Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru matematika terhadap implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari dua orang guru matematika yang terlibat langsung dalam kegiatan lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai observer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru matematika terdapat dua jenis persepsi yang muncul, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif guru matematika menunjukkan bahwa, 1) lesson study dianggap mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan peserta didik, 2) memberikan dukungan untuk menerapkan berbagai model pembelajaran, 3) mengorientasikan pembelajaran pada kebutuhan guru, 4) mengukur efektivitas media dan alat peraga dalam pembelajaran, 5) mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam memberikan umpan balik pembelajaran, 6) menumbuhkan kesadaran guru dalam melakukan lesson study secara berkelanjutan, serta 7) dapat mengubah pola pikir guru dalam menerapkan pembelajaran. Selain itu, peneliti juga menemukan persepsi negatif guru matematika yaitu lesson study membutuhkan waktu yang lebih lama, praktik lesson study menilai guru secara personal, serta menimbulkan kesulitan dalam mengajak rekan sejawat dalam melaksanakan lesson study. Meskipun menimbulkan persepsi negatif pada penelitian ini, namun secara keseluruhan dampak yang dihasilkan cenderung lebih positif terhadap cara guru memahami, mengembangkan, dan menjalankan proses pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menjadi lebih baik, tetapi juga membentuk pola pikir guru yang lebih reflektif, kolaboratif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, terarah, dan bermakna.