.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
Profil penulis
134 karya publik ditemukan.
.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Satpol PP Kabupaten Malinau yang berjumlah 100 orang, dan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Pengujian hipotesis lainnya menemukan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, serta disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Pada uji mediasi, hasil penelitian membuktikan bahwa disiplin kerja tidak memediasi pengaruh antara lingkungan kerja terhadap prestasi kerja. Namun, disiplin kerja terbukti secara signifikan memediasi pengaruh antara motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai. Secara keseluruhan, peningkatan motivasi kerja yang diiringi dengan disiplin kerja akan mendorong pencapaian prestasi kerja yang lebih optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Hedonic Shopping dan Shopping Lifestyle yang dimoderasi oleh Media Sosial terhadap Impulse Buying pada pengguna Shopee di Kota Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 200 responden dan dianalisis menggunakan PLS SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hedonic Shopping tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulse Buying. Sebaliknya, Media Sosial dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying, dengan Shopping Lifestyle sebagai faktor paling dominan. Interaksi Media Sosial dengan Hedonic Shopping maupun Shopping Lifestyle tidak terbukti signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya hidup berbelanja dan paparan media sosial lebih berperan dalam mendorong pembelian impulsif di bandingkan motivasi hedonis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Hedonic Shopping dan Shopping Lifestyle yang dimoderasi oleh Media Sosial terhadap Impulse Buying pada pengguna Shopee di Kota Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 200 responden dan dianalisis menggunakan PLS SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hedonic Shopping tidak berpengaruh signifikan terhadap Impulse Buying. Sebaliknya, Media Sosial dan Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying, dengan Shopping Lifestyle sebagai faktor paling dominan. Interaksi Media Sosial dengan Hedonic Shopping maupun Shopping Lifestyle tidak terbukti signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya hidup berbelanja dan paparan media sosial lebih berperan dalam mendorong pembelian impulsif di bandingkan motivasi hedonis.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Satpol PP Kabupaten Malinau yang berjumlah 100 orang, dan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Pengujian hipotesis lainnya menemukan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, serta disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Pada uji mediasi, hasil penelitian membuktikan bahwa disiplin kerja tidak memediasi pengaruh antara lingkungan kerja terhadap prestasi kerja. Namun, disiplin kerja terbukti secara signifikan memediasi pengaruh antara motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai. Secara keseluruhan, peningkatan motivasi kerja yang diiringi dengan disiplin kerja akan mendorong pencapaian prestasi kerja yang lebih optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.
Konsultasi antara mahasiswa dan dosen berperan penting dalam kelancaran bimbingan akademik, namun di Program Studi Teknik Komputer Universitas Borneo Tarakan masih dilakukan secara manual sehingga sering terkendala jadwal dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem konsultasi berbasis website menggunakan framework Laravel yang terintegrasi dengan notifikasi Telegram serta dilengkapi Sistem Pendukung Keputusan metode Simple Additive Weighting untuk rekomendasi dosen pembimbing. Sistem dikembangkan menggunakan model Verification and Validation untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan dan hasil implementasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membantu mengatasi permasalahan konsultasi, mempermudah pengaturan jadwal secara terstruktur, serta meningkatkan efektivitas proses bimbingan. Berdasarkan evaluasi menggunakan kuesioner, diperoleh hasil pada aspek kemudahan pengguna sebesar 93,6%, kecepatan dan ketepatan sistem sebesar 96,4%, efektivitas proses konsultasi sebesar 94,6%, tampilan dan desain sistem sebesar 88,0%, serta kepuasan pengguna sebesar 97,6%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 93,8% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Selain itu, berdasarkan kuesioner evaluasi Sistem Pendukung Keputusan diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,42 atau setara dengan 88,4% yang juga berada dalam kategori sangat baik, sehingga menunjukkan bahwa fitur rekomendasi dosen pembimbing skripsi pada aplikasi website SiKonsMa yang dikembangkan telah mampu memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik serta memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dalam mendukung proses konsultasi dan pengambilan keputusan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit internal dalam mendukung kinerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kota Tarakan, yang dilatarbelakangi oleh minimnya kajian terkait kontribusi audit internal terhadap kinerja karyawan pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan dari pihak manajemen dan staf terkait. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berperan strategis dalam meningkatkan disiplin kerja, kepatuhan terhadap prosedur, dan akuntabilitas, sehingga aktivitas operasional menjadi lebih terarah dan sesuai standar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengelolaan data, sistem pengarsipan yang belum optimal, serta dinamika sumber daya manusia. Audit internal juga dinilai cukup efektif dalam membentuk budaya kerja yang tertib dan patuh terhadap aturan, meskipun belum sepenuhnya mampu meningkatkan motivasi individu karyawan. Dengan demikian, audit internal memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kinerja karyawan melalui penguatan sistem kerja, peningkatan pengawasan, dan perbaikan tata kelola organisasi, serta diharapkan dapat menjadi kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit internal pada sektor BUMD.
Penelitian ini membahas tentang pertanggungjawaban hukum penyedia jasa konstruksi terhadap kegagalan bangunan sebagai salah satu permasalahan krusial dalam penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Kegagalan bangunan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, merupakan kondisi runtuh atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil pekerjaan. Fenomena ini menimbulkan dampak hukum, ekonomi, sosial, dan keselamatan publik, serta mengindikasikan adanya kelemahan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban penyedia jasa konstruksi memiliki tiga dimensi utama, yaitu administratif, perdata, dan pidana. Secara administratif, penyedia jasa dapat dikenai sanksi berupa peringatan, denda, pencabutan izin, hingga daftar hitam. Secara perdata, kegagalan bangunan dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi ataupun perbuatan melawan hukum yang mewajibkan penyedia jasa memberikan ganti rugi serta memperbaiki bangunan yang gagal. Secara pidana, tanggung jawab dapat timbul apabila kegagalan disebabkan oleh kelalaian berat, penyimpangan standar teknis, atau praktik keinsinyuran ilegal yang mengakibatkan kerugian besar atau korban jiwa. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perlunya penguatan independensi penilai ahli, harmonisasi kontrak konstruksi dengan standar teknis nasional, serta peningkatan tata kelola dan profesionalitas sumber daya manusia konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum, peningkatan kualitas regulasi, dan peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia.
Penelitian ini membahas tentang pertanggungjawaban hukum penyedia jasa konstruksi terhadap kegagalan bangunan sebagai salah satu permasalahan krusial dalam penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Kegagalan bangunan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, merupakan kondisi runtuh atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil pekerjaan. Fenomena ini menimbulkan dampak hukum, ekonomi, sosial, dan keselamatan publik, serta mengindikasikan adanya kelemahan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung oleh bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban penyedia jasa konstruksi memiliki tiga dimensi utama, yaitu administratif, perdata, dan pidana. Secara administratif, penyedia jasa dapat dikenai sanksi berupa peringatan, denda, pencabutan izin, hingga daftar hitam. Secara perdata, kegagalan bangunan dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi ataupun perbuatan melawan hukum yang mewajibkan penyedia jasa memberikan ganti rugi serta memperbaiki bangunan yang gagal. Secara pidana, tanggung jawab dapat timbul apabila kegagalan disebabkan oleh kelalaian berat, penyimpangan standar teknis, atau praktik keinsinyuran ilegal yang mengakibatkan kerugian besar atau korban jiwa. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perlunya penguatan independensi penilai ahli, harmonisasi kontrak konstruksi dengan standar teknis nasional, serta peningkatan tata kelola dan profesionalitas sumber daya manusia konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum, peningkatan kualitas regulasi, dan peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia.
Della Puspita Wulandari, 2025. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Mindfulness terhadap Pemahaman Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd dan Pembimbing Anggota Kusumawati, M.Pd. Pemahaman regulasi emosi mengacu pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Fenomena yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan respons emosional yang berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness terhadap pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental tipe One-Group Pre-Post test. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala regulasi emosi disusun berdasarkan indikator acceptance of emotional responses, engaging in goal-directed behavior, control of emotional responses, dan strategies to emotion regulation. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 34,489 dan t tabel sebesar 2,365 (df = 7), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menegaskan bahwa mindfulness merupakan teknik yang aplikatif dan berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
Della Puspita Wulandari, 2025. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Mindfulness terhadap Pemahaman Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd dan Pembimbing Anggota Kusumawati, M.Pd. Pemahaman regulasi emosi mengacu pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Fenomena yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan respons emosional yang berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness terhadap pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental tipe One-Group Pre-Post test. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala regulasi emosi disusun berdasarkan indikator acceptance of emotional responses, engaging in goal-directed behavior, control of emotional responses, dan strategies to emotion regulation. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 34,489 dan t tabel sebesar 2,365 (df = 7), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menegaskan bahwa mindfulness merupakan teknik yang aplikatif dan berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penetapan harga jual pada produk minuman kopi varian signature di Coffee Shop Bekawan dengan mengacu pada perhitungan harga pokok produksi. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode full costing dan variabel costing dalam menghitung harga pokok produksi, serta menggunakan metode cost plus pricing dalam menentukan harga jual. Coffee Shop Bekawan Tarakan merupakan jenis usaha yang memproduksi berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full costing dan variable costing menghasilkan nilai harga pokok produksi yang lebih tinggi dari yang digunakan Coffee Shop Bekawan, namun metode full costing lebih tinggi dari pada metode variable costing. Perbedaan tersebut disebabkan karena terdapat beberapa biaya yang belum diperhitungkan oleh Coffee Shop Bekawan sedangkan, pada metode full costing mencakup seluruh komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap dan variabel. Sebaliknya, metode variabel costing hanya menghitung komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Hal tersebut juga berdampak pada penentuan harga jual melalui metode cost plus pricing yang menunjukkan nilai harga jual lebih tinggi dari harga jual yang diterapkan Coffee Shop Bekawan.
Agro Wisata Karungan Tarakan merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Tarakan. Keberadaan destinasi wisata ini, berpotensi mengancam habitat tumbuhan yang ada di area tersebut, salah satunya adalah Pteridophyta. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, menganalisis indeks keanekaragaman tumbuhan paku dan potensi implementasi tumbuhan paku teresterial dan epifit di Agro Wisata Karungan Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan jelajah dengan tekhnik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian di Agro Wisata Karungan Kelurahan Mamburungan Timur, Tarakan menujukkan bahwa ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang meliputi 13 spesies tumbuhan paku teresterial dan 7 spesies tumbuhan paku epifit dari 12 family yang terdiri dari family Aspleniaceae, Nephrolepidaceae, Blechnaceae, Athyriaceae, Dryopteridaceae, Thelypteridaceae, Polypodiaceae, Lygodiaceae, Pteridaceae, Gleicheniaceae, Lycopodiaceae, dan Cyatheaceae. Analisis data penelitian dan kurikulum pembelajaran ditingkat SMA menunujukkan bahwa pengetahuan keanekaragaman tumbuhan paku dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi di SMA dan potensi implementasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk flipbook untuk mendukung proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait penerapan sanksi pidana terhadap pencabulan anak dalam perspektif hukum pidana, serta dasar pertimbangan hakim dalam putusan pidana Nomor 121/Pid.Sus/2023/PN Tar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan nonhukum, dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif dengan menjelaskan, menguraikan, serta menganalisis sesuai dengan permasalahan-permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis menyimpulkan bahwa Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 64 KUHP. Hakim menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan hakim menjahtukan pidada kepada Terdakwa olehkarena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp. 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denta tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.