Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: Mix
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN MINYAK KAYU PUTIH CAP BURUNG KENAWAI DI UPT.KPH KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Price/Harga (X1), Product/Produk (X2), Place/Tempat (X3), dan Promotion/Promosi (X4) terhadap Keputusan Pembelian (Y) minyak kayu putih Cap Burung Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan, baik secara simultan maupun parsial, serta menentukan variabel dalam marketing mix 4P yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap Keputusan Pembelian. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada konsumen minyak kayu putih Cap Burung Kenawai. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Price/Harga, Product/Produk, Place/Tempat, dan Promotion/Promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai signifikansi pada uji F sebesar 0,000 0,05. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Product/Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, sedangkan Price/Harga (X1), Place/Tempat (X3), dan Promotion/Promosi (X4) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Product/Produk (X2) menjadi variabel yang paling dominan terhadap Keputusan Pembelian karena memiliki nilai Standardized Coefficients Beta paling tinggi, yaitu sebesar 0,488, dengan nilai signifikansi 0,006 0,05. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa peningkatan persepsi konsumen terhadap kualitas produk diikuti oleh kecenderungan meningkatnya keputusan pembelian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Unit Commitment dengan Demand Side Flexibility untuk mengelola fluktuasi net load akibat integrasi PLTS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN, CAFE MUDDANI, DESA TANAH KUNING, KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran (Marketing Mix) serta menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan pelanggan di Cafe Muddani, Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026 dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 orang pelanggan Cafe Muddani. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran di Cafe Muddani secara umum berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Variabel produk memperoleh nilai rata-rata 21,4, harga 21,5, tempat 21,2, promosi 20,7, orang 21,0, proses 20,5, dan bukti fisik 20,7. Hasil analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 5,837 + 0,901X₁ − 0,120X₂ − 0,031X₃ − 0,062X₄ + 0,275X₅ + 0,129X₆ + 0,047X₇. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,558 menunjukkan bahwa 55,8% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel bauran pemasaran, sedangkan sisanya sebesar 44,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,05), yang berarti seluruh variabel bauran pemasaran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara parsial, variabel produk dan orang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan variabel harga, tempat, promosi, proses, dan bukti fisik tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, produk dan orang merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di Cafe Muddani. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Marketing Mix 7P, Kepuasan Pelanggan, Regresi Linear Berganda, Cafe Muddani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Demotivation in Learning English Faced by Eighth Grade Students at SMP Negeri 11 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Unit Commitment Generator dengan Mempertimbangkan Reserve Constraints Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming (MILP)

2026•

Kebutuhan enegri listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan teknologi menuntut sistem tenaga listrik untuk beroperasi secara efsiensi, ekonomis, dan andal. Salah satu aspek penting dalam pengelolahan sistem tenaga listrik adalah penjadwalan unit pembangkit atau unit commitment, yaitu proses penentuan status operasi (ON/OFF) dan besaran daya keluaran optimasi dari setiap unit pembangkit selama periode perencanaan tertentu. Penelitian ini mengembangkan model optimasi unit commitment dengan mempertimbangkan Reserve constraints (Batasan Cadangan putar) guna menjaga keandalan sistem tenaga listrik saat terjadi peningkatan beban maupun gangguan mendadak. Metode yang digunakan adalah Mixed Integer Linear programming (MILP) yang diimplementasikan melalui perangkat lunak General Algebraic Modeling System (GAMS), dengan data sistem IEEE 30 Bus yang terdiri dari enam unit pembangkit termal sebagai model simulasi. Fungsi objektif yang diminimalkan mencakup biaya bahan bakar, biaya start-up dan biaya shut-down selama perencanaan 24 jam. Simulasi dilakukan pada empat skenario Reserve constraints, yaitu 10%, 20%, 30%, dan 40% dari total permintaan beban. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada Reserve constraints 10%, hanya tiga generator (Gen 1, Gen 2, Gen 3) yang beroperasi sepanjang 24 jam dengan total biaya pembangkitan terendah sebesar $11.307,86. Pada Reserve constraints 20% generator 6 mulai aktif beroperasi pada jam-jam beban tinggi dengan total biaya sebesar $11.321,34. Pada Reserve constraints 30%, Generator 5 dan Generator 6 beroperasi lebih awal dan lebih lama untuk menjaga ketersediaan cadangan daya dengan total biaya sebesar $11.353,48. Pada Reserve constraints 40%, seluruh enam generator beroperasi secara bersamaan pada jam beban puncak (jam 17-20), dengan generator 4, 5, dan 6 beroperasi pada daya minimumnya, menghasilkan total biaya tertinggi sebesar $11.427,40. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Reserve constraints yang ditetapkan, semakin banyak unit pembangkit yang harus diaktifkan, yang berdampak pada peningkatan total biaya operasional sistem.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pupuk AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) serta Kesuburan Tanah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan lingkungan banyak terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kerusakan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi ekologis, menurunnya kualitas lingkungan, serta berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Beberapa tanah yang tersebar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara termasuk ke dalam golongan tanah marginal beriklim tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, yaitu Ph kisaran 4,1-4,9, kandungan C- Organik kisaran 0,08-0,11%, P total tinggi 0,81%, N total sangat rendah 0,06% dan K total sangat rendah 0,06%. Oleh karena itu, upaya penanganan yang tepat untuk memulihkan lahan tersebut, yaitu melalui kegiatan reklamasi lahan berupa regevetasi lahan. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan revegetasi lahan adalah jenis tanaman rumput-rumputan (rumput pakchong). Untuk membudidayakan rumput ini diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16), P2 (400 ppm AB Mix), P3 (800 ppm AB Mix), P4 (1200 ppm AB Mix) dan P5 (1600 ppm AB Mix). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar,berat basah dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 8 MST 257,87 cm, luas daun umur 8 MST 242,03 cm, Jumlah anakan 8 MST 6,42 batang, jumlah daun umur 8 MST 18 helai, diameter batang umur 8 MST 24,81 mm, panjang akar 8 MST 35,79 cm berat basah 1.030 kg dan berat kering 467,50 gr. Dengan demikian, pemberian perlakuan Ab Mix 800 ppm dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA: STUDI MIXED-METHODS DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

2026•

Pemahaman konsep matematika (PKM) merupakan kemampuan kognitif fundamental yang mendukung siswa dalam memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep matematika secara bermakna. Realistic Mathematics Education (RME) dipandang relevan untuk mengembangkan PKM karena mengaitkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, namun kajian mengenai efektivitas RME dengan pendekatan mixed-methods masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas RME terhadap PKM siswa melalui perbandingan hasil pretest dan posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta menelaah pengalaman belajar siswa melalui data kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain embedded-experimental. Data kuantitatif diperoleh melalui tes PKM, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara pada kelas eksperimen. Analisis kuantitatif meliputi statistik deskriptif, analisis n-gain, dan uji independent sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PKM kedua kelompok relatif serupa, dengan perbedaan yang tidak signifikan secara statistik inferensial. Akan tetapi, di sisi lain, nilai rata-rata n-gain kelompok eksperimen sebesar 0,43 dan kelompok kontrol sebesar 0,42 berada pada kategori sedang. Secara deskriptif, kelompok eksperimen menunjukkan capaian yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil penelitian kualitatif juga mendukung hasil analisis statistik deskriptif tersebut bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran RME memiliki persepsi positif terhadap pendekatan tersebut dan merasakan manfaat dalam memahami konsep matematika. Dengan demikian, RME memberikan kontribusi positif terhadap proses PKM siswa, meskipun efektivitasnya secara kuantitatif belum menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana peserta didik tidak dapat belajar dengan baik, yang disebabkan oleh adanya ancaman, hambatan maupun gangguan dalam belajar. Dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 9 Tarakan, hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar, kesulitan memahami istilah ilmiah, serta anggapan bahwa IPA merupakan pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan tersebut. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dengan pendekatan explanatory sequential mixed method, yaitu pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu melalui angket, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi IPA yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat, motivasi, kesiapan, dan perhatian siswa yang memiliki proporsi sebesar 21,58%, dengan minat sebagai faktor yang paling dominan. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dengan kontribusi sebesar 32,68%. Faktor eksternal yang paling dominan adalah lingkungan masyarakat dengan proporsi sebesar 11,80%. Data ini menunjukkan bahwa faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor internal dalam menimbulkan kesulitan belajar siswa. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh eksternal berupa lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kesulitan belajar IPA. Kondisi lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan utama dalam pencapaian hasil belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMASARAN SAYURAN ORGANIK PADA HIDROPONIK BOBO GREEN KOTA TARAKAN

2025•

MARKETING STRATEGY FOR ORGANIC VEGETABLES AT BOBO GREEN HYDROPONICS, TARAKAN CITY Abstract The increasing public demand for healthy and environmentally friendly vegetables presents a significant opportunity for entrepreneurs in the horticulture sector. Bobo Green is a micro, small, and medium enterprise (UMKM) engaged in the cultivation of organic vegetables using a hydroponic system in Tarakan City. However, the enterprise faces several marketing challenges, including low production capacity, limited promotional efforts, and competition from similar businesses. This study aims to analyze the marketing strategies employed by Bobo Green using the marketing mix (4Ps) framework: product, price, place (distribution), and promotion. A qualitative descriptive method was used, with data collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. Data credibility was ensured through triangulation of techniques, and the findings were presented in narrative form. The results show that Bobo Green produces various types of vegetables such as lettuce, pakcoy, Chinese mustard (sawi caisim), and water spinach (kangkung), characterized by high quality and pesticide-free attributes. Pricing is determined based on the desired profit margin while aligning with current market prices. Bobo Green operates in two business locations. Product distribution follows an intensive strategy, with sales conducted at multiple points including vegetable stores, partner resellers, and directly at the production site. Promotion is carried out through WhatsApp and word-of-mouth marketing, which has resulted in limited market reach. While the current marketing strategy is relatively effective, improvements are needed, particularly in promotional activities and production capacity. A more integrated and innovative marketing approach is expected to expand market reach and increase sales volume.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS OF CODE-SWITCHING AND CODE-MIXING USED IN EFL LEARNING ON ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE COURSE

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING AND CODE MIXING USED IN EFL LEARNING ON ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES COURSE Abstract This study aimed to analyze the forms and factors influencing code-switching and code-mixing in leartung English as a foreign language (EFL) in the English for Specific Purposes (ESP) course This study uses a descriptive qualitative approach with data obtained through observation and interviews with fourth-semester students in the English Education Department at Borneo Tarakan University The study results showed that three types of code-switching are often used inter sentential switching, intra-sentential switching, and tag-switching in addition, three types of code-mixing were identified insertion, alternation, and congruent lexicalization. The main factors that encourage students to use code-switching and code-mixing include limited vocabulary in English, the desire to clarify the message, build familiarity with the audience, and adjust to the context of a particular topic These findings indicate that code-switching and code-mixing are functional and adaptive linguistic strategies in the ESP learning process, not as a form of language weakness but as a communication tool that supports an adequate understanding of the material

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan lingkungan sering kali terjadi akibat ulah masyarakat itu sendiri sehingga dapat membuat kesuburan tanah menjadi menurun, Salah satu contoh kegiatan yang dapat menyebabkan kualitas tanah menjadi menurun yaitu pertambangan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan reklamasi lahan berupa revegetasi lahan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai revegetasi lahan yaitu jenis tanaman rumput-rumputan (rumput odot). Untuk membudidayakan rumput odot diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Tujuannya yaitu pupuk AB Mix dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman rumput odot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, perlakuan P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16)), P2 (100 ppm AB Mix), P3 (200 ppm AB Mix), P4 (400 ppm AB Mix) dan P5 (800 ppm AB Mix). Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, jumlah daun, lebar daun dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, apabila terdapat data berpengaruh nyata maka dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 9 MST 84,76 cm, panjang daun umur 9 MST 69,95 cm, lebar daun umur 9 MST 3,66 cm, jumlah daun umur 9 MST 81,25, diameter batang umur 9 MST 2,52 dan berat basah 1,08 kg. P5 tidak berbeda nyata pada perlakuan P1 sebagai kontrol positif yang menggunakan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dengan dosis 2,25 gr/tanaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Realistic Mathematics Education Terhadap Berpikir Kritis Siswa: Studi Mixed-Methods di Kelas 7 SMP Negeri 10 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis matematis (KBKM) merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dan penting dalam pembelajaran Matematika. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa Realistic Mathematics Education (RME) efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis, termasuk KBKM. Penelitian tersebut umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sementara di sisi lain pendekatan mixed-methods untuk mengeksplorasi dan memahami efektivitas RME terhadap KBKM masih langka. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penting dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan desain penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas RME terhadap KBKM siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan cara membandingkan pretest dan posttest siswa yang dibelajarkan dengan RME dengan pembelajaran konvensional, dan untuk memahami persepsi siswa terhadap efektivitas RME. Pengumpulan data pada studi embedded-experimental mixed methods mengumpulkan data kuantitatif melalui tes, sementara data kualitatif melalui wawancara bersama siswa kelompok eksperimen. Hasil analisis terhadap data kuantitatif menggunakan independent sample t-test dan uji n-gain score menunjukkan bahwa RME lebih efektif meningkatkan KBKM dibandingkan pembelajaran konvensional. Hasil analisis kualitatif sejalan dengan hasil analisis kuantitatif tersebut, menunjukkan bahwa RME dapat meningkatkan KBKM siswa. Selain itu, hasil analisis kualitatif menghasilkan tema utama, yaitu: persepsi siswa terhadap matematika dan pembelajarannya, kesan terhadap RME, peningkatan KBKM, keterlibatan siswa pada pembelajaran, persepsi terhadap masalah realistik, dan kesulitan selama implementasi RME.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Bius Coffee dengan Pendekatan SEM-PLS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AAAAAThis research examined the urgency of marketing mix model analysis at Bius coffee shops in Tarakan. In facing the rapid growth of the coffee industry and changing consumer behaviour, understanding effective marketing strategies is becoming crucial. This research aimed to contribute to understanding and improving marketing performance and identify its impact on consumer satisfaction. The research results provide practical guidance for similar business owners and stakeholders in optimising marketing strategies and meeting consumer expectations through the use of the marketing mix model and the influence of the marketing mix on consumer satisfaction at Bius Coffee. A survey using PLS-SEM involved 100 consumers as respondents consisting of 64 male and 36 female respondents. The research results showed that the Marketing Mix Model influences Bius Coffee's consumer satisfaction, consists of the variables Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process and Consumer Satisfaction, which have valid construct values in building each latent variable compared to the indicators others that have invalid indicator values (less than 0.05). The R2 is 65.8%, which is the result that has been given and built by each latent variable; from these results, the influence of the marketing mix on consumer satisfaction can be seen. Bius Coffee, namely the Product and Physical Evidence variables, has a significant P-value of 0.0040, 05. The Person variable has a P-value significance value of 0.028 <0.05, and 34.2%, influenced by other factors

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PERENCANAAN AGREGAT PADA INDUSTRI PENGOLAHAN TAHU UD SURYA MAULANA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan dan pengendalian produksi sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kelebihan produk maupun kekurangan produk, dengan melakukan peramalan perusahaan dapat memprediksi volume penjualan di masa yang akan datang dengan menggunakan data penjualan di masa lalu. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha pabrik tahu UD “ Surya Maulana” data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak perusahaan dengan cara tanya jawab mengenai masalah yang berkaitan dengan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan produksi jangka waktu menengah. Peramalan permintaan dilakukan untuk mengetahui jumlah permintaan pada periode 12 bulan mendatang. Penelitian ini menggunakan Metode Least Square karena Memiki Nilai kesesalahan terkecil lalu meramalkan permintaan. Data peramalan yang didapat dengan meggunakan Metode Least Square diolah lagi kedalam Perencanaan Agregat dengan menggunakan Mixed Strategy untuk menghitung kekurangan produksi, jadi untuk memenuhi permintaan di periode perencanaan UD Surya Maulana harus memproduksi tahu sebesark 7.300 cetak dengan biaya tenaga kerja dan total lembur sebanyak 83 jam dengan total biaya selama periode perencanaan sebesar Rp 172.980.000

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PEMBERIAN AB MIX DAN BIOURINE SAPI PADA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus spp L)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan tahun 2019-2021, melaporkan bahwa produksi tanaman bayam pada tahun 2019 sebesar 26.377 kuintal dengan luas panen 496 ha, tahun 2020 sebesar 27.545 kuintal dengan luas panen 460 ha dan 2021 sebesar 23.779 kuintal dengan luas panen 433 ha. Hal tersebut menunjukkan bahwa produksi bayam di kota Tarakan mengalami penurunan dan memerlukan peningkatan produksi yang mampu meningkatkan produksi bayam salah satunya dengan menggunakan hidroponik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian nutrisi AB mix dan biourine sapi dan mengetahui adanya perlakuan yang mampu memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5 %. Pemberian AB mix dan Biourine sapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam pada hidroponik dengan sistem wick. Pemberian 15 ml/liter air AB mix merupakan perlakuan terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam pada parameter tinggi tanaman 4 MST (21,66 cm), jumlah daun 4 MST (± 8 helai), lebar daun 4 MST (6.47 cm), Panjang akar (18,57 cm), dan Diameter batang (0,60 cm). Pemberian 15 ml/liter air AB mix mampu meningkatkan hasil tanaman bayam dengan berat basah tumbuhan pada 4 MST mencapai 14,96 gram pertanaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan

2021•

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan ABSTRAK Penelitian ini menyajikan analisis risiko rantai pasok beton ready mix pada proyek konstruksi di Kota Tarakan dengan cara survei dan wawancara langsung ke lapangan. Dalam pelaksanaannya, manajemen rantai pasok memiliki risiko-risiko negatif yang dapat menghambat pengadaan suatu material maka diperlukan suatu manajemen risiko rantai pasok. Untuk mengetahui risiko yang menghambat tersebut digunakan suatu analisis yaitu Matriks Probabibiltas dan Dampak dengan hasil pengkategorian tingkat dari variabel risiko. Risiko berkategori tinggi dari persepsi pemasok beton ready mix terhadap kontraktor memiliki satu variabel di aliran finansial. Sedangkan dari persepsi kontraktor terhadap pemasok beton ready mix, risiko yang berkategori tinggi terjadi pada satu variabel dalam aliran material/fisik dan satu variabel dalam aliran finansial. Selanjutnya, penelitian ini juga membangun simulasi rantai pasok menggunakan metode monte carlo dengan aplikasi crystal ball. Hasil simulasi menunjukkan rentang waktu keterlambatan beton ready mix dalam rantai pasok yaitu beton ready mix memiliki keterlambatan minimum 6,76 hari; maksimum 9,09 hari dan paling sering 7,93 hari. Hasil analisis grafik sensitivitas menunjukkan risiko keterlambatan akibat ‘penundaan pengiriman material karena masalah finansial yang tidak lancar dengan persentase risiko paling dominan sebesar 16,1%, risiko ‘waktu tunggu material yang lama untuk memenuhi kuota pemesanan karena pengiriman bertahap dari keterbatasan alat angkut oleh supplier memiliki persentase sebesar 10,6% dan untuk risiko ‘detail desain yang tidak lengkap mengakibatkan tidak matangnya kuantitas material yang akan dipesan sehingga perlu pemesanan ulang material dengan persentase sebesar 8,6%. Keywords: Supply chain, Ready Mix Concrete, Contractors, Suppliers Ready Mix Concrete Supply Chain Risk Simulation Modeling For Construction Projects in Tarakan City Abstract This study focused on a risk analysis of the mix concrete supply chain on a construction project in Tarakan City by means of surveys and direct interviews in the field. In practice, supply chain management has negative risks that can hinder the procurement of a material, so a supply chain risk management is needed. To find out the inhibiting risks, an analysis was used, namely the probability and impact matrix with the results of categorizing the level of risk variables. The high category risk from the perception of ready mix concrete suppliers to contractors had one variable in financial flow. Meanwhile, from the contractor’s perception of the ready mix concrete supplier, a high category risk occurred in one variable in material/physical flow and one variable in financial flow. Futhermore, this study also built a supply chain simulation using the Monte Carlo method with a crystal ball application. The simulation result showed that the time span of the ready mix concrete delayed in the supply chain, namely ready mix concrete had a minimum delay of 6.76 days, a maximum delay of 9.09 days, and most often delay of 7.93 days. The results of the sensitivity chart analysis showed that the risk of delays was due to delays in material delivery caused by non-current financial problems with the most dominant risk percentages of 16.1%. The risk of long waiting times for materials to meet order quotas was due to gradual delivery of limited transportation equipment by suppliers, with percentage of 10.6%. The risk of incomplete design details resulted in the immaturity of the quantity of material to be ordered, so it was necessary to reorder materials with percentage of 8.6%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail