien terdapat 8 masalah keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, gangguan konsep diri: HDR, isolasi sosial, kerusakan komunikasi verbal, waham, koping individu inefektif, ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan kurang perhatian. Terdapat 3 diagnosa prioritas yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial dan gangguan konsep diri: HDR. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. D yaitu diagnosa ada pada teori tapi tidak ada pada kasus yaitu resiko perilaku kekerasan karena klien tidak menunjukkan tanda-tanda resiko perilaku kekerasan. Pada pelaksanaan, tidak dapat dilakukan intervensi lanjutan untuk diagnosa isolasi sosial dan intervensi keluarga pada HDR. Diharapkan bagi perawat untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan melibatkan peran keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan keperawatan pada Ny.M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di puskesmas sebengkok

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realita (halusinasi dan waham) efek yang tidak waj ar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berfikir abstrak) dan mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori yang diebabkan stimulus yang sebenarnya itu tidak ada. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran .Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Hasil pengkajian klien terdapat tiga masalah keperawatan yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan, Gangguan memori, sedangkan pada kasus Ny.M terdapat dua diagnosa keperawatan jiwa yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan pada implementasi gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan risiko perilaku kekerasan yang terdapat pada teori namun tidak dengan kasus. Dimana pada teori perencanaan terdapat 5 strategi pelaksanaan pada masing-masing diagnosa keperawatan jiwa,namun pada kasus Ny.M diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran penulis hanya dapat melakukan 3 strategi pelaksanaan dan pada diagnosa risiko perilaku kekerasan hanya dapat melakukan 2 strategi pelaksanaan. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang sekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dihentikan. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien dan bekerja sama dengan perawat puskesmas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Ny. W Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Di Puskesmas Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny W. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “W”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga dan perawat puskesmas mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail