Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Lesson Study
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI GURU MATEMATIKA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SMP NEGERI 1 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru matematika terhadap implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari dua orang guru matematika yang terlibat langsung dalam kegiatan lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai observer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru matematika terdapat dua jenis persepsi yang muncul, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif guru matematika menunjukkan bahwa, 1) lesson study dianggap mampu meningkatkan pemenuhan kebutuhan peserta didik, 2) memberikan dukungan untuk menerapkan berbagai model pembelajaran, 3) mengorientasikan pembelajaran pada kebutuhan guru, 4) mengukur efektivitas media dan alat peraga dalam pembelajaran, 5) mampu meningkatkan keterlibatan guru dalam memberikan umpan balik pembelajaran, 6) menumbuhkan kesadaran guru dalam melakukan lesson study secara berkelanjutan, serta 7) dapat mengubah pola pikir guru dalam menerapkan pembelajaran. Selain itu, peneliti juga menemukan persepsi negatif guru matematika yaitu lesson study membutuhkan waktu yang lebih lama, praktik lesson study menilai guru secara personal, serta menimbulkan kesulitan dalam mengajak rekan sejawat dalam melaksanakan lesson study. Meskipun menimbulkan persepsi negatif pada penelitian ini, namun secara keseluruhan dampak yang dihasilkan cenderung lebih positif terhadap cara guru memahami, mengembangkan, dan menjalankan proses pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, implementasi lesson study dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika menjadi lebih baik, tetapi juga membentuk pola pikir guru yang lebih reflektif, kolaboratif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih adaptif, terarah, dan bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV B DI SDN 032 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV B DI SDN 032 TARAKAN ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV B SDN 032 Tarakan dikarenakan minimnya penggunaan model pembelajaran yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV B SDN 032 Tarakan melalui penerapan model Teams Games Tournament Berbasis Lesson Study. Langkah model teams games tournament meliputi penyajian kelas, belajar dalam kelompok, permainan, pertandingan dan penghargaan kelompok. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas IV B SDN 032 Tarakan berjumlah 17 orang dan objek penelitian yaitu hasil belajar siswa. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang meliputi 3 tahapan yaitu Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV B SDN 032 Tarakan setelah diterapkannya model pembelajaran Teams Games Tournament berbasis lesson study. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ingin dicapai persentase nilai aspek kognitif siswa mencapai 70% dari nilai KKM, aspek persentase afektif dan psikomotor siswa yaitu 75%. Data yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa presentase kognitif hasil belajar siswa pada lembar kerja siswa (LKS) siklus I sebesar 46,66% dan meningkat menjadi 100% pada lembar kerja siswa (LKS) siklus II. Selain itu di peroleh data pada penilaian afektif dan psikomotor siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I presentase penilaian afektif siswa sebesar 91,99% dan meningkat kembali menjadi 94,66% pada siklus II, sedangkan persentase aspek psikomotor siswa pada siklus I sebesar 67,11% dan meningkat menjadi 83,11% pada siklus II.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail