ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PINTAR KOSA KATA BAHASA TIDUNG UNTUK SISWA KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Sopiah latifah 2140605075 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media pembelajaran dua dimensi berupa Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung untuk siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurang efektifnya pembelajaran muatan lokal bahasa daerah karena keterbatasan bahan ajar yang masih terfokus pada buku paket konvensional, serta kendala guru pengajar yang bukan merupakan asli penutur suku Tidung sehingga siswa kesulitan memahami arti materi kosakata yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara, angket validasi ahli, serta angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan media Papan Pintar Kosakata dikategorikan sangat layak berdasarkan penilaian dari ahli materi (menggunakan kosakata fokus), ahli bahasa (penyesuaian ejaan istilah warnano dan agung), serta ahli media yang disesuaikan dengan kebutuhan visual dan karakteristik siswa sekolah dasar. (2) Kemenarikan media berdasarkan angket respon siswa dikategorikan sangat menarik, di mana variasi gambar pendukung instrumen musik tradisional daerah dan kosakata warna mampu membuat peserta didik aktif, antusias, serta mudah memahami materi pembelajaran muatan lokal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung memenuhi kriteria kelayakan dan kemenarikan untuk digunakan sebagai sumber belajar muatan lokal di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan jumlah penduduk yang terlalu banyak dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan penduduk yang saat ini berada di usia kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusi, Upah Minimum, dan Pendidikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan software Stata 18 dan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2019 hingga 2023 dari 34 Provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan Upah minimum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel penyerapan tenaga kerja sebesar 97.80%, sedangkan sisanya 2.20% dijelaskan dan disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam memilih profesi guru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari 166 mahasiswa angkatan 2021, dengan sampel sebanyak 117 mahasiswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator motivasi berada dalam kategori sedang. Tidak terdapat satu pun indikator yang berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa masih berada pada tingkat menengah dan belum menunjukkan kecenderungan yang kuat ke arah tertentu. Beberapa indikator seperti kontribusi sosial, nilai intrinsik, kemampuan mengajar, serta ketertarikan bekerja dengan anak-anak memperoleh nilai pada kategori sedang, begitu pula indikator lainnya seperti keamanan kerja, pengaruh sosial, pengalaman belajar, dan aspek lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa terbentuk oleh berbagai faktor dengan intensitas yang relatif seimbang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki motivasi yang cukup dalam memilih profesi guru, namun motivasi tersebut masih perlu ditingkatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi lembaga pendidikan untuk merancang program pembinaan dan pengembangan yang mendukung peningkatan motivasi mahasiswa dalam menekuni profesi guru di masa depan. Kata kunci: motivasi, mahasiswa PGSD, profesi guru, FIT-Choice, pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada saat ini Gedung Rusunawa Kota Tarakan memerlukan perbaikan karena usia rusunawa sudah belasan tahun sehingga banyak kamar hunian yang membutuhkan perawatan karena mengalami kerusakan. Pemeliharaan dan perawatan bengunan gedung harus dilakukan secara konsisten agar dapat mengembalikan fungsi sarana dan prasarana secara penuh, serta membuat penghuni tetap aman dan nyaman untuk bertempat tinggal di Gedung Rusunawa Kota Tarakan, hal ini sejalan dengan PP No 16 Tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan tingkat kerusakan dan memberikan rekomendasi terhadap kerusakan yang terjadi pada Gedung Rusunawa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan interview kepada pengelola, satpam, dan penghuni rusunawa terkait kerusakan pada Gedung Rusunawa. Hasil penelitian diperoleh presentase kerusakan untuk keseluruhan bangunan sebesar 12,443%, yang merupakan kategori kerusakan ringan menurut PP No 16 Tahun 2021. Adapun untuk rekomendasi perbaikan pada retak (kolom, balok, dan dinding), sudut kolom yang pecah, selimut beton hancur dan berlubang akibat air, rekomendasi perbaikannya menggunakan campuran semen Conbextra GP dan air. Kemudian untuk kerusakan pada finishing dinding rekomendasi perbaikannya dilakukan dengan pengecatan ulang menggunakan cat waterproof dan untuk kerusakan pada keran air, instalasi listrik, serta gagang pintu sebaiknya langsung mengganti dengan yang baru agar tidak terjadi kerusakan yang berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu potensi perikanan budidaya di Indonesia dihasilkan dari sistem minapadi. Kabupaten Tana Tidung memiliki potensi untuk pengembangan budidaya minapadi, namun hingga saat ini belum adanya data tentang budidaya minapadi di Kabupaten Tana Tidung. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari potensi budidaya minapadi yang ada di Kabupaten Tana Tidung dan cara pengelolaan budidaya minapadi yang ada di Kabupaten Tana Tidung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan observasi yang dilakukan melalui observasi dan wawancara lapang secara langsung pada kelompok minapadi dengan menggunakan kuesioner guna mendapatkan informasi mengenai perkembangan budidaya minapadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua kelompok usaha minapadi yang beranggotakan 10 orang dalam satu kelompoknya. Luas lahan yang digunakan dalam budidaya sekitar ± 2 ha, yang dimana tiap satu petaknya berukuran 50 x 50 m2 atau 40 x 40 m2. Hasil yang didapat pada kelompok 1 adalah informasi hasil panen padinya sekitar 50 kg/ petak dan hasil panen ikan tidak. Pada kelompok 2 mendapatkan hasil panen padinya sekitar 300 kg/ petak dan hasil ikan yang didapatkan 100 kg/ petak. Metode pengelolaan budidaya sistem minapadi pada dua kelompok aktif yang berada di Kabupten Tana Tidung meliputi; persiapan lahan, persiapan benih atau bibit ikan dan padi, penebaran bibit ikan, penanaman padi, pemupukan, pemeliharaan ikan, panen, serta pasca panen. Dari hasil kedua kelompok tersebut berbeda, dikarenakan kelompok 1 kurangnya pemahaman yang dikuasai secara ilmu maupun teknis dan kurangnya kerjasama antar anggota didalam satu kelompok serta faktor lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biaya perjalanan, pendapatan, dan pendidikan terhadap intensitas kunjungan masyarakat di kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dimana peneliti mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner kepada responden untuk mengetahui data penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan secara parsial variabel biaya perjalanan terhadap intensitas kunjungan dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel (- 1.015 1.672), dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial variabel pendapatan dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-0278 1.672), dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial variabel pendidikan dengan nilai thitung lebih kecil dari ttabel (1.595 1.672). Hasil dari penelitian secara simultan variabel biaya perjalanan, pendapatan, dan pendidikan tidak mempunyai pengaruh simultan terhadap intensitas kunjungan nasyarakat di kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan dengan nilai Fhitng lebih kecil dari Ftabel (1.304 2.77).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesegaran ikan bandeng dipengaruhi oleh mata, sisik, insang, Bau, Daging, dan Dinding Perut ikan. Mengidentifikasi kesegaran ikan bandeng dapat dilihat warna mata ikan dan sisik ikan.Untuk mengatasi masalah tersebut akan dilakukan perancangan alat yang dapat menentukan kesegaran ikan bandeng secara otomatis. Dalam pembuatan alat ini akan digunakan mikrokontroler Arduino dan sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi warna RGB mata dan sisik ikan. Hasil dari dua sensor tersebut yang berupa 4 parameter atau fitur untuk nantinya akan digunakan untuk menetukan kesegaran ikan bandeng. Dari pengambilan data hasilnya adalah persentase akurasi keberhasilan ketika mendeteksi bagian mata ikan segar sebesar 70%. Pada pengambilan data mata ikan tidak segar sebesar 60% sedangkan sisik segar dan tidak segar sebesar 70% dan 80%.Persentase tingkat kegagalan ketika mendeteksi bagian mata ikan segar sebesar 30%. Tingkat kegagalan mata ikan tidak segar sebesar 40% sedangkan tingkat kegagalan sisik segar dan tidak segar sebesar 30% dan 20%.