ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ibu hamil trimester III mengalami perubahan yang signifikan baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan tersebut seringkali menimbulkan sejumlah ketidaknyamanan yang menyebabkan gangguan tidur pada ibu hamil dan menurunkan kualitas tidur. Kualitas tidur buruk selama kehamilan dapat menimbulkan risiko bagi ibu maupun janin. Terapi non-farmakologi yang dapat mengatasi kualitas tidur buruk pada ibu hamil diantaranya adalah prenatal yoga. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan kehamilan komplementer dengan penerapan prenatal yoga untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Lokasi asuhan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, yang beralamat di Lingkas Ujung RT 16, Kecamatan Tarakan Timur, dengan waktu pelaksanaan asuhan dilakukan pada 27 Mei sampai 5 Juni 2025. Metode asuhan yang digunakan adalah studi kasus. Subjek asuhan adalah ibu hamil trimester III dengan kualitas tidur buruk. Asuhan dilakukan dengan mengamati kualitas tidur subjek sebelum dan sesudah prenatal yoga dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Subjek akan diberi pretest, kemudian dilakukan pelaksanaan preanatal yoga sebanyak 4x dengan interval 3 hari sekali. Durasi setiap pertemuan adalah ±45 menit, kemudian dilakukan posttest untuk menilai perubahan. Hasil asuhan diperoleh ada perubahan skor kuesioner sebelum prenatal yoga dengan skor 13 artinya kualitas tidur buruk dan setelah prenatal yoga dengan skor 6 artinya kualitas tidur masih buruk, namun terdapat penurunan skor PSQI. Kesimpulannya, ada perubahan kualitas tidur ibu hamil trimester III menjadi lebih baik setelah pelaksanaan prenatal yoga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Gangguan tidur merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis dan psikologis. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin, sehingga diperlukan penanganan non-farmakologis yang aman dan efektif, salah satunya adalah aromaterapi lavender. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Asuhan ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain deskriptif kualitatif dan observasional terhadap satu responden, yaitu Ny. N, usia 37 tahun, G3P2A0 dengan usia kehamilan 34-35 minggu. Intervensi dilakukan dengan memberikan aromaterapi lavender melalui metode inhalasi menggunakan diffuser sebanyak lima tetes minyak esensial selama 15 menit sebelum tidur selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor PSQI yang signifikan, yaitu sebelum intervensi (pre-test) diperoleh total skor sebesar 17, yang menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Kemudian setelah intervensi dilakukan (post-test), terjadi penurunan skor PSQI yang signifikan menjadi 4, yang masuk dalam kategori kualitas tidur yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari studi ini adalah pemberian aromaterapi lavender terbukti sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III dari kualitas tidur buruk menjadi kualitas tidur yang baik. Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil dan masyarakat dapat menjadikan aromaterapi lavender sebagai salah satu alternatif non-farmakologi untuk meningkatkan kualitas tidur secara mandiri di rumah, dan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk dapat mengedukasi dan menerapkan aromaterapi lavender dalam pelayanan antenatal care.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU PERIMENOPAUSE DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI ATSIRI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR ABSTRAK Masa perimenopause merupakan transisi alami yang dialami wanita menuju menopause, sering kali disertai gejala fisik dan psikologis, termasuk insomnia. Kurangnya kualitas tidur dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Aromaterapi menggunakan minyak atsiri lavender diketahui memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengatasi gangguan tidur.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu perimenopause dengan meningkatkan kualitas tidur melalui pemberian aromaterapi minyak atsiri lavender.Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pemberian intervensi dilakukan pada Ny N 42 tahun ibu perimenopause dengan keluhan kesulitan tidur. Terapi berupa inhalasi aromaterapi lavender diberikan sebelum tidur selama 15–20 menit setiap malam selama 7 hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan skala kualitas tidur. Hasil setelah pemberian aromaterapi minyak atsiri lavender secara rutin, terjadi peningkatan kualitas tidur subjek, ditandai dengan durasi tidur yang lebih panjang, lebih cepat tertidur, dan berkurangnya keluhan gelisah saat malam hari. Subjek juga merasa lebih rileks dan segar saat bangun pagi.dapat disimpulkan bawah Aromaterapi minyak atsiri lavender terbukti membantu mengatasi insomnia pada ibu perimenopause. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan. Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Perimenopause, kualitas tidur, Aromaterapi, Lavender
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Latar Belakang: Masa toddler (1-2 tahun) merupakan periode kritis dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak yang memerlukan perhatian khusus. Tidur yang berkualitas menjadi faktor fundamental yang mempengaruhi optimal tidaknya tumbuh kembang anak. Sekitar 40-50% anak usia 1-2 tahun di Indonesia memiliki masalah tidur, namun lebih dari 70% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada anak toddler sebagai masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan asuhan kebidanan komplementer dengan intervensi pijat aromaterapi lavender untuk meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan di Puskesmas Tanjung Lapang. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang memaparkan secara sistematis proses asuhan kebidanan komplementer pada kasus (Anak Z) usia 23 bulan yang mengalami gangguan kualitas tidur, dengan fokus pada intervensi pijat anak dan aromaterapi lavender sebagai terapi komplementer. Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan pijat anak 15-20 menit menggunakan minyak telon aromaterapi lavender, dilakukan 30-60 menit sebelum waktu tidur. Hasil: Setelah intervensi 3 hari, terjadi perbaikan signifikan dengan penurunan durasi tertidur dari rata-rata 51,7 menit menjadi 20 menit (perbaikan 61%), pengurangan frekuensi terbangun malam dari 4,7 kali menjadi 2,3 kali (berkurang 51%), dan peningkatan total tidur malam dari 8 jam menjadi 9 jam 35 menit. Kategori kualitas tidur meningkat dari "Sedang" (2/6 kriteria terpenuhi) menjadi "Baik" (5/6 kriteria terpenuhi). Tidak ditemukan efek samping atau reaksi alergi selama pelaksanaan intervensi. Orang tua menunjukkan respons positif dan berminat melanjutkan terapi di rumah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komplementer dengan kombinasi pijat dan aromaterapi lavender selama 3 hari terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan cost-effective untuk mengatasi gangguan kualitas tidur pada anak toddler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stress adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Stressor yang terus–menerus dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi dapat berdampak pada kekacauan hormon melatonin dan meningkatnya adrenalin serta hormon kortisol mengakibatkan kualitas tidur pada mahasiswa terganggu. Berdasarkan data BPS (2019) prevalensi mahasiswa yang mengalami stress di Indonesia sebesar 61,3%. Sekitar 79% percobaan bunuh diri dan gangguan kesehatan akibat stress terjadi pada rentang usia 15 - 29 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menghadapi skripsi di daerah pesisir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat akhir yang sedang menghadapi skripsi di Universitas Borneo Tarakan dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 348 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian responden memiliki Tingkat stress yang berada pada tingkat berat yaitu sebesar 37,6%. Sebagian besar responden memiliki tingkat kualitas tidur yang berada pada tingkat buruk sebesar 65,8%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Tingkat stress dengan kualitas tidur (rho = 0,296, p = 0,001 0,05). Tingkat Stress yang tinggi akan menyebabkan kualitas tidur yang semakin buruk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas tidur merupakan kemampuan seseorang atau individu untuk tetap tertidur dan mencukupi kebutuhan tidurnya. Pada kehamilan trimester III, ibu hamil sering mengalami masalah pola tidur karena perubahan fisiologis dan psikologis. Jika ibu kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat memperburuk kualitas tidur, termasuk durasi tidur dan kenyamaan tidur yang dapat mengakibatkan resiko kehamilan seperti, berat badan tidak terkontrol yang melibatkan glukosa memburuk dan kemungkinan diabetes gestasional. Selain itu, Ibu hamil juga mencemaskan rasa sakit, ketidaknyamaan saat akan menghadapi persalinan, tingkat kelahiran prematur, kemungkinan kelahiran caesar dan depresi pasca persalinan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling dengan populasi yang berjumlah 355 ibu hamil trimester III. sampel sebanyak 78 responden yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2024 menggunakan kueisoner IPAQ dan PSQI. Adapun hasil analisa statistik dengan uji Chi square diperoleh nilai P-value = 0,000. Hasil data yang diperoleh, responden memiliki aktivitas fisik ibu yang rendah mendapatkan kualitas tidur yang buruk sebanyak 22 responden (28,2%), untuk aktivitas fisik ibu yang sedang mendapatkan kualitas tidur yang baik sebanyak 40 responden (51,3%), dan untuk aktivitas fisik ibu yang berat mendapatkan kualitas tidur yang buruk sebanyak 16 responden (20,5%). Berdasarkan hasil penelitian bahwa adanya hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Aktvitas fisik sedang mempengaruhi kualitas tidur yang baik pada ibu hamil trimester III.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tubuh wanita akan mengalami perubahan yang signifikan selama kehamilan, khususnya pada kehamilan trimester III. Perubahan fisik dan psikologis seringkali menimbulkan sejumlah keluhan, yang berdampak pada gangguan tidur sehingga menurunkan kualitas tidur. Tidur merupakan aktivitas vital bagi kesehatan. Gangguan tidur selama kehamilan dapat menimbulkan risiko. Terapi non-farmakologi yang dapat mengatasi kesulitan tidur pada ibu hamil diantaranya adalah prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest without control design. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 25 responden dengan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling, dimana semua responden diberikan treatment selama 2 minggu dengan total frekuensi pemberian sebanyak 3 kali, berdurasi ±60 menit setiap perlakuan. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian uji hipotesis nilai p value=0,001 α=0,05 yang berarti ada perubahan sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulannya, ada pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di Puskesmas Karang Rejo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik serta emosional disertai rasa ketidaknyamanan akibat rusaknya jaringan tubuh aktual dan potensial. Rasa sakit atau nyeri merupakan keluhan utama yang paling sering, membuat individu mencari bantuan ke fasilitas kesehatan. Nyeri telah diidentifikasi sebagai penyebab kualitas tidur yang buruk oleh karena itu dibutuhkan intervensi farmakologi dan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut. Relaksasi Benson dapat digunakan sebagai intervensi non farmakologi untuk mengurangi nyeri dan menaikkan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas intervensi relaksasi Benson terhadap peningkatan kualitas tidur pada pasien nyeri akut. Jenis penelitian ini menggambarkan metode quasi-exsperimen dengan desain One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel mengunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 47 pasien yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p=0,001, ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur pasien dengan nyeri akut sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi benson. Kesimpulan penelitian adalah relaksasi benson yang diberikan 20 menit selama 3 hari efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien nyeri akut.