Abstrak
Sistem pendidikan di seluruh dunia telah terpengaruh akibat menyebarnya pandemi Covid-19. Fenomena baru ini memaksa para guru dan siswa untuk melakukan proses belajar mengajar dari rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris via online yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Subyek penelitian ini adalah 275 siswa dari kelas XII SMAN 1 Tarakan, SMAN 2 Tarakan, dan SMAN 3 Tarakan. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa 78,5% siswa menerapkan full online learning selama pandemi Covid-19 dan sisanya (21,45%) belajar sebagian di sekolah dan sebagian lagi secara online. 74,5% siswa melakukan pembelajaran daring setiap hari dan sebagian besar (49,45%) menghabiskan waktu 3-4 jam sehari. Selain itu, para siswa menyatakan bahwa mereka berinteraksi dengan guru melalui kelas online menggunakan Google Classroom, Quipper School, media sosial, email, dan video conference yang disediakan oleh guru seperti Zoom Cloud Meeting, Google Meet, dan WhatsApp Video Call. Persepsi siswa secara keseluruhan terhadap penggunaan pembelajaran daring berada pada kategori tinggi. Dimensi persepsi dilihat dari (1) minat, (2) psikologi. (3) kebutuhan, (4) suasana hati, dan (5) perhatian, dimana masing-masing dimensi dipersepsikan tinggi oleh siswa, kecuali minat yang tergolong rendah. persepsi. Hal ini dikarenakan siswa merasa kesulitan dalam memahami pelajaran (82,18%), kurang konsentrasi (73,82%), dan kurang percaya diri (70,18%) selama pembelajaran daring Meskipun menyadari pembelajaran daring memberikan manfaat, namun mereka lebih memilih belajar di sekolah (tatap muka) daripada belajar melalui pembelajaran daring karena siswa membutuhkan interaksi sosial yang nyata dan tanpa batas