Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PUTRI AFRIANI

2 karya publik ditemukan.

2023: 2

Asuhan Keperawatan Klien Kolesistektomi Di Ruang Dahlia RSUD dr. H Jusuf SK KOTA TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Batu empedu merupakan salah satu penyakit tanpa gejala, hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri seperti nyeri ulu hati dan 20% lainnya berkembang menjadi komplikasi. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan kolelitiasis adalah tindakan pembedahan kolesistektomi, yang terdiri dari dua jenis yaitu kolesistektomi terbuka (laparatomi) dan kolesistektomi laparoskopi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus “Post Kolesistektomi” dengan proses keperawatan melalui pengkajian, diagnosa, perencanaan atau intervensi, pelaksanaan atau implementasi, dan evaluasi. Pembahasan pada kasus ini penulis akan membahas tentang adanya perbedaan dari hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan kasus post kolesistektomi. Asuhan keperawatan pada masing-masing klien selama 3 hari perawatan dalam proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, menegakkan diagnosis keperawatan, menyusun perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi keperawatan. kesimpulan sebagai berikut : Pengkajian didapatkan dari hasil kedua kasus review klien. Diagnosis kedua klien sama yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan risiko infeksi. Hasil evaluasi adalah hasil yang didapati setelah 3 hari perawatan. Saran Bagi penulis Dalam upaya memberikan asuhan keperawatan pada klien post kolesistektomi yang diberikan dengan tepat, penulis harus benar-benar menguasai konsep tentang kolelitiasis dan kolesistektomi, selain itu penulis juga harus melakukan pengkajian dengan tepat dan komprehensif agar asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai masalah yang ditemukan pada klien

Asuhan Keperawatan Klien Kolesistektomi Di Ruang Dahlia RSUD dr. H Jusuf SK KOTA TARAKAN

2023 · Thesis ·

Batu empedu merupakan salah satu penyakit tanpa gejala, hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri seperti nyeri ulu hati dan 20% lainnya berkembang menjadi komplikasi. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan kolelitiasis adalah tindakan pembedahan kolesistektomi, yang terdiri dari dua jenis yaitu kolesistektomi terbuka (laparatomi) dan kolesistektomi laparoskopi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus “Post Kolesistektomi” dengan proses keperawatan melalui pengkajian, diagnosa, perencanaan atau intervensi, pelaksanaan atau implementasi, dan evaluasi. Pembahasan pada kasus ini penulis akan membahas tentang adanya perbedaan dari hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan 2 dengan kasus post kolesistektomi. Asuhan keperawatan pada masing-masing klien selama 3 hari perawatan dalam proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, menegakkan diagnosis keperawatan, menyusun perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi keperawatan. kesimpulan sebagai berikut : Pengkajian didapatkan dari hasil kedua kasus review klien. Diagnosis kedua klien sama yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan risiko infeksi. Hasil evaluasi adalah hasil yang didapati setelah 3 hari perawatan. Saran Bagi penulis Dalam upaya memberikan asuhan keperawatan pada klien post kolesistektomi yang diberikan dengan tepat, penulis harus benar-benar menguasai konsep tentang kolelitiasis dan kolesistektomi, selain itu penulis juga harus melakukan pengkajian dengan tepat dan komprehensif agar asuhan keperawatan dapat tercapai sesuai masalah yang ditemukan pada klien