ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to examine the effect of classroom guidance services using prophetic storytelling on akhlak mazmumah (blameworthy characteristics) among eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan. Akhlak mazmumah refers to blameworthy traits, attitudes, speech, and behaviors that are embedded in or manifested by an individual and are inconsistent with the values of Islamic teachings, potentially causing harm to oneself or others. In this study, akhlak mazmumah was specifically conceptualized as forms of undesirable behavior displayed by students in their daily interactions within the school environment and in their relationships with peers. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 32 students from Class VIII-D who were selected using cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire administered before and after the intervention. The intervention was delivered through classroom guidance services using prophetic storytelling over five sessions, with the instructional content aligned with indicators of akhlak mazmumah. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The hypothesis was tested using a paired-samples t-test. The results showed that the mean pretest score was 95.09 (67.92%), whereas the mean posttest score was 68.19 (48.71%), indicating a decrease of 26.906 points (19.22%) in the mean score. The paired-samples t-test yielded a t value of 14.410, df = 31, and a significance value of 0.000 0.05. Thus, a statistically significant difference was found between students’ scores before and after the implementation of classroom guidance services using prophetic storytelling. These findings indicate that classroom guidance services using prophetic storytelling were associated with changes in the akhlak mazmumah of eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
The purpose of this study is to assess whether using the Physics Education Technology (PhET) interactive simulation increases fourth-grade students' willingness to learn mathematics at MI NU 1 Tarakan. This study used Classroom Action Research (CAR) in two cycles. The study included 34 fourth-grade students from MI NU 1 Tarakan. A learning motivation questionnaire and a sheet for observing teacher activities were used to collect research data. Based on the starting conditions before the intervention, the majority of students were classified as "moderately motivated" (47.1%) or "less motivated" (32.4%), indicating that the students' level of learning motivation was still not optimal. After implementing instruction using PhET simulation software, there was a considerable rise in every cycle. The percentage of students' learning motivation in Cycle I was 82.4% in the "highly motivated" group, and it grew to 91.2% in Cycle II. This achievement was fueled by the PhET simulation software's capacity to generate a more dynamic, graphically rich, and interactive learning environment, resulting in improved student engagement and enthusiasm throughout the learning process. The findings of this study suggest that PhET simulations can be utilized as an alternative mathematics learning medium in elementary schools, with the potential to boost students' enthusiasm to learn. The usage of this media allows for more engaging and dynamic learning exercises that do not bore students.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV-B melalui penerapan media simulasi PhET (Physical Education Technology) dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV-B yang berjumlah 24 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, tes soal dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media simulasi PhET dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, yang ditandai dengan peningkatan skor motivasi belajar pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor motivasi belajar peserta didik mencapai 75,00% yang temasuk dalam kategori sangat termotivasi, dan pada siklus II meningkat menjadi 95,83% yang termasuk dalam kategori sangat termotivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media simulasi PhET dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika, karena PhET memungkinkan peserta didik untuk belajar secara interaktif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor tingginya peredaran Narkotika di Kota Tarakan serta mengetahui berbagai faktor penghambat dalam penegakan hukum sebagai upaya pengendalian peredaran narkotika jenis sabu, sejalan dengan yang tertuang dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika), terkait bagaimana Hukum pidana ditegakkan dalam rangka melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah kota Tarakan sebagai Kawasan yuridisnya. Skripsi ini disusun menggunakan metode penelitian empiris, yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung di lapangan dengan mengkaji timbulnya suatu peristiwa hukum di masyarakat Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini berupa data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan dan dituangkan sebagai hasil penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber hukum lain seperti buku, jurnal, artikel, data internet, laporan hasil kerja dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama berdasarkan UU Narkotika, narkotika terbagi menjadi 3 (tiga) golongan berdasarkan fungsi dan daya adiksinya. Kedua pengaruh tingginya angka peredaran Narkotika Jenis sabu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik secara internal maupun eksternal dari sisi Masyarakat dan penegak hukumnya sendiri. Ketiga hambatan penegakan hukum dalam melakukan pemberantasan kegiatan penyelundupan dan peredaran Narkotika di Kota Tarakan dipengaruhi oleh keterbatasan personil atau teaga ahli dalam menangani kegiatan P4GN, kedekatan interaksi yang seharusnya tidak terjalin antara penegak hukum dan bandar serta faktor geografis Kota Tarakan yang menjadikannya sebagai jalur sutra yang diincar oleh para pelaku peredaran Narkotika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Praktikum dalam pembelajaran IPA berperan penting untuk merekonstruksi pemahaman siswa dalam memahami konsep dan prinsip sains. Namun ada sekolah yang belum memiliki alat dan bahan laboratorium yang memadai. Oleh karena karena itu, guru memiliki cara alternatif dengan menggunakan media PhET. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media laboratorium virtual berbasis simulasi PhET (Physics Education Technology) pada pembelajaran IPA SMP Negeri 4 Tanjung Palas Timur dan menganalisis hasil belajar siswa kelas VII berdasarkan penggunaan media PhET. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tanjung Palas Timur. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi hasil belajar. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan penggunaan media laboratorium virtual berbasis simulasi PhET yaitu adanya persepsi dan respon siswa yang baik dikarenakan media PhET menjadikan proses pembelajaran menjadi aktif, media PhET meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan keterampilan kerja siswa, mempermudah penyampaian materi, membantu memperoleh dan mengolah informasi, membantu mensimulasikan keadaan sesungguhnya, media PhET mudah digunakan, membantu menghemat waktu, biaya, dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja, mengembangkan sikap ilmiah, menjadikan siswa termotivasi dalam belajar, dan media PhET memberikan fasilitas penunjang belajar bagi siswa. Meskipun demikian, media PhET masih memiliki kekurangan, diantaranya membutuhkan koneksi jaringan yang bagus untuk mengakses simulasinya melalui website dan tampilan simulasi efek rumah kaca dan pemanasan global belum terbaharui sesuai dengan waktu yang ada sekarang. Selain itu, adapun hasil belajar siswa berdasarkan penggunaan media PhET terdapat peningkatan ketuntasan klasikal baik pada siswa kelas VII A maupun kelas VII B.