2026 · Book ·
Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.
2026 · Book ·
ABSTRAK Sendi Nova Kristiani, 2026. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII Di SMPN 4 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian Studi eksperimen ini mengkaji pengaruh bimbingan kelompok berbasis teknik diskusi terhadap tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tarakan dengan menerapkan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian mencakup 10 siswa yang ditarik secara acak (random sampling) dari populasi sebanyak 310 siswa. Berdasarkan hasil uji persyaratan data, nilai signifikansi pretest (0,033) dan posttest (0,018) berada di bawah 0,05, sehingga asumsi normalitas tidak terpenuhi. Oleh karena itu, uji hipotesis beralih menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Output statistik menunjukkan seluruh sampel mengalami kenaikan skor kepercayaan diri (Positive Ranks = 10), dengan nilai Mean Rank 5,50 dan Sum of Ranks 55,00. Tidak adanya data yang turun atau stagnan (Negative Ranks = 0 Ties = 0) memperkuat kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi secara signifikan efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
KEDUDUKAN DAN FUNGSI RUKUN TETANGGA (RT) DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DESA DI INDONESIA Robet Kristian Alber¹, Syafruddin², Basri³ ¹Mahasiswa Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan 2Dosen Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan 3Dosen Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan ABSTRAK Rukun Tetangga (RT) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, pelayanan publik, serta penyaluran aspirasi di tingkat paling bawah. Namun, kedudukan hukum RT masih belum diatur secara tegas dalam sistem ketatanegaraan Indonesia sehingga menimbulkan ketidakjelasan dalam fungsi dan kewenangannya di lapangan. Tujuan untuk mengetahui kedudukan dan fungsi Rukun Tetangga (RT) dalam sistem pemerintahan desa di Indonesia. Rukun Tetangga (RT) di Indonesia memiliki dasar hukum yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018, yang menempatkannya sebagai lembaga kemasyarakatan yang membantu pemerintah desa dalam pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Secara hukum dan administratif, RT berkedudukan sebagai mitra pemerintah di tingkat paling bawah dengan kewenangan terbatas pada aspek sosial dan administrasi, seperti pendataan, pelayanan surat pengantar, serta menjaga ketertiban dan kerukunan warga. Rukun Tetangga (RT) memiliki fungsi dan peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik di tingkat paling bawah, meliputi pendataan penduduk, penyampaian kebijakan, pengurusan administrasi, menjaga keamanan, serta mengoordinasikan kegiatan sosial dan penyaluran bantuan. RT berperan sebagai penggerak partisipasi warga, penjaga kerukunan, dan simpul komunikasi yang efektif, meskipun dalam praktiknya masih terdapat kendala berupa ketidakjelasan regulasi, keterbatasan kewenangan, serta minimnya dukungan struktural dan kapasitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan penguatan regulasi dan peningkatan peran RT agar lebih optimal dalam mewujudkan pemerintahan yang partisipatif dan responsif di tingkat masyarakat. Kesimpulannya, Rukun Tetangga (RT) merupakan lembaga kemasyarakatan yang berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan, ketertiban, dan pemberdayaan warga, meskipun bukan bagian dari struktur pemerintahan formal. Kata kunci : Rukun Tetangga (RT), lembaga kemasyarakatan, pemerintahan desa, pelayanan publik, partisipasi masyarakat.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sendi Nova Kristiani, 2026. Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas VII Di SMPN 4 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian Studi eksperimen ini mengkaji pengaruh bimbingan kelompok berbasis teknik diskusi terhadap tingkat kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tarakan dengan menerapkan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian mencakup 10 siswa yang ditarik secara acak (random sampling) dari populasi sebanyak 310 siswa. Berdasarkan hasil uji persyaratan data, nilai signifikansi pretest (0,033) dan posttest (0,018) berada di bawah 0,05, sehingga asumsi normalitas tidak terpenuhi. Oleh karena itu, uji hipotesis beralih menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Output statistik menunjukkan seluruh sampel mengalami kenaikan skor kepercayaan diri (Positive Ranks = 10), dengan nilai Mean Rank 5,50 dan Sum of Ranks 55,00. Tidak adanya data yang turun atau stagnan (Negative Ranks = 0 Ties = 0) memperkuat kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi secara signifikan efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa.
2026 · Thesis ·
KEDUDUKAN DAN FUNGSI RUKUN TETANGGA (RT) DALAM SISTEM PEMERINTAHAN DESA DI INDONESIA Robet Kristian Alber¹, Syafruddin², Basri³ ¹Mahasiswa Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan 2Dosen Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan 3Dosen Program Studi Hukum Program Magister, Fakultas Hukum, Universitas Borneo Tarakan ABSTRAK Rukun Tetangga (RT) memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan, pelayanan publik, serta penyaluran aspirasi di tingkat paling bawah. Namun, kedudukan hukum RT masih belum diatur secara tegas dalam sistem ketatanegaraan Indonesia sehingga menimbulkan ketidakjelasan dalam fungsi dan kewenangannya di lapangan. Tujuan untuk mengetahui kedudukan dan fungsi Rukun Tetangga (RT) dalam sistem pemerintahan desa di Indonesia. Rukun Tetangga (RT) di Indonesia memiliki dasar hukum yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018, yang menempatkannya sebagai lembaga kemasyarakatan yang membantu pemerintah desa dalam pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Secara hukum dan administratif, RT berkedudukan sebagai mitra pemerintah di tingkat paling bawah dengan kewenangan terbatas pada aspek sosial dan administrasi, seperti pendataan, pelayanan surat pengantar, serta menjaga ketertiban dan kerukunan warga. Rukun Tetangga (RT) memiliki fungsi dan peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik di tingkat paling bawah, meliputi pendataan penduduk, penyampaian kebijakan, pengurusan administrasi, menjaga keamanan, serta mengoordinasikan kegiatan sosial dan penyaluran bantuan. RT berperan sebagai penggerak partisipasi warga, penjaga kerukunan, dan simpul komunikasi yang efektif, meskipun dalam praktiknya masih terdapat kendala berupa ketidakjelasan regulasi, keterbatasan kewenangan, serta minimnya dukungan struktural dan kapasitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan penguatan regulasi dan peningkatan peran RT agar lebih optimal dalam mewujudkan pemerintahan yang partisipatif dan responsif di tingkat masyarakat. Kesimpulannya, Rukun Tetangga (RT) merupakan lembaga kemasyarakatan yang berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan, ketertiban, dan pemberdayaan warga, meskipun bukan bagian dari struktur pemerintahan formal. Kata kunci : Rukun Tetangga (RT), lembaga kemasyarakatan, pemerintahan desa, pelayanan publik, partisipasi masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Desa merupakan pemerintahan terkecil yang berada di Negara Republik Indonesia yang memiliki kebebasan dalam mengatur peraturan dan sistem pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan roda pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa. Permasalahan adalah sebagai berikut: Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau dan Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah kewenangan yang mencakup tanggung jawab Kepala Desa dalam memimpin penyusunan Peraturan Desa melalui tahapan perencanaan, pengharmonisasian, pembahasan, penetapan, hingga pengundangannya. Dalam pelaksanaannya, kewenangan Kepala Desa di Kecamatan Malinau Barat telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Bahwa Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah perbedaan persepsi masyarakat desa dengan kepala desa dan badan permusyawaratan desa dalam pengesahan serta implementasi peraturan desa yang akan datang. Selain itu, hambatan dan kendala adalah kurangnya sumber daya manusia yang mengerti tentang cara dan tahapan penyusunan peraturan desa mulai pada tahapan perencanaan hingga pada akhirnya sampai pada tahapan implementasi peraturan desa.
2026 · Book ·
Penelitian ini menganalisis rasio legis larangan penyebaran berita hoaks di media sosial berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang telah diubah melalui Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan terakhir Undang Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kajian difokuskan pada tiga dimensi utama, yaitu alasan fundamental pembentukan norma, tujuan pengaturan larangan hoaks, serta spirit filosofis yang melatarbelakanginya. Penelitian ini membahas dua isu pokok, yaitu pertanggungjawaban hukum pelaku hoaks dan penerapan sanksi pidana menurut UU ITE. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan larangan hoaks didorong oleh kebutuhan negara melindungi masyarakat di ruang digital yang semakin kompleks. Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 UU ITE bertujuan menjaga ketertiban informasi, mencegah kerugian konsumen, serta menghindari konflik berbasis SARA. Sanksi diatur dalam Pasal 45A dengan ancaman pidana penjara dan denda. Efektivitas penegakan hukum dipengaruhi substansi hukum, aparat, sarana, masyarakat, dan budaya hukum. Penguatan kapasitas aparat dan literasi digital menjadi langkah strategis untuk menjamin penegakan hukum yang adil dan efektif. Penerapan sanksi hukum terhadap pelaku penyebaran hoaks dilakukan melalui mekanisme penegakan hukum yang melibatkan pelaporan, penyelidikan oleh aparat penegak hukum, serta pemeriksaan alat bukti elektronik. Sanksi pidana yang diatur mencakup pidana penjara dan pidana denda. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, seperti penggunaan identitas anonim, cepatnya arus penyebaran informasi, serta perlunya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas penegak hukum dan peningkatan literasi digital masyarakat agar penegakan hukum terhadap hoaks dapat berjalan efektif dan adil.
2026 · Book ·
Studi ini dilaksanakan guna mengevaluasi dampak dari risiko bisnis, risiko kredit, serta risiko likuiditas terhadap capaian keuangan perusahaan di sektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang waktu 2020-2024. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan emiten. Melalui teknik purposive sampling, terpilih 11 entitas perusahaan sebagai sampel dengan akumulasi 55 unit observasi. Proses analisis data melibatkan serangkaian pengujian mulai dari uji asumsi klasik, regresi linear berganda, hingga uji t dan uji F. Hasil studi mengindikasikan bahwa risiko kredit dan likuiditas tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, risiko bisnis ditemukan memiliki pengaruh positif yang bermakna terhadap Return on Equity (ROE). Secara kolektif, ketiga faktor risiko tersebut berpengaruh signifikan terhadap performa keuangan dengan tingkat determinasi (R²) mencapai 0,811. Hal ini berarti sebesar 81,1% dari variasi kinerja keuangan dapat diterangkan oleh ketiga variabel tersebut, namun 18,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar cakupan model ini. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan risiko bisnis memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan konstruksi di tengah ketidakpastian proyek dan dinamika sektor konstruksi. This study was conducted to evaluate the impact of business risk, credit risk, and liquidity risk on the financial performance of companies in the construction sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2020-2024. This research applies a quantitative method using secondary data from issuers' financial reports. Using purposive sampling, 11 companies were selected, yielding 55 observations in total. The data analysis process involved a series of tests, ranging from classical assumption tests to multiple linear regression and t-tests, and F-tests. The study's results indicated that credit and liquidity risks do not have a significant effect on financial performance. Conversely, business risk was found to have a positive and significant effect on Return on Equity (ROE). Collectively, these three risk factors had a significant effect on financial performance with a coefficient of determination (R?2)of 0.811. This means that 81.1% of the variation in financial performance can be explained by these three variables, while the remaining 18.9% is influenced by other variables outside the scope of this model. The results of this study confirmed that business risk management plays an important role in improving the profitability of construction companies amid project uncertainty and the sector's dynamics.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Desa merupakan pemerintahan terkecil yang berada di Negara Republik Indonesia yang memiliki kebebasan dalam mengatur peraturan dan sistem pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan roda pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa. Permasalahan adalah sebagai berikut: Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau dan Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah kewenangan yang mencakup tanggung jawab Kepala Desa dalam memimpin penyusunan Peraturan Desa melalui tahapan perencanaan, pengharmonisasian, pembahasan, penetapan, hingga pengundangannya. Dalam pelaksanaannya, kewenangan Kepala Desa di Kecamatan Malinau Barat telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Bahwa Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah perbedaan persepsi masyarakat desa dengan kepala desa dan badan permusyawaratan desa dalam pengesahan serta implementasi peraturan desa yang akan datang. Selain itu, hambatan dan kendala adalah kurangnya sumber daya manusia yang mengerti tentang cara dan tahapan penyusunan peraturan desa mulai pada tahapan perencanaan hingga pada akhirnya sampai pada tahapan implementasi peraturan desa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis rasio legis larangan penyebaran berita hoaks di media sosial berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang telah diubah melalui Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan terakhir Undang Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kajian difokuskan pada tiga dimensi utama, yaitu alasan fundamental pembentukan norma, tujuan pengaturan larangan hoaks, serta spirit filosofis yang melatarbelakanginya. Penelitian ini membahas dua isu pokok, yaitu pertanggungjawaban hukum pelaku hoaks dan penerapan sanksi pidana menurut UU ITE. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan larangan hoaks didorong oleh kebutuhan negara melindungi masyarakat di ruang digital yang semakin kompleks. Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 UU ITE bertujuan menjaga ketertiban informasi, mencegah kerugian konsumen, serta menghindari konflik berbasis SARA. Sanksi diatur dalam Pasal 45A dengan ancaman pidana penjara dan denda. Efektivitas penegakan hukum dipengaruhi substansi hukum, aparat, sarana, masyarakat, dan budaya hukum. Penguatan kapasitas aparat dan literasi digital menjadi langkah strategis untuk menjamin penegakan hukum yang adil dan efektif. Penerapan sanksi hukum terhadap pelaku penyebaran hoaks dilakukan melalui mekanisme penegakan hukum yang melibatkan pelaporan, penyelidikan oleh aparat penegak hukum, serta pemeriksaan alat bukti elektronik. Sanksi pidana yang diatur mencakup pidana penjara dan pidana denda. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, seperti penggunaan identitas anonim, cepatnya arus penyebaran informasi, serta perlunya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas penegak hukum dan peningkatan literasi digital masyarakat agar penegakan hukum terhadap hoaks dapat berjalan efektif dan adil.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini dilaksanakan guna mengevaluasi dampak dari risiko bisnis, risiko kredit, serta risiko likuiditas terhadap capaian keuangan perusahaan di sektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang waktu 2020-2024. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan emiten. Melalui teknik purposive sampling, terpilih 11 entitas perusahaan sebagai sampel dengan akumulasi 55 unit observasi. Proses analisis data melibatkan serangkaian pengujian mulai dari uji asumsi klasik, regresi linear berganda, hingga uji t dan uji F. Hasil studi mengindikasikan bahwa risiko kredit dan likuiditas tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, risiko bisnis ditemukan memiliki pengaruh positif yang bermakna terhadap Return on Equity (ROE). Secara kolektif, ketiga faktor risiko tersebut berpengaruh signifikan terhadap performa keuangan dengan tingkat determinasi (R²) mencapai 0,811. Hal ini berarti sebesar 81,1% dari variasi kinerja keuangan dapat diterangkan oleh ketiga variabel tersebut, namun 18,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar cakupan model ini. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan risiko bisnis memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan konstruksi di tengah ketidakpastian proyek dan dinamika sektor konstruksi. This study was conducted to evaluate the impact of business risk, credit risk, and liquidity risk on the financial performance of companies in the construction sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2020-2024. This research applies a quantitative method using secondary data from issuers' financial reports. Using purposive sampling, 11 companies were selected, yielding 55 observations in total. The data analysis process involved a series of tests, ranging from classical assumption tests to multiple linear regression and t-tests, and F-tests. The study's results indicated that credit and liquidity risks do not have a significant effect on financial performance. Conversely, business risk was found to have a positive and significant effect on Return on Equity (ROE). Collectively, these three risk factors had a significant effect on financial performance with a coefficient of determination (R?2)of 0.811. This means that 81.1% of the variation in financial performance can be explained by these three variables, while the remaining 18.9% is influenced by other variables outside the scope of this model. The results of this study confirmed that business risk management plays an important role in improving the profitability of construction companies amid project uncertainty and the sector's dynamics.
2026 · Book ·
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PPneumonia merupakan infeksi akut pada saluran napas bawah yang dapat mengakibatkan kesakitan bahkan kematian pada anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan secara menyeluruh proses asuhan keperawatan pada dua pasien anak dengan pneumonia, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosis keperawatan, perumusan tujuan, intervensi, hingga hasil evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan observasional analitik, pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari pada dua pasien anak laki-laki dengan diagnosis medis pneumonia. Pengkajian menunjukan bahwa kedua pasien mengalami gejala utama berupa sesak napas dan batuk berdahak. Diagnosis keperawatan yang sama ditemukan pada kedua pasien meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Diagnosis keperawatan yang berbeda: pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman. Intervensi keperawatan dan implementasi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan yang dialami pasien. Evaluasi akhir didapatkan pasien 1 dan pasien 2 dengan tiga diagnosis keperawatan semua dapat teratasi, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan secara profesional dapat mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42 hari setelah persalinan. Melakukan asuhan komprehensif yaitu menejemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Pengawasan atau pendampingan pada Asuhan Komrehensif ini bertujuan agar dapat mendeteksi secara dini adakah komplikasi yang dialami pada saat dilakukan asuhan komprehensif tersebut. Melakukan asuhan pelayanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. H sejak hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan pada Ny. H G1P0A0 yaitu asuhan kehamilan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37 minggu dan pada usia kehamilan 39 minggu dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut ibu mengeluhkan sakit pada pinggang bagian bawah. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 20 Maret 2024 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Usia kehamilan 39 minggu . Kala 1 berlangsung selama 2 jam, kala II berlangsung 5 menit, Kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Asuhan nifas Ny. H dilakukan pada 6 jam postpartum berjalan dengan normal. Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 49 cm, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. H, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan tidak terdapat kesenjangan antara teoari dengan praktik yang di lakukan terhadap Ny. H
2024 · Thesis ·
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan suatu bangsa. Kematian ibu merupakan kematian seorang wanita yang dapat disebabkan pada saat kondisi hamil atau menjelang 42 hari setelah persalinan. Melakukan asuhan komprehensif yaitu menejemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Pengawasan atau pendampingan pada Asuhan Komrehensif ini bertujuan agar dapat mendeteksi secara dini adakah komplikasi yang dialami pada saat dilakukan asuhan komprehensif tersebut. Melakukan asuhan pelayanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. H sejak hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan pada Ny. H G1P0A0 yaitu asuhan kehamilan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 37 minggu dan pada usia kehamilan 39 minggu dengan memberikan asuhan standar 10 T. Pada kedua kunjungan tersebut ibu mengeluhkan sakit pada pinggang bagian bawah. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 20 Maret 2024 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Usia kehamilan 39 minggu . Kala 1 berlangsung selama 2 jam, kala II berlangsung 5 menit, Kala III berlangsung selama 7 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Asuhan nifas Ny. H dilakukan pada 6 jam postpartum berjalan dengan normal. Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan pada 2 jam setelah bayi lahir. Bayi lahir dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 49 cm, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. H, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan tidak terdapat kesenjangan antara teoari dengan praktik yang di lakukan terhadap Ny. H
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran tematik di kelas III.B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan guru dalam mengadakan variasi mengajar dengan dimensi variasi gaya mengajar, variasi penggunaan media dan alat bantu ajar dan variasi pola interaksi. Adapun sumber data pada penenlitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru kelas III.B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu berupa pedoman observasi keterampilan guru dalam mengadakan variasi mengajar, pedoman wawancara dengan guru dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas III.B SDN 032 Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu variasi gaya mengajar yang terdiri dari indikator variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru, mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, dan variasi perpindahan posisi. Variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari variasi penggunaan media dan alat bantu yang dapat didengar oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat dilihat oleh siswa, penggunaan media dan alat bantu yang dapat di manipulasi oleh siswa. Variasi pola interaksi yang terdiridari variasi satu arah, interaksi dua arah dan interakasi multi arah.