ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja keberlanjutan UMKM di Kota Tarakan meskipun jumlah unit usaha mengalami peningkatan signifikan. Tantangan utama terletak pada rendahnya produktivitas pekerja berbasis pengetahuan dan adopsi inovasi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Knowledge Workers Productivity (KWP) dan Digital Innovation (DI) terhadap Kinerja Keberlanjutan (KK) pada UMKM sektor Food and Beverage (F&B) di Kota Tarakan. Landasan teoritis yang digunakan meliputi Resource-Based View (RBV), Knowledge-Based View (KBV), dan Dynamic Capability Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 190 karyawan UMKM F&B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWP berpengaruh positif dan signifikan terhadap KK, baik secara langsung maupun melalui mediasi DI. Temuan utama mengungkapkan bahwa DI merupakan prediktor paling dominan dalam meningkatkan KK dan secara efektif memediasi hubungan antara KWP dan KK. Disimpulkan bahwa produktivitas pekerja berbasis pengetahuan memberikan dampak keberlanjutan yang optimal apabila disalurkan melalui inovasi digital yang konkret. Investasi pada kapasitas SDM dan akselerasi transformasi digital menjadi kunci utama bagi UMKM untuk mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menelaah pengaruh eco-efficiency dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran good corporate governance sebagai variabel moderasi. Sampel penelitian mencakup 11 perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024, menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa eco-efficiency maupun green innovation tidak ditemukan hubungan signifikan dengan nilai perusahaan. Moderasi good corporate governance pada eco-efficiency dan green innovation menghasilkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, sehingga memperlemah hubungan keduanya dengan nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar atau investor, sehingga tidak langsung meningkatkan nilai perusahaan. Namun, good corporate governance tetap berperan penting sebagai mekanisme pengawasan yang mengendalikan praktik keberlanjutan, meskipun hasil empiris menunjukkan moderasi yang memperlemah hubungan keberlanjutan dengan nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep keberlanjutan dan bukti empiris, serta menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan kesadaran investor agar praktik keberlanjutan dapat benar-benar menjadi faktor peningkat nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Riset ini dikonstruksikan bermaksud memverifikasi serta menelaah kontribusi Trust sebagai variabel perantara pada keterkaitan antara knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap Innovation Capability pegawai yang berstatus lulusan Diklat Kepemimpinan Provinsi Kalimantan Utara era 2024. Studi ini mengaplikasikan metode kuantitatif melalui rancangan riset kausalitas (explanatory research) yang bermaksud mendeskripsikan interaksi kausalitas antar seluruh variabel yang diobservasi. Ekstraksi data dilaksanakan lewat sirkulasi instrumen survei kepada subjek penelitian. Lingkup populasi pada riset ini mencakup keseluruhan lulusan Diklat Kepemimpinan selama rentang waktu 2024. Prosedur penentuan sampel ditempuh dengan menyalurkan daftar pertanyaan kepada populasi dimaksud, sehingga didapatkan total 88 partisipan yang menyerahkan umpan balik. Evaluasi data pada studi ini menerapkan teknik Analisis Jalur (Path Analysis) yang dioperasikan via aplikasi SPSS, guna memfasilitasi pemeriksaan dampak langsung ataupun sirkuit tersembunyi antarseluruh variabel. Temuan riset memaparkan bahwa variabel knowledge sharing mempunyai dampak searah serta meyakinkan terhadap innovation capability. Di samping itu, absorptive capacity turut terkonfirmasi menyumbangkan efek nyata terhadap innovation capability, selaras dengan variabel Trust yang mengekspresikan impak substansial terhadap Innovation Capability pegawai. Seterusnya, hasil verifikasi fungsi perantara memperlihatkan bahwa Trust secara faktual teruji sanggup menjembatani korelasi antara knowledge sharing dan innovation capability. Tidak sebatas itu, Trust pun berfungsi selaku mediator yang krusial dalam keterhubungan antara absorptive capacity dan innovation capability. Hasil ini memberikan gambaran bahwa derajat keyakinan yang terbentuk di antara pegawai memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pemanfaatan pengetahuan serta kemampuan menyerap pengetahuan baru guna meningkatkan kemampuan berinovasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren perkembangan, topik dominan, pola kolaborasi, produktivitas negara, serta dampak penelitian dalam bidang Marketing Innovation periode 2015-2025 melalui analisis bibliometrik. Studi ini menganalisis 788 dokumen ilmiah terindeks Scopus menggunakan software RStudio dengan paket Bibliometrix dan antarmuka Biblioshiny. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan tahunan signifikan sebesar 14,87% dengan puncak produktivitas 116 artikel pada tahun 2024. Topik dominan meliputi "Innovation", "Marketing", "Sustainability", dan "Sustainable Development", dengan pergeseran terkini ke arah Artificial Intelligence, digital technologies, dan competitiveness yang berkembang pesat pada tahun 2024-2025. Pola kolaborasi peneliti dan institusi cenderung terbatas pada kelompok kecil yang terpisah, sementara kolaborasi tingkat negara menunjukkan integrasi lebih kuat dengan United Kingdom, China, dan Amerika Serikat sebagai pusat penghubung global. China menjadi negara paling produktif dengan 192 frekuensi kemunculan, diikuti Indonesia yang menempati peringkat kelima dengan 95 frekuensi. Dampak penelitian tertinggi ditemukan pada artikel periode 2016-2021 di jurnal bereputasi seperti Environmental Innovation and Societal Transitions, dengan artikel Bocken dkk. (2016) sebagai yang paling berpengaruh (415 sitasi). Jurnal Sustainability (Switzerland) menjadi sumber publikasi utama dengan 204 artikel. Temuan ini memberikan peta komprehensif perkembangan literatur Marketing Innovation serta rekomendasi untuk penelitian, kebijakan, dan praktik bisnis dalam menghadapi era digital dan tuntutan keberlanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini didasarkan pada fakta bahwa meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan sangat penting. UMKM ini menghadapi tantangan dalam berbagi pengetahuan, kapasitas serap, dan innovation capability di era digital. Teori Berbasis Pengetahuan menekankan pengetahuan sebagai sumber daya strategis organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Survei purposive melibatkan 200 peserta dari pelaku UMKM thrifting yang dipilih. Pengaruh variabel berbagi pengetahuan (X1) dan kapasitas serap (X2) terhadap innovation capability (Y) dinilai melalui analisis regresi linier berganda setelah data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagi pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovation capability, dan kapasitas serap juga berpengaruh positif. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat berbagi pengetahuan lebih tinggi. dan kapasitas serap dalam organisasi, semakin meningkat pula innovation capability pelaku UMKM thrifting. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi, pembelajaran berkelanjutan, serta dukungan institusional untuk memperkuat ekosistem inovatif pada UMKM di wilayah perbatasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paddy Integrated Crop Management (ICM) Technology Innovation is one of the vital strategic innovations in increasing rice production to meet rice needs. The purpose of this study was to determine the level of adoption of Integrated Crop Management innovations, to determine the influence of farmer characteristics and innovation traits on the adoption of ICM technology innovations, and to design strategies for increasing the adoption of ICM rice innovations in Sesayap sub- district. The population in this study was all farmers from the farmer community, which has been farming in Sesayap District for the last 2 years. The sample in this study was determined through the purposive sampling method with 57 samples. The study data were primary and secondary. Primary data was obtained through direct interviews with farmers using a questionnaire. Data analysis to determine the level of ICM adoption used descriptive analysis of qualitative, ordinal, and ratio data. To determine the influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of ICM innovations using SEM analysis with Smart PLS software version 4, and for strategies to increase adoption using SWOT analysis. The study results showed that (1) the level of farmer adoption of ICM technology innovation as a whole is in the moderate category. (2) The influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of innovation signifies a significant influence, where a confidence level is 97.5% with a t-value higher than 1.96, t- values of 4,911, 10,247, and 3,589. (3) SWOT analysis defined that farmers possess strengths and opportunities with a weighted value of 0.92 and 0.86, so it is in quadrant I as an S-O (progressive) strategy. Addressed suggestions are (1) building intensive cooperation and partnership with various parties; (2) providing farmer capacity development as the main actors in agriculture; (3) having the government's support for farmers; and (4) the village designation as a certain superior commodity area.