ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu II, BBP 2% sebesar 65,17 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 2,5% sebesar 59,83 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 3% sebesar 57,71 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III. Variasi campuran abu sekam padi yang optimum pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi campuran BBP 2% dengan nilai kuat tekan sebesar 65,17 kg/cm².
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi BPP yaitu 0%; 3,5%; 4%; dan 4,5% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan pada variasi BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 klasifikasi mutu II, Variasi BBP 3,5% sebesar 51,92 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,0% sebesar 50,39 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,5% sebesar 45,04 kg/cm2 klasifikasi mutu III. Variasi BBP yang optimum digunakan diantara 3,5%; 4%; dan 4,5% pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi BBP 3,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 51,92 kg/cm².
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UJI MEDIA TANAM YANG DIMODIFIKASI DENGAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN MELATI MINI (Jasminum officinale. L) Abstrak Tanaman Melati mini (Jasminum officinale. L ) merupakan tanaman hias yang berupa tanaman perdu yang memiliki ciri khas bunga berwarna putih dan memiliki berbagai macam jenis lainnya. Tanaman melati mini dapat diperbanyak baik secara vegetatif maupun secara generatif. Adapun Tujuan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 10 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, Perlakuan M0 (tanah (kontrol)), M1 (tanah + arang sekam), M2 (tanah + sekam padi), M3 (tanah + ketaman kayu ), M4 (tanah + arang sekam + sekam padi), M5 (tanah + sekam padi + ketaman kayu), M6 (tanah + ketaman kayu + arang sekam), M7 (tanah + sekam padi + arang sekam), M8 (tanah + sekam padi + ketaman kayu), M9 (tanah + ketaman kayu + arang sekam). Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman melati mini, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga dan jumlah akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat data berbeda nyata maka dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan M9 menunjukan hasil terbaik pada semua parameter tanaman melati mini yang berpotensi untuk menambah produksi tanaman hias melati mini. Kata kunci: Melati mini (Jasminum officinale. L), Arang sekam, Sekam padi, Ketaman kayu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krisan atau biasa disebut bunga seruni memiliki nama latin Chrysanthemum indicum L. merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Namun produksinya di Kalimantan utara khususnya di kota Tarakan masih terbilang minim sehingga perlu dilakukan peningkatkan produksi. Salah satu caranya adalah penggunaan kombinasi antara ZPT dan media tanam sekam padi. Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT terhadap stek tanaman krisan, media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan dan interaksi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2021 di pekarangan Simpang Amal Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 media tanam dengan 4 taraf yaitu tanah (M0), tanah + sekam padi 250 g (M1), tanah + sekam padi 300 g (M2), tanah + sekam padi 350 g (M3) dan faktor 2 kosentrasi zat pengatur tumbuh dengan 4 taraf yaitu (Z0) tanpa ZPT, (Z1) MSG 1 g/2 cc air, (Z2) MSG 2 g/2 cc air, (Z3) MSG 3 g/2 cc air, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 80 percobaan. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan kosentrasi ZPT, media tanam sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap stek tanaman krisan. Selanjutnya hanya terdapat interaksi kombinasi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan untuk tinggi tanaman di usia 28, 35 dan 42 HST sedangkan untuk jumlah daun di usia 14, 21, 28, 35 dan 49 HST.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat pontensial untuk dikembangkan, selain bergizi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu faktor penunjang pada keberhasilan budidaya kacang panjang adalah ketersediaan unsur hara yang cukup serta lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Pemenuhan kebutuhan unsur hara pada tanaman kacang panjang dapat diperoleh dari media tanamnya sendiri maupun penambahan pupuk dari luar. Pupuk yang dianjurkan dan baik digunakan adalah pupuk organik. Salah satu pupuk organik yang digunakan adalah ampas kopi dan abu sekam padi. Selain menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, juga dapat memperbaikisifat fisik dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah pemberian ampas kopi dan abu sekam padi pada tanaman kacang panjang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Amal Lama, Kota Tarakan pada bulan Januari - Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor,yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Dengan parameter percobaan adalah: panjang tanaman, jumlah daun, jumlah polong, berat polong per tanaman, dan panjang polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pemberian ampas kopi dan abu sekam padi secara bersama-sama mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (panjang tanaman, jumlah daun, panjang polong, berat polong, dan jumlah polong).Pemberian ampas kopi tanpa abu sekam padi dengan dosis 30 gram mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, yaitu pada panjang tanaman 7 HST P3 (6,70 cm), 14 HST P3 (23,33 cm), 21 HST P4 (59,60 cm), dan 28 HST (173 cm) dan jumlah daun pada 14 MST (7 helai), 21 MST (15 helai), 28 MST (52 helai) panjang polong P4 (30,41 gram), jumlah polong pertanaman P4 (14 biji), berat polong P4 (30,41 cm) kacang panjang pada parameter hasil.