2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.
2025 · Book ·
Penelitian ini berfokus pada bentik invertebrata sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pada ekosistem padang lamun karena sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Pulau Maratua, yang terletak di Kalimantan Timur, terindikasi mengalami degradasi ekosistem lamun yang berpotensi memengaruhi struktur komunitas bentik invertebrata. Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi bentik invertebrata di padang lamun Perairan Desa Teluk Harapan Dan Payung-Payung Pulau Maratua, serta menghitung tutupan dan kerapatan lamun di Perairan Desa Teluk Harapan dan Payung-Payung Pulau Maratua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data tutupan dan kerapatan lamun serta struktur komunitas bentik invertebrata menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT) sebanyak tujuh stasiun dengan total 21 plot transek beserta dengan pengujian kualitas air secara insitu. Waktu dilaksanakannya penelitian adalah pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentik invertebrata di Pulau Maratua terdiri dari 4 filum, dengan mayoritas pada kelas Gastropoda (57 jenis). Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman yang bervariasi, dengan Indeks Keanekaragaman (H′) berkisar antara 1,061–3,294, kemerataan stabil dengan Indeks Kemerataan (E) antara 0,846–1,497, dan dominansi (D) rendah berkisar antara 0,011–0,359. Tutupan lamun sebagian besar berada pada kategori sangat padat (100%), dengan kerapatan mencapai 3344 individu/m² pada transek tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu (29,6–30,7°C), salinitas (33,4ppt–33,9ppt), pH (6,7–8,3), dan oksigen terlarut (DO: 4,8–7,1 mg/L) ditemukan dalam kisaran normal yang mendukung kelangsungan ekosistem lamun dan bentik invertebrata. Hasil tersebut menunjukkan ekosistem lamun dalam kondisi stabil dan berkolerasi positif bagi bentik invertebrata yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.
2025 · Book ·
Ekosistem mangrove di Indonesia rusak setelah kebakaran 2015. Kondisi ini memicu kebutuhan program pemulihan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah membentuk BRGM sesuai Perpres 120 Tahun 2020 dengan target restorasi 1,2 juta hektar pada 2020 sampai 2024. Kalimantan Utara menjadi prioritas karena luas mangrove dan tingginya aktivitas tambak. Banyak tambak masih memakai cara konvensional sehingga kualitas tanah dan air menurun. Situasi ini menuntut pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan restorasi agar program berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi petambak. Penelitian ini menilai pemahaman dan penerimaan petambak di Kota Tarakan terhadap kegiatan restorasi mangrove oleh BRGM. Penelitian memakai pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert untuk 90 petambak. Analisis memakai deskriptif dan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh pendidikan, umur, dan keikutsertaan. Hasil menunjukkan pemahaman rendah dengan pengaruh 42 persen. Penerimaan rendah dengan pengaruh 26 persen. Pengaruh umur dan keikutsertaan kecil. Responden mengetahui manfaat mangrove, tetapi pemahaman teknis terbatas. Dukungan terhadap program ada, tetapi belum kuat. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi, pendampingan teknis, dan kolaborasi agar program berjalan efektif dan mendukung keberlanjutan tambak.
2025 · Book ·
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada bentik invertebrata sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pada ekosistem padang lamun karena sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Pulau Maratua, yang terletak di Kalimantan Timur, terindikasi mengalami degradasi ekosistem lamun yang berpotensi memengaruhi struktur komunitas bentik invertebrata. Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi bentik invertebrata di padang lamun Perairan Desa Teluk Harapan Dan Payung-Payung Pulau Maratua, serta menghitung tutupan dan kerapatan lamun di Perairan Desa Teluk Harapan dan Payung-Payung Pulau Maratua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data tutupan dan kerapatan lamun serta struktur komunitas bentik invertebrata menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT) sebanyak tujuh stasiun dengan total 21 plot transek beserta dengan pengujian kualitas air secara insitu. Waktu dilaksanakannya penelitian adalah pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentik invertebrata di Pulau Maratua terdiri dari 4 filum, dengan mayoritas pada kelas Gastropoda (57 jenis). Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman yang bervariasi, dengan Indeks Keanekaragaman (H′) berkisar antara 1,061–3,294, kemerataan stabil dengan Indeks Kemerataan (E) antara 0,846–1,497, dan dominansi (D) rendah berkisar antara 0,011–0,359. Tutupan lamun sebagian besar berada pada kategori sangat padat (100%), dengan kerapatan mencapai 3344 individu/m² pada transek tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu (29,6–30,7°C), salinitas (33,4ppt–33,9ppt), pH (6,7–8,3), dan oksigen terlarut (DO: 4,8–7,1 mg/L) ditemukan dalam kisaran normal yang mendukung kelangsungan ekosistem lamun dan bentik invertebrata. Hasil tersebut menunjukkan ekosistem lamun dalam kondisi stabil dan berkolerasi positif bagi bentik invertebrata yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.
2025 · Book ·
PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas analisis keandalan sistem distribusi listrik pada PT. PLN
(Persero) Rayon Nunukan menggunakan metode Section Technique. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi
berdasarkan dua parameter utama, yaitu System Average Interruption Frequency
Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Index (SAIDI), serta
membandingkannya dengan standar keandalan yang telah ditetapkan oleh SPLN
68-2:1986. Metode Section Technique digunakan untuk membagi jaringan
distribusi menjadi beberapa bagian (section) berdasarkan fuse cut out (FCO),
sehingga memungkinkan identifikasi area yang memiliki tingkat gangguan
tertinggi. Data yang digunakan meliputi jumlah pelanggan, panjang saluran, data
gangguan tahunan, serta waktu perbaikan dari setiap section. Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa nilai SAIFI total sebesar 3,6661 kali/tahun dan SAIDI total
sebesar 4,85 jam/tahun. Nilai SAIDI telah memenuhi standar SPLN 68-2:1986
sebesar 21 jam/tahun, sedangkan nilai SAIFI masih sedikit di atas standar 3,2
kali/tahun. Section 5 dan Section 11 tercatat sebagai area dengan nilai indeks
gangguan tertinggi sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Dari hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Section Technique efektif dalam
mengevaluasi keandalan sistem distribusi dan membantu PT. PLN (Persero) Rayon
Nunukan dalam menentukan prioritas pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan
jaringan serta kepuasan pelanggan.
2025 · Thesis ·
PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem mangrove di Indonesia rusak setelah kebakaran 2015. Kondisi ini memicu kebutuhan program pemulihan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah membentuk BRGM sesuai Perpres 120 Tahun 2020 dengan target restorasi 1,2 juta hektar pada 2020 sampai 2024. Kalimantan Utara menjadi prioritas karena luas mangrove dan tingginya aktivitas tambak. Banyak tambak masih memakai cara konvensional sehingga kualitas tanah dan air menurun. Situasi ini menuntut pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan restorasi agar program berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi petambak. Penelitian ini menilai pemahaman dan penerimaan petambak di Kota Tarakan terhadap kegiatan restorasi mangrove oleh BRGM. Penelitian memakai pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert untuk 90 petambak. Analisis memakai deskriptif dan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh pendidikan, umur, dan keikutsertaan. Hasil menunjukkan pemahaman rendah dengan pengaruh 42 persen. Penerimaan rendah dengan pengaruh 26 persen. Pengaruh umur dan keikutsertaan kecil. Responden mengetahui manfaat mangrove, tetapi pemahaman teknis terbatas. Dukungan terhadap program ada, tetapi belum kuat. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi, pendampingan teknis, dan kolaborasi agar program berjalan efektif dan mendukung keberlanjutan tambak.
2025 · Book ·
This study aimed to determine the differences in students' speaking skills between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum among eleventh-grade students at SMAN 1 and SMAN 3 Malinau in the 2023/2024 academic year. A causal- comparative research design was employed with purposive sampling, involving students from SMAN 1 and 44 students from SMAN 3. Data were collected using the TOEIC Speaking Test and analyzed with SPSS version 26.0 through descriptive and inferential statistical procedures. As the data were not normally distributed, the Mann-Whitney U test was applied. The results showed no statistically significant difference between the two groups (U = 647.500, Z =-1.404, p= 0.160). The effect size was small (r = 0.157), indicating a small practical difference. Although students under the 2013 Curriculum (SMAN 1) achieved slightly higher mean score (M = 69.72) than those under the Merdeka Curriculum (SMAN 3) (M = 56.14), the difference was not statistically significant. These findings indicated that, despite a slight tendency for higher achievement under the 2013 Curriculum, both curricula produce relatively similar outcomes in students' speaking skills.
2025 · Book ·
2025 · Book ·
Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book ·
A
2025 · Book ·
Indonesia memiliki wilayah pesisir yang kaya akan biodiversitas, termasuk gastropoda Stramonita gradata dari famili Muricidae yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif dan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak S. gradata dari kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan rendemen 5,41%. Hasil uji fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid, steroid, dan fenol hidrokuinon secara konsisten, flavonoid hanya muncul pada sebagian ulangan, sedangkan saponin dan tanin tidak terdeteksi. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Vibrio parahaemolyticus pada konsentrasi 10 mg/ml dan 20 mg/ml, dengan kontrol positif berupa ampisilin (12,5 mg) dan kontrol negatif berupa etanol (25 ml). Hasil pengujian memperlihatkan adanya zona hambat pada perlakuan ekstrak (0–5 mm), meskipun lebih kecil dan kurang konsisten dibandingkan kontrol positif, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Kesimpulannya, ekstrak S. gradata memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami, namun efektivitasnya masih rendah sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih luas, metode ekstraksi yang berbeda, serta uji in vivo untuk menilai keamanan dan efektivitasnya.
2025 · Thesis ·
A
2025 · Book ·
Penelitian ini mengkaji akibat hukum dari Putusan Bawaslu Kota Tarakan Nomor 003/LP/ADM.PL/BWSL.KOTA/24.01/IV/2024 yang tidak menyatakan adanya pelanggaran administratif oleh seorang calon legislatif terpilih yang diduga memiliki keanggotaan ganda pada partai politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis problematika hukum mengenai status calon tersebut serta menelaah akibat hukum yang timbul dari putusan Bawaslu, ditinjau dari kepastian Hukum dengan Menganalisis Undang – Undang Pemilihan Umum, Undang – Undang Partai Politik dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum serta perbandingan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 88/PUU-XXI/2023 dan Putusan Mahkamah Konstitusi 39/PUU-XI/2013. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil analisis menunjukkan bahwa putusan Bawaslu tersebut telah menimbulkan ketidakpastian hukum dengan mengabaikan substansi keanggotaan partai dan memprioritaskan pemenuhan syarat formal semata. Kendati putusan Mahkamah Konstitusi melindungi mandat jabatan anggota dewan yang partainya tidak lagi menjadi peserta pemilu, putusan tersebut tidak dapat diinterpretasikan untuk meniadakan syarat administrasi pengunduran diri saat pencalonan. Akibatnya, putusan Bawaslu ini berimplikasi pada pelemahan institusi partai politik, mendelegitimasi proses pemilu, dan berpotensi memicu sengketa lanjutan.
2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Green Product, Green Advertising, terhadap Keputusan Pembelian pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Konsumen Tissue Passeo. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan melakukan studi pada pengguna tissue paseo di universitas borneo tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pengguna pengguna tissue paseo di universitas borneo Tarakan yang berjumlah 160 responden. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala likert 5 sampai 1. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dan uji t didukung dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel Green Product, Green Advertising, berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap Keputusan Pembelian.
2025 · Book ·
Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota, salah satunya Geloina sp yang mampu beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas dan memanfaatkan bahan organik dari serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, kepadatan, serta hubungan panjang-berat Geloina sp sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik purposive sampling pada tiga area mangrove 9 ha (depan, tengah, dan belakang) dengan 30 plot transek kuadrat berukuran 5×5 m dan jarak antar area 30 m. Sampel dikumpulkan saat surut untuk menghitung kepadatan (ind/m²), pola distribusi dengan indeks Morisita, distribusi frekuensi ukuran cangkang, serta hubungan panjang-berat individu. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dengan kepadatan tertinggi pada area depan (0,88 ind/m², 22 individu), diikuti area belakang (0,60 ind/m², 15 individu) dan tengah (0,48 ind/m², 12 individu). Hasil perhitungan Indeks Morisita (I = 0.9) menunjukkan bahwa pola distribusi Geloina sp di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan bersifat merata/seragam. Sebagian besar individu berukuran sedang (5,59–6,31 cm), dan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W = 0,3532·L³·¹⁹⁵⁷ (R² = 0,9041), menunjukkan pertumbuhan alometrik positif. Ekosistem mangrove KKMB mendukung keberadaan Geloina sp., namun kepadatannya masih rendah sehingga perlu pengelolaan berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan menjaga habitatnya.
2025 · Book ·