Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: ICM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBERLANJUTAN AGROFORESTRI MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KELOMPOK TANI HUTAN TIRAN LESTARI MENGGUNAKAN METODE MICMAC (STUDI KASUS : UPTD KPH TANA TIDUNG)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lebah kelulut, termasuk dalam kategori hasil hutan bukan kayu (HHBK), dimana lebah kelulut merupakan salah satu spesies serangga dalam kelas Insecta. Mereka adalah anggota dari Ordo Hymenoptera dan tergolong dalam keluarga Apidae. Lebah kelulut memiliki ukuran tubuh yang kecil dan merupakan serangga penghasil madu yang penting dalam proses penyerbukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Dan adapun key informan dalam penelitian ini yaitu anggota kelompok tani hutan tiran lestari. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan focus group discussion. Analisis data yang digunakan untuk menjawab variabel yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah analisis Micmac. Dan hasil yang didapatkan berdasarkan analisis Micmac dimana untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut dikelompok tani hutan tiran lesatari yaitu variabel yang memiliki pengaruh (influence) terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah teknologi, harga madu kelulut, dan kualitas madu kelulut. Untuk variabel yang memiliki ketergantungan (dependence) pada keberlanjutan agroforestri madu kelulut adalah variabel pembinaan penyuluh kehutanan, pakan lebah kelulut musiman, dan kualitas madu kelulut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENINGKATAN ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI KECAMATAN SESAYAP

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paddy Integrated Crop Management (ICM) Technology Innovation is one of the vital strategic innovations in increasing rice production to meet rice needs. The purpose of this study was to determine the level of adoption of Integrated Crop Management innovations, to determine the influence of farmer characteristics and innovation traits on the adoption of ICM technology innovations, and to design strategies for increasing the adoption of ICM rice innovations in Sesayap sub- district. The population in this study was all farmers from the farmer community, which has been farming in Sesayap District for the last 2 years. The sample in this study was determined through the purposive sampling method with 57 samples. The study data were primary and secondary. Primary data was obtained through direct interviews with farmers using a questionnaire. Data analysis to determine the level of ICM adoption used descriptive analysis of qualitative, ordinal, and ratio data. To determine the influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of ICM innovations using SEM analysis with Smart PLS software version 4, and for strategies to increase adoption using SWOT analysis. The study results showed that (1) the level of farmer adoption of ICM technology innovation as a whole is in the moderate category. (2) The influence of farmer characteristics and the innovative nature on the adoption of innovation signifies a significant influence, where a confidence level is 97.5% with a t-value higher than 1.96, t- values of 4,911, 10,247, and 3,589. (3) SWOT analysis defined that farmers possess strengths and opportunities with a weighted value of 0.92 and 0.86, so it is in quadrant I as an S-O (progressive) strategy. Addressed suggestions are (1) building intensive cooperation and partnership with various parties; (2) providing farmer capacity development as the main actors in agriculture; (3) having the government's support for farmers; and (4) the village designation as a certain superior commodity area.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL SISTEM AGROFORESTRI DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS DI AGROFORESTRI BAPAK ZULKIPLI, BINAAN UPTD. KPH TARAKAN)

2023•

Keragaman jenis output yang dihasilkan agroforestri dianggap mampu mengatasi permasalahan dalam hal pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial dan faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri milik Bapak Zulkipli. Metode yang digunakan untuk tujuan analisis kelayakan finansial terdiri atas Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Analyze Payback Period (APP). Sedangkan metode untuk menjawab faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri dengan analisis micmac. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil analisis kelayakan finansial, pendapatan yang akan diperoleh selama 15 tahun pengelolaan agroforestri komponen bebek sebesar Rp. 271.448.525, komponen lebah kelulut sebesar Rp. 16.412.256 dan komponen kayu putih sebesar Rp. 66.581.673. Nilai NPV komponen bebek sebesar Rp. 763,352.527 > 1, lebah kelulut sebesar Rp. 34.940.031 > 1 dan kayu putih sebesar Rp. 434.776.915 > 1, maka agroforestri layak dijalankan. Net B/C komponen bebek 39,13 > 1, lebah kelulut 2,67> 1 dan kayu putih 22,41 > 1, maka usaha agroforestri layak dijalankan. Gross B/C komponen bebek 5,16 >1, lebah kelulut 1,33 >1 dan kayu putih 2,67 > 1, maka usaha layak dijalankan. IRR komponen bebek 42% > 8%, lebah kelulut 31% > 8% dan kayu putih 42% > 8% maka usaha agroforestri akan mengalami peningkatan usaha. Payback Period komponen bebek selama 1 tahun, lebah kelulut selama 7 tahun 4 bulan dan kayu putih selama 1 tahun 9 bulan. Dari hasil kelayakan yang diperoleh, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri di antaranya infrastruktur, kelembagaan, modal teknologi tepat guna, stakeholder, tingkat pendidikan petani, pengalaman petani hutan, pendampingan terhadap petani hutan, harga produk, perluasan pasar distribusi, kualitas produk dan nilai tambah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail