Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Kacang hijau
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DARI EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU PADA STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun perbanyakan melalui stek seringkali terkendala oleh pertumbuhan akar dan tunas yang lambat. Aplikasi zat pengatur tumbuh alami, seperti ekstrak kecambah kacang hijau, dapat menjadi alternatif yang aman dan ekonomis untuk memacu pertumbuhan vegetative tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek pucuk krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan ekstrak kecambah kacang hijau yang terdiri dari K0 : Kontrol, K1 : Konsentrasi 20%, K2 : Konsentrasi 40%, K3 : Konsentrasi 60%, K4 : Konsentrasi 80% dan K5 : konsentrasi 100% beserta zat pengatur tumbuh sintetis growtone, K+ : 10g/100 ml air. Terdapat 7 perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdapat 4 sampel sehingga diperoleh 112 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah bunga dan jumlah cabang yang di pantau hingga 12 minggu setelah tanam. Data hasil penelitian diuji menggunakan Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analysis Of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kecambah kacang hijau memberikan pengaruh terhadap setiap parameter pertumbuhan stek pucuk krisan. Perlakuan K1 dengan konsentrasi 20% mampu menghasilkan rata-rata pertambahan jumlah daun sebesar 19,00 dan rata-rata pertambahan tinggi tanaman sebesar 20,71, Perlakuan K3 dengan konsentrasi 60% menghasilkan rata-rata jumlah anakan tertinggi sebesar 3,25, sedangkan perlakuan K2 dengan konsentrasi 40% menghasilkan rata-rata jumlah bunga tertinggi sebesar 4,86 dan rata-rata jumlah cabang tertinggi sebesar 4,0.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN REMAJA DENGAN PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik dan mental. Salah satu upaya pencegahan anemia secara nonfarmakologis yang efektif adalah melalui pemberian jus kacang hijau yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada remaja putri dengan anemia menggunakan intervensi jus kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan mencegah komplikasi jangka panjang. Metode: Pendekatan studi kasus dilakukan pada Nn. D, usia 19 tahun dengan anemia sedang (Hb 9,5 gr/dl) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Intervensi berupa pemberian jus kacang hijau 250 ml sekali sehari selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan Hb menggunakan GChb Easy Touch. Hasil: Setelah intervensi selama 4 hari, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan gejala anemia seperti kelelahan dan sulit konsentrasi. Remaja juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya gizi seimbang dan dukungan keluarga dalam pencegahan anemia. Kesimpulan: Pemberian jus kacang hijau merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterima dalam meningkatkan kadar Hb serta memperbaiki gejala anemia pada remaja putri. Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Pemberian Kotoran Burung Walet

2024•

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang sangat populer dan menjadi kebutuhan manusia. Pembudidayaan kacang hijau (Vigna radiata L.) masih tergolong rendah karena sistem pertanian yang sederhana dan kurang minatnya petani untuk menanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah suplai unsur hara melalui pemupukan. Pupuk organik merupakan alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil tanaman kacang hijau. Salah satu pupuk organik adalah kotoran burung walet. Kotoran walet bisa menjadi pengganti pupuk yang menggunakan bahan kimia, bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman, dan kotoran burung walet juga bisa mengurangi toksisitas pada kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon tanaman kacang hijau pada pemberian kotoran burung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yang di teliti. Dengan 6 perlakuan 4 kali ulangan, yaitu pemberian kotoran Burung Walet. P0 = kontrol, P1 = kotoran burung walet 50 gram/Tanaman, P2 = kotoran burung walet 100 gram/Tanaman, P3 = kotoran burung walet 150 gram/Tanaman, P4 = kotoran burung walet 200 gram/Tanaman, P5 = kotoran burung walet 250 gram/Tanaman. Penelitian ini dibuat dalam jarak antar polibag sesuai taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga di bentuk polibag ukuran 5kg jarak atara polibag 20cm, setiap perlakuan terdapat 4 polibag atau sampel dengan 4 ulang, sehingga terdapat 96 polibag dan setiap polibag diberikan 3 benih jadi 96 x 3 = 288 benih kacang hijau yang dibutuhkan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang,luas daun, jumlah polong, berat basah biji per tanaman dan berat kering per tanaman. Pada perlakuan P4=200 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter palang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian waktu pemangkasan dan tipe cabang terhadap produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.)

2024•

Salah satu tindakan agronomis yang dapat dilakukan untuk memperbaiki teknik budidaya tanaman dalam rangka meningkatkan produksi adalah dengan melakukan pemangkasan cabang. Pembentukan arsitektur cabang melalui pemangkasan cabang primer bertujuan untuk mengoptimalkan intersepsi cahaya dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan cabang dan tunas ke arah yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemangkasan dan tipe cabang terhadap produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian dilaksanakan pada tahun 2023 di lahan Praktek Fakultas Pertanian UBT. Metode penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 2 fakfor, yaitu. Faktor pertama yaitu tipe cabang yang terdiri dari: C1= Cabang Primer C2= Cabang Sekunder Faktor yang kedua waktu pemangkasan terdiri dari 4 taraf yaitu: W1 = di Pangkas setelah 30 HST W2 = di Pangkas setelah 37 HST W3 = di Pangkas setelah 44 HST W4 = di Pangkasa setelah 51 HST Terdapat 8 kombinasi setiap kombinasi di ulangi 3 kali dengan unit pemangkasan yang di peroleh sebanyak 24 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata perlakuan pemangkasan cabang dan pengaturan waktu pemangkasan terhadap produksi tanaman kacang hijau. Perlakuan pemangkasan cabang primer lebih mendominasi dalam pertumbuhan dan produksi hasil tanaman kacang hijau, sementara waktu pemangkasan 51 HST jauh lebih baik dibanding perlakuan waktu pemangkasan lainya, sedangkan pada kombinasi perlakuan C1W4 menunjukkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan produksi tanaman kacang hijau .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU ( Vigna radiata L) PADA VARIASI PENGOLAHAN TANAH DAN JUMLAH BENIH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA VARIASI PENGOLAHAN TANAH DAN JUMLAH BENIH ABSTRAK Kacang hijau (Vigna radiata L.) atau sering di sebut juga mung bean, green gram, atau golden gram merupakan tanaman legum yang umumnya banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia yang merupakan tanaman semusim yang berupa semak yang tumbuh tegak dengan umur pendek. Akan tetapi produktifitas kacang hijau di Kalimantan utara masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pengolahan tanah dan jumlah benih yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok factorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama pengolahan tanah (P) terdiri dari 3 taraf yaitu, P0 = tanpa olah tanah, P1 = olah tanah minimum, P2 :olah tanah maksimum dan faktor kedua yaitu jumlah benih (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu K1 = 1 benih, K2 = 2 benih, K3 = 3 benih. Parameter yang di amati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah polong, jumlah biji, berat biji dan Panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah maksimum (P2) dan perlakuan 3 benih perlubang tanam (K3) merupakan perlakuan terbaik dan kombinasi kedua perlakuan terbaik yaitu olah tanah maksimum dengan 3 benih (P2K3).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Abstrak Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) termasuk suku polong-polongan (fabaceae) memiliki manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi. Salah satu teknik budidaya yang perlu diketahui ialah jarak tanam atau kerapatan tanam yang tepat. Tujuan pengaturan kerapatan tanaman atau jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami persaingan dalam hal pengambilan air, unsur hara, cahaya matahari dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Penggunaan jarak tanam yang kurang tepat dapat merangsang pertumbuhan gulma, sehingga dapat menurunkan hasil. Secara umum hasil tanaman per satuan luas tertinggi diperoleh pada kerapatan tanaman tinggi, akan tetapi bobot masing-masing polong secara individu menurun karena terjadinya persaingan antar tanaman, sementara mulsa mempunyai keuntungan menekan fluktuasi suhu tanah dan menjaga kelembapan tanah, selain itu mulsa yang dihamparkan di atas permukaan tanah secara langsung akan menekan laju penguapan secara langsung akan menekan laju penguapan dan secara tidak langsung akan mempertahankan agregasi dan porositas yang akan mempertahankan kapasitas tanah menahan air. Mulsa organik yang digunakan dapat berasal dari sisa tanaman alang alang yang mudah didapatkan di sekitar area budidaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu :Faktor Jarak tanam dengan notasi ( J ) terdiri 3 taraf yaitu :J0 = Jarak tanam 20 cm × 20 cm J1 = jarak tanam 25 cm × 20 cm J2 = jarak tanam 30 cm × 20 cm Faktor berat mulsa ( M ) terdiri 2 taraf yaitu :M1 = 2 kg mulsa alang-alang M2 = 4 kg mulsa alang-alang Berdasarkan rancangan tersebut di peroleh 6 kombinasi perlakuan dengan Setiap perlakuan di ulang sebanyak 6 kali masing-masing 4 tanaman sampel sehingga di peroleh 36 satuan percoban setiap bedengan percobaan terdiri dari dari 144 tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sempel di setiap ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan Pengaruh jarak tanam dan pemberian mulsa alang alang pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lebar daun, dan jumlah 100 biji /plot . Pada perlakuan J2M2 (jarak tanam 20 cm x 30 cm + bobot mulsa 4 kg/bedeng) lebih mendominasi di banding parameter lainya. Kata kunci: kacang hijau ,jarak tanam, mulsa alang alang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) terhadap waktu pemangkasan pucuk

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu bahan pangan yang dikenal dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas selain beras. Kacang hijau dapat diolah menjadi bahan pangan protein nabati tinggi. Berdasarkan kesesuaian syarat tumbuh tanaman kacang hijau, kemudahan dalam budidaya, dan nilai ekonomi yang tinggi, tanaman kacang hijau memiliki prospek yang positif untuk dapat dikembangkan serta menjadi peluang usaha bidang agrobisnis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari satu faktor terdiri dari 5 taraf yaitu: P0:tanpa pemangkasan pucuk (kontrol), P1:pemangkasan pucuk (2 MST), P2:pemangkasan pucuk (3 MST), P3:pemangkasan pucuk (4 MST), P4:pemangkasan pucuk (5 MST). Ulangan sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cabang produktif dan bobot biji per plot dipengaruhi oleh perlakuan pemangkasan. Perlakuan pemangkasan yang memberikan hasil terbaik pada jumlah cabang produktif adalah perlakuan P3 (5,3 cabang), dan bobot biji per plot pada perlakuan P3 (259,2 g). Terdapat kecenderungan perlakuan pemangkasan meningkatkan berat 100 biji (nilai tertinggi pada perlakuan P3 (10 g) dan jumlah polong per tanaman (nilai tertinggi pada perlakuan P3 dibandingkan P0, P1, P2, dan P4.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Limbah Buah Pepaya Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

2022•

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata, L.) ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacangm hijau (Vigna radiata L.) dan mengetahui konsentrasi POC limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret 2022 hingga Mei 2022. Parameter yang digunakan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji dan berat 100 biji. Penelitian ini merupakan 1 faktor 5 perlakuan dan 5 ulangan, Adapun perlakuan yang digunukan adalah perlakuan P0 (kontrol), perlakuan P1 (konsentrasi 5%), perlakuan P2 (konsentrasi 10%), perlakuan P3 (konsentrasi 15%) dan perlakuan P4 (konsentrasi 20%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata menggunakan beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah pepaya memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa produksi seperti jumlah biji/tanaman berat biji/tanaman dan berat 100 biji/tanaman, kemudian pada produksi jumlah polong berpengaruh nyata. Berdasarkan penelitian bahwa perlakuan P4 (konsentrasi 20%) mampu memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK TANAMAN DAN JUMLAH BIJI BENIH PERLUBANG TANAM TERHADAP KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2022•

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas yang termasuk dalam famili Leguminoceae dan merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dikonsumsi. Salah satu Teknik budidaya kacang hijau yaitu jarak tanam dan jumlah biji benih perlubang tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah biji benih perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan dua faktor dalam rancangan acak lengkap kelompok, yaitu jarak tanam dan jumlah biji benih perlubang tanam. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu : J1 = jarak 20 x 20 cm, J2 = jarak 25 x 20 cm, dan J3 = jarak 30 x 20 cm. Faktor kedua adalah jumlah biji benih perlubang tanam yang terdiri dari dua taraf : B1 = 1 benih perlubang tanam dan B2 = 3 benih perlubang. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah polong per tanaman, dan berat 100 biji kering per plot. Data dianalisis dengan mengunakan Analysis of Variance (Anova) dan untuk mengetahui perbedaan perlakuan dilakukan menggunakan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan jarak tanam dan jumalh biji benih perlubang tanam tidak berpengaruh nyata pada tiga parameter yaitu jumlah daun, lebar daun, dan jumlah polong. Tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 biji kering per plot. Pada perameter yang berpengaruh nyata yaitu pada tinggi tanaman tertinggi masing-masing perlakuan pada umur 14-35 HST diantaranya perlakuan J3B2 (12.82 a) 14 hst, J2B2(17.01 a) 21 hst, J3B2 (27.15 ab) 28 hst, dan J2B2 (49.95 a) pada 35 hst, dan pada perameter berat 100 biji kering per plot menunjukkan nilai tertinggi masing-masing pada umur 14,21,28, dan 35 hst diantaranya perlakuan J3B1 sebesar (6.32 a), J3B1(6.27 ab), JIB2 dan J3B2 dengan nilai yang sama (6.22 ab).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH CAIR TAHU DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan memodifikasi dosis pupuk organik cair dan pemberian mulsa organik. Penggunaan bahan organik sebagai pupuk organik cair (POC) dimaksudkan untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Limbah tahu dapat memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah karena limbah tahu mengandung N, P, K Ca, Mg dan C organik yang berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Pemakaian mulsa organik merupakan salah satu pemanfaatan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa dapat berperan dalam mengubah keadaan iklim mikro yang dapat mempengaruhi sifat tanah, menguntungkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 dosis pupuk organik cair (POC) dengan 4 taraf dan faktor 2 mulsa organik dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang, jumlah daun, berat biji, berat polong, bjumlah cabang jumlah polong. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk organik cair (POC) berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah cabang, berat polong, berat biji dan jumlah polong, dengan dosis terbaik pada perlakuan 90 ml/tanaman (L1), dan pada Mulsa organik berpengaruh nyata pada parameter lebar daun dengan perlakuan terbaik mulsa jerami (M1). Interaksi perlakuan terbaik pada mulsa organik + POC 90 ml/tanaman (M1L1) yang diaplikasikan memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BOBOT DAN WAKTU APLIKASI MULSA JERAMI PADI TERHADAP TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jerami merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai mulsa, pemberian mulsa jerami dapat menekan pertumbuhan gulma, mempertahankan agregat tanah dari terpaan air hujan, terjadinya penguapan air, melindungi tanah dari paparan sinar matahari. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan kacang hijau dengan memodifikasi bobot mulsa dan mengatur waktu aplikasi mulsa jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor 1 mulsa jerami padi dengan 5 taraf dan faktor 2 waktu aplikasi mulsa jerami padi dengan 3 taraf diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerami padi dengan berbagai bobot berpengaruh nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman kacang hijau, tetapi tidak berpengaruh nyata dengan aplikasi yang berbeda. Mulsa jerami dengan bobot 1 kg menghasilkan pertumbuhan lebih tinggi dan berbeda dengan bobot lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail