ThesisOpen AccessMetadata saja
•
ANALISA PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA SPT, CPT DAN UJI LABORATORIUM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GABUNGAN DINAS II KABUPATEN TANA TIDUNG Abstrak Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tana Tidung sedang giatnya dilakukan terutama bangunan pemerintah sebagai tempat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan pada masyarakat sebagai sarana penunjang terselenggaranya proses pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai daya dukung izin pondasi tiang pancang dengan penyelidikan SPT, CPT dan Uji Laboratorium pada proyek pembangunan gedung Gabungan Dinas II Kabupaten Tana Tidung. Perhitungan daya dukung izin pondasi tiang pancang penyelidikan SPT menggunakan metode Mayerhoff dan Luciano Decourt, penyelidikan CPT menggunakan metode Bagemann dan Wesley untuk penyelidikan Uji Laboratorium menggunakan metode Alpha dan Tomlinson. Berdasarkan penelitian hasil perbandingan nilai daya dukung izin pondasi tiang pancang untuk SPT diperoleh pada titik analisa 1 kedalaman 18 m sebesar 59,88 ton, titik analisa 2 kedalaman 23 m sebesar 31,28 ton, titik analisa 3 kedalaman 20 m sebesar 44,81 ton dan pada titik analisa 4 kedalaman 26 m sebesar 16,65 ton. CPT/Sondir diperoleh pada titik analisa 1 kedalaman 18 m sebesar 43,40 ton, titik analisa 2 kedalaman 23 m sebesar 74,59 ton, titik analisa 3 kedalaman 20 m sebesar 48,47 ton dan pada titik analisa 4 kedalaman 26 m sebesar 79,74 ton. Uji Laboratorium diperoleh pada titik analisa 1 kedalaman 18 m sebesar 47,40 ton, titik analisa 2 kedalaman 23 m sebesar 15,81 ton, titik analisa 3 kedalaman 20 m sebesar 19,17 ton dan pada titik analisa 4 kedalaman 26 m sebesar 23,01 ton. Kata kunci : Daya dukung izin, SPT, CPT, Uji Laboratorium
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP muhammadiyah 1 tarakan plus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dalam bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Plus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kolaborasi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan yang dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan kegiatan materi, bermain peran, gerakan, dan pola kerja sama dalam Tarian Jepen Bulungan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP Muhammadiyah 1 tarakan plus. Dengan demikian, teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kolaborasi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the effects of capital expenditure and expenditure on goods and services on labor absorption in North Kalimantan Province, both partially and simultaneously. A quantitative method was employed using secondary data on capital expenditure, expenditure on goods and services, and labor absorption across the regencies and municipality of North Kalimantan Province during the 2015-2024 period. The data were obtained from Statistics Indonesia (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Panel data regression analysis was conducted using EViews 12, and the model selection procedure identified the Fixed Effects Model (FEM) as the most appropriate estimation model. The results show that, partially, capital expenditure has a negative but statistically insignificant effect on labor absorption. In contrast, expenditure on goods and services has a positive and statistically significant effect on labor absorption across the regencies and municipality of North Kalimantan Province. Simultaneously, capital expenditure and expenditure on goods and services exert a statistically significant effect on labor absorption. These findings reveal that expenditure on goods and services contributes more substantially to labor absorption than capital expenditure. Accordingly, local governments should optimize the allocation of regional expenditures in an effective, efficient, and targeted manner to promote labor opportunities and support sustainable regional economic development
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
KOLABORASI LEMBAGA ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TAPAL BATAS ANTAR DESA: STUDI KASUS DESA SUNGAI BARANG DAN DESA LIDUNG PAYAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ADAT Libut Garing Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi lembaga adat dalam penyelesaian sengketa tapal batas antar desa, dengan studi kasus pada Desa Sungai Barang dan Desa Lidung Payau, dari perspektif hukum adat. Fokus penelitian meliputi dua rumusan masalah, yaitu: pertama, bagaimana pengaturan penetapan batas wilayah desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman dan Penegasan Batas Desa; kedua, bagaimana bentuk kolaborasi antara lembaga adat Desa Sungai Barang dan lembaga adat Desa Lidung Payau dalam penyelesaian sengketa tapal batas antar desa. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Temuan penelitian menunjukan bahwa kolaborasi lembaga adat memiliki peranan krusial dalam menyelesaikan sengketa tapal batas dengan berpedoman pada hukum adat dan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar lembaga adat serta mendorong pemerintah desa untuk lebih aktif dalam mendukung proses penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum adat demi terciptanya ketentraman dan kejelasan wilayah. Kata kunci: kolaborasi lembaga adat, sengketa tapal batas, hukum adat, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016, penyelesaian sengketa desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi, serta menelaah peran aksi perubahan sebagai variabel moderasi pada Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 194 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, aksi perubahan terbukti mampu memoderasi pengaruh mutasi pegawai terhadap kinerja organisasi secara positif. Sebaliknya, aksi perubahan memoderasi pengaruh dukungan atasan dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi ke arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh penataan sumber daya manusia, dukungan pimpinan, dan sinergi antar stakeholder, tetapi juga oleh tingkat efektivitas pelaksanaan aksi perubahan dalam organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik secara teoritis maupun praktis, bagi pengembangan manajemen organisasi sektor publik, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesenjangan output ekonomi antarprovinsi di Kalimantan dalam dinamika ekonomi yang mencakup masa pandemi hingga awal pembangunan Ibu Kota Nusantara memunculkan pertanyaan tentang seberapa produktif setiap tambahan infrastruktur listrik, air, investasi, dan tenaga kerja dalam mendorong PDRB ADHB di kawasan ini sepanjang 2018-2024. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat produktivitas keempat faktor produksi tersebut pada lima provinsi Kalimantan sekaligus menyusun klasifikasi produktivitas antarprovinsi. Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Marginal Product of Capital (MPK) untuk mengukur produktivitas listrik, air, PMDN, dan PMA, serta Marginal Product of Labor (MPL) untuk mengukur produktivitas tenaga kerja, keduanya diturunkan dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan Kalimantan Utara menempati klasifikasi sangat produktif dengan nilai kapital 214,76 dan MPL sebesar 0,43 miliar rupiah per jiwa serta mencatat produktivitas tertinggi pada MPK listrik (Rp760,08 miliar per GWh) dan MPK PMA (Rp89,90 miliar per juta US$). Kalimantan Timur unggul pada MPK air (Rp10,93 miliar per m³) dan paling produktif dari sisi MPL dengan nilai 2,84 miliar rupiah per jiwa. Pada MPK PMDN, Kalimantan Selatan memimpin dengan nilai Rp23,79 miliar. Temuan ini mengisyaratkan perlunya kebijakan yang menyelaraskan penguatan kapasitas infrastruktur dasar dengan peningkatan kualitas tenaga kerja secara serentak, agar produktivitas kapital dan produktivitas tenaga kerja tumbuh beriringan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penyelesaian Sengketa antara Ahli Teknologi Laboratorium Medik dengan Pasien dalam Perspektif Hukum Kesehatan” ALMA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai kedudukan dan tanggung jawab Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam hubungan dengan pasien, serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dan pasien dalam perspektif hukum kesehatan. Rumusan masalah penelitian ini difokuskan pada: (1) bagaimana pengaturan hukum tentang kedudukan dan tanggung jawab ATLM dalam hubungan dengan pasien, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dengan pasien dalam perspektif hukum kesehatan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan bersumber dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, dan pendapat para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan ATLM diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menunjang diagnosis dan pemantauan penyakit. Tanggung jawab ATLM tidak hanya terbatas pada aspek teknis pemeriksaan laboratorium, tetapi juga mencakup kewajiban etik dan hukum untuk menjamin ketepatan, mutu, serta kerahasiaan hasil pemeriksaan pasien. Adapun mekanisme penyelesaian sengketa antara ATLM dan pasien dapat ditempuh melalui jalur non-litigasi, seperti mediasi internal di rumah sakit dan fasilitas kesehatan serta mekanisme etik dan disiplin melalui Majelis Kehormatan Etik dan Disiplin ATLM (MKED-ATLM) yang dibentuk oleh organisasi profesi PATELKI, dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan ke jalur litigasi melalui gugatan perdata maupun pidana di pengadilan. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi turunan yang lebih spesifik terkait tanggung jawab hukum ATLM, peningkatan fungsi mediasi internal di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, serta edukasi hukum baik kepada pasien maupun tenaga kesehatan. Dengan langkah tersebut diharapkan tercipta mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif, adil, dan memberikan kepastian hukum dalam pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study examines the effectiveness of the roundtable technique in teaching descriptive writing among seventh-grade students at SMP Negeri 10 Tarakan. This study uses a quantitative method with a pre-experimental design. Thirty students participated by completing pre-experimental and post-experimental tests to evaluate their descriptive text writing skills before and after the application of the roundtable discussion technique. Data analysis using the Wilcoxon test showed a significant increase between the pre-experimental and post-experimental test results (Z = -4.915, p 0.001). The findings of this study indicate that the roundtable technique greatly improves students' performance in descriptive writing while increasing their engagement, confidence, and cooperation in class. This technique also makes students more active, responsible, and supportive of each other during learning activities. Therefore, the roundtable technique has been proven to be an effective strategy for improving writing skills and collaborative learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latifah Qalbiah 2025. Pengaruh Permainan Lompat Karet Untuk Meningkatkan Kolaborasi Siswa Kelas VIII di SMPN 5 Tarakan Tahun 2025/2026. Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd, Pembimbing Anggota Nurul Fadilah, S.Pd.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lompat karet untuk meningkatkan kolaborasi siswa kelas VIII di SMPN 5 Tarakan. Kolaborasi merupakan suatu proses saling bekerja sama, berkoordinasi, mempunyai unsur ketergantungan positif dalam kelompok yang mengarah pada tujuan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain one-group pretest-posttest. Adapun populasi penelitian ini sebanyak 209 siswa dan teknik pengampilan sampel menggunakan teknik Purpusive Sampling yaitu berjumlah 8 siswa. Intrumen penelitian menggunakan skala likert untuk mengetahui kemampuan kolaborasi siswa, dengan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Pada pemberian pretest terdapat 2 (25%) siswa memiliki tingkat kolaborasi yang rendah, terdapat 5 (62%) siswa yang memiliki tingkat kolaborasi sedang dan terdapat 1 (13%) siswa yang memiliki tingkat kolaborasi tinggi. Pada pemberian posttest terdapat 6 (75%) siswa memiliki tingkat kolaborasi yang sangat tinggi, dan 2 (25%) siswa memiliki tingkat kolaborasi tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,012 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka hipotesis yang berbunyi “Pengaruh Permainan Lompat Karet untuk Meningkatkan Kolaborasi Siswa kelas VIII di SMPN 5 Tarakan” diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aims to examine the influence of Collaborative Strategic Reading (CSR) on eighth grade students' reading comprehension in descriptive text at MTs Negeri Tarakan. It used a pre-experimental research design with a one-group pre-test and post-test method. A total of 31 students participated in this study. The research instruments consisted of reading comprehension tests and observation sheets. The data were analyzed using descriptive and inferential statistical methods. The results of the observation sheet were analyzed qualitatively. The results indicated that students' reading comprehension improved after being taught using the CSR strategy. The pre-test average score was 64.03, while the post-test average score increased to 74.68. The highest increase occurred in the aspect of finding specific information, while the lowest increase occurred in the aspect of determining the meaning of vocabulary. The Wilcoxon test showed a significant difference between the pre-test and post-test scores, which confirmed the effectiveness of CSR in improving students' reading comprehension. Despite the improvement, some students still encountered difficulties, especially in understanding vocabulary. This suggests that additional instructional support, such as vocabulary enrichment activities, is required. Overall, this research concludes that CSR is an effective strategy to improve students' reading comprehension, especially in identifying important information from a text.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan gelombang laut sebagai sumber energi dalam mengamati fenomena gelombang adalah wave tank. Wave tank merupakan alat yang digunakan untuk mempelajari karakteristik gelombang, baik untuk kepentingan akademik maupun pengembangan teknologi pemanfaatan energi laut. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat merancang wave tank skala laboratorium dan dapat menganalisis gelombang yang dihasilkan wave tank skala laboratorium dengan pembuat gelombang model exciter. Motode penelitian yang digunakan adalah merancang dan membuat alat. Rancang bangun menghasilkan ukuran exciter panjang 30 cm, lebar 7 cm, tinggi 13 cm. Wave tank model exciter membutuhkan 163,6 watt daya listrik dan putaran motor listrik 159 rpm. Pengukuran tinggi dan panjang gelombang dilakukan pada tiga titik berbeda, yaitu pada jarak 50 cm, 70 cm, dan 90 cm, dengan volume air sebesar 50% dari kapasitas total tangki. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tinggi gelombang tertinggi diperoleh pada titik 50 cm dengan 3,2 cm, sementara panjang gelombang terpanjang pada titik 70 tercatat sebesar 33 cm dengan volume air 50%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang gambaran laboratorium dan kompetensi guru dalam pengelolaan laboratorium IPA sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan menggambarkan secara obyektif mengenai Profil Laboratorium Dan Kompetensi Guru Dalam Memanfaatkan Laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan purposive random sampling dengan harapan sekolah SMP Negeri 2 dalam penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan kompetensi guru pengelola laboratorium IPA di sekolah SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian diperoleh melalui observasi langsung di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan dengan acuan lembar observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Luas laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Nunukan adalah 110 m2dengan rasio2,4 m2/peserta didik. Hal ini sesuai dengan Permendiknas, (2007) bahwa rasio tersebut masih ideal untuk kegiatan praktikum siswa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kompetensi guru pengelola laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan didapatkan beberapa aspek kompetensi guru pengelola laboratorium IPA/Biologi yaitu: kompetensi keperibadian, sosial, administrasi, manajerial, dan kompetensi profesional. a) Kompetensi kepribadian dapat ditunjukkan melalui sikap dewasa,mantap, dan berakhlak mulia serta komitmen terhadap tugas. b) Kompetensi sosial dapat terlihat dari kerjasama dan komunikasi yang dilakukan dengan pengelola laboratorium lainnnya. c) Kompetensi administrasi diperlukan dalam perencanaan kegiatan, jadwal kegiatan laboratorium, pembagian tugas bagi teknisi laboratorium, memantau sarana dan prasarana laboratorium, mengevaluasi kinerja teknisi dan pembuatan laporan kegiatan laboratorium. d) Kompetensi manajerial mencakup kegiatan pengembangan Laboratorium dan mengatur pengelolaan kegiatan laboratorium. e) Kompetensi Profesionalisme seorang pengelola laboratorium dapat ditunjukkan melalui paparan gagasan yang diberikan untuk kemajuan laboratorium demi kepentingan pendidikan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pompa kini digunakan hampir di semua aspek dalam kehidupan untuk mempermudah mengalirkan berbagai jenis fluida baik dalam dunia industri maupun rumah tangga. Keberadaan laboratorium dan fasilitas–fasilitas atau alat praktek sebagai media pembelajaran sangatlah dibutuhkan sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dapat berjalan dengan efisien. Dalam tugas akhir ini dilakukan dengan perancangan dan pembuatan alat uji pompa sentrifugal beserta pengujian untuk mengetahui karakteristik terhadap rangkaian pompa dengan pengoperasian secara susunan seri dan paralel. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan cara membuat sistem perpipaan yang dapat diatur malalui bukaan katup dan instrumen pengukuran berupa flowmeter dan manometer pada alat uji dan menghitung hasil pengujian pada alat uji pompa sentrifugal susunan seri dan paralel. Hasil perhitungan karakteristik alat uji pompa sentrifugal yang didapat dalam pengujian masing-masing susunan pengoperasian pompa adalah susunan seri didapatkan debit sebesar 2,528 × 10^-4 m^3/s dengan head lebih tinggi daripada susunan paralel dengan nilai head sebesar 15,22 m. Adapun efisiensi dari susunan seri sebesar 7,6 %. Karakteristik alat uji pompa sentrifugal susunan paralel didapatkan nilai debit yang lebih besar dari pada susunan seri dengan nilai debit sebesar 2,721 × 10^-4 m^3/s, nilai head sebesar 12,505 m. Adapun efisiensi dari susunan paralel sebesar 5,8%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peluang pemanfaatan energi gelombang laut sangat besar di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki wilayah lautan yang besar. Salah satu upaya untuk memanfaatkan gelombang laut tersebut adalah membuat media yang dapat menjadi sarana dan prasarana dalam pemanfaatan gelombang laut tersebut. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun bangun wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank adalah alat simulasi pembuat gelombang skala laboratorium yang digunakan untuk mengamati perilaku gelombang. Wave tank dapat meminimalisir pengunaan waktu dan biaya dalam pengembangan teknologi yang menggunakan gelombang laut sebagai sumber energinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara merancang bangun serta mengetahui berapa panjang dan tinggi gelombang yang tercipta pada wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank model flap skala laboratorium ini memiliki ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm dan menggunakan motor listrik dengan daya 200 watt. Wave tank membutuhkan 22 watt daya listrik dan putaran motor listrik sebesar 120 rpm. Tinggi dan panjang maksimal dari gelombang yang dihasilkan dari wave tank model flap skala laboratorium adalah dengan panjang dan tinggi 4 cm dan 36 cm dengan volume 15% air dari kapasitas penuh dari tangki.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Layanan Kolaborasi adalah suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam, yang melibatkan beberapa orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pemikiran secara berkesinambungan dalam menyikapi suatu hal dimana setiap pihak yang terlibat saling ketergantungan di dalamnya. Implementasian layanan kolaborasi itu di setiap sekolah berbeda-beda ada kelebihan dan kekurangannya, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana layanan kolaborasi ini bisa berjalan dengan baik. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasievaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasi-evaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan satu orang wali kelas. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penerapan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Praktikum dalam pembelajaran IPA berperan penting untuk merekonstruksi pemahaman siswa dalam memahami konsep dan prinsip sains. Namun ada sekolah yang belum memiliki alat dan bahan laboratorium yang memadai. Oleh karena karena itu, guru memiliki cara alternatif dengan menggunakan media PhET. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media laboratorium virtual berbasis simulasi PhET (Physics Education Technology) pada pembelajaran IPA SMP Negeri 4 Tanjung Palas Timur dan menganalisis hasil belajar siswa kelas VII berdasarkan penggunaan media PhET. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tanjung Palas Timur. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi hasil belajar. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan penggunaan media laboratorium virtual berbasis simulasi PhET yaitu adanya persepsi dan respon siswa yang baik dikarenakan media PhET menjadikan proses pembelajaran menjadi aktif, media PhET meningkatkan pemahaman siswa, meningkatkan keterampilan kerja siswa, mempermudah penyampaian materi, membantu memperoleh dan mengolah informasi, membantu mensimulasikan keadaan sesungguhnya, media PhET mudah digunakan, membantu menghemat waktu, biaya, dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja, mengembangkan sikap ilmiah, menjadikan siswa termotivasi dalam belajar, dan media PhET memberikan fasilitas penunjang belajar bagi siswa. Meskipun demikian, media PhET masih memiliki kekurangan, diantaranya membutuhkan koneksi jaringan yang bagus untuk mengakses simulasinya melalui website dan tampilan simulasi efek rumah kaca dan pemanasan global belum terbaharui sesuai dengan waktu yang ada sekarang. Selain itu, adapun hasil belajar siswa berdasarkan penggunaan media PhET terdapat peningkatan ketuntasan klasikal baik pada siswa kelas VII A maupun kelas VII B.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cici Parmita. 2024. Penggunaan Media Dalam Layanan Informasi Terhadap Kolaborasi Siswa Di Smp Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd selaku pembimbing anggota. Kolaborasi merupakan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain disertai dengan perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain. Kolaborasi merupakan keterampilan bekerja sama antara dua atau lebih siswa untuk menyelesaiakan suatu permasalahan dengan berbagai tanggung jawab, akuntabilitas, terorganisir dan peran untuk mencapai pemahaman bersama tentang masalah dan solusinya. Pemberian layanan informasi bertujuan untuk membantu pihak-pihak yang berkepentingan mengenai berbagai hal yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan, untuk menentukan tujuan atau rencana yang diinginkan. Selain itu layanan informasi dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan fungsi bimbingan dan konseling. Media yang digunakan adalah media film pendek, media pamflet dan media permainan truth or dare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media dalam layanan informasi terhadap kolaborasi siswa, penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan jenis one group pte-test dan post-test design dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 67 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Uji hipotesis menggunakan uji statistik parametrik dengan teknik paired sample t test. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 yang artinya penggunaan media dalam layanan informasi mampu membentuk kolaborasi pada siswa.