Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Pembelajaran online
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDENTS’ PERCEPTION ON THE USE OF ENGLISH ONLINE LEARNING OF STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem pendidikan di seluruh dunia telah terpengaruh akibat menyebarnya pandemi Covid-19. Fenomena baru ini memaksa para guru dan siswa untuk melakukan proses belajar mengajar dari rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris via online yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Subyek penelitian ini adalah 275 siswa dari kelas XII SMAN 1 Tarakan, SMAN 2 Tarakan, dan SMAN 3 Tarakan. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa 78,5% siswa menerapkan full online learning selama pandemi Covid-19 dan sisanya (21,45%) belajar sebagian di sekolah dan sebagian lagi secara online. 74,5% siswa melakukan pembelajaran daring setiap hari dan sebagian besar (49,45%) menghabiskan waktu 3-4 jam sehari. Selain itu, para siswa menyatakan bahwa mereka berinteraksi dengan guru melalui kelas online menggunakan Google Classroom, Quipper School, media sosial, email, dan video conference yang disediakan oleh guru seperti Zoom Cloud Meeting, Google Meet, dan WhatsApp Video Call. Persepsi siswa secara keseluruhan terhadap penggunaan pembelajaran daring berada pada kategori tinggi. Dimensi persepsi dilihat dari (1) minat, (2) psikologi. (3) kebutuhan, (4) suasana hati, dan (5) perhatian, dimana masing-masing dimensi dipersepsikan tinggi oleh siswa, kecuali minat yang tergolong rendah. persepsi. Hal ini dikarenakan siswa merasa kesulitan dalam memahami pelajaran (82,18%), kurang konsentrasi (73,82%), dan kurang percaya diri (70,18%) selama pembelajaran daring Meskipun menyadari pembelajaran daring memberikan manfaat, namun mereka lebih memilih belajar di sekolah (tatap muka) daripada belajar melalui pembelajaran daring karena siswa membutuhkan interaksi sosial yang nyata dan tanpa batas

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Pembelajaran Online dan Offline Ditinjau Dari Hasil Belajar Siswa Kelas VIII DI SMP Negeri 12 Tarakan Pada Mata Pelajaran IPA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Covid-19 menyebar dengan pesat sehingga sekolah di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran secara online yang belum pernah diterapkan sebelumnya, hal ini mengharuskan siswa dan guru untuk beradaptasi dengan media pembelajaran online, seiring penurunan kasus Covid-19 diterapkan pembelajaran tatap muka terbatas dimana terdapat pembelajaran online dan pembelajaran offline yang diselenggarakan secara terjadwal. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang digunakan untuk menguji perbandingan hasil belajar siswa pada pembelajaran online dan offline dengan hasil penelitian kuantitatif dimana data berupa angka sebagai alat untuk menentukan keterangan mengenai hasil penelitian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Tarakan antara pembelajaran online dan offline pada mata pelajaran IPA. Populasi dari penelitian ini berjumlah 185 siswa dengan sampel penelitian berjumlah 125 siswa yang dibagi menjadi kelas online dengan jumlah 63 siswa dan kelas offline dengan jumlah sebanyak 62 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tertulis, data yang diperoleh diuji statistik uji independent t-test menggukan aplikasi SPSS 25. Nilai rata-rata pada pemebelajaran online sebesar 73 dan nilai rata-rata pembelajaran offline sebesar 62 dan hasil uji independent t-test yang menujukkan nilai signifikansi sebesar 0.00 0.05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan antara pembelajaran online dan offline pada mata pelajarn IPA di SMP Negeri 12 Tarakan. Hasil penelitian menujukkan nilai pada pembelajaran online lebih tinggi dari pada pembelajaran offline.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA SISWA SMPN 5 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika secara online di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas IX SMPN 5 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket, dan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 di SMPN 5 Tarakan. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas IX SMPN 5 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik klaster sampling / cluster sampling. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan tentang persepsi siswa kelas IX terhadap pembelajaran matematika secara online di masa pandemi Covid-19 di SMPN 5 Tarakan tahun 2022 masuk dalam kategori cukup baik, dengan pertimbangan frekuensi pada faktor internal terbanyak terletak pada kategori cukup baik dengan jumlah 32 siswa atau 35,56 %, dan frekuensi pada faktor eksternal terbanyak terletak pada kategori cukup baik dengan jumlah 29 siswa atau 32,22 %. This study aimed to determine perceptions of ninth-grade SMPN 5 Tarakan students towards learning math online during the covid-19 pandemic. This study used a survey method for a quantitative descriptive investigation. In this study, data were gathered through the use of a questionnaire, and percentage descriptive statistics were employed in the data analysis. This study was conducted among grade IX students at SMPN 5 Tarakan during the odd semester of the 2021-2022 academic year. The population in this study was grade IX students of SMPN 5 Tarakan. The sample in this study amounted to 90 students who were taken using a cluster sampling technique. The results of the overall perception survey, which included 32 students, or 35.56% of the total, showed that the frequency of internal factors was mostly in the fairly good category, while the highest frequency of external factors was found in the good enough category, which included 29 students, or 32.22% of the total.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Students' Perception of Online Learning Process in English Class at Eight Grade Students of SMP Negeri 5 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan terhadap proses pembelajaran online dan bagaimana nilai bahasa Inggris pada saat pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi online di kelas VIII-A, dan dokumentasi nilai semester Bahasa Inggris siswa kelas VIII. Peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap proses pembelajaran online. Untuk memverifikasi keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dokumentasi rekaman wawancara siswa. Selanjutnya peneliti melakukan observasi di kelas VIII-A untuk mengetahui proses pembelajaran online di kelas bahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memberikan persepsi negatif terhadap proses pembelajaran online. Siswa menghadapi banyak kendala selama proses pembelajaran online seperti kesulitan memahami materi pembelajaran, masalah dengan akses internet dan perangkat, dan pemadaman listrik selama proses pembelajaran. Selain itu siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik selama pembelajaran online. Nilai bahasa Inggris siswa menunjukan sebanyak 10% siswa berada pada category sangat baik, 10% siswa berada pada kategori baik, 30% siswa berada pada kategori cukup dan 50% siswa berada pada category kurang baik. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa selama proses pembelajaran daring cenderung negatif berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Permasalahan-Permasalahan dalam Kelas EFL selama Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 9 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DALAM KELAS EFL SELAMA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Situasi pandemi Covid-19 telah mengubah sistem belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran online. Hal ini menarik peneliti untuk mengkaji penelitian yang bertujuan menemukan (1) strategi guru yang digunakan dalam menyelenggarakan kelas online selama masa pandemi Covid-19 (2) permasalahan yang dijumpai oleh siswa dalam pembelajaran online. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 9 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru menggunakan strategi-strategi pengajaran seperti direct instruction teaching strategy, indirect instruction teaching strategy, interactive teaching strategy, experiential/empirical teaching strategy dan independent teaching strategy. Untuk memaksimalkan penggunan strategi-strategi tersebut, guru menekankan pada pendekatan interpersonal guna mengetahui lebih dalam terkait karakter dan kebutuhan siswa. (2) Adapun permasalahan yang dijumpai dalam pembelajran online yaitu permasalahan teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil, kuota internet yang terbatas serta handphone yang tidak mendukung pembelajaran online, sedangkan permasalahan non-teknis yaitu sulit memhami materi secara mandiri dan kurangnya inisiatif dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian berikut, dapat dilihat bahwa sistem pembelajaran online tidak luput dari permasalahan-permasalahan atau hambatan-hambatan. Hal ini diatasi oleh guru dengan menggunakan strategi-strategi pengajaran online dan menekankan pada pendekatan interpersonal. THE PROBLEMS IN THE EFL CLASS DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRACT The Covid-19 pandemic situation has changed the teaching and learning system from face-to-face to online learning. This attracts researchers to examine research that aims to find (1) teacher strategies used in conducting online classes during the Covid-19 pandemic (2) problems encountered by students in online learning. The research methodology used is a qualitative method with a case research approach. Data collection techniques in this research were observation, interviews, and documentation. The subjects of this research were eighth grade students of SMP Negeri 9 Tarakan. The results showed that (1) teachers used teaching strategies such as direct instruction teaching strategy, indirect instruction teaching strategy, interactive teaching strategy, experiential/empirical teaching strategy and independent teaching strategy. To maximize the use of these strategies, the teacher emphasizes the interpersonal approach to find out more about the character and needs of students. (2) The problems encountered in online learning are technical problems such as unstable internet network, limited internet quota and cellphones that do not support online learning, while non-technical problems are difficult to understand the material independently and lack of initiative in learning. Based on the results of the following research, it can be seen that the online learning system is not free from problems or obstacles. This is overcome by the teacher by using online teaching strategies and emphasizing the interpersonal approach.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

An Analysis of English Education Department Students' Perceptions on Online Learning of Covid-19 Pandemic

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT STUDENTS’ PERCEPTIONS ON ONLINE LEARNING OF COVID-19 PANDEMIC ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris terhadap pembelajaran online selama Pandemi Covid-19 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas, Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian Cross-sectional survey. Sebanyak 146 mahasiswa sebagai sampel angket dan 20 mahasiswa sebagai sampel wawancara dari tahun ajaran 2018, 2019, dan 2020. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara. Penelitian ini menunjukkan 58,9% siswa memberikan persepsi bahwa pembelajaran online tidak efektif dalam proses pembelajaran selama Pandemi Covid-19. Selain itu, 52,7% siswa tidak merasa termotivasi dalam proses pembelajaran online. Selain itu, peneliti memberikan bukti dari hasil angket dan wawancara bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi negatif terhadap proses pembelajaran melalui pembelajaran online dan keterampilan siswa tidak meningkat karena siswa tidak dapat berlatih langsung dengan teman-temannya. atau dosen. Adanya beberapa permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan pendidikan online diharapkan dapat dievaluasi kedepannya, agar selalu siap ketika menghadapi situasi seperti ini. Peneliti masa depan dapat mengeksplorasi topik ini dengan menerapkan metode analisis data yang lebih ketat, melibatkan lebih banyak subjek, dan lebih banyak variabel. Kata Kunci: Analisis, Persepsi Siswa, Pembelajaran Online

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik MTs Negeri Tarakan Melalui Implementasi Pembelajaran Online

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik di MTs Negeri Tarakan melalui implementasi pembelajaran online. Metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan desain One Shot Case Study. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII C MTs Negeri Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian dari uji one sample t-test diperoleh thitung -17,106 dengan dk = 34 diperoleh ttabel 1,691 sehingga thitung ttabel maka Ho diterima bahwa bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis peserta didik lebih rendah dari 70 dan persentase pencapaian setiap indikator kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari indikator memberikan penjelasan sederhana (52%) dalam kategori sedang, indikator menyimpulkan (39%) dalam kategori rendah, indikator memberikan penjelasan lebih lanjut (56%) dalam kategori sedang dan indikator mengatur strategi dan taktik (71%) dalam kategori tinggi. Rata-rata pencapaian indikator kemampuan berpikir kritis yaitu (54%) dengan kategori sedang. Dengan demikian, perlunya melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui proses pembalajaran dengan menggunakan model yang tepat dan menerapkan indikator-indikator berpikir kritis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail