ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning pada peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 14 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan yang berjumlah 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket asesmen awal, pretest, dan posttest. Tahap awal sebelum dilakukan pretest dan posttest, peserta didik terlebih dahulu diberikan angket asesmen awal untuk memperoleh gambaran respon peserta didik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Selanjutnya, pelaksanaan penelitian diawali dengan pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum diberikan perlakuan. Setelah itu peserta didik diberikan perlakuan melalui penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning, peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media dan aktivitas berbasis permainan yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. Setelah diberi perlakuan, peserta didik diberikan posttest untuk mengetahui hasil dari penerapan pembelajaran yang diberikan. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest peserta didik sebesar 85,50, sedangkan rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 90,67. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,026 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest peserta didik setelah diberikan perlakuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi berbasis TIK dengan model Game-Based Learning efektif diterapkan pada peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 14 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendekatan berdiferensiasi adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat belajar secara optimal. Dalam pendekatan ini, guru tidak memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta didik, tetapi menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perbedaan yang ada dikelas dengan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika pada siswa kelas III-D SDN Utama 2 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas III dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menerapkan pendekatan berdiferensiasi pada aspek konten melalui adanya variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal yang berbeda, pada aspek proses didesain dengan pembelajaran individu maupun berkelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik, pada aspek produk melalui hasil kerja peserta didik seperti pembuatan proyek minibook perkalian, LKPD berupa pemehaman perkalian dengan menggunakan gambar, penerapan aplikasi perkalian dengan soal cerita, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat persepsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 347 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert 4 poin yang terdiri atas 15 butir pernyataan dan disebarkan melalui Google Form dengan teknik sampel jenuh. Dari 347 respons yang masuk, sebanyak 332 respons dinyatakan valid dan digunakan dalam analisis, sedangkan 15 respons tidak digunakan karena tidak memenuhi kriteria kelengkapan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui perhitungan skor rata-rata per indikator, pengkategorian tingkat persepsi berdasarkan interval skor rata-rata ke dalam tiga kategori yaitu Tinggi (3,01–4,00), Sedang (2,01–3,00), dan Rendah (1,00–2,00), serta interpretasi hasil secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori Tinggi dengan rata-rata skor sebesar 3,06. Sebanyak 161 siswa (48,5%) berada pada kategori Tinggi, 171 siswa (51,5%) berada pada kategori Sedang, dan tidak terdapat siswa yang berada pada kategori Rendah. Berdasarkan indikator penelitian, diferensiasi proses memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,18 (kategori Tinggi), diikuti diferensiasi konten sebesar 3,04 (kategori Tinggi), sedangkan diferensiasi produk memperoleh skor rata-rata terendah sebesar 2,97 (kategori Sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar siswa, sehingga pendekatan tersebut layak dipertahankan dan dikembangkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru matematika untuk meningkatkan kualitas diferensiasi produk yang masih berada pada kategori sedang, agar implementasi pembelajaran berdiferensiasi semakin merata dan optimal di seluruh kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru matematika terhadap implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari dua orang guru matematika yang terlibat langsung dalam kegiatan lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai observer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru matematika terdapat dua jenis persepsi yang muncul, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif guru matematika menunjukkan bahwa, 1) lesson study dianggap mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan peserta didik, 2) memberikan dukungan untuk menerapkan berbagai model pembelajaran, 3) mengorientasikan pembelajaran pada kebutuhan guru, 4) mengukur efektivitas media dan alat peraga dalam pembelajaran, 5) mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam memberikan umpan balik pembelajaran, 6) menumbuhkan kesadaran guru dalam melakukan lesson study secara berkelanjutan, serta 7) dapat mengubah pola pikir guru dalam menerapkan pembelajaran. Selain itu, peneliti juga menemukan persepsi negatif guru matematika yaitu lesson study membutuhkan waktu yang lebih lama, praktik lesson study menilai guru secara personal, serta menimbulkan kesulitan dalam mengajak rekan sejawat dalam melaksanakan lesson study. Meskipun menimbulkan persepsi negatif pada penelitian ini, namun secara keseluruhan dampak yang dihasilkan cenderung lebih positif terhadap cara guru memahami, mengembangkan, dan menjalankan proses pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menjadi lebih baik, tetapi juga membentuk pola pikir guru yang lebih reflektif, kolaboratif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, terarah, dan bermakna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid digunakan untuk siswa kelas VII di SMPN 8 Tarakan pada materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah pengembangan modul ajar untuk kelas VII SMPN 8 Tarakan, dengan model 4-D (four-D) yang memakai 3 tahapan saja, karena keterbatasan waktu, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian dilakukan analisis konsep dan pemilihan tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam pengembangan modul ajar, yaitu materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat, dengan tujuan pembelajaran mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif. Pada tahap perancangan, modul ajar disusun berdasarkan urutan komponen-komponen yang sudah ditentukan, yaitu informasi umum, komponen inti, serta lampiran. Tahap pengembangan dilakukan penilaian modul ajar oleh 3 orang ahli modul ajar yang menilai dalam aspek kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,02% yang menunjukkan pada kategori sangat valid. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok kecil kepada 8 siswa dan berdasarkan analisis angket respon guru mendapatkan rata-rata persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, serta analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan pada penelitian ini valid digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pendekatan diferensiasi adalah cara mengajar yang menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan dan keberagaman siswa. Artinya, guru tidak memberikan perlakuan yang sama persis kepada semua siswa, tetapi menyesuaikan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pendekatan diferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas 1 SDN 017 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, lingkungan belajar, proses, dan produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas I dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasif. Kemudian analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan diferensiasi pada aspek konten melalui variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal, pada aspek proses dengan pembelajaran individu maupun kelompok sesuai kemampuan, pada aspek produk melalui variasi hasil kerja siswa, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata dengan implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi pada kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Jenis peneltian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode membaca terbimbing melalui perencanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata pada siswa kelas 2-B SDN 014 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 68% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 54% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kognitif kemampuan membaca kata diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas atau masuk pada level membaca berkembang dan mandiri, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 79% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas. Proses kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik dan hasil penilaian tes kognitif kemampuan membaca kata siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam menigkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dalam membaca kata di kelas 2-B SDN 014 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang yang dapat memfasilitasi berbagai perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa, serta terbagi menjadi beberapa jenis yaitu konten, proses, dan produk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan pembelajaran diferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskripstif dengan jenis studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, teks wawancara dan dokumentasi seperti modul ajar atau perangkat pembelajaran lainnya yang digunakan oleh guru saat mengajar. Teknik analisis data yang digunakan berupa model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verikasi. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu uji kredibilitas dengan cara perpanjangan pengamatan dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMA Negeri 1 Tarakan tidak ditemukan adanya penerapan pembelajaran diferensiasi konten, proses dan produk pada mata pelajaran biologi khususnya di semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Namun guru tersebut pernah menerapkan pembelajaran diferensiasi di semester genap tahun ajaran 2023/2024. Dalam penerapannya, guru mengalami beberapa hambatan seperti kurangnya spot wifi disekolah, adanya ruang kelas yang berada dekat dengan jalan raya, siswa yang sulit diatur, adanya keterbatasan waktu dalam penerapan pembelajaran diferensiasi dan guru kurang tegas dalam pengumpulan tugas siswa. Dari hambatan tersebut diharapkan agar pihak sekolah dapat memberikan fasilitas lebih untuk guru dan siswa. Selain itu, guru sebagai fasilitator diharapkan agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan tingkat pemahanam siswa mulai dari rendah, sedang dan tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Sesuai Gaya Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII.B SMP Muhammadiyah 2 Tarakan Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. (dibimbing oleh Rita Kumala Sari dan Muhammad Ilham). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui pembelajaran berdiferensiasi sesuai gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa memiliki tiga unsur, yaitu auditorial, visual dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dibagi menjadi dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan. Setiap siklus memiliki empat tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII.B SMP Muhammadiyah 2 Tarakan semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 18 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa tes tulis dan metode penelitian kualitatif menggunakan lembar pengamatan. Hasil penelitian aspek kognitif pada siklus I dengan presentase ketuntasan sebesar 50%, mengalami peningkatan pada siklus II dengan presentase ketuntasan sebesar 88,89%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi sesuai gaya belajar siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII.B SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Hal ini karena hasil penelitian aspek kognitif telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%.