ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peredaran narkotika di wilayah perbatasan merupakan salah satu isu mendesak yang dapat menggangu keselamatan serta keteraturan masyarakat. Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan antara Indonesia dan Malayasia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap tindak pidana narkotika. Tidak jarang anggota kepolisian, termasuk personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan, diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Kondisi ini menimbulkan dilema antara penegakan hukum terhadap personel kepolisian yang diduga terlibat dalam kejahatan dan pemberian perlindungan hukum sebagai bagian dari hak setiap warga negara yang menjunjung asas praduga tidak bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis perlindungan hukum bagi anggota Satresnarkoba Polres Nunukan yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di daerah perbatasan serta menganalisis kesesuaian pengaturan perlindungan hukum serta permasalahan normatif dalam penerapannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis terhadap peraturan perundang-undangan menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anggota Polri yang diduga terlibat dalam tindak pidana narkotika diberikan melalui pemenuhan hak-hak hukum selama proses penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan kode etik, hingga persidangan. Bentuk perlindungan tersebut meliputi pendampingan hukum, penerapan asas praduga tak bersalah, serta jaminan atas hak-hak tersangka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Perlindungan hukum tersebut menghadapi berbagai hambatan, antara lain tekanan opini publik, kompleksitas pembuktian perkara narkotika di wilayah perbatasan, serta adanya tuntutan profesionalisme dan integritas institusi kepolisian. Hal ini diperlukan keseimbangan antara penegakan hukum yang tegas terhadap anggota yang terbukti bersalah dan perlindungan hak- hak hukum bagi anggota yang masih berstatus terduga guna menjamin kepastian hukum. Keadilan, dan akuntabilitas institusi kepolisian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait faktor tingginya peredaran Narkotika di Kota Tarakan serta mengetahui berbagai faktor penghambat dalam penegakan hukum sebagai upaya pengendalian peredaran narkotika jenis sabu, sejalan dengan yang tertuang dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika), terkait bagaimana Hukum pidana ditegakkan dalam rangka melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah kota Tarakan sebagai Kawasan yuridisnya. Skripsi ini disusun menggunakan metode penelitian empiris, yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data secara langsung di lapangan dengan mengkaji timbulnya suatu peristiwa hukum di masyarakat Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini berupa data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari lapangan dan dituangkan sebagai hasil penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber hukum lain seperti buku, jurnal, artikel, data internet, laporan hasil kerja dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama berdasarkan UU Narkotika, narkotika terbagi menjadi 3 (tiga) golongan berdasarkan fungsi dan daya adiksinya. Kedua pengaruh tingginya angka peredaran Narkotika Jenis sabu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik secara internal maupun eksternal dari sisi Masyarakat dan penegak hukumnya sendiri. Ketiga hambatan penegakan hukum dalam melakukan pemberantasan kegiatan penyelundupan dan peredaran Narkotika di Kota Tarakan dipengaruhi oleh keterbatasan personil atau teaga ahli dalam menangani kegiatan P4GN, kedekatan interaksi yang seharusnya tidak terjalin antara penegak hukum dan bandar serta faktor geografis Kota Tarakan yang menjadikannya sebagai jalur sutra yang diincar oleh para pelaku peredaran Narkotika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Multimedia Interaktif Berbasis Android Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Untuk Kelas VIII MTs DDI Tarakan yang berkualitas dari segi kelayakan dan respon siswa. Jenis penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Multimedia Development Life Cycle atau biasa disebut model Luther yang terdiri atas enam (6) tahap yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Namun, pada pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ke lima (5) yaitu testing (pengujian) kemudian dilanjutkan dengan menyelesaikan produk akhir. Data penelitian dianalisis melalui uji kelayakan (alpha testing) dan uji respon siswa (beta testing). Pengujian produk dilakukan oleh validator ahli media, ahli materi, dan praktisi (guru biologi). Uji coba lapangan dilakukan secara online menggunakan google form yang dibagikan ke siswa MTs DDI Tarakan pada kelas IX sejumlah 39 siswa. Berdasarkan penelitian ini diperoleh penilaian dari validasi ahli media sebesar 87% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 88% dengan kategori sangat layak, praktisi sebesar 98% dengan kategori sangat layak, dan respon siswa sebesar 88% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian dari penelitian ini disimpulkan bahwa Multimedia Interaktif Berbasis Android pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia yang dikembangkan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. This research aimed to produce the quality Android-Based Interactive Multimedia on Human Circulatory System Materials for Grade VIII of MTs DDI Tarakan in terms of feasibility and students' responses. The study used Research and Development (R&D) approach with Multimedia Development Life Cycle Model or known as Luther model consisting of six (6) stages: concept, design, material collection, assembly, testing, and distribution. However, this development was only material conducted until the fifth (5) stage (testing) and then continued by completing the final product. The research data were analyzed using a feasibility test (alpha testing) and students' responses test (beta testing). Product testing was performed by the validators consisting of media experts, material experts, and practitioners (biology teachers). The field trials were conducted online using google form distributed to 39 Grade IX students of MTs DDI Tarakan. The research results show that the assessments respectively validated by the media experts, material experts, practitioners, and students' responses had the value of respectively 87% (highly appropriate), 88% (highly appropriate), 98% (highly appropriate), and 88% (highly interesting). Thus, it was concluded that the developed Android-Based Interactive Multimedia on Human Circulatory System Materials was highly appropriate to use for learning activities at schools.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil observasi yang dilakukan ditemukan beberapa faktor yang memicu siswa mengalami miskonsepsi diantaranya adalah minat belajar siswa yang rendah, kurang efektifnya pengajaran, serta media pembelajaran yang masih terbatas, terlebih lagi materi sistem peredaran darah merupakan materi yang berpotensi untuk terjadinya miskonsepsi karena materi ini masih bersifat abstrak dan tidak dapat dilihat secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Malinau Kota mengalami miskonsepsi pada materi sistem peredaran darah atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh dimana teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda beralasan terbuka disertai kolom tingkat keyakinan siswa/Certainty of Response Index (CRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41,11% siswa yang mengalami miskonsepsi, 31,33% siswa yang paham konsep dan 14,67% siswa yang tidak paham konsep. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi lebih banyak dibandingkan pada kategori-kategori lainnya. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa banyak terjadi pada beberapa konsep mengenai mekanisme sistem peredaran darah dan gangguan atau kelainan pada sistem peredaran darah manusia.