Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Ritual Adat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ( Kajian Folklor)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WISLIANTO, 2026* Prosesi ritual adat kematian suku Dayak Agabag di Desa Kalampising Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan (Kajian Folklor). (Dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S.,M.Pd dan Rita Kumala Sari, S.Pd.,M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual kematian tradisional masyarakat Dayak Agabag di Desa Kalampising, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, serta menjelaskan makna dan fungsi ritual tersebut berdasarkan analisis folklor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pemakaman tradisional masyarakat Dayak Agabag masih dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam kajian folklor, ritual ini mencakup tiga bentuk folklor: folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan. Folklor lisan disampaikan melalui doa, cerita, dan nasihat adat. Unsur folklor sebagian lisan terlihat dalam ritual seperti Antingug Da Agung, Angaju Da Bangkai, Upacara Adat/Lumulu, serta Ampid atau Amakan. Sementara itu, folklor bukan lisan tercermin melalui penggunaan gong, lungun, bangkalan, dan peralatan tradisional lainnya. Ritual kematian ini bermakna sebagai wujud penghormatan kepada mendiang dan leluhur, serta mengandung nilai-nilai seperti gotong royong, saling membantu, dan dukungan terhadap komunitas. Selain itu, ritual ini berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda, penguatan identitas masyarakat Dayak Agabag, serta pemeliharaan tatanan sosial dalam kehidupan mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi Ritual Masyarakat Adat Jawa Pada Tradisi Selamatan Bumi di Desa Karang Agung Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara (Kajian Folklor)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi ritual, makna, dan peran masyarakat dalam tradisi Selamatan Bumi masyarakat adat Jawa di Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Tradisi Selamatan Bumi merupakan warisan budaya turun-temurun yang berfungsi sebagai media ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini menggunakan landasan teori folklor yang dikemukakan oleh Endraswara dan Danandjaja, dengan fokus pada bentuk folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Selamatan Bumi terdiri atas beberapa tahapan prosesi, seperti penetapan tanggal, pembacaan doa (dongani), ikrar, pemotongan tumpeng, hingga pertunjukan kesenian tradisional. Temuan data menunjukkan terdapat 15 bentuk folklor sebagian lisan dan 16 bentuk folklor bukan lisan yang memiliki makna simbolik dan nilai filosofis. Tradisi ini berperan sebagai sarana pelestarian budaya, penguatan solidaritas sosial, serta media pendidikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, Selamatan Bumi masih relevan dan penting untuk dilestarikan di tengah perubahan sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Etnobotani Ritual Adat Suku Bugis Di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur dan Keterkaitannya Dalam Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat pernikahan Suku Bugis di Desa Tanjung Aru beserta pemanfaatannya, dan (2) mengetahui keterkaitan temuan tersebut dengan pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif, yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial berupa pemanfaatan tumbuhan dalam ritual adat pernikahan masyarakat Suku Bugis di Desa Tanjung Aru. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik snowball sampling, yang melibatkan empat orang responden. Analisis data dilakukan melalui teknik pengodean, yaitu dengan mentranskripsikan data lapangan terkait jenis tumbuhan yang digunakan dalam ritual adat serta pemanfaatannya. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel, gambar, dan uraian naratif untuk mendukung penarikan kesimpulan. Adapun keterkaitannya dengan pembelajaran biologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Suku Bugis di Desa Tanjung Aru masih melaksanakan tahapan-tahapan ritual pernikahan, antara lain: mapettu ada, mappasau, mapasili, mappacci, maduppa botiing, mapanre temme, mappasikarawa, dan maparola. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan dalam ritual tersebut adalah buah, sedangkan bagian yang paling sedikit digunakan adalah biji dan bunga. Pengolahan tumbuhan dilakukan dengan cara dicuci, dan beberapa jenis tumbuhan digunakan tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Berdasarkan hasil analisis, keterkaitan antara penelitian ini dan pembelajaran biologi sangat relevan, khususnya pada kelas X Fase E. Penelitian ini sesuai dengan materi keanekaragaman makhluk hidup, interaksi, dan peranannya dalam ekosistem, yakni pada kompetensi dasar 3.1 (mengidentifikasi dan mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya) dan 3.2 (menjelaskan keanekaragaman hayati dan perannya dalam kehidupan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dengan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan berlandaskan pada kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu, teori segitiga makna. Diantaranya adalah, Tanda (sign), Objek (object), Interpretasi (interpretant). Selanjutnya data pada penelitian ini yaitu makna simbol pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah ritual adat kematian suku Dayak Tingalan dan tokoh adat suku Dayak Tingalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam ritual adat kematian suku Dayak Tingalan. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 26 data, 23 data diantaranya adalah data berupa benda, dan 3 data berupa tindakan. Using semiotic studies from Charles Sanders Pierce, this study aimed to describe the meaning of cultural symbols in the traditional death ritual of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. This study implemented decriptive qualitative research methods, based of the semiotic analysis of Charles Sanders Pierce, namely, the tringle theory of meaning. Among them are Sign, Object, and Interpretation. Furthermore, the data in this study was study was the meaning of symbols in the traditional ritual of death of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. The data sources in this study were the death rituals of the Dayak Tingalan tribe an the traditional leaders of the Tingalan Dayak tribe. Data collection techniques included observation, documention, intervews, and writing/recording. Then the data analysis carried out by the researcher was collecting data, identifying data or interpreting data, and describing or interpreting data in Indonesian. The results of this study were data in cultural symbols in the death ritual of the Tingalanb Dayak tribe. The amount of data in this study was 26, 23 of which were data in the form of objects, and 3 in the form actions.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA RITUAL ADAT PERNIKAHAN SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2019•

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari ritual adat pernikahan suku Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan juli 2019 di Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peneilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Bulungan, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan ritual adat pernikahan suku Bulungan. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian di diklasifikasikan berdasarkan makna denotatif dan konotatif kemudian di interpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam rangkaian ritual adat pernikahan suku Bulungan.Hasil dari penelitian ini menunjukan ritual adat pernikahan suku Bulungan syarat akan makna, dimulai dari alat dan bahan yang digunakan hingga pakaian dan aksesoris yang digunakan pada saat ritual adat pernikahan suku Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian ritual adat pernikahan suku Bulungan dimulai dari prosesi awal hingga prosesi akhir mengandung makna denotatif yang berarti makna ritual adat suku Bulungan mengandung makna sebenarnya pada setiap prosesinya. Ritual adat pernikahan suku Bulungan juga mengandung makna konotatif yaitu makna kiasan atau makna lain yang terdapat pada ritual adat suku Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail