Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kotoran burung walet
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pertumbuhan dan hasil pakchoy ( Brassica rapa. L) terhadap pemberian pupuk organik walet

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman pakchoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman pakchoy perlu diperhatikan kandungan unsur hara dalam tanah. untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman pakchoy maka dibutuhkan pupuk. Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Pupuk organik walet berasal dari kotoran burung walet yang mengendap lama dan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan hasil pakchoy terhadap pemberian pupuk organik walet. Mengetahui dosis terbaik pemberian pupuk organik walet untuk pertumbuhan dan hasil pakchoy. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Perlakuan yang akan diberikan yaitu: P0 : 0 kontrol (tanpa pupuk kotoran walet) P1 : 50 gram/tanaman pupuk kotoran walet P2 : 100 gram/tanaman pupuk kotoran walet P3 : 150 gram/tanaman pupuk kotoran walet P4 : 200 gram/tanaman pupuk kotoran walet P5 : 250 gram/tanaman pupuk kotoran walet. Setiap perlakuan dalam terdiri atas 16 tanaman dengan 4 sampel tanaman pakchoy. Total tanaman yaitu 384 tanaman pakchoy. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pakchoy, jumlah daun pakchoy, lebar daun pakchoy, berat basah pupus tanaman pakchoy, dan yang tidak berpengaruh nyata berat basah akar tanaman pakchoy, jumlah akar tanaman pakchoy dan panjang akar tanaman pakchoy. perlakuan P5 = 250 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Pemberian Kotoran Burung Walet

2024•

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang sangat populer dan menjadi kebutuhan manusia. Pembudidayaan kacang hijau (Vigna radiata L.) masih tergolong rendah karena sistem pertanian yang sederhana dan kurang minatnya petani untuk menanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah suplai unsur hara melalui pemupukan. Pupuk organik merupakan alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil tanaman kacang hijau. Salah satu pupuk organik adalah kotoran burung walet. Kotoran walet bisa menjadi pengganti pupuk yang menggunakan bahan kimia, bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman, dan kotoran burung walet juga bisa mengurangi toksisitas pada kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon tanaman kacang hijau pada pemberian kotoran burung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yang di teliti. Dengan 6 perlakuan 4 kali ulangan, yaitu pemberian kotoran Burung Walet. P0 = kontrol, P1 = kotoran burung walet 50 gram/Tanaman, P2 = kotoran burung walet 100 gram/Tanaman, P3 = kotoran burung walet 150 gram/Tanaman, P4 = kotoran burung walet 200 gram/Tanaman, P5 = kotoran burung walet 250 gram/Tanaman. Penelitian ini dibuat dalam jarak antar polibag sesuai taraf perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga di bentuk polibag ukuran 5kg jarak atara polibag 20cm, setiap perlakuan terdapat 4 polibag atau sampel dengan 4 ulang, sehingga terdapat 96 polibag dan setiap polibag diberikan 3 benih jadi 96 x 3 = 288 benih kacang hijau yang dibutuhkan pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa yang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,jumlah cabang,luas daun, jumlah polong, berat basah biji per tanaman dan berat kering per tanaman. Pada perlakuan P4=200 gram/tanaman kotoran burung walet memiliki parameter palang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail