2026 · Book ·
Perairan Muara Tias merupakan wilayah estuari yang dipengaruhi oleh masukan air tawar dan air laut, serta berbagai aktivitas pemanfaatan pesisir seperti perikanan tangkap dan budidaya tambak ikan dan udang, sehingga pemantauan kualitas airnya menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter fisika-kimia serta menentukan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) di perairan Muara Tias, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode purposive sampling pada sembilan titik yang mewakili zona dalam muara, mulut muara, dan luar muara, dengan pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada kondisi pasang tertinggi, suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 7–15 ppt, pH 7,15–7,76, kecerahan 0,13–0,90 m, DO 5,9–8,0 mg/L, TSS 20–88 mg/L, minyak dan lemak 0,047–0,178 mg/L, amonia 0–0,085 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,039 mg/L; sedangkan pada kondisi surut terendah, suhu berkisar 29–31°C, salinitas 0–13 ppt, pH 6,3–7,7, kecerahan 0,13–0,70 m, DO 6,5–8,5 mg/L, TSS 21–68 mg/L, minyak dan lemak 0,045–0,670 mg/L, amonia 0,073–0,452 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,047 mg/L. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode NSFWQI sesuai PERMEN LHK No. 27 Tahun 2021, nilai IKAL rata-rata pada saat pasang tertinggi sebesar 82,05 dan pada saat surut terendah sebesar 81,51, keduanya termasuk dalam kategori Baik. Perairan Muara Tias secara umum masih berada dalam kondisi layak secara ekologis, meskipun pemantauan berkala tetap diperlukan mengingat adanya beberapa titik yang menunjukkan tekanan lingkungan lebih tinggi, khususnya terkait konsentrasi amonia, TSS dan orto-fosfat.
2026 · Book ·
Sargassum sp. merupakan salah satu rumput laut cokelat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan mengandung senyawa penting berupa alginat. Alginat merupakan polisakarida alami yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Na₂CO₃ terhadap rendemen dan karakteristik natrium alginat yang diekstraksi dari rumput laut cokelat Sargassum sp. Alginat sebagai polisakarida yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Metode penelitian menggunakan ekstraksi asam dengan variasi konsentrasi Na₂CO₃ sebesar 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Na₂CO₃ 4% menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 52,53%, kadar air 7,33%, kadar abu 58,33%, dan pH 7,28. Kadar air dan pH seluruh perlakuan memenuhi standar Food Chemical Codex (FCC), sedangkan kadar abu belum memenuhi standar. Konsentrasi Na₂CO₃ 4% merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan natrium alginat dari Sargassum sp. dengan karakteristik yang relatif optimal.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran, tingkat kontaminasi, dan tingkat bioakumulasi logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada air, tanah, dan ikan bandeng (Chanos chanos) di tambak tradisional Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua kali (bulan ke-1 dan bulan ke-3) dengan analisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Parameter yang dianalisis meliputi Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor (CF), dan Bio Concentration Factor (BCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Igeo logam berat Pb dan Cd pada air di bulan ke-1 dan ke-3 termasuk dalam kategori tercemar sangat berat (Igeo ≥5), sedangkan pada tanah berada pada kategori tercemar berat hingga sangat berat (45). Nilai CF logam berat Pb dan Cd pada seluruh media tergolong rendah (CF1), yang menunjukkan kontaminasi rendah secara keseluruhan. Nilai BCF logam berat Pb pada tanah mencapai 121,66, sementara BCF Cd pada air sebesar 3,33, sehingga tingkat akumulatif ikan bandeng termasuk dalam kategori sedang (100≤BCF≤1000). Akumulasi logam berat lebih dominan berasal dari media tanah dibandingkan air. Meskipun demikian, konsentrasi logam berat dalam daging ikan bandeng masih berada di bawah batas maksimum cemaran logam berat yang diatur dalam SNI 7387:2009, sehingga ikan masih layak untuk dikonsumsi.
2026 · Thesis ·
Hiu sungai (Glyphis fowlerae ) merupakan spesies langka yang hidup di sungai, estuari, dan muara dengan tingkat kekeruhan tinggi. Sebagai predator puncak, spesies ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan, namun populasinya terancam degradasi habitat, penangkapan sampingan, dan minimnya data biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter morfometrik, meristik, dan pola pertumbuhan hiu sungai di Perairan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Penelitian dilakukan Oktober 2025–April 2026 menggunakan metode purposive sampling dengan 40 sampel hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi pengukuran 23 krakter morfometrik, pengamatan visual meristik, evaluasi hubungan panjang-berat melalui persamaan, serta perhitungan faktor kondisi (Condition Factor). Hasil menunjukkan tubuh hiu sungai berbentuk fusiform dengan rasio panjang cagak terhadap panjang total sekitar 84%, mendukung kemampuan berenang secara efisien. Karakter meristik terdiri dari dua sirip punggung, dua sirip dada, dua sirip perut, satu sirip anal, satu sirip ekor, lima celah insang, serta jumlah gigi rahang atas 24–25 dan rahang bawah 27–36. Nilai eksponen pertumbuhan (b) 3,0814 pada jantan dan 3,0897 pada betina menunjukkan pertumbuhan cenderung allometrik positif, namun secara statistik mendekati isometrik. Dengan indeks rata-rata 0,666 pada jantan dan 0,645 pada betina menandakan kondisi populasi bentuk pipih. Temuan ini menyediakan informasi dasar penting untuk mendukung pengelolaan dan konservasi hiu sungai secara berkelanjutan di Perairan Sesayap.
2026 · Book ·
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.
2026 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.
2026 · Book ·
Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy), adalah tingkat pertumbuhan yang relatif lambat serta tingginya biaya pakan komersial, sehingga diperlukan komposisi pakan yang seimbang untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian grindal worm, pakan komersial, serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan, sintasan, dan efisiensi pakan benih ikan gurami. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (pakan komersial 100%), B (grindal worm 100%), dan C (kombinasi 50% grindal worm dan 50% pakan komersial). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan mutlak berat dan panjang, sintasan (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak berat tertinggi diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,22 g, diikuti perlakuan B sebesar 1,15 g, dan terendah pada perlakuan A sebesar 0,63 g. Pertumbuhan mutlak panjang tertinggi juga diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,55 cm, diikuti perlakuan B sebesar 1,26 cm, dan perlakuan A sebesar 1,16 cm. Nilai FCR tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 1,76, diikuti perlakuan B sebesar 1,31, sedangkan nilai terendah diperoleh pada perlakuan C sebesar 1,23. Tingkat sintasan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (p 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan, bahwa Pemberian Kombinasi 50% grindal worm Enchytraeus buchholzi dan 50% pakan komersial memberikan hasil terbaik, Perlakuan ini merupakan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.
2026 · Book ·
PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) BERDASARKAN HUKUM NASIONAL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta mengkaji peran pemerintah dalam mencegah pengiriman PMI nonprosedural yang berpotensi menimbulkan tindak pidana perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya kasus permasalahan yang dialami PMI, baik sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara penempatan, maupun setelah kembali ke Indonesia. Berbagai persoalan tersebut umumnya disebabkan oleh lemahnya pengawasan, rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran hukum masyarakat, maraknya perekrutan ilegal oleh calo, serta kurangnya pemahaman mengenai prosedur resmi penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan peraturan pelaksana lainnya, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap PMI dilakukan secara menyeluruh melalui tiga tahapan, yaitu sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja, yang meliputi perlindungan administratif, hukum, sosial, dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum pidana bagi PMI telah diatur secara komprehensif dalam hukum nasional, khususnya melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Namun, efektivitas perlindungan tersebut masih memerlukan penguatan pengawasan, peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat, optimalisasi koordinasi antarlembaga, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pengiriman PMI nonprosedural agar hak-hak PMI dapat terlindungi secara maksimal.
2026 · Book ·
2026 · Book ·
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas iv-b di SD Negeri 013 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu berupa media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point yang memuat materi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, faktor, dan kelipatan bilangan cacah. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan dari validasi ahli media sebesar 94%, ahli materi 100%, ahli bahasa 88%, dan praktisi 100% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas diperoleh persentase 93% dan uji coba lapangan 90% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas IV-B di SD Negeri 013 Tarakan dapat digunakan.
2026 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional di SDN 017 Tarakan yang menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media Crossword Puzzle berbasis Team Games Tournament (TGT) pada materi Sumber dan Bentuk Energi untuk siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap sistematis, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi, serta angket respons siswa. Hasil validasi menunjukkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 76% yang tergolong kategori layak. Adapun hasil uji coba terbatas terhadap 6 siswa dan uji coba lapangan terhadap 28 siswa kelas III-B menghasilkan rata-rata persentase kemenarikan sebesar 83,93% dalam kategori sangat menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Crossword Puzzle berbasis Team Games Tournament (TGT) layak dan sangat menarik digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji pengaruh media ini terhadap hasil belajar siswa secara lebih komprehensif.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara selama periode 2018-2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadup pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara. Secara simultan, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.
2026 · Book ·
Kebutuhan akan penyimpanan energi portabel semakin meningkat seiring
berkembangnya penggunaan perangkat elektronik yang memerlukan sumber daya
fleksibel dan mudah dibawa. Namun, sebagian besar power bank konvensional
masih bergantung pada sumber listrik PLN serta belum dilengkapi sistem
pemantauan kondisi baterai secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun power bank dengan sistem dual charging berbasis
panel surya dan adaptor PLN yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT)
menggunakan ESP32, sensor INA219, dan aplikasi Blynk. Metode penelitian
dilakukan melalui tahapan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak,
implementasi sistem, kalibrasi sensor, serta pengujian kinerja yang meliputi
pengisian daya menggunakan panel surya dan PLN, pengujian dual charging
dengan beban aktif, pengujian monitoring IoT, dan pengujian Quality of Service
(QoS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil melakukan pengisian
baterai menggunakan dua sumber energi, yaitu panel surya dan adaptor PLN, serta
mampu melakukan monitoring tegangan, arus, kapasitas baterai, dan status sistem
secara real-time melalui aplikasi Blynk. Pengujian panel surya menunjukkan bahwa
baterai berhasil mencapai kapasitas 100%, sedangkan pengujian dual charging
membuktikan bahwa sistem mampu melakukan pengisian baterai sekaligus
menyuplai daya ke beban aktif secara bersamaan. Hasil kalibrasi sensor INA219
menunjukkan nilai error pengukuran tegangan sebesar 0,51% dengan tingkat
akurasi 99,54%, sedangkan error pengukuran arus sebesar 1,81% dengan tingkat
akurasi 98,18%. Hasil pengujian QoS menunjukkan nilai packet loss sebesar 0%
pada seluruh pengujian, dengan rata-rata latency meningkat seiring bertambahnya
jarak WiFi, yaitu sebesar 87,3 ms pada jarak 3 meter hingga 146,8 ms pada jarak
15 meter. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, sistem yang dirancang mampu
bekerja dengan baik sebagai solusi penyimpanan energi portabel yang informatif,
dan ramah lingkungan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum pidana internasional terhadap korban genosida melalui studi kasus pada International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). Genosida, yang sering disebut sebagai "the crime of crimes", merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang paling berat dan menuntut perhatian khusus dari komunitas internasional melalui mekanisme hukum yang efektif untuk melindungi korban serta menuntut pertanggungjawaban para pelaku. Fenomena genosida di Rwanda pada tahun 1994 menjadi titik balik penting bagi hukum pidana internasional, di mana komunitas global menyadari bahwa kedaulatan negara tidak boleh menjadi tameng bagi impunitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang sistematis. ICTR, yang didirikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 955, menjadi salah satu pilar utama dalam penegakan hukum pidana internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif serta pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji berbagai instrumen hukum dan yurisprudensi yang dihasilkan oleh tribunal tersebut. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi sejauh mana mekanisme hukum yang ada mampu memenuhi hak-hak dasar korban, yang mencakup hak atas keadilan, hak atas kebenaran , serta mekanisme reparasi dan dukungan psikologis bagi para penyintas yang mengalami trauma mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICTR berhasil mencetak sejarah dengan memberikan definisi hukum yang jelas mengenai genosida, termasuk pengakuan terhadap kekerasan seksual sebagai salah satu instrumen genosida dalam putusan kasus Akayesu. Meskipun tribunal ini berhasil memberikan ruang bagi suara korban untuk didengar di panggung internasional, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan yang signifikan dalam implementasi perlindungan korban. Tantangan utama meliputi keterbatasan akses korban terhadap skema reparasi material, kendala geografis dan bahasa, serta minimnya perlindungan saksi jangka panjang setelah persidangan berakhir. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun ICTR telah meletakkan fondasi yang kuat bagi hukum internasional, efektivitas perlindungan korban masih terhambat oleh keterbatasan mandat dan sumber daya. Oleh karena itu, skripsi ini menyarankan perlunya penguatan kerjasama antara negara-negara anggota PBB dan lembaga internasional untuk membangun mekanisme kompensasi yang lebih konkret. Penguatan ini penting guna memastikan bahwa penegakan keadilan di masa depan tidak hanya berfokus pada penghukuman pelaku (retributive justice), tetapi juga pada pemulihan martabat dan kesejahteraan korban secara komprehensif (restorative justice).
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERLINDUNGAN HUKUM PIDANA BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) BERDASARKAN HUKUM NASIONAL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta mengkaji peran pemerintah dalam mencegah pengiriman PMI nonprosedural yang berpotensi menimbulkan tindak pidana perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya kasus permasalahan yang dialami PMI, baik sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara penempatan, maupun setelah kembali ke Indonesia. Berbagai persoalan tersebut umumnya disebabkan oleh lemahnya pengawasan, rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran hukum masyarakat, maraknya perekrutan ilegal oleh calo, serta kurangnya pemahaman mengenai prosedur resmi penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan peraturan pelaksana lainnya, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap PMI dilakukan secara menyeluruh melalui tiga tahapan, yaitu sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja, yang meliputi perlindungan administratif, hukum, sosial, dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum pidana bagi PMI telah diatur secara komprehensif dalam hukum nasional, khususnya melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Namun, efektivitas perlindungan tersebut masih memerlukan penguatan pengawasan, peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat, optimalisasi koordinasi antarlembaga, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pengiriman PMI nonprosedural agar hak-hak PMI dapat terlindungi secara maksimal.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk terhadap Keunggulan Bersaing pada usaha kedai kopi di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha kedai kopi yang terdata di Kota Tarakan yang berjumlah 100 kedai kopi. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode Sampling Jenuh (Sensus), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sebanyak 100 responden. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pemilik atau manajer kedai kopi. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik dan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Strategi Penetapan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 4,297 > t-tabel 1,984. Kualitas Produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 6,010, serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai F-hitung sebesar 81,676 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,620 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan pengaruh sebesar 62% terhadap Keunggulan Bersaing, sedangkan sisanya sebesar 38% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan daya saing usaha kedai kopi di Kota Tarakan dapat didukung melalui penetapan harga yang tepat serta kualitas produk yang konsisten.. Kata-kata Kunci: Kedai Kopi, Keunggulan Bersaing, Kualitas Produk, Strategi Penetapan Harga.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana persuasif pada minuman dalam media iklan komersial YouTube edisi 2023, khususnya dalam mengidentifikasi penggunaan bahasa persuasif, teknik persuasi, serta makna yang dibangun melalui dialog, narasi, dan slogan iklan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa sepuluh iklan minuman yang ditayangkan di YouTube, yaitu Milo Activ-Go, YOU C 1000, Ultra Milk, Teh Pucuk Harum, Hydro Coco, Teh Botol Sosro, Aqua, Mizone, Coca-Cola, dan Bear Brand Ramadan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak, dokumentasi, dan pencatatan terhadap unsur-unsur wacana persuasif yang terdapat dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana persuasif dalam iklan minuman di YouTube dibangun melalui lima indikator utama. Pertama, dialog persuasif digunakan untuk menyampaikan ajakan secara langsung maupun tidak langsung serta membangun kedekatan dengan audiens. Kedua, narasi persuasif berfungsi menjelaskan manfaat, kualitas, dan keunggulan produk sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. Ketiga, slogan persuasif digunakan untuk memperkuat identitas merek dan memudahkan audiens mengingat pesan iklan. Keempat, visual persuasif berperan mendukung pesan verbal melalui penggambaran aktivitas, lingkungan, dan simbol yang sesuai dengan karakteristik produk. Kelima, tata letak persuasif disusun dengan pola masalah dan solusi, yaitu diawali dengan pengenalan kebutuhan atau permasalahan tertentu kemudian diakhiri dengan penempatan produk sebagai solusi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perpaduan unsur verbal dan nonverbal tersebut membentuk wacana persuasif yang efektif dalam menarik perhatian audiens, membangun persepsi positif, serta memperkuat citra produk yang diiklankan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Muara Tias merupakan wilayah estuari yang dipengaruhi oleh masukan air tawar dan air laut, serta berbagai aktivitas pemanfaatan pesisir seperti perikanan tangkap dan budidaya tambak ikan dan udang, sehingga pemantauan kualitas airnya menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai parameter fisika-kimia serta menentukan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) di perairan Muara Tias, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode purposive sampling pada sembilan titik yang mewakili zona dalam muara, mulut muara, dan luar muara, dengan pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada kondisi pasang tertinggi, suhu berkisar antara 28–30°C, salinitas 7–15 ppt, pH 7,15–7,76, kecerahan 0,13–0,90 m, DO 5,9–8,0 mg/L, TSS 20–88 mg/L, minyak dan lemak 0,047–0,178 mg/L, amonia 0–0,085 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,039 mg/L; sedangkan pada kondisi surut terendah, suhu berkisar 29–31°C, salinitas 0–13 ppt, pH 6,3–7,7, kecerahan 0,13–0,70 m, DO 6,5–8,5 mg/L, TSS 21–68 mg/L, minyak dan lemak 0,045–0,670 mg/L, amonia 0,073–0,452 mg/L, dan orto-fosfat 0–0,047 mg/L. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode NSFWQI sesuai PERMEN LHK No. 27 Tahun 2021, nilai IKAL rata-rata pada saat pasang tertinggi sebesar 82,05 dan pada saat surut terendah sebesar 81,51, keduanya termasuk dalam kategori Baik. Perairan Muara Tias secara umum masih berada dalam kondisi layak secara ekologis, meskipun pemantauan berkala tetap diperlukan mengingat adanya beberapa titik yang menunjukkan tekanan lingkungan lebih tinggi, khususnya terkait konsentrasi amonia, TSS dan orto-fosfat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.
2026 · Thesis ·
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.