ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
NURUL HIDAYAH 2026. Nilai Moral dalam Novel “Freeter, Membeli Rumah” Karya Arikawa Hiro Berdasarkan Kondisi Psikologis Tokoh Utama (Kajian Psikologi Sastra). (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama dengan kajian psikologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi psikologis tokoh utama Seiji yang mengalami berbagai konflik dalam kehidupan , keluarga, dan pekerjaan. Perubahan tersebut memengaruhi sikap dan perilaku Seiji sehingga memunculkan berbagai nilai moral yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro terjemahan Ribeka Ota yang diterbitkan oleh PT Haru Media Sejahtera tahun 2021 di kota Ponorogo, Jawa Timur. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang terkandung nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 38 data yang menggambarkan nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama yang terdiri atas 4 data kebutuhan fisiologis, 8 data kebutuhan rasa aman, 16 data kebutuhan cinta dan memiliki, 9 data kebutuhan harga diri, dan 1 data kebutuhan aktualisasi diri berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Nilai moral yang ditemukan meliputi hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama dalam lingkungan sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kondisi psikologis Seiji memengaruhi munculnya nilai-nilai moral sehingga ia berkembang menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, peduli terhadap keluarga, mampu menghargai diri sendiri, serta berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MEDIA MINI BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELECEHAN SEKSUAL DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Yulia Yudistira, 2025 “Pengaruh Media Mini Booklet Untuk Meningkatkan Pemahaman Pelecehan Seksual di SMP Negeri 9 Tarakan” Pembimbing Utama Tri Cahyono, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing Anggota Siti Rahmi, S.Sos I., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media mini booklet dalam layanan informasi bimbingan dan konseling terhadap pemahaman pelecehan seksual siswa di SMP Negeri 9 Tarakan. Pemahaman pelecehan seksual merupakan kemampuan siswa dalam mengenali, memahami, dan membedakan berbagai bentuk perilaku pelecehan seksual yang meliputi pelecehan fisik, verbal, isyarat, serta tertulis atau gambar. Rendahnya pemahaman siswa terhadap isu tersebut berpotensi menyebabkan perilaku pelecehan seksual sulit dikenali dan dicegah sejak dini. Media mini booklet digunakan sebagai sarana edukatif yang menyajikan materi secara sistematis, ringkas, dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui skala pemahaman pelecehan seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dengan dukungan media mini booklet, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media mini booklet berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman pelecehan seksual siswa di SMP Negeri 9 Tarakan. Dengan demikian, media mini booklet “Speak Up Lawan Pelecehan” dapat dijadikan sebagai media pendukung yang berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan peduli terhadap isu pelecehan seksual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania. Serta untuk mengetahui Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pihak terkait yaitu Kepolisian Resor Tarakan dan Psikologis RSUD H JUSUF SK Kota Tarakan. Hasil dari penelitian ini adalah Tindak Pidana yang dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan psikologis yaitu kleptomania tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum pidana karena pada kasus Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh seorang yang mengidap Kleptomania pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa karena kegagalan menahan rekuen implus atau dorongan yang tak tertahankan yang muncul pada dirinya, hal ini juga dikuatkan pada pasal 44 KUHP yang menerangankan bahwa cacat jiwanya tidak dapat dipidana karena alasan pemaaf, dalam hal ini termasuk penderita kleptomania. Penderita kleptomania dikatakan cacat jiwanya, karena dalam melakukan tindak pidana pencurian tidak menyadari perbuatan yang dilakukannya. Selain itu untuk menentukan apakah seorang penderita kleptomania tersebut dapat dipidana atas tindakan pencurian yang dilakukannya. Hakimlah dalam hal ini yang akan nantinya memutuskan orang tersebut dapat dimintai pertanggungjawabannya atau tidak. Putusan yang akan diambil, tentunya dengan meminta pendapat dari dokter ahli penyakit jiwa (psikiater/psikolog)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
DAMPAK BENCANA PASCA KEBAKARAN PADA MASYARAKAT SELUMIT PANTAI ABSTRAK Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 menjelaskan bahwa bencana diartikan sebagai serangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam, non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak fisik, psikologis dan masih banyak dampak lain yang dapat ditimbulkan. Salah satu bencana non alam yang sering terjadi yaitu kebakaran. Peristiwa kebakaran dapat menjadi sebuah bencana apabila peristiwa tersebut dapat mengganggu kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dampak bencana pasca kebakaran baik aspek fisik, psikologis maupun spiritual pada masyrakat Selumit Pantai. Penelitian ini merupakan penelitian kuailitatif dengan desaign fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumah 6 orang yang merupakan warga terdampak kebakaran di wilayah Selumit Pantai. Tahap pemilihan partisipan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bencana pasca kebakaran memiliki dampa pada aspek fisik seperti cedera fisik dan timbul gejala sakit, pada aspek psikologis menunjukan gejala stress pasca trauma, pada aspek sosial menunjukan adanya interaksi positif antar masyarakat pasca bencana, sedangkan dampak pada aspek spiritua lyaitu adanya pendekatan yang lebih mendalam kepada Tuhan pasca kejadian bencana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dispepsia menempati salah satu tingkat prevalensi yang tertinggi dari berbagai jenis PTM yang ada. Kunjungan pasien dyspepsia di RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan pada bulan April sampai dengan Desember 2021, sebesar 1.507 orang dengan rincian kasus rawat jalan sebesar 1.338 orang, dan sisanya yaitu 169 orang merupakan kasus rawat inap. Kasus dispepsia di IGD RSUD dr.H.Jusuf SK Tarakan didominasi pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Ruang IGD RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor psikologis (depresi, kecemasan, stres), faktor pola makan, dan faktor gaya hidup (konsumsi kafein) dengan kejadian dispepsia pada pasien gawat darurat terdapat hubungan yang signifikan antara faktor diet dengan kejadian dispepsia pada kunjungan ke IGD. Diharapkan masyarakat dapat mengubah pola makan secara lebih teratur, mengurangi konsumsi kafein, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat guna menghindari terjadinya kejadian dispepsia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karakteristik dan faktor faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk sangat penting untuk diketahui dalam keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen sayuran dan pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis terhadap keputusan pembelian sayuran di Pasar Dayak Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di Pasar Dayak Kota Tarakan. Penentuan sampel menggunakan metode accidental sampling sebanyak 60 responden. Metode penelitian ini merupakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen sayuran di Pasar Dayak didominasi oleh wanita dengan kisaran umur 21 – 30 tahun yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan rata-rata SMA dan jumlah anggota keluarga 1 – 3 orang. Persamaan regresi linier berganda yaitu Y=5,457+0,326X1+0,240X2-0,201X3+0,364X4+error. Berdasarkan uji t menunjukan bahwa faktor budaya dan faktor psikologis berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan t hitung lebih besar dari t tabel (2,345 > 2,003) dan nilai signifikan sebesar (0,023 0,05), sedangkan faktor psikologis nilai t hitung lebih besar daripada t tabel (3,098 > 2,003) dan dan nilai signifikan sebesar (0,003 0,05). Faktor sosial memiliki nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel (1,861 2,003) dan nilai signifikan sebesar (0,068 > 0,05), faktor pribadi memiliki nilai t hitung lebih kecil daripada t tabel (1,184 2,003) dan nilai signifikan sebesar (0,242 > 0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Kontrak Psikologis dan Dukungan Organisasi terhadap Komitmen Organisasi pada Generasi Milenial Sales Marketing Smartphone Kota Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kontrak psikologis berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, dukungan organisasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang responden. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan uji t dalam bentuk IBM SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Recshy Ernesto Dwi Putra. 2021. Pelaksanaan Dukungan Psikologi Awal Di SMK Negeri 2 Tarakan Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd, selaku pembimbing utama dan Ibu Suriata, M.Pd selaku pembimbing anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data Wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dukungan psikologi awal (DPA) yang diterapkan di SMK Negeri 2 Tarakan. Dukungan psikologis awal (DPA) adalah serangkaian keterampilan sederhana yang dilakukan secara sistematis untuk mencegah dan mengurangi dampak negatif dari suatu masalah sekaligus menunjang proses pemulihan kesejahteraan psikologis. Peran DPA adalah untuk mengidentifikasi dukungan sosial yang dimiliki oleh seseorang sebagai bagian dari upaya mendorong proses pemulihan psikologis yang lebih baik. Hasil penelitian pelaksanaan dukungan psikologi awal (DPA) di SMK Negeri 2 Tarakan dilaksanakan melalui beberapa proses, yaitu: 1) Langkah persiapan; yang terdiri dari beberapa tahap yaitu, memahami situasi, dan membangun hubungan yang baik. 2) Langkah inti; yang terdiri beberapa tahap yaitu, memberikan perhatian, mendengarkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dewasa ini gangguan psikologi merupakan suatu hal yang tidak asing dalam realitas kehidupan, perasaan yang tidak menentu dan menimbulkan perubahan psikologis seperti panik, tegang, bingung dan tidak bisa berkonsentrasi. Perbuatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kenyataan masih kurang jelas. Terbukti saat ini semakin maraknya kasus-kasus yang melibatkan orang-orang yang dianggap memiliki ganguan jiwa, seperti halnya pada kasus di Tarakan seorang ibu yang membunuh bayinya dengan cara memasukkan ke dalam freezer yang mengalami gangguan psikologis. Oleh karena itu, masalah tanggung jawab dan tindakan hukum terhadap pelaku pembunuhan anak yang mengalami gangguan psikologis menjadi penting bagi hakim dan proses peradilan. Penelitian ini merupakan penelitian Empiris, yaitu penelitian yang dilakukan melalui pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), pendekatan kasus (case approach) dan melalui tahapan (interview) wawancara langsung dengan ahli psikologis, polisi dan hakim di pengadilan negeri Tarakan. Tindak pidana yang dilakukan oleh penderita gangguan jiwa, seperti halnya di Tarakan seorang ibu yang membunuh bayinya dengan cara memasukan ke freezer yang mengalami gangguan psikologis yaitu childish. Dalam kitab undang-undang bagi pelaku mengalami gangguan kejiwaan tidak menjelaskan secara jelas dan maksud cakupan istilah gangguan jiwa tersebut. Hal ini menimbulkan kemungkinan dapat dipertanggungjawabkan atau tidak dipertanggungjawabkan. Pada kasus tersebut adanya pertanggungjawaban dan tindakan hukum terhadap pelaku yang mengalami gangguan psikologis.