Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RAHMAN

96 karya publik ditemukan.

2026: 252025: 232024: 102023: 122022: 152021: 22020: 82019: 1

partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan yang berkelanjutan di desa sekatak buji kecamatan sekatak kabupaten bulungan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELAJUTAN DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN Aulia Rahman Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui Intensitas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan desa di Desa Sekatak Buji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan fenomena dan gejala yang di hadapi, dengan tujuan untuk menjelaskan temuan dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah di siapkan, objek penelitian ini adalah seluruh msyarakat yang ada di desa sekatak buji. Data yang digunakan adalah data primer. Berdasarkah hasil penelitian maka bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa masih minim hal ini didukung dari rendahnya pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari 5 kelompok masyarakat antara lain : pemimpin, kelompok minat, rumah tangga, wanita, dan pemuda melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan. beberapa bentuk kegiatan pemerintah desa yang melibatkan masyarakat antara lain : Musyawarah desa (Intimung), perbaikan jalan semenisasi, pembangunan dermaga, dan pembangunan pasar rakyat. Fungsi partisipasi tertinggi yaitu pada “pelaksanaan” dengan angka indeks 3, dan pada intensitas tertinggi pada “informasi” dengan angka indeks 1, dan Pemuda dengan angka indeks 5. Skala penilaian tingkat partisipasi yaitu sangat tidak aktif dengan rentang nilai 1-25. Kata Kunci : Kelompok minat, Pemimpin, Pemuda, Rumah Tangga, Wanita.

partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan yang berkelanjutan di desa sekatak buji kecamatan sekatak kabupaten bulungan

2022 · Thesis ·

ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELAJUTAN DI DESA SEKATAK BUJI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN Aulia Rahman Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa di Desa Sekatak Buji, untuk mengetahui Intensitas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan desa di Desa Sekatak Buji. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan fenomena dan gejala yang di hadapi, dengan tujuan untuk menjelaskan temuan dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah di siapkan, objek penelitian ini adalah seluruh msyarakat yang ada di desa sekatak buji. Data yang digunakan adalah data primer. Berdasarkah hasil penelitian maka bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa masih minim hal ini didukung dari rendahnya pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari 5 kelompok masyarakat antara lain : pemimpin, kelompok minat, rumah tangga, wanita, dan pemuda melalui kuesioner dan wawancara yang dilakukan. beberapa bentuk kegiatan pemerintah desa yang melibatkan masyarakat antara lain : Musyawarah desa (Intimung), perbaikan jalan semenisasi, pembangunan dermaga, dan pembangunan pasar rakyat. Fungsi partisipasi tertinggi yaitu pada “pelaksanaan” dengan angka indeks 3, dan pada intensitas tertinggi pada “informasi” dengan angka indeks 1, dan Pemuda dengan angka indeks 5. Skala penilaian tingkat partisipasi yaitu sangat tidak aktif dengan rentang nilai 1-25. Kata Kunci : Kelompok minat, Pemimpin, Pemuda, Rumah Tangga, Wanita.

Tinjauan yuridis pengembangan kawasan pariwisata amal berdasarkan peraturan daerah kota Tarakan nomor 4 tahun 2012 tentang tata ruang wilayah kota Tarakan tahun 2012-2023

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.

Tinjauan yuridis pengembangan kawasan pariwisata amal berdasarkan peraturan daerah kota Tarakan nomor 4 tahun 2012 tentang tata ruang wilayah kota Tarakan tahun 2012-2023

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.

ANALISIS MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SD KOTA TARAKAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.

ANALISIS MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SD KOTA TARAKAN

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.

PENGARUH PUPUK DAUN GREEN TONIK DAN ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PUPUK DAUN GREEN-TONIK DAN ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Oleh sebab itu perlu suatu alternatif ke arah peningkatan dengan cara penggunaan ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Dilaksanakan dilahan petani kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 2 faktor yaitu faktor petama ZPT Atonik notasi (K) memiliki 3 taraf dan faktor ke dua pupuk daun Green Tonik notasi (G) memiliki 4 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola faktorial, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata mengunakan Duncan’s Multiple range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ZPT Atonik tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter jumlah buah serta perlakuan pupuk daun Green Tonik tidak berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan berpengaruh nyata pada parameter berat buah pada perlakuan G1 dengan nilai terbaik 349.07 serta ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik menujukan adanya interaksi nyata pada parameter berat buah perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air) dengan nilai terbaik 379.24. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan ZPT Atonik K3 (4 ml ZPT Atonik/ 1 liter air) mampu membantu proses pertumbuhan tanaman tomat serta perlakuan pupuk daun Green Tonik G1 (1 ml Green Tonik/1 liter air) mampu membantu kebutuhan unsur hara produksi tanaman tomat. Hal ini diduga interaksi perlakuan terbaik dihasilkan pada perlakuan K3G2 (4 ml ZPT Atonik/1 liter air + 2 ml Green Tonik/1 liter air). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengkombinasian antara ZPT Atonik dan pupuk daun Green Tonik dengan menambahkan konsentrasi ZPT Atonik.

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (DRY HEAT TREATMENT) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACLO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (Dry Heat Treatment) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaClO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI Abstrak Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Produksi cabai di kota Tarakan pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Namun, kurangnya pengetahuan petani dalam upaya menjaga kualitas dan daya simpan benih cabai mandiri membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Penerapan Dry Heat Treatment (DHT) dan Penggunaan Natrium Hipoklorit NaClO dapat meningkatkan vigor dan viabilitas benih sehingga memperkecil laju kemunduran mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan NaClO dan DHT yang dapat menghasilkan benih yang terlindungi mutu dan kualitasnya selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai dengan juli 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 64 unit percobaan dan setiap unit terdiri dari 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter perkecambahan perlakuan NaClO control (N0), 1% (N1) tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan NaClO 1% (N1), 3% (N2), dan 5% (N3). Pareameter vegetatif benih menunjukan bahwa kombinasi perlakuan NaClO dan DHT menunjukan data tertinggi panjang akar yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter tinggi batang yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter jumlah daun yaitu N2D1 (kombinasi 1% NaClO dan 60�C selama 72 jam). data paling rendah ditunjukan pada kombinasi perlakuan D3 (70�C selama 72 jam) terhadap semua perlakuan NaClO semua taraf, sehingga di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu, Perlakuan NaClO semua taraf menujukan tidak berbeda nyata untuk semua sampel, perlakuan DHT terbaik yaitu pada taraf 50�C selama 72 jam (D1), kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter perkecambahan yaitu N0D0 dan N0D1, kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter vegetatif panjang akar dan tinggi batang adalah pada perlakuan N1D1, sedangkan untuk Jumlah daun pada kombinasi perlakuan N2D1.

The Use of Two Stay Two Stray Technique to Improve Students' Speaking Skill at SMK Negeri 2 tarakan

2020 · Book ·

THE USE OF TWO STAY TWO STRAY TO IMPROVE STUDENTS’ SKILL AT SMK NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dalam bentuk Pra-eksperimen. Dalam penelitian ini, para peneliti Mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan Teknik Two Stay Two Stray. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas TKJ yang terdiri dari 24 siswa di SMKN 2 Tarakan tahun akademik 2019/2020. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang meliputi pre-test dan post-test. Selain itu, peneliti menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis data dan SPSS 24.0 untuk analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest. Itu dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Nilai rata-rata siswa dalam pretest adalah 55,17 dan 63,54 pada posttest. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata siswa adalah 8,37 poin. Skor posttest lebih tinggi daripada skor pretest. Itu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Hasil uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa uji-t (-5,590) lebih tinggi dari t-tabel (2,064). Dalam penelitian ini, peneliti juga menemukan ada perbedaan yang signifikan dari penggunaan teknik TSTS dalam pembelajaran. Teknik ini mampu meningkatkan antusiasme siswa, membantu siswa memahami teks dengan mudah, dan membangun pemikiran kritis siswa.Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik TSTS menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman berbicara pada siswa kelas sembilan di SMKN 2 Tarakan. Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Tehnik Two Stay Two Stary

DESALINASI PERAIRAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix meretrix)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Telah dilakukan pembuatan arang aktif dengan bahan dasar cangkang kerang kapah Meretrix meretrix menggunakan aktivasi fisika dengan pemanasan suhu aktivasi (400, 500 dan 600) oC. Arang yang diaktivasi pada suhu 400 oC digunakan sebagai adsorbat penjerap kadar salinitas (desalinasi). Proses desalinasi dilakukan pada larutan air laut yang telah diencerkan menggunakan aquades dengan metode Shacker. Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar salinitas yaitu dari 648 mg/L menjadi 581 mg/L selama 15 menit. Berdasarkan data melalui uji persamaan freundlich hasil serapan cangkang kerang dengan aktivasi suhu 400 oC dapat menurunkan angka salinitas yaitu 155,884 mg/g. Arang aktif cangkang kerang kapah ini dapat dikembangkan sebagai adsorben penurun kadar salinitas untuk desalinasi perairan.

DESALINASI PERAIRAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF CANGKANG KERANG KAPAH (Meretrix meretrix)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Telah dilakukan pembuatan arang aktif dengan bahan dasar cangkang kerang kapah Meretrix meretrix menggunakan aktivasi fisika dengan pemanasan suhu aktivasi (400, 500 dan 600) oC. Arang yang diaktivasi pada suhu 400 oC digunakan sebagai adsorbat penjerap kadar salinitas (desalinasi). Proses desalinasi dilakukan pada larutan air laut yang telah diencerkan menggunakan aquades dengan metode Shacker. Hasil penelitian menunjukan penurunan kadar salinitas yaitu dari 648 mg/L menjadi 581 mg/L selama 15 menit. Berdasarkan data melalui uji persamaan freundlich hasil serapan cangkang kerang dengan aktivasi suhu 400 oC dapat menurunkan angka salinitas yaitu 155,884 mg/g. Arang aktif cangkang kerang kapah ini dapat dikembangkan sebagai adsorben penurun kadar salinitas untuk desalinasi perairan.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

YENI RAHMANIA. 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment menggunakan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Variabel yang diukur yaitu kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes berbentuk uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen yaitu 50,08 sedangkan kelas control yaitu 48,54. Hasil uji Independent Sample t Test pada taraf signifikansi (α) 0,05 diperoleh nilai t hitung sebesar 0,521 sedangkan t tabel sebesar 2,003 yang berarti t hitung t tabel, sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model Problem Based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tidak adanya pengaruh perlakuan dalam penelitian ini, diantaranya: penerapan model Problem Based Learning masih tergolong pengalaman belajar yang baru bagi siswa, siswa kurang aktif selama berdiskusi, sumber informasi yang terbatas, siswa belum terbiasa mengerjakan soal berpikir kritis dan waktu perlakuan yang tergolong singkat.

KOMBINASI BAKTERI EM4 DAN TANAMAN KANGKUNG PADA MEDIA AKUAPONIK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya enak dan tebal seperti ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri EM4 pada media akuaponik kangkung terhadap laju pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, akuaponik tanpa EM4 dan akuaponik dengan menggunakan EM4 (0.04 mg/L). Hasil yang diperoleh menunjukkan kelangsungan hidup berkisar (80-73,33 %) untuk semua perlakuan. Nilai pertumbuhan berat mutlak pada perlakuan kontrol, sebesar 2,48 g, perlakuan akuaponik tanpa EM4 sebesar 4,01 g, dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 1,25 g. Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan kontrol sebesar 0,94 cm, perlakuan akuaponik tanpa EM4, sebesar 0,86 cm dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 0,74 cm. Data parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar antara 26-31°C, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5.626.23 ppm, pH berkisar 6.7-7.9, kadar amoniak berkisar 1,09-1,58 mg/L, nitrit berkisar antara 1.83-2.17 mg/L, dan nitrat berkisar antara 0.81-1.37 mg/L. Kesimpulan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik tanpa pemberian EM4, yaitu sebesar 4,01 g.

KOMBINASI BAKTERI EM4 DAN TANAMAN KANGKUNG PADA MEDIA AKUAPONIK TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya enak dan tebal seperti ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri EM4 pada media akuaponik kangkung terhadap laju pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, akuaponik tanpa EM4 dan akuaponik dengan menggunakan EM4 (0.04 mg/L). Hasil yang diperoleh menunjukkan kelangsungan hidup berkisar (80-73,33 %) untuk semua perlakuan. Nilai pertumbuhan berat mutlak pada perlakuan kontrol, sebesar 2,48 g, perlakuan akuaponik tanpa EM4 sebesar 4,01 g, dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 1,25 g. Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan kontrol sebesar 0,94 cm, perlakuan akuaponik tanpa EM4, sebesar 0,86 cm dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 0,74 cm. Data parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar antara 26-31°C, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5.626.23 ppm, pH berkisar 6.7-7.9, kadar amoniak berkisar 1,09-1,58 mg/L, nitrit berkisar antara 1.83-2.17 mg/L, dan nitrat berkisar antara 0.81-1.37 mg/L. Kesimpulan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik tanpa pemberian EM4, yaitu sebesar 4,01 g.

PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA LANSIA DI LAPAS KELAS II A TARAKAN

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abdur Rahman Hamzah, Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan, NPM. 14.501010.044, dengan judul “Pembinaan Terhadap Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan”, dengan Pembimbing I, Bapak Mansyur, S.H., M.H dan Pembimbing II, Arif Rohman, S.HI., LL.M Lanjut Usia merupakan warga binaan pemasyarakatan yang harus diberikan perhatian dan pembinaan yang intensif secara khusus karena kondisi narapidana lanjut usia yang telah mengalami kemunduran mental dan fisik berbeda dengan narapidana muda/remaja. Kebijakan khusus yang diberikan kepada para lanjut usia didasari oleh Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, yang ingin ditekankan oleh instrumen ini adalah perlakuan spesifik terhadap kebutuhan kelompok lansia terhadap tindakantindakan diskriminatif terlebih jika berdampak pada kesejahteraan sosial lansia itu sendiri. Permasalahan diatas menimbulkan isu hukum mengenai mekanisme pembinaan narapidana lansia dalam melaksanakan hukuman pada Lapas Kelas II Tarakan serta hambatan-hambatan pembinaan narapidana lansia dalam pelaksanaan hukuman pada Lapas Kelas II A Tarakan. Isu hukum ini diteliti menggunakan metode dengan Tipe Penelitian Hukum Empiris dan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan (Statue Approach) serta Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Pada akhir penelitian ini penulis menarik kesimpulan bahwa Pembinaan Narapidana Lanjut Usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan belum dilaksanakan sepenuhnya sebagaimana ditentukan menurut Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia sehingga pembinaan narapidana lansia tersebut belum berjalan secara efektif dan efesien serta pada pelaksanaan pembinaan narapidana lanjut usia masih mengalami banyak kendala. Baik dari narapidana itu sendiri, narapidana lanjut usia, sarana dan prasarana pembinaan yang tidak memadai, over kapasitas, tidak adanya tenaga profesional, petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan yang masih kurang, serta kurangnya anggaran sehingga kualitas pembinaan yang dilakukan tidak optimal. Selain itu dalam pelaksanaan pembinaan narapidana lanjut usia, agar menggunakan pola/metode kegiatan yang lebih kreatif, inovatif, dan humanis agar tidak merasa bosan dan malas dalam mengikuti kegiatan tersebut serta Hambatan-hambatan Pembinaan Narapidana Lansia dalam pelaksanaan hukuman pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM harus memperhatikan kondisi semua Lembaga Pemasyarakatan terkhusus Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tarakan.