Profil penulis
TAUFIK
21 karya publik ditemukan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU HUSADA BAKTI
ABSTRAK Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia yaitu hipertensi dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dan aktivitas fisik yang dilakukan lansia merupakan faktor yang diduga berpengaruh terhadap pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada lansia di Puskesmas Salimbatu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Salimbatu, dengan sampel 45 responden yang ditentukan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, instrumen aktivitas fisik, dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan jenis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia dengan tingkat pengetahuan yang baik dan aktivitas fisik yang teratur cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan lansia yang memiliki pengetahuan rendah dan aktivitas fisik kurang. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap tekanan darah pada lansia di Puskesmas Salimbatu (p < 0,05).Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik berhubungan dengan tekanan darah pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan dan program aktivitas fisik secara teratur bagi lansia sebagai bagian dari pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kata kunci: Lansia, Tingkat Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Hipertensi.
pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan gaya kepemimpinan, Budaya Organsasi dan komeitmen organisasi terhadap kader organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel Nonprobabiliy Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 134 responden organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan komitmen organsisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata kunci: Kinerja, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi
pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan gaya kepemimpinan, Budaya Organsasi dan komeitmen organisasi terhadap kader organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel Nonprobabiliy Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 134 responden organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan komitmen organsisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata kunci: Kinerja, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi
KETENTUAN HUKUM PENERAPAN SANKSI ATAS PELANGGARAN PEMBAGIAN SURAT SUARA PEMILIH PINDAHAN DALAM PEMILU DI INDONESIA
ABSTRAK Pemilihan umum (Pemilu) merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi yang menjamin pelaksanaan kedaulatan rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL). Namun, dalam praktik penyelenggaraannya di Indonesia, masih ditemukan permasalahan serius terkait pembagian surat suara bagi pemilih pindahan (DPTb). Pelanggaran yang terjadi, seperti pemberian seluruh jenis surat suara kepada pemilih pindahan tanpa memperhatikan batasan daerah pemilihan (Dapil), menimbulkan ketidakpastian hukum dan berpotensi mengganggu keabsahan hasil Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaturan sanksi terhadap pelanggaran pembagian surat suara pemilih pindahan telah memenuhi prinsip kepastian hukum serta merumuskan model penegakan hukum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara normatif-kualitatif. Analisis difokuskan pada ketentuan Pasal 25 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, yang belum diikuti dengan norma sanksi tegas bagi pelanggaran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pengaturan sanksi yang jelas terhadap pelanggaran pembagian surat suara pemilih pindahan menyebabkan ketidakpastian hukum, disparitas penegakan antar daerah, serta lemahnya perlindungan hak asasi politik warga negara. Untuk menjamin prinsip kepastian hukum, diperlukan perumusan norma sanksi administratif yang bersifat lex certa, lex stricta, dan lex scripta, serta penerapan mekanisme penegakan hukum yang seragam melalui sinergi antara KPU dan Bawaslu. Penegakan sanksi yang tegas dan konsisten diharapkan dapat memperkuat integritas Pemilu, menjamin perlindungan hak pilih warga negara, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia.
KETENTUAN HUKUM PENERAPAN SANKSI ATAS PELANGGARAN PEMBAGIAN SURAT SUARA PEMILIH PINDAHAN DALAM PEMILU DI INDONESIA
ABSTRAK Pemilihan umum (Pemilu) merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi yang menjamin pelaksanaan kedaulatan rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL). Namun, dalam praktik penyelenggaraannya di Indonesia, masih ditemukan permasalahan serius terkait pembagian surat suara bagi pemilih pindahan (DPTb). Pelanggaran yang terjadi, seperti pemberian seluruh jenis surat suara kepada pemilih pindahan tanpa memperhatikan batasan daerah pemilihan (Dapil), menimbulkan ketidakpastian hukum dan berpotensi mengganggu keabsahan hasil Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaturan sanksi terhadap pelanggaran pembagian surat suara pemilih pindahan telah memenuhi prinsip kepastian hukum serta merumuskan model penegakan hukum yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara normatif-kualitatif. Analisis difokuskan pada ketentuan Pasal 25 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum, yang belum diikuti dengan norma sanksi tegas bagi pelanggaran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pengaturan sanksi yang jelas terhadap pelanggaran pembagian surat suara pemilih pindahan menyebabkan ketidakpastian hukum, disparitas penegakan antar daerah, serta lemahnya perlindungan hak asasi politik warga negara. Untuk menjamin prinsip kepastian hukum, diperlukan perumusan norma sanksi administratif yang bersifat lex certa, lex stricta, dan lex scripta, serta penerapan mekanisme penegakan hukum yang seragam melalui sinergi antara KPU dan Bawaslu. Penegakan sanksi yang tegas dan konsisten diharapkan dapat memperkuat integritas Pemilu, menjamin perlindungan hak pilih warga negara, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia.
Pengaruh Teknik Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Perilaku Membolos Siswa di SMP Negeri 5 Tarakan
Perilaku membolos merupakan tindakan melanggar norma sosial yang ditandai dengan ketidakhadiran siswa di sekolah tanpa izin yang jelas selama jam pelajaran. Hal ini dapat berujung pada kegagalan akademik, seperti tinggal kelas, nilai di bawah KKM, atau bahkan dipindahkan ke sekolah lain dengan konsekuensi yang lebih berat. Motivasi belajar yang rendah dan pengaruh teman sebaya merupakan dua faktor utama yang mendorong siswa untuk membolos. Upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalkan permasalahan tersebut yaitu menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel berjumlah 10 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku membolos. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Penelitian dengan teknik rational-emotive behavior therapy menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku membolos pada siswa. Hasil penelitian ini ditandai dengan pemahaman siswa tentang konsekuensi membolos berkembang; mereka menyadari bahwa membolos menghilangkan kesempatan belajar, mempengaruhi prestasi, dan merusak reputasi di mata guru, teman, serta orang tua. Hal ini berdampak pada hubungan sosial dan prospek masa depan mereka. Perubahan pemikiran ini didorong oleh peningkatan kesadaran diri, pengalaman belajar, dan perkembangan kognitif. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa.
Pengaruh Teknik Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Perilaku Membolos Siswa di SMP Negeri 5 Tarakan
Perilaku membolos merupakan tindakan melanggar norma sosial yang ditandai dengan ketidakhadiran siswa di sekolah tanpa izin yang jelas selama jam pelajaran. Hal ini dapat berujung pada kegagalan akademik, seperti tinggal kelas, nilai di bawah KKM, atau bahkan dipindahkan ke sekolah lain dengan konsekuensi yang lebih berat. Motivasi belajar yang rendah dan pengaruh teman sebaya merupakan dua faktor utama yang mendorong siswa untuk membolos. Upaya yang dapat dilakukan dalam meminimalkan permasalahan tersebut yaitu menerapkan layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental design dengan jenis one-group pretest-posttest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel berjumlah 10 siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert tentang perilaku membolos. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Penelitian dengan teknik rational-emotive behavior therapy menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku membolos pada siswa. Hasil penelitian ini ditandai dengan pemahaman siswa tentang konsekuensi membolos berkembang; mereka menyadari bahwa membolos menghilangkan kesempatan belajar, mempengaruhi prestasi, dan merusak reputasi di mata guru, teman, serta orang tua. Hal ini berdampak pada hubungan sosial dan prospek masa depan mereka. Perubahan pemikiran ini didorong oleh peningkatan kesadaran diri, pengalaman belajar, dan perkembangan kognitif. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik rational-emotive behavior therapy terhadap perilaku membolos siswa.
.
.
Studi jatuh tegangan pada transformator distribusi sisi tegangan rendah Feeder 5 Out Going amal di PT PLN Tarakan
Dimasa sekarang ini, energi listrik merupakan energi yang bisa dikatakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari pesatnya perkembangan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Beban yang cukup jauh dari pusat pembangkit akan mengalami jatuh tegangan, jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik rumah tangga. Penyebab jatuh tegangan bermacam-macam, oleh karena itu suplai energi listrik yang dikirim dari trafo distribusi harus energi yang berkualitas untuk melayani kebutuhan energi listrik konsumen atau industri. Pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai hasil pengukuran tegangan jatuh di lapangan dan nilai hasil software simulasi degan metode MAPE. Pada pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo GNA 243, UNB 433, PAL 122, PAL 181, PAL 193, PAL 132, PAL 133 dan PAL 309, Dimana rata-rata jatuh tegangan adalah 3 volt. Sedangkan pada simulasi jatuh tegangan rata-rata 1 volt. Pada perhitungan jatuh tegangan beban 1 Fasa terjadi jatuh tegangan, untuk data pengukuran jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo PAL 142 pada Fasa R sebesar 2,362 volt, pada Fasa S sebesar 2,252 dan PAL 123 pada Fasa T sebesar 2,287 volt. Sedangkan untuk data simulasi jatuh tegangan terbesar terjadi pada trafo PAL 142 pada Fasa R sebesar 1,493 volt, PAL 149 fasa S sebesar 1,490 volt dan UNB 262 Fasa T sebesar 1,466 volt. Berdasarkan hasil perhitungan MAPE yaitu : MAPER sebesar 42,16, MAPES sebesar 49,02 dan MAPET sebesar 34,31. Dimana jika dilihat pada tabel. 4.8 interpretasi MAPE, maka hasil MAPE keseluruhan adalah cukup baik.
PERBANDINGAN PEMBERIAN SERBUK SABUT KELAPA (Cocopeat) TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus SP.) DAN SAWI (Brassica juncea L.)
Sawi hijau merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Selain tanaman sawi terdapat juga tanaman bayam yang menjadi tanaman konsumsi bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya. Media tanam (cocopeat) merupakan media tanam yang ideal dalam budidaya tanaman sayur , hal ini dikarenakan sifat dari (cocopeat) yang porous dan mampu menyimpan air dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman sawi dan bayam pada pemberian (cocopeat) dengan komposisi yang berbeda. Untuk dapat mengetahui hasil dari penggunaan dan pemanfaatan penggunaan (cocopeat) terhadap tanaman sawi dan bayam. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan sehingga di dapatkan 32 unit percobaan dengan taraf dosis:P0=0gram/petak,P1=550gram/petak,P2=750gram/petak,P3=950gram/petak. Analisis data yang digunakan yaitu Anova dengan satu faktor dan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf 5%. Kesimpulan Pengaplikasian (cocopeat) pada media tanam dengan dosis 950 gram memberikan pengaruh pertumbuhan yang berbeda nyata pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan tanaman bayam (Amaranthus SP.). Pengaplikasian cocopeat dengan dosis 950 gram memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman sawi dan bayam.
PERBANDINGAN PEMBERIAN SERBUK SABUT KELAPA (Cocopeat) TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus SP.) DAN SAWI (Brassica juncea L.)
Sawi hijau merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Selain tanaman sawi terdapat juga tanaman bayam yang menjadi tanaman konsumsi bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya. Media tanam (cocopeat) merupakan media tanam yang ideal dalam budidaya tanaman sayur , hal ini dikarenakan sifat dari (cocopeat) yang porous dan mampu menyimpan air dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman sawi dan bayam pada pemberian (cocopeat) dengan komposisi yang berbeda. Untuk dapat mengetahui hasil dari penggunaan dan pemanfaatan penggunaan (cocopeat) terhadap tanaman sawi dan bayam. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan sehingga di dapatkan 32 unit percobaan dengan taraf dosis:P0=0gram/petak,P1=550gram/petak,P2=750gram/petak,P3=950gram/petak. Analisis data yang digunakan yaitu Anova dengan satu faktor dan dilanjutkan uji DMRT dengan taraf 5%. Kesimpulan Pengaplikasian (cocopeat) pada media tanam dengan dosis 950 gram memberikan pengaruh pertumbuhan yang berbeda nyata pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan tanaman bayam (Amaranthus SP.). Pengaplikasian cocopeat dengan dosis 950 gram memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman sawi dan bayam.
Negara Pancasila Darul `Ahdi Wasy-Syahadah: Perspektif Teologis dan Ideologis
Naskah pemikiran yang tersusun sebagai “Negara Pancasila sebagai Darul 'Ahdi Wasy-Syahadah” dimaksudkan untuk menjadi rujukan dan orientasi pemikiran serta tindakan bagi seluruh warga persyarikatan da-lam kehidupan berbangsa dan bernegara, tentu harus paralel dan kon-tekstual dengan pandangan Islam. Negara Pancasila merupakan hasil konsesus nasional (dar al-ahdi) dan tempat pembuktian atau kesaksian (dar al syahadah) untuk menjadi negeri yang aman dan damai (dar al-salam) menuju kehidupan yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat dalam naungan ridla Allah swt (Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur).
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN
Kepuasan pasien merupakan indikator mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, satu diantaranya faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu pelayanan rawat jalan. Kecepatan pelayanan kepada pasien dan lamanya waktu tunggu pasien dalam memperoleh pelayanan dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien di unit rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian observasional analitik pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang diambil oleh peneliti adalah 98 pasien, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,029. Dari hasil penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Pertamina Tarakan dapat meningkatkan pelayanan yang telah diterapkan selama ini serta perlu adanya penambahan dokter spesialias mitra yang tugas pokoknya di Rumah Sakit Pertamina Tarakan tanpa harus menunggu selesai pelayanan di RS Unit lain sehingga pasien tidak terlalu lama menunggu.
EFEK POLA JARAK TANAM DAN LOKASI TANAM TERHADAP KOMPOSISI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PADA TANAMAN PADI LOKAL
EFEK POLA JARAK TANAM DAN LOKASI TANAM TERHADAP KOMPOSISI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PADA TANAMAN PADI LOKAL Abstrak Penelitian ini bertujuan menguraikan hubungan antara jarak tanam dan lokasi penanaman padi, dan membandingkan intensitas kerusakan hama pada jarak tanam berbeda pada lokasi penanaman budidaya tanaman padi di tepi hutan dan non tepi hutan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, yakni perlakuan pola jarak tanam yang terdiri dari (P1) simetris, (P2) jajar legowo 2:1, dan (P3) jajar legowo 3:1. Masing-masing perlakuan di tanam pada dua lokasi berbeda yakni di lokasi tepi hutan dan non tepi hutan. Selanjutnya, setiap perlakuan pada masing-masing lokasi terdiri dari 4 (empat) kelompok/ulangan, dimana setiap kelompok terdiri dari 3 (tiga) petak pengamatan atau terdapat 12 titik pengamatan pada masing-masing lokasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan komposisi hama tanaman padi terdiri dari hama Bekicot, Belalang, Burung Pipit, Jangrik, Penggerek Batang, dan Walang Sangit. Selanjutnya, tidak terdapat hubungan jarak tanam terhadap insidensi hama pada lokasi penanaman. Namun, pada hama burung pipit insidensinya berbeda antara lokasi tepi hutan dan lokasi non tepi hutan (χ2 0.05). Terdapat perbedaan kerusakan hama yang disebabkan oleh hama burung dan penggerek batang pada lokasi tepi hutan. Intensitas kerusakan hama burung tertinggi pada lokasi tepi hutan dengan jarak tanam 3:1 sebesar 42.4%, dan diikuti oleh pola jarak 2:1 dan simetris, dengan masing-masing kerusakan 37% dan 22,2%. Sedangkan, intensitas kerusakan hama penggerek batang tertinggi pada jarak tanam 3:1 yakni 42%, dan pada Jarak 2:1 dan simetris masing-masing mencapai 27,3% dan 20,2%. Kata Kunci: Hama, Jarak Tanam, Lokasi Tanam, Padi Diketahui/Disetujui Pembimbing Skripsi Acc Abdul Rahim, S.P, M.Si, Ph.D
EFEK POLA JARAK TANAM DAN LOKASI TANAM TERHADAP KOMPOSISI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PADA TANAMAN PADI LOKAL
EFEK POLA JARAK TANAM DAN LOKASI TANAM TERHADAP KOMPOSISI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA PADA TANAMAN PADI LOKAL Abstrak Penelitian ini bertujuan menguraikan hubungan antara jarak tanam dan lokasi penanaman padi, dan membandingkan intensitas kerusakan hama pada jarak tanam berbeda pada lokasi penanaman budidaya tanaman padi di tepi hutan dan non tepi hutan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, yakni perlakuan pola jarak tanam yang terdiri dari (P1) simetris, (P2) jajar legowo 2:1, dan (P3) jajar legowo 3:1. Masing-masing perlakuan di tanam pada dua lokasi berbeda yakni di lokasi tepi hutan dan non tepi hutan. Selanjutnya, setiap perlakuan pada masing-masing lokasi terdiri dari 4 (empat) kelompok/ulangan, dimana setiap kelompok terdiri dari 3 (tiga) petak pengamatan atau terdapat 12 titik pengamatan pada masing-masing lokasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan komposisi hama tanaman padi terdiri dari hama Bekicot, Belalang, Burung Pipit, Jangrik, Penggerek Batang, dan Walang Sangit. Selanjutnya, tidak terdapat hubungan jarak tanam terhadap insidensi hama pada lokasi penanaman. Namun, pada hama burung pipit insidensinya berbeda antara lokasi tepi hutan dan lokasi non tepi hutan (χ2 0.05). Terdapat perbedaan kerusakan hama yang disebabkan oleh hama burung dan penggerek batang pada lokasi tepi hutan. Intensitas kerusakan hama burung tertinggi pada lokasi tepi hutan dengan jarak tanam 3:1 sebesar 42.4%, dan diikuti oleh pola jarak 2:1 dan simetris, dengan masing-masing kerusakan 37% dan 22,2%. Sedangkan, intensitas kerusakan hama penggerek batang tertinggi pada jarak tanam 3:1 yakni 42%, dan pada Jarak 2:1 dan simetris masing-masing mencapai 27,3% dan 20,2%. Kata Kunci: Hama, Jarak Tanam, Lokasi Tanam, Padi Diketahui/Disetujui Pembimbing Skripsi Acc Abdul Rahim, S.P, M.Si, Ph.D
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PERTAMINA TARAKAN
Kepuasan pasien merupakan indikator mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, satu diantaranya faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah waktu tunggu pelayanan rawat jalan. Kecepatan pelayanan kepada pasien dan lamanya waktu tunggu pasien dalam memperoleh pelayanan dapat mempengaruhi kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien di unit rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian observasional analitik pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel yang diambil oleh peneliti adalah 98 pasien, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dengan nilai p value = 0,029. Dari hasil penelitian ini diharapkan Rumah Sakit Pertamina Tarakan dapat meningkatkan pelayanan yang telah diterapkan selama ini serta perlu adanya penambahan dokter spesialias mitra yang tugas pokoknya di Rumah Sakit Pertamina Tarakan tanpa harus menunggu selesai pelayanan di RS Unit lain sehingga pasien tidak terlalu lama menunggu.
Analisis Rantai Pasok Komoditas Kelapa Sawit ( Elaeis Quineensis Jacq ) di Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki harga fluktuatif. Rantai pasokan kelapa sawit merupakan suatu konsep yang memiliki pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan dalam proses distribusinya. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui mekanisme rantai pasokan yang terkait dengan aliran produk, aliran informasi serta aliran keuangan (2) untuk mengetahui efisiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai margin pemasaran dan persentase farmer`s share. Metode penentuan sampel yaitu dengan metode purposive sampling dan snowball sampling dan analisis data menggunakan analisis deskriptif mixed method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme rantai pasok komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokan kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara berupa buah kelapa sawit yang segar,(b) aliran informasi pada rantai pasokan komoditas kelapa sawit adalah aliran informasi dari petani dengan setiap mata rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara, (c) aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara dimana aliran keuangan tersebut, sistem transaksi pembayaran yang digunakan selama proses distribusi sangat mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai. Pengukuran kinerja rantai pasok yang dilakukan dengan pendekatan efisiensi rantai pasok yang perhitungannya berbeda-beda. Terdapat tiga saluran rantai pasok dengan margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp 14.250/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp 8.250/kg, dan pada saluran III diperoleh total margin Rp 5.000/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total sebesar 78%, kemudian pada saluran II diperoleh total sebesar 87%, dan pada saluran III diperoleh total sebesar 92%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok III merupakan saluran yang efisien karena bagian petani terbilang besar yaitu 92%.
Analisis Rantai Pasok Komoditas Kelapa Sawit ( Elaeis Quineensis Jacq ) di Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki harga fluktuatif. Rantai pasokan kelapa sawit merupakan suatu konsep yang memiliki pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan dalam proses distribusinya. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui mekanisme rantai pasokan yang terkait dengan aliran produk, aliran informasi serta aliran keuangan (2) untuk mengetahui efisiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai margin pemasaran dan persentase farmer`s share. Metode penentuan sampel yaitu dengan metode purposive sampling dan snowball sampling dan analisis data menggunakan analisis deskriptif mixed method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme rantai pasok komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokan kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara berupa buah kelapa sawit yang segar,(b) aliran informasi pada rantai pasokan komoditas kelapa sawit adalah aliran informasi dari petani dengan setiap mata rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara, (c) aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara dimana aliran keuangan tersebut, sistem transaksi pembayaran yang digunakan selama proses distribusi sangat mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai. Pengukuran kinerja rantai pasok yang dilakukan dengan pendekatan efisiensi rantai pasok yang perhitungannya berbeda-beda. Terdapat tiga saluran rantai pasok dengan margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp 14.250/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp 8.250/kg, dan pada saluran III diperoleh total margin Rp 5.000/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total sebesar 78%, kemudian pada saluran II diperoleh total sebesar 87%, dan pada saluran III diperoleh total sebesar 92%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok III merupakan saluran yang efisien karena bagian petani terbilang besar yaitu 92%.
KEEFEKTIFAN STRATEGI GENERATIVE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 TARAKAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi generative dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi generative dengan menggunakan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-H sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik independent sample t-test dengan bantuan software SPSS versi 26 for windows. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 2,250 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (2,250 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan “strategi generative dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan”. Strategi generative dengan menggunakan media audio visual ini membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran, serta peran guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa. Berbeda dengan kelas kontrol yang hanya menggunakan media audio visual sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. ABSTRACT This present study aimed determining the effectiveness of generative strategy using audio visual media in learning to write an text observations report text by the seventh grade students of SMP Negeri 5 Tarakan. This study employed an experimental research with a pretest-posttest control group design in which there were two groups as the experimental class and as the control class. Experimental research was used determine the effectiveness of generative strategy with audio visual media. The population was the seventh grade students of SMP Negeri 5 Tarakan. The simple random sampling technique was carried out to select the representative samples. The students from class VII-G was the experimental class and those in class VII-H was the control class with 18 students in each class. Data were analyzed using independent sample t-test with the help of SPSS software version 26 for windows. Based on SPSS output in equal variances assumed, it was the t-test value 2.250, then t-table value was clarified as 1.690 at the level of significance a = 0.05 and df = 34. This andicated that the value of t-test was greater than that of the t-table (2.250 > 1.690). Thus, Ho was rejected and Ha was accepted . It was concluded that the generative strategy with audio visual media was effective for learning to write observations report text. This generative strategy with audio visual media encouraged the students to be more active and enthusiastic in the process of learning and made the teacher easier as being a facilitator to guide the students. This result was in contrast with those in control class in which audio visual media was used without generative strategy where the student were less active in the process of learning.