ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan gulamah menjadi bagian konsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan baik dalam bentuk segar maupun olahan. Ikan yang menjadi target pasar lokal dan luar pulau menjadi perhatian serius utamanya kualitas mutu ikan. Salah satu penyebab penurunan kualitas tersebut yakni terpaparnya mikroplastik. Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya jika paparan dalam jangka waktu yang lama bagi biota yang hidup didalamnya. Mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme pernafasan dan makanan, hingga pada akhirnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan gulamah di Perairan Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Identifikasi mikroplastik dilakukan di bawah Mikroskop di Laboratorium LSIH Universitas Borneo Tarakan. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 ekor ikan gulamah yang diambil dari lokasi Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan ditemukan keberadaan mikroplastik yaitu dengan rata-rata jumlah mencapai 8-22 dan 11-29 partikel/ekor. Kelimpahan total mikroplastik dari 2 lokasi tersebut ditemukan sebanyak 448 -536 partikel. Hasil identifikasi karakteristik mikroplastik pada ikan gulamah di perairan Kabupaten Nunukan ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik di 2 lokasi yang paling dominan adalah fragmen dan film sebanyak 324-303 partikel. Identifikasi berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 484 partikel. Identifikasi berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu berukuran 100-500 µm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Gulamah merupakan salah satu jenis ikan paling populer di kalangan penduduk Indonesia. Ikan gulamah adalah ikan yang sering ditemukan di daerah perairan pantai dan muara-muara sungai dengan vegetasi mangrove. Umumnya ikan gulamah tergolong ikan demersal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemunduran mutu ikan gulamah (Johnius sp.) asin selama masa penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan 4 (empat) perlakuan penyimpanan dengan kode penyimpanan 0-10 hari (P1), penyimpanan 11-20 hari (P2), penyimpanan 21-30 hari (P3), penyimpanan 31-40 hari (P4). Pengujian mutu ikan asin kering berdasarkan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan parameter sebagai berikut: uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar garam, kadar uji protein, uji Angka Lempeng Total (ALT), dan uji sensori. Hasil penelitian menunjukkan kadar air, kadar garam, dan kadar protein masih memenuhi syarat SNI, sedangkan kadar abu pada semua perlakuan belum memenuhi persyaratan SNI. Parameter mikroba uji Angka Lempeng Total (ALT) pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan SNI. Hasil uji sensori pada parameter tekstur pada semua perlakuan masih memenuhi persyaratan, sedangkan kenampakan dan bau pada perlakuan P3 dan P4 belum memenuhi persyaratan SNI karena nilainya berada di bawah 7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jeroan ikan merupakan salah satu bagian dari limbah ikan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi jeroan ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC) karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. POC merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman hortikultura seperti tanaman mentimun (Cucumis sativus, L.). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian POC jeroan ikan gulamah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus, L.), serta mendapatkan konsentrasi POC jeroan ikan gulamah yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu P0: 0%(Kontrol) POC, P1: 12,5% POC, P2: 25% POC, P3: 37,5% POC dan P4: 50% POC. Masing-masing taraf di ulang 5 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan Uji Anova dan dilanjutkan dengan Uji DMRT untuk data yang berditribusi normal dan Uji Kruskal Wallis untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC jeroan ikan gulamah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Konsentrasi poc jeroan ikan gulamah yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun terbaik adalah konsentrasi 12,5% POC. Konsentrasi ini memberi nilai rata-rata tinggi tanaman 155,9 cm, diameter batang 0,8 mm, jumlah daun 25,9 dan jumlah cabang 4 pada fase vegetatif. Sedangkan pada fase generatif konsentrasi ini memberikan nilai rata-rata jumlah bunga produktif 3,3, jumlah cabang produktif 1,4, jumlah total buah pertanaman 2,7, jumlah buah layak panen pertanaman 2,5, panjang buah 21,2 cm, diameter buah 48,5 mm, berat buah layak panen 270,2 g dan berat total buah pertanaman 675,1 g. akan tetapi, pemberian dengan konsentrasi 12,5% POC belum memberikan hasil yang maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Surimi adalah daging lumat yang terkonstrat dengan protein miofibril melalui proses pencucian berulang-ulang menggunakan air dingin yang terstandar dengan penambahan garam dan gula (Cryoprotectant). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas surimi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dengan menggunakan tiga jenis ikan yang berbeda. Metode penelitian dengan cara deskriptif kualititatif untuk analisis menggunakan rendemen surimi, pengujian kadar air, protein, lemak dan analisis sensori yang meliputi kenampakan, uji lipat dan uji gigit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen surimi yang dihasilkan pada ikan barakuda 7,86, gulamah 7,66 dan bulan-bulan 7,26. Proksimat ikan segar yang dihasilkan ikan barakuda dengan kadar air 77,88%, protein 16,23%, lemak 6,67% dan abu 1,61%, gulamah dengan kadar air 79,41%, protein 15,58%, lemak 3,18% dan abu 1,56% sedangkan bulan-bulan kadar air 69,90%, protein 16,52%, lemak 4,18% dan abu 1,06%. Proksimat surimi yang dihasilkan adalah surimi barakuda kadar air 79,22%, protein 12,41% dan lemak 1,61%. surimi gulamah kada air 80,55%, protein 12,94% dan lemak 1,56% sedangakan surimi bulan-bulan kadar air 75,00%, protein 12,69%, dan lemak 1,06%. Sensori surimi barakuda, gulamah dan bulan-bulan mencapai rata-rata 7 sampai 8, dimana surimi yang dihasilkan sesuai dengan SNI 2694:2013.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan gulamah merupakan hasil tangkapan sampingan yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual kering (ikan asin) dan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan gulamah (Johnius belangerii) dari hasil tangkapan di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel 12 kali selama 2 bulan (Januari-Februari 2022) dengan total sampel 360 ekor dengan jantan sebanyak 158 ekor dan betina sebanyak 202 ekor. Hasil pengolahan data penelitian ikan gulamah jantan dan betina didapatkan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (2.1386 dan 2.4698) dengan nilai koefisien determinasi 0.8536. Nilai faktor kondisi jantan didapatkan kisaran 0.17-1.69 dengan bentuk tubuh gemuk (51%) dan nilai faktor kondisi ikan gulamah betina didapatkan kisaran 0.23-0.71 dengan bentuk tubuh kurus (84%). Rasio kelamin ikan gulamah jantan lebih sedikit dibandingkan dengan ikan betina (1:1.28).