Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: stek
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS KOLELITIASIS PASCA OPERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kolelitiasis merupakan kondisi terbentuknya batu empedu di kandung empedu atau saluran empedu akibat pengendapan kolesterol, bilirubin, dan garam empedu. Penatalaksanaan yang sering dilakukan adalah kolesistektomi. Setelah menjalani tindakan operasi, pasien dapat mengalami nyeri, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik sehingga memerlukan asuhan keperawatan secara komprehensif. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien kolelitiasis pasca operasi di ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Diagnosis keperawatan utama meliputi nyeri akut, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi keperawatan seperti manajemen nyeri, perawatan luka, dukungan mobilisasi, pemantauan tanda vital, dan edukasi kesehatan mampu meningkatkan kondisi pasien ditandai dengan penurunan skala nyeri, peningkatan mobilisasi, dan tidak ditemukan tanda infeksi selama perawatan. Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal untuk mempercepat proses pemulihan pasien pasca operasi kolelitiasis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU PADA STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan melalui stek seringkali terkendala oleh pertumbuhan akar dan tunas yang lambat. Aplikasi zat pengatur tumbuh alami, seperti ekstrak kecambah kacang hijau, dapat menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk memacu pertumbuhan vegetative tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : Konsentrasi 20%, K2 : Konsentrasi 40%, K3 : Konsentrasi 60%, K4 : Konsentrasi 80% dan K5 : konsentrasi 100% beserta zat pengatur tumbuh sintetis growtone, K+ : 10g/100 ml air. Terdapat 7 perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 sampel sehingga diperoleh 112 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah bunga dan jumlah cabang yang di pantau hingga 12 minggu setelah tanam. Data hasil penelitian diuji menggunakan Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analysis Of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh terhadap setiap parameter pertumbuhan stek pucuk krisan. Perlakuan K1 dengan konsentrasi 20% mampu menghasilkan rata-rata pertambahan jumlah daun sebesar 19,00 dan rata-rata pertambahan tinggi tanaman sebesar 20,71, Perlakuan K3 dengan konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata jumlah anakan tertinggi sebesar 3,25, sedangkan perlakuan K2 dengan konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 4,86 dan rata-rata jumlah cabang tertinggi sebesar 4,0.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON PANJANG STEK MELATI PUTIH (Jasminum sambac) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RESPON PANJANG STEK MELATI PUTIH (Jasminum sambac) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH Abstrak Melati putih (Jasminum sambac) merupakan salah satu tanaman bunga hias yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Asia, Afrika, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek melati putih (Jasminum sambac) terhadap variasi panjang stek dengan aplikasi ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu panjang stek yang terdiri dari lima taraf: 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, dan 25 cm. Setiap perlakuan diulang empat kali. Metode penelitian meliputi perendaman stek melati putih dalam ekstrak bawang merah selama 2 jam sebelum ditanam pada media campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang (2:1:1). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar, dan jumlah bunga pada periode waktu tertentu (15, 30, dan 45 Hari Setelah Tanam). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang stek 10 cm dengan aplikasi ekstrak bawang merah memberikan respon terbaik secara signifikan terhadap beberapa parameter pertumbuhan. Secara spesifik, pada pengamatan 45 HST, perlakuan stek dengan panjang 10 cm (P2) menunjukkan rerata tertinggi pada tinggi tanaman (23,50 cm), jumlah daun (12 helai), jumlah tunas (4,75), jumlah akar, panjang akar, dan jumlah bunga dibandingkan dengan perlakuan panjang stek lainnya. Dapat disimpulkan bahwa panjang stek 10 cm yang diberi perlakuan ekstrak bawang merah secara efektif meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan stek melati putih. Kata kunci: Melati Putih, Stek, Panjang Stek, Ekstrak Bawang Merah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji pemberian ZPT serta lama perendaman terhadap pertumbuhan dan pembungaan stek krisan (Chrysanthimum indicum L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi krisan di Kalimantan Utara khususnya di Kota Tarakan masih terbilang minim sehingga perlu dilakukan peningkatan produksi. Salah satu caranya adalah penggunaan kombinasi antara ZPT dan lama perendaman. Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh ZPT terhadap respon pertumbuhan dan pembungaan stek krisan, pengaruh lama perendaman terhadap respon pertumbuhan dan pembungaan stek krisan dan interaksi ZPT dan lama perendaman terhadap respon pertumbuhan dan pembungaan stek tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2023 di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu Faktor 1 : Rootone-f dengan 4 taraf yaitu R0 = Kontrol, R1 = 0,1 ml/liter, R2 = 0,2 ml/liter, R3 = 0,3 ml/liter dan Faktor 2 : Lama Perendaman dengan 4 taraf yaitu P1 : 10 Menit, P2 : 20 Menit, P3 : 30 Menit, P4 : 40 Menit, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Berdasarkan dari hasil analisis, tanaman yang paling tinggi dijumpai pada perlakuan R3P4 dengan tinggi 51,33 cm. jumlah daun yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R2P2, yaitu ±53 helai. Jumlah anakan yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R0P1, yaitu 6 anakan. Jumlah akar yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R3P4, yaitu ±36. Akar yang paling panjang dijumpai pada perlakuan R3P4, yaitu 14,66 cm. Jumlah cabang yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R0P2, yaitu ±6 cabang. Jumlah cabang yang mengeluarkan bunga yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R1P3, yaitu ±2 cabang. Jumlah bunga pada batang utama yang paling banyak dijumpai pada perlakuan R3P1, yaitu ±6 bunga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Pemberian Dosis Kompos Limbah Bulu Ayam dan Panjang Stek Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Melati Putih (Jasminum sambac)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis kompos limbah bulu ayam terbaik, panjang stek terbaik dan kombinasi terbaik antara keduanya terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama dosis limbah bulu ayam yang terdiri dari 4 taraf yaitu D0 (tanpa kompos), D1 (26 g/polybag), D2 (47 g/polybag) dan D3 (68g/polybag) dan faktor kedua panjang stek terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (10 cm), P1 (15 cm) dan P2 (20 cm) dengan kombinasi perlakuan yang berbeda terdapat 12 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis kompos limbah bulu ayam dengan dosis 68 g/polybag (D3) merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac) pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang cabang, jumlah cabang, jumlah akar, panjang akar dan jumlah bunga. Perlakuan panjang stek batang 20 cm (P2) merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati putih (Jasminum sambac) pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang cabang, jumlah akar, panjang akar, berat akar dan jumlah bunga. Pemberian kompos limbah bulu ayam dengan dosis 68g/polybag (D3) dan panjang stek 20 cm (P2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang cabang, jumlah akar, panjang akar, berat akar dan jumlah bunga melati putih (Jasminum sambac) dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pemberian ZPT Root Up dan Panjang Stek Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Melati Mini (Jasminum officinale)

2023•

Melati mini (Jasminum officinale) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman hias. Tanaman melati mini dapat diperbanyak baik secara vegetatif maupun generatif. Salah satu kendala yang menyebabkan kegagalan dalam perbanyakan vegetatif dengan cara stek adalah rendahnya kemampuan stek untuk berakar, sehingga diperlukan perlakuan khusus yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh dan penggunaan sumber bahan stek. Adapun Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ZPT Root Up terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati mini (J. officinale). Untuk mengetahui pengaruh panjang stek terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman melati mini (J. officinale). Untuk mengetahui pengaruh interaksi ZPT Root Up dan panjang stek terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati mini (J. officinale). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor yang pertama yaitu pemberian ZPT yang terdiri dari 4 taraf : Z0: Kontrol, Z1 : 3 mg/10 cc air, Z2: 5 mg/10 cc air, Z3: 7 mg/10 cc air dan faktor kedua yaitu panjang stek yang terdiri dari 3 taraf : P1: 5 cm, P2: 10 cm, P3 : 15 cm. Dengan kombinasi perlakuan yang berbeda terdapat 12 perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada pengaplikasi ZPT Root Up dengan dosis 7 mg/10 cc air memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, sedangkan pada perlakuan panjang stek menunjukkan dengan ukuran panjang stek 15 cm memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang. Pada kombinasi perlakuan ZPT Root Up dan panjang stek perlakuan Z3P3 menunjukkan hasil yang terbaik pada tinggi tanaman dan panjang akar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Klien Kolesistektomi Di Ruang Dahlia RSUD dr. H Jusuf SK KOTA TARAKAN

2023•

Batu empedu merupakan salah satu penyakit tanpa gejala, hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri seperti nyeri ulu hati dan 20% lainnya berkembang menjadi komplikasi. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan kolelitiasis adalah tindakan pembedahan kolesistektomi, yang terdiri dari dua jenis yaitu kolesistektomi terbuka (laparatomi) dan kolesistektomi laparoskopi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus “Post Kolesistektomi” dengan proses keperawatan melalui pengkajian, diagnosa, perencanaan atau intervensi, pelaksanaan atau implementasi, dan evaluasi. Pembahasan pada kasus ini penulis akan membahas tentang adanya perbedaan dari hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan kasus post kolesistektomi. Asuhan keperawatan pada masing-masing klien selama 3 hari perawatan dalam proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, menegakkan diagnosis keperawatan, menyusun perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi keperawatan. kesimpulan sebagai berikut : Pengkajian didapatkan dari hasil kedua kasus review klien. Diagnosis kedua klien sama yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan risiko infeksi. Hasil evaluasi adalah hasil yang didapati setelah 3 hari perawatan. Saran Bagi penulis Dalam upaya memberikan asuhan keperawatan pada klien post kolesistektomi yang diberikan dengan tepat, penulis harus benar-benar menguasai konsep tentang kolelitiasis dan kolesistektomi, selain itu penulis juga harus melakukan pengkajian dengan tepat dan komprehensif agar asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai masalah yang ditemukan pada klien

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji efektivitas pemberian ZPT root on-f dan panjang stek terhadap pertumbuhan tanaman puring koi (codiaeum variegatum)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman puring atau kroton (Codiaeum variegatum) adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Salah satu usaha pembudidayaan tanaman hias yang menjadi perhatian adalah memperbanyak tanaman hias yaitu dengan cara stek pada tanaman. Permasalahan yang sering terjadi dalam melakukan stek yaitu kualitas bibit yang kurang baik dan teknik pengambilan bibit yang salah. Maka dari itu untuk memperoleh pertumbuhan pada tanaman puring koi dilakukan dengan pemberian ZPT Root On-F. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi perlakuan yang berbeda. Terdapat 12 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu ZPT Root On-F terdiri dari 3 taraf yaitu Z1 = 300mg, Z2 = 200mg, Z3 = 100mg dan faktor kedua yaitu panjang stek terdiri dari 3 taraf P1 = 11cm, P2 = 8cm, P3 = 5cm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan panjang akar, kemudian hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda DMRT taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang telah diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman puring koi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Hasil Stek Terhadap Pemberian Zpt Alami Ekstrak Bawang Merah

2021•

Tanaman Lada (Piper nigrum, L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional, salah satu peran penting tersebut yaitu penyumbang devisa bagi Negara, oleh karena itu perlu adanya peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dan pendapatn pertani. Salah satu upaya yang dapat dilakukan memperbanyak tanaman lada dengan bantuan pemberian zpt alami ekstrak bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan maret 2021 hingga juli 2021, dilaksanakan lahan Penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Borneo, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yaitu bawang merah, dengan 4 perlakuan B0 (Perlakuan Bawang Merah 0%), B1(Perlakuan Bawang Merah 30%), B2(Perlakuan Bawang Merah 60%), dan B3(Perlakuan Bawang Merah 90%), dan 4 kelompok yaitu (K1, K2, K3,dan K4,). Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan Pemberian zpt alami ekstrak bawang merah tidak memberikan respon yang tidak berbeda nyata terhadap parameter persentse tanaman hidup, Panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, Panjang akar, dan jumlah akar stek tanaman lada. Pemberian zpt alami ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 60% memberikan hasil yang lebih baik di bandingkan dengan konsentrasi 0%, 30%, dan 90% terhadap parameter tanaman hidup, Panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, Panjang akar, dan jumlah akar stek tanaman lada

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KONSENTRASI ZPT MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) DAN MEDIA TANAM SEKAM PADI TERHADAP STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krisan atau biasa disebut bunga seruni memiliki nama latin Chrysanthemum indicum L. merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Namun produksinya di Kalimantan utara khususnya di kota Tarakan masih terbilang minim sehingga perlu dilakukan peningkatkan produksi. Salah satu caranya adalah penggunaan kombinasi antara ZPT dan media tanam sekam padi. Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT terhadap stek tanaman krisan, media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan dan interaksi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2021 di pekarangan Simpang Amal Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 media tanam dengan 4 taraf yaitu tanah (M0), tanah + sekam padi 250 g (M1), tanah + sekam padi 300 g (M2), tanah + sekam padi 350 g (M3) dan faktor 2 kosentrasi zat pengatur tumbuh dengan 4 taraf yaitu (Z0) tanpa ZPT, (Z1) MSG 1 g/2 cc air, (Z2) MSG 2 g/2 cc air, (Z3) MSG 3 g/2 cc air, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 80 percobaan. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan kosentrasi ZPT, media tanam sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap stek tanaman krisan. Selanjutnya hanya terdapat interaksi kombinasi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan untuk tinggi tanaman di usia 28, 35 dan 42 HST sedangkan untuk jumlah daun di usia 14, 21, 28, 35 dan 49 HST.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI PANJANG STEK DAN DOSIS POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PEMBUNGAAN NUSA INDAH (Mussaenda erythophylla)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembudidayaan tanaman hias merupakan salah satu ciri dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Nusa Indah merupakan salah satu tanaman hias komoditas agribisnis yang digemari masyarakat dan memiliki daya jual yang tinggi karena permintaan yang banyak. Permintaan pasar tehadap tanaman hias terus meningkat sepuluh persen setiap tahun, namun kebutuhan produksinya masih belum dipenuhi, karena masih jarang dilakukan pembudidayaan. Kebutuhan bibit Nusa Indah yang makin meningkat memerlukan perbaikan teknik perbanyakan tanaman yang bersifat cepat dan berproduksi tinggi. Salah satu cara pembudidayaan Nusa Indah yaitu secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif merupakan salah satu teknik perbanyakan yang memiliki kelebihan yaitu menghasilkan sifat genetik yang sama dengan induknya, seragam, serta cepat pertumbuhannya sehingga mampu menyediakan bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan secara generatif. Perbanyakan menggunakan stek merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang lebih efesien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam skala besar dengan waktu yang cepat . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang stek dan dosis poc nasa terhadap pertumbuhan serta pembungaan nusa indah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok factorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama panjang stek (P) terdiri 3 taraf yaitu P1 = 5 cm, P2= 7 cm, P3= 10 cm dan faktor kedua dosis poc nasa ( N) terdiri 4 taraf yaitu : N0= 0 cc, N1= 2cc, N2= 4 cc, N3= 6 cc. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang cabang dan waktu berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang stek 10 cm dan dosis poc nasa 6 cc memberikan pertumbuhan yang sangat baik dari semua perlakuan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN TANAMAN BUGENVIL (Bougainvillea mirabilis )

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu Wilayah di Indonesia yang memiliki potensi berupa kekayaan alam yang tersedia berada di Kalimantan Timur. Namun kekayaan alam di Kalimantan Timur sepenuhnya belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal. Salah satu potensi kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan tersebut berupa tanaman hias. Tanaman hias sendiri digolongkan dalam florikultur, sehingga dapat dikatakan komoditi yang dapat dinikmati keindahannya. Salah satu jenis tanaman hias yang dapat dinikmati keindahannya yaitu tanaman bugenvil atau bunga kertas. Akan tetapi, fase pembungaan bugenvil ini pada umumnya tumbuh di tempat yang kurang subur dan kering. Secara umum tanaman bugenvil dapat diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan stek batang atau cabang, cangkok dan sambungan. Dalam penelitian ini mencoba menggunakan cara perbanyakan dengan stek, karena perbanyakan tanaman dengan stek merupakan pembiakan tanaman yang sederhana, cepat dan tidak memerlukan teknik tertentu. Disamping itu, perbanyakan tanaman dengan cara stek dapat menghasilakan bibit tanaman yang seragam dalam jumlah banyak dan tahan terhadap penyakit.Tujuan penlitian untuk mengetahui pengaruh pemberian media tanam dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman bugenvil. Analisis data menggunakan metode Rancanagan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 64 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu : M0 = tanah, M1= tanah + serubuk gergaji, M2 = tanah + sekam padi, M3 = tanah + arang sekam, P0 = tanpa pupuk, P1= 2 gram, P2= 4 gram dan P3= 6 gram. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, jumlah cabang, panjang cabang dan jumlah bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam campuran tanah dan arang sekam memberikan pertumbuhan yang sangat baik dari semua perlakuan sedangkan pemberian dosis pupuk yang terbaik adalah dosis 6 gram.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Stek Bibit Anakan, Cabang dengan Dosis NPK Mutiara Yang Berbeda Pada Pembungaan Krisan (Chrysanthimum indicum L)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman krisan merupakan tanaman hias yang berasal dari dataran Cina berupa perdu dan memiliki berbagai macam-macam warna serta spesies-spesies. Produksi tanaman krisan di Indonesia mulai meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi usaha untuk tanaman krisan. Permasalahan yang sekarang dihadapi Indonesia dalam budidaya tanaman krisan adalah masih mengimpor bibit dari luar negeri seperti Belanda, Jerman, Amerika Serikat dan Jepang. Mengetahui pengaruh stek anakan, cabang dengan dosis pupuk NPK Mutiara pada pembungaan krisan (Chrysanthimum indicum L.). stek yang di uji yaitu anakan tanaman krisan dan cabang tanaman krisan, sedangkan dosis pupuk NPK Mutiara yang digunakan 2 Gram + polybag + tanah 5 kg, 4 Gram + polybag + tanah 5 kg dan 6 Gram + polybag + tanah 5 kg. Hasil dari pengujian stek anakan menghasilkan lebih banyak cabang yang mengeluarkan bunga, sedangkan stek cabnag lebih cepat mengeluarkan bunga. Interaksi terhadap stek anakan, cabang dan dosis pupuk NPK Mutiara yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pengamatan. Tinggi tanaman pada P2N3, jumlah daun P2N3, jumlah anakan P2N2, jumlah cabang P2N3, jumlah cabang yang mengeluarkan bunga P2N2, dan jumlah bunga pada batang utama P2N3. Namun dari stek anakan dan cabang yang lebih berpengaruh terhadap dosis pupuk NPK Mutiara atau yang lebih baik pertumbuhan nya yaitu terdapat pada perlakuan dosis pupuk yaitu 6 gram atau pada P2N3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail