Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Penulis: FEBRIANA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil. Metode: Studi cross-sectional menggunakan data yang diambil secara retrospektif dari data rekam medis pemeriksaan ibu hamil di Puskesmas Long Bawan periode tahun 2023–2025. Sebanyak 77 ibu hamil dipilih pada penelitian ini. Variabel dependen adalah KEK. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, IMT, keluhan mual, riwayat penyakit, dan anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (OR=2,692; p=0,035), IMT (OR=0,052; p0,001), dan anemia (OR=7,250; p0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Sementara itu, usia (OR = 0,442; p=0,321), keluhan mual (OR=0,468; p=0,163), dan riwayat penyakit (OR=1,368; p=0,554) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Simpulan: Pendidikan, IMT, dan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Diperlukan upaya peningkatan pemantauan status gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan untuk menurunkan kejadian KEK pada ibu hamil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Identifikasi faktor risiko penting untuk mengoptimalkan pencegahan serta penanganan sedini mungkin. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil. Metode: Studi cross-sectional menggunakan data yang diambil secara retrospektif dari data rekam medis pemeriksaan ibu hamil di Puskesmas Long Bawan periode tahun 2023–2025. Sebanyak 77 ibu hamil dipilih pada penelitian ini. Variabel dependen adalah KEK. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, IMT, keluhan mual, riwayat penyakit, dan anemia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan (OR=2,692; p=0,035), IMT (OR=0,052; p0,001), dan anemia (OR=7,250; p0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Sementara itu, usia (OR = 0,442; p=0,321), keluhan mual (OR=0,468; p=0,163), dan riwayat penyakit (OR=1,368; p=0,554) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Simpulan: Pendidikan, IMT, dan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Diperlukan upaya peningkatan pemantauan status gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan untuk menurunkan kejadian KEK pada ibu hamil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN MALINAU

2026•

ABSTRAK ANALISIS YURIDIS PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN MALINAU RINA FEBRIANA SIHITE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pelayanan publik di Indonesia serta mengkaji bentuk implementasinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Permasalahan utama dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal, yakni: pertama, bagaimana ketentuan hukum yang mengatur peningkatan kompetensi ASN dalam mendukung pelayanan publik di Indonesia; dan kedua, bagaimana bentuk implementasi peningkatan kompetensi ASN yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer terdiri dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan manajemen ASN dan pelayanan publik, sedangkan bahan hukum sekunder meliputi doktrin hukum, literatur ilmiah, serta pendapat para ahli di bidang hukum administrasi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi ASN memiliki landasan konstitusional dan yuridis yang kuat, antara lain dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan hak sekaligus kewajiban ASN yang harus dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan jabatan. Di Kabupaten Malinau, implementasi peningkatan kompetensi ASN telah dilakukan melalui pelatihan teknis, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, bimbingan teknis, serta program izin dan tugas belajar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, hambatan geografis sebagai daerah perbatasan, kesenjangan akses pengembangan kompetensi antara PNS dan PPPK, serta persoalan administratif kepegawaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kerangka hukum pengembangan kompetensi ASN telah memadai secara normatif, efektivitas implementasinya di daerah masih memerlukan penguatan kebijakan afirmatif, peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan agar berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS YURIDIS PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN MALINAU RINA FEBRIANA SIHITE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pelayanan publik di Indonesia serta mengkaji bentuk implementasinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Permasalahan utama dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal, yakni: pertama, bagaimana ketentuan hukum yang mengatur peningkatan kompetensi ASN dalam mendukung pelayanan publik di Indonesia; dan kedua, bagaimana bentuk implementasi peningkatan kompetensi ASN yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer terdiri dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan manajemen ASN dan pelayanan publik, sedangkan bahan hukum sekunder meliputi doktrin hukum, literatur ilmiah, serta pendapat para ahli di bidang hukum administrasi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi ASN memiliki landasan konstitusional dan yuridis yang kuat, antara lain dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Regulasi tersebut menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan hak sekaligus kewajiban ASN yang harus dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan jabatan. Di Kabupaten Malinau, implementasi peningkatan kompetensi ASN telah dilakukan melalui pelatihan teknis, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, bimbingan teknis, serta program izin dan tugas belajar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, hambatan geografis sebagai daerah perbatasan, kesenjangan akses pengembangan kompetensi antara PNS dan PPPK, serta persoalan administratif kepegawaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kerangka hukum pengembangan kompetensi ASN telah memadai secara normatif, efektivitas implementasinya di daerah masih memerlukan penguatan kebijakan afirmatif, peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan agar berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KESULITAN MENULIS GAGASAN UTAMA PADA SISWA DI SDN UTAMA 2 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Kesulitan menulis merupakan suatu ketidakampuan seseorang dalam menuangkan pikiran, ide dan gagasan menjadi sebuah tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan menulis yang dialami siswa kelas IV pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia materi gagasan utama atau ide pokok. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-A SDN Utama 2 Tarakan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskripsi. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori sangat mampu, mampu, cukup mampu, kurang mampu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: tes dan wawancara. Adapun tahapan analisis data dilakukan yaitu: 1) Reduksi Data, 2) Penyajian Data, 3) Penarikan Kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa kesulitan menulis yang dialami siswa pada materi gagasan utama/ ide pokok yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap materi dimana membuat siswa kesulitan untuk mengerjakan tes soal yang berikan dikarenakan siswa masih kurang paham dalam materi gagasan utama atau ide pokok, serta belum mampu menemukan letak gagasan utama/ ide pokok pada paragraf yang dimana letak gagasan utama dalam suatu paragraf dapat ditemukan di awal paragraf (paragraf deduktif), di akhir paragraf (paragraf induktif), dan di awal dan di akhir paragraf (paragraf campuran), adapun ide pokok tersebut kadang-kadang berada di tengah paragraf. Kesimpulan yang dapat ditarik yaitu pada soal tes tentang menegaskan gagasan utama maupun menentukan jenis paragraf sudah masuk dalam kategori cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS IIIA SDN 024 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitain ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai nasionalisme di Kelas IIIA SDN 024 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan di SDN 024 Tarakan pada tahun ajaran 2022/2023. Terdapat tiga fokus dalam penelitian ini adalah rela berkorban, cinta tanah air, dan sikap persatuan dan kesatuan. Subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas IIIA. Analisis data model Miles dan Huberman terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi nilai nasionalisme dalam pembelajaran telah dilaksanakan di kelas IIIA SDN 024 Tarakan yang meliputi: a) dalam nilai rela berkorban, guru mengajarkan kepada peserta didik agar saling membantu ketika ada teman yang kesusahan. b) dalam nilai cinta tanah, dimana guru dan peserta didik telah menggunakan bahasa indonesia dengan baik. c) dalam nilai persatuan dan kesatuan, Peserta didik menunjukkan kekompakan saat mengerjakan tugas kelompok bersama peserta didik lainnya dan saling toleransi dengan bermain tanpa memandang suku, ras, dan agama. Saran dalam penelitian ini adalah bagi guru agar lebih bersemangat dalam meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai nasionalisme di antara peserta didik selama proses belajar-mengajar di sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan edukasi yang mendalam tentang nilai-nilai nasionalisme dan memberikan contoh konkret yang mengilustrasikan pentingnya rela berkorban, cinta tanah air, sikap persatuan dan kesatuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS IIIA SDN 024 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitain ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai nasionalisme di Kelas IIIA SDN 024 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan di SDN 024 Tarakan pada tahun ajaran 2022/2023. Terdapat tiga fokus dalam penelitian ini adalah rela berkorban, cinta tanah air, dan sikap persatuan dan kesatuan. Subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas IIIA. Analisis data model Miles dan Huberman terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi nilai nasionalisme dalam pembelajaran telah dilaksanakan di kelas IIIA SDN 024 Tarakan yang meliputi: a) dalam nilai rela berkorban, guru mengajarkan kepada peserta didik agar saling membantu ketika ada teman yang kesusahan. b) dalam nilai cinta tanah, dimana guru dan peserta didik telah menggunakan bahasa indonesia dengan baik. c) dalam nilai persatuan dan kesatuan, Peserta didik menunjukkan kekompakan saat mengerjakan tugas kelompok bersama peserta didik lainnya dan saling toleransi dengan bermain tanpa memandang suku, ras, dan agama. Saran dalam penelitian ini adalah bagi guru agar lebih bersemangat dalam meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai nasionalisme di antara peserta didik selama proses belajar-mengajar di sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan edukasi yang mendalam tentang nilai-nilai nasionalisme dan memberikan contoh konkret yang mengilustrasikan pentingnya rela berkorban, cinta tanah air, sikap persatuan dan kesatuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERKECAMBAHAN BENIH TANAMAN TOMAT DALAM KONSENTRASI PERENDAMAN NATRIUM HIPOKLORI (NaOCl)

2022•Koleksi Perpustakaan

Rafika Febriana. 15201010022. “Pengaruh Perkecambahan Benih Tanaman Tomat Dalam Konsentrasi Perendaman Natrium Hipoklori (NaOCl)” Dibimbing oleh Dr. Mardhiana, S.Hut, MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman tomat merupakan salah satu buah yang menghasilkan benih yang memiliki selaput daging/berlendir (pulp). Hal tersebut menyebabkan kendala dalam produksi benih. Adanya pulp dapat menyebabkan mudahnya cendawan tumbuh dan menghambat proses perkecambahan. Oleh karena itu untuk memisahkan pulp dari benih tomat dapat dilakukan dengan ekstraksi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk ekstraksi adalah Natrium Hipoklorida (NaOCl).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkecambahan benih tanaman tomat dalam konsentrasi perendaman natrium hiplokori( NaOCl) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan larutan NaOCl dengan konsentrasi yang berbeda, diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu K0 (0% atau tanpa NaOCl), K1 (Konsentrasi NaOCl 1%), K2 (Konsentrasi NaOCl 2%), K3 (Konsentrasi NaOCl 3%), K4(Konsentrasi NaOCl 4%), K5 (Konsentrasi NaOCl 5%). Parameter pengamatan penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh benih, dan potensi tumbuh maksimum Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter perlakuan konsentrasi NaOCl 3% (0.2875), memberikan rata-rata data yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada uji daya kecambah tanaman tomat. Pada parameter kecepatan tumbuh menunjukkan bahwa parameter dengan konsentrasi 1% (3.521), yang menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibanding lainnya dan berbeda nyata dengan perlakuan 5% (1.083), untuk pengamatan potensi tumbuh maksimum bahwa konsentrasi 1% (0.388) menunjukkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Hasil analisis semua parameter menyatakan tidak ada perbedaan nyata dalam perlakuan perendaman benih tomat dengan konsentrasi NaOCl (Natrium Hipoklori).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERKECAMBAHAN BENIH TANAMAN TOMAT DALAM KONSENTRASI PERENDAMAN NATRIUM HIPOKLORI (NaOCl)

2022•

Rafika Febriana. 15201010022. “Pengaruh Perkecambahan Benih Tanaman Tomat Dalam Konsentrasi Perendaman Natrium Hipoklori (NaOCl)” Dibimbing oleh Dr. Mardhiana, S.Hut, MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman tomat merupakan salah satu buah yang menghasilkan benih yang memiliki selaput daging/berlendir (pulp). Hal tersebut menyebabkan kendala dalam produksi benih. Adanya pulp dapat menyebabkan mudahnya cendawan tumbuh dan menghambat proses perkecambahan. Oleh karena itu untuk memisahkan pulp dari benih tomat dapat dilakukan dengan ekstraksi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk ekstraksi adalah Natrium Hipoklorida (NaOCl).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkecambahan benih tanaman tomat dalam konsentrasi perendaman natrium hiplokori( NaOCl) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan larutan NaOCl dengan konsentrasi yang berbeda, diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu K0 (0% atau tanpa NaOCl), K1 (Konsentrasi NaOCl 1%), K2 (Konsentrasi NaOCl 2%), K3 (Konsentrasi NaOCl 3%), K4(Konsentrasi NaOCl 4%), K5 (Konsentrasi NaOCl 5%). Parameter pengamatan penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh benih, dan potensi tumbuh maksimum Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter perlakuan konsentrasi NaOCl 3% (0.2875), memberikan rata-rata data yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada uji daya kecambah tanaman tomat. Pada parameter kecepatan tumbuh menunjukkan bahwa parameter dengan konsentrasi 1% (3.521), yang menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibanding lainnya dan berbeda nyata dengan perlakuan 5% (1.083), untuk pengamatan potensi tumbuh maksimum bahwa konsentrasi 1% (0.388) menunjukkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Hasil analisis semua parameter menyatakan tidak ada perbedaan nyata dalam perlakuan perendaman benih tomat dengan konsentrasi NaOCl (Natrium Hipoklori).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri 2 Nunukan

2021•

. Implementation of Group Guidance During the Covid-19 Pandemic at SMP Negeri 2 Nunukan by Mrs. Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd as the main supervisor and Mr. Suprianto, S.Sos., M.Pd as member advisor. The purpose of this study to determine the implementation of group guidance during the Covid-19 pandemic at SMP Negeri 2 Nunukan. Group guidance is the provision of assistance to students to prevent problems, solve problems, and develop the potential of students. Group guidance is where a leader provides information and directs discussion so that group members can help each other in the group to achieve goals. This research uses descriptive qualitative research. The focus of the research in this study is the implementation of group guidance, the research subjects, namely the main informants in this study, were three guidance and counseling teachers. Data collection techniques through interviews and documentation. Data analysis techniques used in this study are data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study were that the implementation of group guidance during the COVID-19 pandemic was carried out online through WhatsApp media. The implementation of group guidance at each stage is explained by the guidance and counseling teacher so that group guidance activities can be directed, coherent, and achieve common goals.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

The Profile Of English Examination Results Of Senior High School Students In Tarakan

2020•

This study aimed to describe the profile of English National Examination results of Senior High School Students in Tarakan and find out whether there ware differences in English National Examination results in terms of school status, gender, major, student’s achievement, and sub-district. There were 1615 Senior High School students in Tarakan in the 2018/2019 academic year. These research used a quantitative method. It was found that (1)the examination results of students in public schools were higher than students in private schools, (2) There was no significant difference between male and female students in the English National Examination results (3) In major, students in natural science were better than those in social science, (4) The result of the English national examination based students achievement was in a poor category, (5) Sub-district that receivrd the highest score was west Tarakan,followed by the east Tarakan, north Tarakan, and the last was central Tarakan. The significant value of the five variables, were lower than the level of significant (0.05), meaning that the. Ho was rejected. It was indicated that there were differences in the English National Examination of Senior High School in Tarakan in terms of school status, major, student achievement, and sub-district

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

The Profile Of English Examination Results Of Senior High School Students In Tarakan

2020•

This study aimed to describe the profile of English National Examination results of Senior High School Students in Tarakan and find out whether there ware differences in English National Examination results in terms of school status, gender, major, student’s achievement, and sub-district. There were 1615 Senior High School students in Tarakan in the 2018/2019 academic year. These research used a quantitative method. It was found that (1)the examination results of students in public schools were higher than students in private schools, (2) There was no significant difference between male and female students in the English National Examination results (3) In major, students in natural science were better than those in social science, (4) The result of the English national examination based students achievement was in a poor category, (5) Sub-district that receivrd the highest score was west Tarakan,followed by the east Tarakan, north Tarakan, and the last was central Tarakan. The significant value of the five variables, were lower than the level of significant (0.05), meaning that the. Ho was rejected. It was indicated that there were differences in the English National Examination of Senior High School in Tarakan in terms of school status, major, student achievement, and sub-district

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail