2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak, terminologinya yang kompleks, serta mekanisme-mekanismenya yang sulit divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XII Kesehatan SMAS Muhammadiyah Tarakan terhadap tantangan dalam pelajaran genetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori hasil belajar. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dokumen kurikulum, dan nilai siswa. Analisis data menggunakan analisis tematik berdasarkan enam tahapan Braun dan Clarke. Keabsahan data hasil penelitian dilakukan untuk memastikan reliabilitas data melalui member checking dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema tantangan, yaitu kognitif, emosional dan motivasi, lingkungan, sosial, dan fisik. Tantangan kognitif menjadi yang paling dominan, terutama dalam memahami konsep abstrak, istilah ilmiah, mekanisme genetika, dan mengingat materi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran genetika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak, terminologinya yang kompleks, serta mekanisme-mekanismenya yang sulit divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XII Kesehatan SMAS Muhammadiyah Tarakan terhadap tantangan dalam pelajaran genetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori hasil belajar. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dokumen kurikulum, dan nilai siswa. Analisis data menggunakan analisis tematik berdasarkan enam tahapan Braun dan Clarke. Keabsahan data hasil penelitian dilakukan untuk memastikan reliabilitas data melalui member checking dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema tantangan, yaitu kognitif, emosional dan motivasi, lingkungan, sosial, dan fisik. Tantangan kognitif menjadi yang paling dominan, terutama dalam memahami konsep abstrak, istilah ilmiah, mekanisme genetika, dan mengingat materi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran genetika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
2026 · Book ·
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Game Based Learning (GBL) dengan media permainan edukatif teka-teki silang pada pembelajaran teks biografi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan satu kelas sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran GBL berbasis teka-teki silang memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Pada pelaksanaan siklus I tingkat aktivitas belajar siswa masih tergolong rendah, yaitu sebesar 54% dengan kategori kurang baik,. Dari 30 siswa yang terlibat, hanya 4 siswa atau sekitar 13% yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan sebagian besar siswa, yakni 26 orang atau 87%, belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan tindakan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat baik. Selain itu, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar juga meningkat menjadi 27 siswa atau 90%, sementara hanya 3 siswa atau 10% yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan pada materi teks biografi. Jika pada siklus I pemahaman siswa terhadap teks biografi masih terbatas, maka pada siklus II siswa telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Melalui penerapan pembelajaran berbasis permainan, siswa menjadi lebih aktif, terlibat secara kolaboratif, serta mampu memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan melalui penggunaan media teka-teki silang.
2026 · Book ·
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pemidanaan dalam perkara tindak pidana penganiayaan serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menerapkan unsur keturutsertaan pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt.Sel. Metode penelitian yang diterapkan berupa penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data yang digunakan mencakup sumber hukum primer, sekunder, serta bahan non-hukum, yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Pasal 355 ayat (1) jo Pasal 55 KUHP terhadap Anak AGH tidak tepat karena menempatkan yang bersangkutan seolah pelaku utama “medepleger” padahal tidak terdapat bukti adanya kerjasama sadar maupun tindakan pelaksanaan tindak pidana. Peran AGH Lebih sesuai diklasifikasikan sebagai pembantu “medeplichtige” Berdasarkan ketentuan Pasal 56 KUHP, yang menempatkannya hanya sebagai pihak yang mendukung, bukan pelaku utama. Perbedaan penerapan pasal ini berdampak pada ancaman pidana dan stigma sosial dengan. Selain itu, penggunaan KUHP semata dalam kasus anak tidak sejalan dengan prinsip lex specialis derogat legi generali, karena mengabaikan ketentuan khusus dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Putusan yang menjatuhkan pidana penjara pada AG bertentangan dengan prinsip Keputusan terbaik bagi anak dan asas ultimum remedium, mengingat perampasan kemerdekaan terhadap anak seharusnya menjadi upaya terakhir, Oleh karena itu hakim seharusnya lebih mengedepankan pendekatan perlindungan anak dalam menjatuhkan putusan, dengan tetap menjaga independensi dan objektivitas peradilan agar pertimbangan hukum tidak terpengaruh oleh dinamika opini publik terhadap suatu perkara.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Game Based Learning (GBL) dengan media permainan edukatif teka-teki silang pada pembelajaran teks biografi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan satu kelas sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran GBL berbasis teka-teki silang memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Pada pelaksanaan siklus I tingkat aktivitas belajar siswa masih tergolong rendah, yaitu sebesar 54% dengan kategori kurang baik,. Dari 30 siswa yang terlibat, hanya 4 siswa atau sekitar 13% yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan sebagian besar siswa, yakni 26 orang atau 87%, belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan tindakan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat baik. Selain itu, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar juga meningkat menjadi 27 siswa atau 90%, sementara hanya 3 siswa atau 10% yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan pada materi teks biografi. Jika pada siklus I pemahaman siswa terhadap teks biografi masih terbatas, maka pada siklus II siswa telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Melalui penerapan pembelajaran berbasis permainan, siswa menjadi lebih aktif, terlibat secara kolaboratif, serta mampu memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan melalui penggunaan media teka-teki silang.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pemidanaan dalam perkara tindak pidana penganiayaan serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menerapkan unsur keturutsertaan pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt.Sel. Metode penelitian yang diterapkan berupa penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data yang digunakan mencakup sumber hukum primer, sekunder, serta bahan non-hukum, yang selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Pasal 355 ayat (1) jo Pasal 55 KUHP terhadap Anak AGH tidak tepat karena menempatkan yang bersangkutan seolah pelaku utama “medepleger” padahal tidak terdapat bukti adanya kerjasama sadar maupun tindakan pelaksanaan tindak pidana. Peran AGH Lebih sesuai diklasifikasikan sebagai pembantu “medeplichtige” Berdasarkan ketentuan Pasal 56 KUHP, yang menempatkannya hanya sebagai pihak yang mendukung, bukan pelaku utama. Perbedaan penerapan pasal ini berdampak pada ancaman pidana dan stigma sosial dengan. Selain itu, penggunaan KUHP semata dalam kasus anak tidak sejalan dengan prinsip lex specialis derogat legi generali, karena mengabaikan ketentuan khusus dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Putusan yang menjatuhkan pidana penjara pada AG bertentangan dengan prinsip Keputusan terbaik bagi anak dan asas ultimum remedium, mengingat perampasan kemerdekaan terhadap anak seharusnya menjadi upaya terakhir, Oleh karena itu hakim seharusnya lebih mengedepankan pendekatan perlindungan anak dalam menjatuhkan putusan, dengan tetap menjaga independensi dan objektivitas peradilan agar pertimbangan hukum tidak terpengaruh oleh dinamika opini publik terhadap suatu perkara.
2025 · Book ·
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN BAGI PETAMBAK DI KABUPATEN BULUNGAN Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Bagi Petambak di Kabupaten Bulungan. Pertama, Apa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan bagi petambak di Kabupaten Bulungan? Bagaimana upaya yang dilakukan oleh kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan bagi petambak di Kabupaten Bulungan? Skripsi ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini berfokus untuk meneliti tindak pidana pencurian dengan kekerasan di tambak dengan tinjauan kriminologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi dilapangan. Data sekunder diperoleh dari perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data-data internet, ensiklopedia, dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, faktor utama kasus pencurian dengan kekerasan bagi tambak adalah dorongan ekonomi dan adanya kesempatan. Kedua. Kepolisian melakukan upaya dengan tiga lapis yaitu pre-emtif, preventif, dan represif
2025 · Book ·
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan berdasarkan ketentuan dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang difokuskan pada tahapan pengadaan, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, serta pengamanan dan pemeliharaan BMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BMD di lingkungan BKAD Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan didukung oleh penggunaan aplikasi SIMDA-BMD. BKAD secara berkala melaksanakan inventarisasi, rekonsiliasi data, serta evaluasi untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterlambatan pengembalian aset oleh pegawai yang telah berpindah satuan kerja, permasalahan teknis pada pembaruan aplikasi, serta pemahaman yang belum merata terhadap perubahan kode rekening. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BMD di BKAD Kabupaten Bulungan telah berjalan cukup efektif dan transparan, meskipun masih diperlukan peningkatan di aspek efisiensi dan kepatuhan administratif. Abstract This study aimed to assess the performance of Regional Property Management (BMD) at the Regional Financial and Assets Agency (BKAD) of Bulungan Regency based on the provisions of the Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation techniques focused on the stages of procurement, use, administration, utilization, and security and maintenance of BMD. The study results indicated that BMD management within the BKAD of Bulungan Regency has been implemented in accordance with applicable regulations and is supported by the use of the SIMDA- BMD application. The BKAD regularly conducts inventories, data reconciliations, and evaluations to ensure management effectiveness and accountability. However, several obstacles were still found, such as delays in the return of assets by employees who have moved work units, technical problems in application updates, and uneven understanding of changes in account codes. Thus, BMD management at the BKAD of Bulungan Regency has been quite effective and transparent, although improvements are still needed in the aspects of efficiency and administrative compliance.
2025 · Thesis ·
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN BAGI PETAMBAK DI KABUPATEN BULUNGAN Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Bagi Petambak di Kabupaten Bulungan. Pertama, Apa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan bagi petambak di Kabupaten Bulungan? Bagaimana upaya yang dilakukan oleh kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan bagi petambak di Kabupaten Bulungan? Skripsi ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini berfokus untuk meneliti tindak pidana pencurian dengan kekerasan di tambak dengan tinjauan kriminologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi dilapangan. Data sekunder diperoleh dari perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data-data internet, ensiklopedia, dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, faktor utama kasus pencurian dengan kekerasan bagi tambak adalah dorongan ekonomi dan adanya kesempatan. Kedua. Kepolisian melakukan upaya dengan tiga lapis yaitu pre-emtif, preventif, dan represif
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan berdasarkan ketentuan dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang difokuskan pada tahapan pengadaan, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, serta pengamanan dan pemeliharaan BMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BMD di lingkungan BKAD Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan didukung oleh penggunaan aplikasi SIMDA-BMD. BKAD secara berkala melaksanakan inventarisasi, rekonsiliasi data, serta evaluasi untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterlambatan pengembalian aset oleh pegawai yang telah berpindah satuan kerja, permasalahan teknis pada pembaruan aplikasi, serta pemahaman yang belum merata terhadap perubahan kode rekening. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BMD di BKAD Kabupaten Bulungan telah berjalan cukup efektif dan transparan, meskipun masih diperlukan peningkatan di aspek efisiensi dan kepatuhan administratif. Abstract This study aimed to assess the performance of Regional Property Management (BMD) at the Regional Financial and Assets Agency (BKAD) of Bulungan Regency based on the provisions of the Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation techniques focused on the stages of procurement, use, administration, utilization, and security and maintenance of BMD. The study results indicated that BMD management within the BKAD of Bulungan Regency has been implemented in accordance with applicable regulations and is supported by the use of the SIMDA- BMD application. The BKAD regularly conducts inventories, data reconciliations, and evaluations to ensure management effectiveness and accountability. However, several obstacles were still found, such as delays in the return of assets by employees who have moved work units, technical problems in application updates, and uneven understanding of changes in account codes. Thus, BMD management at the BKAD of Bulungan Regency has been quite effective and transparent, although improvements are still needed in the aspects of efficiency and administrative compliance.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pemerasan seksual atau sekstorsi merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang semakin marak terjadi, terutama dengan kemajuan teknologi informasi. Sekstorsi dilakukan dengan cara mengancam korban untuk menyebarluaskan konten seksual pribadi, biasanya untuk memperoleh keuntungan tertentu, baik seksual, finansial, maupun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai pemerasan seksual (sekstorsi) ditinjau dari hukum pidana Indonesia. Serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerasan seksual (sekstorsi). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun belum terdapat istilah "sekstorsi" secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, unsur-unsur perbuatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana melalui pendekatan pada beberapa pasal terkait pemerasan, pencemaran nama baik, dan kekerasan seksual. Pengaturan terkait sekstorsi diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Pornografi serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Perlindungan hukum terhadap korban telah diatur dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan hukum, perlindungan identitas, hingga rehabilitasi psikologis, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih komprehensif dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menjamin keadilan dan perlindungan maksimal bagi korban sekstorsi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerasan seksual atau sekstorsi merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang semakin marak terjadi, terutama dengan kemajuan teknologi informasi. Sekstorsi dilakukan dengan cara mengancam korban untuk menyebarluaskan konten seksual pribadi, biasanya untuk memperoleh keuntungan tertentu, baik seksual, finansial, maupun lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai pemerasan seksual (sekstorsi) ditinjau dari hukum pidana Indonesia. Serta untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana pemerasan seksual (sekstorsi). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif mengacu pada bahan hukum sekunder seperti buku, jurnal dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun belum terdapat istilah "sekstorsi" secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, unsur-unsur perbuatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana melalui pendekatan pada beberapa pasal terkait pemerasan, pencemaran nama baik, dan kekerasan seksual. Pengaturan terkait sekstorsi diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Pornografi serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Perlindungan hukum terhadap korban telah diatur dalam berbagai bentuk, mulai dari pendampingan hukum, perlindungan identitas, hingga rehabilitasi psikologis, namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih komprehensif dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum untuk menjamin keadilan dan perlindungan maksimal bagi korban sekstorsi.
2025 · Book ·
Maria Magdalena Amanda Sogen 2025. Argumen Inti Verba Dalam Bahasa Lamaholot Dialek Solor Barat Di Kecamatan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan, S.Pd.,M.Hum dan Dwi Cahyono Aji S.S., M.A) Penelitian ini membahas tentang argumen inti verba bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Argumen inti merupakan unsur yang melengkapi makna verba dan biasanya mencakup subjek serta objek, baik dalam bentuk objek langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menyoroti argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat, yang digunakan oleh masyarakat suku Lamaholot di Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat menggunakan pendekatan sintaksis. Secara spesifik, kajian ini menelaah struktur klausa dan klausa dasar dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, pencatatan, serta dokumentasi. Data yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan jenisnya sebelum dianalisis dengan pendekatan sintaksis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 41 data yang terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu 31 data yang termasuk dalam klausa dasar dan 10 data yang tergolong dalam struktur klausa.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maria Magdalena Amanda Sogen 2025. Argumen Inti Verba Dalam Bahasa Lamaholot Dialek Solor Barat Di Kecamatan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan, S.Pd.,M.Hum dan Dwi Cahyono Aji S.S., M.A) Penelitian ini membahas tentang argumen inti verba bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Argumen inti merupakan unsur yang melengkapi makna verba dan biasanya mencakup subjek serta objek, baik dalam bentuk objek langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menyoroti argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat, yang digunakan oleh masyarakat suku Lamaholot di Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis argumen inti verba dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat menggunakan pendekatan sintaksis. Secara spesifik, kajian ini menelaah struktur klausa dan klausa dasar dalam bahasa Lamaholot dialek Solor Barat. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, pencatatan, serta dokumentasi. Data yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan jenisnya sebelum dianalisis dengan pendekatan sintaksis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 41 data yang terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu 31 data yang termasuk dalam klausa dasar dan 10 data yang tergolong dalam struktur klausa.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas bongkar muat di pelabuhan merupakan indikator penting dalam menilai kinerja operasional suatu pelabuhan. Dalam penelitian ini, dua variabel penelitian yang akan dianalisis, yaitu peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) sebagai variabel independen sedangkan produktivitas bongkar muat akan menjadi variabel dependen. Tujuan dari penelitian untuk menentukan dan memodelkan pengaruh peralatan bongkar muat dan Terminal Operating System (TOS) terhadap produktivitas bongkar muat di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan. Penentuan responden sebagai sampel menggunakan metode purpose sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan uji statistik menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis dilakukan berupa Uji T, Uji F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil analisis data yaitu terdapat pengaruh peralatan bongkar muat yang signifikan terhadap produktivitas bongkar muat antara lain efisiensi peralatan, ketersediaan peralatan, serta faktor teknologi dan inovasi peralatan. Permodelan pengaruh variabel independen terhadap produktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malundung Kota Tarakan dapat digambarkan sebagai berikut: Y = 2.708 + 0.202 Xa2 + 0.606 Xa3 +0.049 Xa5 Dari hasil penelitian regresi berganda tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator ketersediaan peralatan memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas bongkar muat dengan koefisien regresi 0,606. Uji Adjusted R2 menunjukkan hasil 0.606 atau 60.6% sedangkan 39.8 % dipengaruhi oleh variabel penelitian yang tidak menjadi variabel dari penelitian ini.