ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran saat ini diarahkan pada proses belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam dan bermakna. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan arah tersebut adalah deep learning, yang menekankan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik Tahun Ajaran 2025/2026, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data afektif dan psikomotorik diperoleh melalui lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANCOVA dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik (Sig. = 0,000 0,05). Peserta didik pada kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol setelah mengontrol kemampuan awal. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki sikap dan keterampilan praktikum yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 6 – 9 BULAN ABSTRAK Perkembangan bayi merupakan proses bertambahnya kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian yang sangat dipengaruhi oleh faktor nutrisi, salah satunya melalui pemberian ASI Eksklusif. ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan mengandung zat gizi penting yang berperan dalam pertumbuhan serta perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Cakupan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok masih tergolong rendah yaitu 58,01%, dan masih ditemukan bayi usia 6–9 bulan dengan gangguan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan hasil Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) pada bayi usia 6–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 40 bayi usia 6–9 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi riwayat pemberian ASI Eksklusif dan KPSP. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square OR 0,120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif, sebagian besar memiliki perkembangan sesuai sebesar 79,2%, sedangkan pada kelompok yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif, sebagian besar mengalami perkembangan tidak sesuai sebesar 68,8%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan hasil KPSP pada bayi usia 6–9 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sebengkok tahun 2026.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi ibu balita ke Posyandu merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak, namun tingkat kunjungan yang belum merata menunjukkan bahwa masih terdapat ibu yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan ini secara rutin. Berbagai faktor seperti kesibukan, kurangnya informasi, atau persepsi terhadap manfaat Posyandu dapat memengaruhi partisipasi tersebut. Keterlibatan ibu dalam kegiatan Posyandu berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dengan perkembangan balita di wilayah Puskesmas Tideng Pale. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan metode observasional analitik korelatif. Sampel berjumlah 149 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner partisipasi ibu dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang aktif dalam kegiatan Posyandu memiliki balita dengan perkembangan sesuai usia. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ibu dan perkembangan balita (p 0,05). Berdasarkan temuan ini, penting bagi puskesmas dan kader posyandu untuk meningkatkan partisipasi ibu melalui edukasi dan pelayanan yang lebih menarik agar perkembangan pada balita dapat terpantau optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan kontribusi signifikan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan terhadap pertumbuhan Wira Usaha Baru (WUB) IKM selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan karakteristik wirausaha terhadap perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan IKM, sementara variabel karakteristik wirausaha memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perkembangan IKM.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran orangtua sangat penting bagi kehidupan anak terutama pada anak berkebutuhan khusus dalam mengasuh, mendidik, membimbing serta bertanggung jawab terhadap perkembangan anak. Akan tetapi kenyataannya orang tua masih merasa malu ketika mengetahui bahwa perilaku dan komunikasi anaknya berbeda dengan anak pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orangtua siswa dalam menyikapi perkembangan anak yang berada dikelas autis SLB Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang yaitu, wali kelas dan orangtua. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang digunakan metode yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini peran orangtua dalam menyikapi perkembangan anak autis sangat penting dan sangat diperlukan dalam perkembangan anak. Terutama dalam gangguan komunikasi, perilaku dan emosi pada anak autis. Peran orangtua dalam komunikasi masih kurang dikarenakan kurangnya perhatian serta bimbingan secara khusus yang diberikan oleh orangtua, gangguan perilaku orangtua bersikap acuh dan tidak acuh terhadap anaknya, tidak peduli terhadap perilaku yang terjadi pada anak, gangguan emosi anak orangtua belum mengetahui dan belum memiliki cara khusus untuk membuat rasa nyaman dan mengendalikan emosi anak dengan sendiri, orangtua masih memerlukan bantuan dari beberapa ahli dalam perkembangan komunikasi, perilaku dan emosi yang terjadi pada anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang stabilnya perkembangan emosional siswa salah satunya adalah siswa mengalami kepercayaan diri yang kurang, sehingga peran guru sangat penting untuk mendukung peningkatan perkembangan emosional siswa tersebut. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Sumber data berupa data primer dan sekunder dengan informan yaitu guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis dan kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VA SDN 021 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) edukator, yaitu memberikan bimbingan dan arahan dalam meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (2) supervisor, yaitu memahami permasalahan siswa dengan memberikan nasehat dan solusi dalam meningkatkan perkembangan emosional yang baik. (3) innovator, yaitu menghasilkan inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (4) manager, yaitu menegakkan tata tertib di sekolah dan kelas dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (5) motivator, yaitu memberikan arahan dan apresiasi kepada siswa untuk meningkatkan perkembangan emosional yang baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Keberadaan suatu korporasi tidak terlepaskan dari kehidupan masyarakat yang justru dapat berdampak negatif, yakni melakukan berbagai tindak pidana. Untuk menghadapi maraknya tindak pidana korporasi dewasa ini, telah dilakukan upaya penanggulangan, yakni dengan mengoptimalkan kebijakan kriminal (criminal policy) sebagai upaya rasional dari masyarakat dalam menanggulangi tindak pidana yang terjadi, salah satunya dengan menggunakan kebijakan hukum pidana (penal policy). Kebijakan formulasi mengenai sistem pertanggungjawaban pidana korporasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan khusus (lex spesialis) di Indonesia dapat dikatakan inkonsisten, tidak harmonis, tumpang tindih, tidak sinkron atau tidak terintegrasi antara ketentuan yang satu dengan ketentuan yang lain (diatur secara parsial) sehingga mempengaruhi aplikasi dan eksekusinya dalam praktik berhukum di Indonesia. Buku ini menguraikan kebijakan kriminal sebagai kebijakan penanggulangan kejahatan; kebijakan penanggulangan kejahatan dengan menggunakan sarana hukum pidana (penal policy); tahap-tahap fungsionalisasi kebijakan hukum pidana, pengertian korporasi dalam ilmu hukum pidana dan permasalahan kebijakan formulasi sistem pertanggungjawaban pidana korporasi yang tersebar lebih dari 120 peraturan perundang-undangan khusus di luar KUHP di Indonesia baik yang sudah maupun yang belum terkodifikasi. Hal ini dibagi ke dalam 3 (tiga) periode, yakni periode tahun 1950 - 1980an (20 undang-udang), a periode tahun 1990 - 2000 (35 undang-udang), dan periode tahun 2000 - 2017 (lebih dari 65 undang-udang) serta pada Rancangan KUHP versi tahun 2015, Peraturan Jaksa Agung RI Nomor PER-028/A/JA/10/2014 tentang Pedoman Penanganan Perkara Pidana dengan Subjek Hukum Korporasi dan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana Oleh Korporasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kebijakan hukum pidana (criminal law policy), politik hukum pidana atau pembaruan hukum pidana lebih ditekankan kepada perubahan peraturan perundang-undangan (pidana) yang diselaraskan dengan kebutuhan pada satu saat dan waktu tertentu. Sebagai sebuah kebijakan/policy, badan perundang-undangan dalam kenyataannya dihadapkan kepada berbagai pilihan untuk menetapkan ketentuan hukum pidana yang lebih baik, sekaligus sebagai garis-garis kebijaksanaan dalam menentukan langkah penegakan hukum sebagai usaha untuk mengkonkretisasikan aturan hukum yang telah dibuat tersebut. Buku ini membahas secara komprehensif kejahatan, teori-teori kriminologi, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, kebijakan hukum pidana, teori-teori pidana, pidana dan pemidanaan, kebijakan kriminal, beberapa aspek kebijakan kriminal, dan urgensi kebijakan kriminal. Buku ini tidak saja dapat digunakan oleh mahasiswa pascasarjana atau strata satu ilmu hukum, tetapi bagi masyarakat luas yang menaruh keprihatinan terhadap maraknya aksi kejahatan dan perlunya upaya penanggulangannya secara rasional, penegak hukum maupun lembaga legislasi, buku ini dapat memenuhi harapan tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Secara historis, hukum pidana di Indonesia memiliki perjalanan penuh dengan warna dan corak yang menarik untuk diamati dan dipelajari. Ragam tersebut diperjelas secara spesifik terutama tentang kebijakan hukum pidana di bumi Nusantara ini, dengan penekanan kepada kebijakan hukum pidana, khususnya berbagai kebijakan pidana dalam konsep KUHP baru. Buku persembahan penerbit PrenadaMedia
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Masyarakat senantiasa berkembang dari waktu ke waktu dan di setiap perkembangan masyarakat selalu dibarengi perkembangan kejahatan dengan berbagai bentuk modus operandi. Jika dahulu pada tahun 1915 berlakunya Wetboek Van Strafrecht yang dikenal hanya kejahatan pencurian biasa, namun hari ini fenomena korupsi telah merusak segala sendi kehidupan. Maka untuk mengantisipasi dan menanggulangi kejahatan tersebut perlu diupayakan segala cara agar harmonisasi sosial tetap terjaga. Hadirnya buku Kebijakan Hukum Pidana Dalam Pemberantasan Tradisi Omerta Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia yang ditulis oleh saudara Roni Efendi, M.H. dosen hukum pidana pada Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar sekiranya perlu disambut baik dan diapresiasi untuk menjawab kebutuhan hukum pidana dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Kebijakan Hukum Pidana Dalam Pemberantasan Tradisi Omerta Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Perkembangan yang begitu pesat akibat dinamika IImu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dewasa ini, perlu diimbangi dengan kebijakan (policy) di bidang hukum sebagai sarana menertibkan dan melindungi masyarakat dalam mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial. Munculnya kejahatan dengan dimensi baru (new dimension of crimes) sebagai dampak negatif dari dinamika sosial dan Iptek serta pembangunan, perlu adanya upaya penanggulangan kejahatan yang lebih efektif sehingga pembangunan yang sedang dilaksanakan tidak menjadi faktor kriminogen dan viktimogen. Buku ini memberikan informasi dan penjelasan yang mendalam mengenai pengertian kebijakan, politik hukum dan penerapannya, pengertian kebijakan kriminal, hubungan antara kebijakan kriminal dan kebijakan sosial, pengertian kebijakan hukum pidana, ruang lingkup dan tahap-tahap kebijakan hukum pidana yang meliputi tahap formulasi, tahap aplikasi dan tahap eksekusi, hubungan antara kebijakan hukum pidana dan pembaruan hukum pidana dan kebijakan penegakan hukum pidana serta pendekatan dalam menggunakan hukum pidana dalam proses penanggulangan kejahatan di Indonesia yang meliputi pendekatan integral antara kebijakan penal dan kebijakan nonpenal, pendekatan kebijakan, pendekatan nilai dan politik hukum. Juga mengenai kebijakan penanggulangan kejahatan dengan menggunakan sarana di luar hukum pidana yang menempati posisi strategis dalam penanggulangan kejahatan. Buku ini membantu menjawab mengapa proses penanggulangan kejahatan di Indonesia khususnya, proses penegakan hukum dalam tataran aplikatif sulit dilaksanakan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan agropolitan merupakan bagian dari potensi wilayah Kabupaten, sehingga kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas maka diperlukan evaluasi kawasan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas (2) Untuk mengevaluasi perkembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Penelitian di laksanakan di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penentuan sampel yang di gunakan yaitu dengan metode purposive sampling. Metode purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Data yang bersumber dari key-informan, nantinya akan di gunakan untuk menganalisis kriteria dan alternatif dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas, responden di ambil berjumlah 5 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini faktor utama yang mempengaruhi pelaksanaan perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas yaitu memiliki karakteristik yang terletak di daerah aliran sungai kayan, dengan keadaan tanah aluvial, tanah gambut dan lahan kering. Kecamatan Tanjung Palas dapat dikembangkan dengan melihat kriteria-kriteria kawasan agropolitan berdasarkan komoditas unggulan, daya dukung dan potensi fisik, luas kawasan dan jumlah penduduk dan memiliki prasarana dan sarana yang mampu meningkatkan perkembangan di kawasan agropolitan Kecamatan Tanjung Palas sesuai tujuan yang di harapkan. Hasil evaluasi kondisi pada kriteria-kriteria perbandingan dari tahun 2015 dan tahun 2020 evaluasi komoditas unggulan, evaluasi daya dukung dan potensi fisik, evaluasi luas kawasan dan jumlah penduduk dan evaluasi prasarana dan sarana yang mampu memanfaatkan, memaksimalkan dan mampu meningkatkan daya saing sehingga tercapainya pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Tanjung Palas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS BASIS WILAYAH DAN TREND PERKEMBANGAN KOMODITAS KOPI DI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah Kalimantan yang memiliki banyak potensi. Potensi tersebut diantaranya Potensi Komoditas Kopi yang bisa menjadi unggul. Namun, ternyata banyak orang yang belum mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sektor basis yang ada di Kalimantan Utara dengan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) dan menggunakan alat analisis Trend Perkembangan kemudian kedua alat analisis tersebut digabungkan. Tujuan yang terakhir yaitu mengidentifikasi wilayah mana saja yang memiliki potensi wilayah basis dan trend perkembangan perkebunan kopi. Berdasarkan hasil analisis LQ dan trend diketahui bahwa sektor wilayah basis di Kalimantan Utara dengan menggunakan analisis keduanya lalu diketahui bahwa ada 3 dari Kabupaten yang ada di Kalimantan Utara memiliki keunggulan. Kabupaten yang memliki potensi unggulan yaitu Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Tana Tidung. Ketiga Kabupaten tersebut merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis pertumbuhan dan perkembangan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) melalui metode keramba jaring apung di perairan Pantai Amal. Penelitian ini dilakukan mengatasi konflik horizontal antara pembudidaya dan pemukat rumput laut untuk megatasi permasalah tersebut perlu dilakukan penelitian menggunakan keramba jaring apung (KJA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan rumput laut yang dibudidayakan dengan sistem keramba jaring apung. Penelitan ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai April 2019. Metode penelitan menggunakan padat tebar yang berbeda pada setiap perlakuan A 5 kg, B 10 kg, C 15 kg dan D 20 kg menggunakan rencangan acak lengkap (RAL), analisis data yang digunakan yaitu pengukuran pertumbuhan dan perkembangan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) diperairan pantai amal. Optimalisasi padat tebar rumput laut (Kappaphycus alvarezii) memberikan pengaruh pada pertumbuhan rumput laut Pertumbuhan mutlak berturut-turut optimalisasi terbaik pada perlakuan A 5 kg yaitu 63.52% dan pertumbuhan spesifik beturut-turut optimalisasi terbaik pada perlakuan A 5 kg yaitu 189.31%.